Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
255. Pertempuran akhir, World War 3!


__ADS_3

1 Februari 2330...


Tanggal itu diperingati sebagai peringatan Hari Kebangkitan Internasional, ditetapkan oleh mantan Hunter rank SSS+ bernama Langit Satria dengan julukan Cold Blooded Hunter.


Di hari itu, pidato legendaris Hunter rank SSS+ diucapkan langsung oleh sosoknya, dan dalam pidatonya, ia mengatakan akan menghancurkan Monster dan mempersembahkan kedamaian pada seluruh dunia.


"Pagi, umat manusia yang aku sayangi,


Di hari ini, sesuai dengan perjanjian antara aku dengan pimpinan musuh, pertempuran akhir akan terjadi.


Aku yakin kalau pasukan Hunter yang bergabung dengan militer bisa menghadapi Monster yang menyerang, dan jangan pikirkan tentang diriku, fokus saja pada perang di depan kalian.


Aku mengorbankan diriku di barisan paling depan untuk menghadapi tiga pimpinan musuh dan untuk komando pasukan, aku menyerahkannya pada Sir William.


Perjuangan tiga ratus tahun yang sudah kita lewati sudah mencapai titik puncaknya, dan sekarang adalah penghabisannya!


Sesuai dengan janji yang kuucapkan tujuh tahun lalu di hadapan makam kakakku, aku akan menghancurkan seluruh Monster dan mempersembahkan kedamaian abadi pada seluruh umat manusia!


Pengorbanan teman-teman kita selama ini berakhir disini, tidak akan ada lagi pengorbanan seperti sebelumnya setelah perang ini berakhir!


Aku harap ini benar-benar menjadi perang terakhir kita! World War 3!


Semua Hunter! Ikuti perintahku dan habisi semua Monster itu!"


Suara sorakan terdengar kencang dari tablet Vina, dan aku hanya tersenyum tipis saja mendengarnya.


Aku masih tidak percaya, aku yang dulu adalah sosok yang benar-benar besar dan berbeda dengan diriku yang sekarang setelah kekuatanku disegel sepenuhnya.


"Lihat? Itulah wibawa ayah kalian dulunya." Vina tersenyum lebar, dan aku menghela napasku.


"Tidak sehebat itu..." aku memejamkan mataku, "Sudah lama sejak itu..."


***


Malam, 31 Januari 2330...


"Summon!"


Ratusan atau mungkin jutaan makhluk api keluar dari tanganku, dan gurun Sahara bersinar terang dengan kemunculan ratusan makhluk api buatanku.


"Ada apa, Langit?" tanya kakek Vian, "Tumben kau memanggil Flame Army sekaligus."


"Begini..." aku mengatur napasku, mengeluarkan ratusan sampai jutaan Summon menguras Energi Gaibku hingga hampir habis, "Aku ingin kalian menyatu denganku."

__ADS_1


Sejak kematian Flame Emperor, seluruh Flame Soldier yang dimilikinya ditransfer ke diriku, sehingga kemanapun aku pergi, aku selalu membawa jutaan Flame Soldier di dalam tanganku.


"Apa kau tak memerlukan kami?" tanya kakekku, "Meskipun kau sudah memiliki kekuatan tiga Emperor dalam dirimu, kau tak mungkin menang melawan tiga Emperor sendirian-..."


"Tidak, ini masih kurang." aku membuka mataku lagi, menatap kakek Vian lagi, "Kakek pasti tahu kemampuan tiga Emperor musuh?"


"Ya, aku tahu jelas..." kakek Vian mengangguk, "Meski kau mencoba maju sendirian dengan kekuatan yang kau miliki sekarang, tak ada jaminan seratus persen kau akan kembali dengan tubuh masih lengkap."


Kemampuan tiga Emperor amat dahsyat, aku bisa merasakan dahsyatnya kekuatan Flame Emperor, War Emperor, dan Wisdom Emperor yang mengalir dalam diriku. Tapi mungkin itu saja masih kurang...


Kekuatan War Emperor dan Wisdom Emperor mungkin hanya sekitar lima puluh persen dari kekuatan utuh keduanya saat masih memiliki tubuh utuh, jadi kalau dihitung hanya dua Emperor saja yang ada dalam diriku sekarang.


"Kalau begitu, kami Flame General akan masuk ke dalam Pedang Api Hitam, sementara Flame Soldier lain akan masuk dalam dirimu dan kau bisa memakai kekuatan mereka untuk menambah kapasitas Energi Gaibmu. Bagaimana?" usul kakek Angkasa.


Kurasa itu boleh saja, menambah kapasitas gas Pedang Api Hitam tanpa perbaikan berkala yang menghabiskan lima juta sekalinya perbaikan...


Sebentar, gaji Hunter rank SSS itu berapaan ya? Aku lupa bertanya pada pak Tom...


Apa gajiku dipakai untuk peningkatan militer dunia? Atau gajiku masuk kantong negara dan dikorupsi oleh pejabat sialan itu?


"Boleh, dihitung meningkatkan kekuatanku..."


Paginya...


Wajah orang-orang di ruang pertemuan markas IronBlast terlihat serius.


Setelah pidato tadi pagi di New Washington yang sudah berupa reruntuhan, aku langsung bergerak ke Inggris yang menjadi pusat komando militer seluruh dunia.


Kenapa Inggris? Bukannya Indonesia yang menjadi tempat tinggal Hunter rank SSS?


Sederhananya, aku tidak mau. Lahan luas di Indonesia berubah menjadi hutan lebat dan pastinya bandara Halim Perdanakusuma tidak cukup untuk menampung pesawat dari segala penjuru dunia.


Tapi William yang lebih ahli mengatur kemiliteran dibantu oleh Al menyarankan agar Inggris dijadikan pusat komando, dengan Al menyarankan agar di setiap negara dan markas militer dipersiapkan lapangan udara sebagai cabang dari pusat komando yang ada di Inggris.


Selain itu, kapal perang di laut dipersiapkan dan bergerak di beberapa titik yang mungkin menjadi tempat kemunculan Gate laut. Ada banyak titik di laut yang kuperkirakan menjadi tempat kemunculan Gate laut, termasuk Hawaii.


Penduduk sipil dipindahkan ke bunker yang dipersiapkan sejak pak Tom naik menjadi Hunter rank SSS tujuh tahun lalu sebagai persiapan untuk hal semacam ini, dan akhirnya bunker-bunker yang tersebar di seluruh dunia berguna untuk saat ini.


Afrika sudah dikosongkan sejak akhir November sebagai persiapanku bertarung disana. Setelah itu, ratusan robot mekanik berteknologi tinggi berkeliling di udara Afrika untuk memantau situasi disana, dan akan otomatis melapor ke pusat komando jika Gate ungu muncul disana.


Semua persiapan pertahanan bumi sudah selesai sejak akhir tahun lalu, sekarang hanyalah menunggu serangan akhir itu.


"Aku menyerahkan komando tertinggi pada William Vunion, selebihnya kuserahkan padanya. Maaf aku tak bisa membantu di saat seperti ini." aku menggaruk kepalaku.

__ADS_1


"Tidak apa, intinya kau harus menahan tiga Emperor di Sahara selagi kita menghabisi semua Monster yang muncul ke bumi." ujar William yang terdengar menenangkanku.


Aku berdiri dan semuanya ikut berdiri, "Tetap optimis bahwa kita bisa melewatinya!" aku mengangkat kepalan tanganku ke atas, "Sacrifice and Devotion your Soul for Humanity!"


"Maaf saya mengganggu, tetapi Gate ungu muncul di Sahara sesuai prediksi pak Langit!" seorang tentara masuk dan napasnya terengah-engah, "Tiga makhluk keluar dari sana dan berjalan mendekati robot mekanik!"


Aku berbalik dan meraih jasku serta Pedang Api Hitam, "Oke, aku akan kesana."


"Eh?" tentara itu terkejut, dan kudengar William berkata.


"Pak Langit memiliki urusan dengan tiga makhluk itu, urusan kita adalah dengan Monster lainnya. Sekarang bergerak!"


***


Langkahku di koridor bandara semakin cepat, aku tidak yakin kalau mereka akan menunggu kedatanganku, mereka mungkin akan menyerang, jadi aku harus bergerak secepatnya.


"Langit, tunggu!" kudengar seseorang memanggil, dan aku berbalik.


Vina berlari dengan membawa Mata Elang di pundaknya, dan ia berhenti di belakangku, "Aku... Ingin mengatakan sesuatu..."


Apalagi ini, ya tuhan?!


"Jaga dirimu..." Vina menurunkan senapannya kemudian memelukku, "Pulanglah dengan tubuh utuh."


Aku meletakkan pedangku di pinggangku kemudian menepuk kepala Vina, "Tenang saja..."


Kurasa, aku paham maksud kakakku sebelumnya, Vina adalah perempuan yang baik.


Semua perempuan yang kukenal memiliki sifat yang baik, seperti Carroline, Senja, Vina, kak Jess, ibu pertamaku, ibu Rosa, Marie, nenek Jenny, dan masih banyak lagi, mereka semua berlaku baik padaku.


Tapi kalau soal mana yang lebih baik padaku, hanya ada Vina saja, meskipun ia sedikit usil padaku.


Setiap aku akan pergi mengikuti Raid dan kemanapun itu, ia selalu mengatakan hati-hati dan mengingatkanku agar menjaga diriku baik-baik lewat ponsel.


Yah, mungkin hanya Vina saja yang cocok untukku...


"Ya, tenang saja, aku akan kembali dan memenuhi keinginanmu..."


"Kau harus mengutamakan kepentingan dunia dulu, barulah pribadimu..." ujarnya pelan.


Ya, aku akan melindungimu sebagai bentuk hormatku pada wasiat kakakku...


***

__ADS_1


Langit bucin weee, huuuu... (Sebenernya saia iri sama Langit...)


__ADS_2