
Ice Emperor terkejut melihat gerakan cepatku yang memotong tangannya tanpa sempat ia menghindar, ia melompat mundur dengan kedua tangannya yang terpotong.
Kemampuannya memang menurun karena ia tak bisa memakai elemen es saat ini, tapi aku tidak menyangka kalau kekuatannya bisa turun sejauh itu.
Tapi kalau begitu, bukankah itu berarti aku bisa menghabisinya dengan mudah?
Dragon Emperor membuka mulutnya lebar dan menyemburkan api yang amat besar dari mulutnya, terlihat ia benar-benar ingin menghabisiku.
Aku menghindari semburan apinya dan Tyrant Emperor menghadangku kemudian melancarkan tebasan demi tebasan yang mengarah ke leherku.
Aku bisa menghindarinya dengan mudah dan Tyrant Emperor mengangkat kedua tangannya kemudian menebaskannya dengan cepat ke leherku.
"Mati!" seru Tyrant Emperor dan tebasannya sedikit lagi mencapai leherku.
Gerakannya cepat, tapi berkat mata yang sudah diperkuat dengan kekuatan dari tiga Emperor membuatku bisa melihat tebasan cepat itu seolah tebasan itu bergerak lambat.
Aku mengangkat pedangku dan menahannya, tetapi kekuatannya lumayan besar dan aku terlempar ke samping kemudian berguling-guling di atas pasir.
"Mati!" sesuatu yang besar mendarat di dekatku dan sebuah kaki melayang di atasku.
Aku melompat ke samping kemudian melihat sesuatu yang besar itu, yang ternyata adalah Dragon Emperor dengan tubuh besarnya!
Apa-apaan itu?! Setahuku hanya Void Emperor dan Black Emperor yang bisa berubah menjadi raksasa, ternyata Dragon Emperor juga bisa melakukannya!
Aku mendarat sempurna di atas pasir sementara tiga musuhku berkumpul kembali jauh dariku.
Ketiganya mendekat dan Ice Emperor mengangkat kedua tangannya, "Terasa berbeda bukan, duel kita kali ini?"
Aku mengangkat tangan kiriku dan Black Flame Soul Katana muncul, "Ya, semuanya terasa berubah terlalu cepat..."
Aura dingin mulai muncul di Sahara, mengubah suhu panas Sahara menjadi dingin, sedingin lemari pendingin di rumahku.
Aku jadi yakin kalau Ice Emperor tadi menahan kekuatannya, dan sekarang kekuatannya yang mampu mengendalikan alam akan muncul, yang artinya ia akan serius.
"Kami dulu bersusah untuk menculikmu, tetapi Flame Emperor datang dan menolongmu. Kemudian aku berhasil menculikmu, tetapi sekali lagi aku gagal..." sesuatu berwarna putih mirip tombak tercipta di tangan Ice Emperor, "Sekarang, kau kembali menghadapi kami sendirian."
__ADS_1
"Kalau sendirian, memangnya kenapa?" aku menghunuskan Pedang Api Hitam, "Buktinya saja kalian tak bisa melukaiku sedikit saja."
"Pembodohan..." Tyrant Emperor mengangkat tangannya yang berbentuk pedang, "Aku akan serius lagi..."
Menurut surat misterius yang kubaca setelah aku menjadi Hunter rank SSS, surat yang ditemukan di China adalah buatan Tyrant Emperor, terlihat dari tanda tangannya yang berbentuk T dan E, sama seperti inisial yang dibuat oleh Tom untuk pembuat surat misterius itu.
Dengan kata lain, Monster yang membunuh Yen Jiu dan Tang Liao adalah Tyrant Emperor!
Aku tak habis pikir, bagaimana mungkin Tyrant Emperor bisa bertahan menghadapi Tang Liao, sosok yang dianggap mampu menghabisi Ice Emperor seorang diri?
Hanya ada satu kesimpulan...
Dewa?
Entah bagaimana, aku mendapat ingatan lain setelah Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada melebur denganku.
Ada keberadaan dewa di dunia ini, tetapi siapa saja dewa itu tak diketahui oleh mereka berdua, hanya satu saja yang diketahui oleh Raja Hayam Wuruk, yaitu sang God of Flame Huoyang.
Dikatakan bahwa God of Flame Huoyang memberkati satu Monster dengan kekuatan api yang dahsyat dan Monster itu berevolusi menjadi Flame Emperor.
Kekuatan yang diberkati oleh God of Flame Huoyang terus turun dan berkembang, hingga akhirnya sampai di tubuhku saat ini.
Lapisan es tebal tercipta di atas pasir di sekitar Ice Emperor, dan tubuhnya diselimuti aura putih yang amat tebal. Ia mengangkat tombaknya dan mengarahkannya ke arahku, "Mati..."
Puluhan, bahkan mungkin ratusan tombak ex tercipta di sebelahnya, sementara Tyrant Emperor bergerak cepat dan mengayunkan pedangnya dengan cepat, secara terus-menerus.
Sebenarnya aku tidak yakin pada aura panas yang kupancarkan mampu melelehkan tombak-tombak es yang akan dilancarkan Ice Emperor mengingat kecepatan lemparannya dan kecepatan auraku melelehkan tombaknya mungkin saja berbeda jauh.
Sekarang aku tidak mau menghitung, yang pasti aku harus membereskan musuh yang menyulitkan dulu, yaitu Dragon Emperor!
***
"Apakah kau serius ingin Langit kecewa pada kita?! Pikir lagi keputusanmu! Kau sudah mendengar rencana Langit dan kau ingin melenceng dari rencananya?!" Rei menarik kerah baju Vina, "Lepas perasaanmu dan bertarunglah!"
"Kupikir Rei benar, Langit pasti punya rencananya sendiri dan ia akan menang sebagaimana ia mengatakannya pada kita." Senja angkat bicara.
__ADS_1
"Jika kau membawa perasaanmu dalam perang kali ini, maka letakkan senjatamu dan pergi dari sini." ujar Andhika dingin, tetapi Esterosa bisa mendengar kalau Andhika sedang berkata tegas.
Jujur saja, ia juga khawatir pada Langit, bukan sebagai ibunya, tetapi sebagai manusia yang kasihan melihat Langit memikul tanggung jawab yang amat berat di usianya yang muda.
Ia tahu kalau itu adalah tugas yang ia emban sejak lahir, tetap saja, lima belas tahun bukanlah usia yang tua! Langit seharusnya bermain bersama teman-temannya dibanding berdiri di baris terdepan melawan Monster!
Vina tadi meminta agar satu drond kecil dikirim ke Sahara untuk memantau Langit, tetapi Rei menolak keras ide itu karena ia masih berpegang teguh pada rencana yang sudah disusun Langit.
"Jika kau khawatir padanya sebagai seseorang yang menyayanginya, maka pergi saja ke sana, kau mungkin akan melihat apa yang sedang dihadapi kakak." ujar Alteron kemudian ia pergi keluar membawa lancernya.
Vina menunduk, Esterosa mendekatinya dan berkata pelan, "Tenang, percaya saja pada Langit..."
"Aku berkata keras bukan karena marah, tetapi aku bersikap tegas pada sifat konyolmu itu!" Rei melipat tangannya, "Jika kau benar-benar mendengar rencananya dengan seksama, seharusnya kau tidak bersikap begini!"
"Pertempuran sudah dimulai, apa kalian masih mau disini?" suara pintu terbuka dan seorang perempuan dengan pakaian militer masuk dan ia memegang pedang yang masih tersarung ke atas pundaknya, "Keluar, Monster sudah muncul dan militer sudah mengirim pesawat tempur."
***
Aku melesat melewati Tyrant Emperor dan melepaskan kedua sayapku kemudian melesat ke atas, menuju Dragon Emperor yang sedang melayang di Sahara.
Tebakanku, Dragon Emperor adalah kekuatan terbesar para Emperor dan jika ia mati, maka kekuatan pimpinan musuh akan berkurang drastis.
Semburan api dan sergapannya amat merepotkan nantinya, aku yakin tadi dia belum serius sepenuhnya.
Dragon Emperor membuka mulutnya lebar-lebar, aku mengarahkan pedangku ke depan dan energi pedang kulepaskan, yang langsung bergerak menuju mulut Dragon Emperor.
Energi pedang lurus yang kuciptakan melesat menembus lidahnya dan mungkin menembus kepalanya, tetapi ia masih belum jatuh.
Ia membuka mulutnya, dan Energi Gaib berjumlah besar terkumpul di mulutnya, dan ia bergerak cepat ke arahku kemudian melepaskan Energi Gaib yang membentuk laser itu.
Aku menghindarinya, dan Black Flame Soul Katana terpotong sedikit, kemudian aku melirik ke bawah.
Sahara berlubang besar dan kini aku yakin pada tebakanku, kekuatan Dragon Emperor mampu menghancurkan bumi...
***
__ADS_1
**Tugas, turu, tugas, turu, belajar, turu, gitu aja terus...
Hmm, maaf kalo baru update, tugas numpuk kek hutang bre, ngetik pun kelupaan (Untung aja alurnya belum kelupaan sepenuhnya, ehe**...)