
Semalam, aku dan kakekku bertemu dengan Flame Emperor, dan pagi ini, dia sudah berdiri melipat tangannya di tengah-tengah halaman rumah kakekku.
"Malas sekali kalian!" Seru Flame Emperor dengan wajah yang serius dan tangan yang sudah terlipat.
"Oh, maaf..." Kakekku menunduk, "Ini semua gara-gara bocah ini."
"Tidak usah pikirkan itu, untuk sekarang, Langit harus mengikuti latihanku..." Ujar Flame Emperor, "Hanya untuk hari ini saja, karena besok aku harus kembali ke dunia asalku, hilangnya diriku pasti menyebabkan gejolak di dunia itu."
Yah, aku sebenarnya tak terlalu menginginkan latihan dengan makhluk tak jelas yang tiba-tiba saja mengaku sebagai Flame Emperor, mana namanya sama seperti pekerjaanku lagi, bukankah itu aneh?
Ditambah kakekku yang terlihat menghormati makhluk itu, membuatku merasa kalau ada hubungan aneh antara kakekku dan makhluk itu.
Flame Emperor menunjukku, "Lakukan semua yang kuperintahkan..."
"Push up 100 kali!"
"Sit up 100 kali!"
"Plank 10 menit!"
"Lari keliling halaman 20 kali!"
Aku langsung jatuh berlutut dan kepalaku menyentuh tanah, "Berat!"
"Lakukan atau kuhukum terbakar!" Seru Flame Emperor keras.
Aku langsung berdiri dan melakukan lari mengelilingi halaman dengan kesal.
Tak kakek atau makhluk api ini, sama saja menyuruhku melakukan olahraga berat!
***
"Status."
[Nama: Langit Satria
Level: 6
Usia: 7 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki
Pekerjaan: Flame Emperor
Title: Pejuang Sejati
HP: 275
STR: 40
INT: 10
VIT: 18
DEX: 15
DEF: 11
LUCK: 20
Stamina: 5/56
__ADS_1
Bonus poin: 1
Skill pasif: (Raja Api: Lv. 1)
Skill aktif: (Sprint) (Lv. 10) (Lv. 15) (Lv. 20) (Lv. 25) ( Lv. 30) (Lv. 50)
Equip: Shirts (E) Shorts (E) Slippers (E)]
"Tak banyak yang berubah..." Gumamku sambil menghela napas, olahraga berat pun sulit untuk menaikkan levelku ini.
Aku mengangkat wajahku, menatap kakekku yang melompat-lompat di tengah halaman yang amat panas itu, dengan telanjang dada dan tubuhnya yang terlihat berotot itu basah oleh keringat, membuatnya terlihat sedikit... Tampan bagiku...
Apa ada triknya menaikkan level dengan cepat?
"Harus kuakui, hanya kau satu-satunya Hunter Awakened termuda yang pernah kulihat, karena rata-rata para Hunter Awakened menerima kekuatan baru mereka di usia di atas dua puluhan tahun..." Flame Emperor menunjuk kakekku, "Dia... Menerima kekuatan Fire Bird Lord saat berusia tiga puluh lima tahun, di tahun pertamanya dia menjadi Hunter rank S."
Wah, benar-benar mengejutkan, kakekku menjadi Hunter rank S di usia tiga puluh lima tahun, sementara ayahku menjadi Hunter rank S di usia dua puluh tahun, membuatnya terlihat lebih berbakat daripada ayahnya, tetapi sayang, beliau tewas dua bulan lalu.
Pada akhirnya, kekuatan besar tak bisa membuat seseorang menjadi abadi, terhindar dari kematian.
"Langit, apakah kau yakin akan menerima kekuatan sebesar itu di usia yang teramat muda?" Tanya Flame Emperor.
"Kau meragukan tekad balas dendam seorang manusia?" Tanyaku, yang aku sendiri tak tahu dari mana aku mendapatkan pertanyaan itu.
"Tidak, hanya saja tubuhmu kurasa akan kesulitan menampung kekuatan berlebihan nantinya saat kau leveling..." Ujar Flame Emperor kemudian berdiri, "Bocoran skillnya, kau akan bisa memakai kekuatan api dan mengalirkannya ke Pedang Api Hitam."
Setelah ia berkata begitu, ia mengabaikan tangannya dan berubah menjadi api besar sebelum menghilang.
***
Enam bulan sejak kehancuran kota Surabaya...
"Sembilan puluh delapan, sembilan puluh sembilan, seratus!" Aku mengayunkan pedangku ke bawah dan setelah hitungannya menyentuh seratus, aku menjatuhkan pedangku.
Aku merebahkan diri ke atas tanah sambil mengatur napas, "Iya, iya, iya!"
Sudah enam bulan berlalu sejak kehancuran kota Surabaya dan selama itu, aku sudah berhasil menaikkan levelku dari level awal level 5 menuju level 10.
"Status."
[Nama: Langit Satria
Level: 10
Usia: 7 tahun
Jenis kelamin: Laki-laki
Pekerjaan: Flame Emperor
Title: Pejuang Sejati, 2+
HP: 375
STR: 65
INT: 10
VIT: 22
DEX: 19
__ADS_1
DEF: 15
LUCK: 20
Bonus poin: 5
Stamina: 2/60
Skill pasif: (Raja Api: Lv. 2)
Skill aktif: (Sprint) (Pedang Api: Lv. 1) (Lv. 15) (Lv. 20) (Lv. 25) ( Lv. 30) (Lv. 50)
Equip: Shirts (E) Shorts (E) Slippers (E)]
"Masih sama-sama saja, ya?" Gumamku sambil menghela napas.
Selama enam bulan ini, selain dipaksa berlatih keras, aku juga dilatih melawan Monster.
Iya, Monster yang itu, Monster yang bisa menghancurkan umat manusia beserta seluruh peradabannya...
Aku disuruh melawan Monster dengan tubuh yang bisa kubilang telah meningkat jauh. Untung saja aku masih bisa bertahan, kalau tidak mungkin Flame Emperor akan menangis karena penerusnya amat lemah.
"Langit, kemari..." Kakekku memanggilku, bersamaan dengan isyarat mengayunkan tangan, seperti memanggilku.
Aku bangkit kemudian mengambil Pedang Api Hitam dan berjalan mendekati kakekku.
Berhubung aku tidak membawa sarung Pedang Api Hitam, sarungnya dibawa oleh kakekku, jadi aku memanggul Pedang Api Hitam di pundakku, seperti petani membawa cangkulnya itu loh...
"Langit, kurasa dirimu sudah semakin siap setiap saat..." Ujar kakekku, "Kau bahkan bisa bertahan dari keroyokan belasan Fire Ant dan berhasil pulang, itu sudah termasuk pencapaian yang hebat."
"Jadi?"
"Ada baiknya kau mencoba mencari peruntungan di luar sana..."
Aku diam, apa maksudnya? Apakah kakekku berencana melepasku setelah latihannya yang sebenarnya tak seberapa itu?
"Tapi yah, sebenarnya kakek tak bisa melepasmu begitu saja, masih banyak yang perlu kau pelajari lagi..."
"Kau masih kurang lancar dalam berbicara, kau juga lambat dalam berpikir, bodoh dalam berhitung, tak bisa membaca cepat, gerakanmu juga masih kaku..."
Kakekku terus menyebutkan semua kekuranganku, sementara aku hanya bisa diam menyimak semuanya, karena tak ada yang salah juga sih, semuanya benar...
Karena poin INT yang berada di bawah rata-rata, membuatku yakin kalau itulah penyebab aku bodoh dalam berpikir.
Tapi kalau soal insting, bisa dipikirkan ulang, aku bisa merasakan banyak hal saat sedang bertarung, membuatku yakin kalau skill pasifku yang membuatku seperti itu.
Mana mungkin raja memiliki insting yang biasa-biasa saja, kan? Pasti memiliki insting dan kemampuan membaca situasi yang amat baik, melebihi yang lainnya...
"Jadi, dalam enam bulan selanjutnya, kau akan kakek ajari semuanya tentang ilmu akademik, ilmu yang tak bisa kau temukan kalau terlalu sering bertarung..."
***
Sesuai kata-kata kakekku, ia mulai mengajariku banyak hal, mulai dari membaca, menulis, berhitung, berbicara pada orang lain dengan baik, dan segalanya.
Aku juga belajar semua dasar-dasar menjadi Hunter, disela latihan pedang dan mengendalikan Stamina.
Oh ya, karena aku sudah memiliki sistem dan bisa melihat poin Stamina, aku juga bisa merasakan sesuatu dalam tubuhku, yang rasanya panas-panas begitu, seperti api begitu.
Kakekku berkata kalau itu adalah kekuatan Flame Emperor yang telah bangkit, sedikit saja, kurang dari seperempat malahan kata kakekku.
Aku tidak tahu apa itu seperempat, tetapi yang pasti menurut kakekku waktu itu, di bawah seperempat itu amat kecil...
__ADS_1
Dan kini, pelajaranku mengenai sejarah akan dimulai...