Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
229. Wrath Lord Vs Dragon Emperor


__ADS_3

"Fuuh, kukira aku akan mati..." seseorang melompat turun setelah api membakar puluhan Monster, "Sial, lompat dari langit benar-benar menyeramkan..."


Orang itu berjalan perlahan menjauhi tumpukan mayat Monster yang terbakar, kemudian ia menatap ke arah John dan Al, "Eh? Apakah kalian sudah lama ada disini?"


John dan Al terdiam, mereka tak mungkin salah melihat kejadian barusan...


Tom jatuh dari langit dan ia masih baik-baik saja! Kekuatannya memang luar biasa dahsyatnya! Di luar nalar manusia!


"Saranku, kalian harus bergerak lagi." Tom mendekati John, "Aku mempercayai kalian karena kalian memiliki kemampuan bertarung dan memimpin yang baik."


"Hunter lainnya butuh bantuan para Hunter rank SS, jadi cepatlah!" seru Tom, "Yang disini, serahkan saja padaku!"


John dan Al memberi hormat mereka pada Tom kemudian keduanya pergi dengan cepat, melaksanakan perintah Tom.


Setelah keduanya pergi, Tom mengangkat wajahnya dan melihat seseorang yang turun perlahan ke hadapannya, kemudian orang itu mendarat dengan mulus di atas aspal.


"Tak kusangka kau akan senekat itu melompat dari posisi setinggi itu..." orang itu memakai pakaian serba merah, "Kurasa aku akan berhenti meremehkan manusia..."


Tom berjalan maju, begitu juga dengan orang itu. Tekanan di jalanan tempat mereka berada semakin berat, suasana berubah menjadi amat menegangkan...


"Apakah kau akan mengharapkan bantuan lagi seperti sebelumnya?" tanya orang itu, "Atau kau akan beraksi secara jantan tanpa bantuan?"


"Anggap saja begitu." kedua sarung tangan Tom menyala terang, "Akan kuusir kau, Dragon Emperor!"


Ia melesat maju, dan Dragon Emperor tersenyum lebar, "Majulah!"


Dragon Emperor memasang posisinya, dan Tom melancarkan pukulan yang ditahan Dragon Emperor dengan menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya.


Hembusan angin kencang muncul akibat pertemuan pukulan Tom dengan tubuh Dragon Emperor, Tom mengalirkan Energi Gaibnya ke kedua tangannya kemudian melancarkan skill Big Bang Combination sebanyak dua kali.


Dragon Emperor kesulitan menahan dua Big Bang Combination yang secara total Tom melancarkan empat pukulan berkekuatan penuhnya, yang berakibat tubuhnya berisi empat lubang.

__ADS_1


Tom mengalirkan Energi Gaibnya ke kedua tangannya, kemudian ia melancarkan dua kali pukulan, tetapi Dragon Emperor lebih cepat memulihkan dirinya, dan menyiapkan tubuhnya.


"Tidak semudah itu!" Dragon Emperor berseru, ia mengangkat kepalan tangannya dan melancarkan pukulannya, yang langsung beradu dengan pukulan Tom.


Sarung tangan kanan Tom langsung hancur saat bertemu dengan pukulan Dragon Emperor, dan pukulan Dragon Emperor bertemu langsung dengan tangan Tom yang tak memakai sarung tangan besinya.


Hembusan angin yang lebih kencang dari hembusan angin sebelumnya menghempaskan apapun yang ada di sekitar keduanya.


Keduanya mengambil jarak kemudian mengambil napas masing-masing setelah serangan mereka beradu.


Tom kini memakai sarung tangan besi di tangan kirinya, dan armor yang ia pakai masih utuh dengan goresan-goresan tipis di beberapa bagiannya.


"Entah berapa kali pun kau melancarkan Big Bang Combination, melubangi tubuhku, tetapi aku akan terus memulihkan diriku..." Dragon Emperor merentangkan kedua tangannya, sebilah pedang tercipta di tangan kanannya, "Dan kau?"


"Dan aku masih berdiri tegak meski aku adalah manusia biasa yang memiliki batasannya..." jawab Tom sambil menegakkan tubuhnya, "Kau bisa melihatnya, aku masih mampu berdiri tegak meski kau terus berusaha menjatuhkanku dari langit tadi."


Tom mengangkat tangan kanannya kemudian melepas sarung tangan besi di tangan kirinya dan melemparnya ke samping, "Aku tak membutuhkan benda berat itu lagi..."


"Oh, kau terasa makin kuat..." Dragon Emperor terdengar memuji Tom, "Tapi hasilnya akan tetap sama."


"Akulah yang akan menang." ujar Tom, "Itulah hasilnya."


Wajah Dragon Emperor menjadi buruk, kedua tangannya berubah menjadi cakar, yang mirip seperti cakar naga mitologi barat, setelah itu ia menghilang dari pandangan Tom.


Tom menajamkan instingnya, dan ia melompat ke kanan, menghindari cakaran dari sebelah kirinya yang dilancarkan oleh Dragon Emperor.


Setelah itu, Dragon Emperor kembali bergerak cepat, melancarkan cakaran-cakaran yang tak ada satupun yang mendarat di tubuh Tom.


Tom menghindarinya dengan cepat, ia berusaha sejauh mungkin dari Dragon Emperor. Ia merasakan kalau semua serangan yang dilancarkan manusia separuh naga itu amat mematikan, satu serangannya setidaknya bisa menghancurkan seluruh tubuhnya dalam sekejap, tentunya ia tak mau hal itu terjadi.


Tapi sayangnya, Dragon Emperor benar-benar cepat, Tom kesulitan menghindarinya, bahkan ada saat dimana ia hampir saja tewas oleh satu serangan Dragon Emperor yang mampu menghancurkan aspal hingga berkeping-keping.

__ADS_1


Tom berusaha menghindari semua serangan Dragon Emperor, sementara Dragon Emperor bergerak cepat menyerang Tom, hal itu terus terjadi, hingga akhirnya seperempat New Washington hancur oleh keduanya.


***


"Nih kopinya..." Joko meletakkan satu gelas plastik kopi di depan Yuuki kemudian duduk di depannya, "Jadi, bisakah kau menjelaskannya?"


"Aku... Aku benar-benar tidak memahaminya..." Yuuki mengepalkan tangan kirinya, tangan kanannya ikut menggenggam kuat gelas kopinya, "Dia menghilang begitu saja..."


"Aku berlari di depan sementara Langit mengikuti dari belakang, saat aku menoleh ke belakang, kulihat Langit masih ada di belakangku. Saat aku menoleh sekali lagi, dia sudah menghilang." Yuuki menunduk, "Aku..."


"Tidak apa, kau tak usah menyalahkan dirimu sendiri, lagipula..." Joko meminum kopinya, "Hobinya Langit kan memang menghilang..."


Yuuki terdiam, "Hanya karena Langit sering hilang?"


"Tidak, ini mungkin saja ada hubungannya dengan kondisi saat ini..." Joko menggelengkan kepalanya, "Kau tahu kan situasi di New Washington saat ini?"


Yuuki mengangguk, "Ya, lalu apa hubungannya dengan Langit yang sering hilang?"


"Aku sering berpikir, Langit yang sering hilang kemungkinan adalah karena para Emperor mengincar nyawanya." jawab Joko, "Aku berpikir, nyawa Langit setidaknya setara dengan satu bumi, itulah sebabnya Langit sering diincar dan diculik oleh musuh."


"Memang benar kekuatannya amat hebat, tapi jika menganggap kalau harga nyawa Langit itu sama dengan bumi, itu terdengar berlebihan." Yuuki meminum kopinya kemudian melanjutkan, "Menurut anda, apakah Langit memang sekuat itu?"


"Ya, aku bisa mengetahuinya hanya dengan melihatnya saja..." Joko mengangguk, "Hawa yang amat dahsyat, genggamannya pada pedang yang amat kuat, tatapan tajam, mungkin itu semua terasa biasa saja dihadapan manusia biasa, tapi bagi kami para Hunter yang sudah bertarung melawan Monster dalam waktu yang lama, keberadaan individu bernama Langit jelas terasa berbeda dari manusia kebanyakan."


"Kau bahkan sulit disamakan dengannya, jurang pemisah antara kita dengannya amat jauh." Joko menghabiskan kopinya, "Bahkan gabungan kita mungkin sulit menjatuhkannya."


Yuuki diam, "Apakah anda berkata begitu hanya karena Langit adalah anak anda?"


"Tidak, aku merasakannya sendiri, bahkan setiap melihatnya aku selalu merasa seperti berhadapan dengan Mr. Tom." jawab Joko dan ia melirik ke jalanan.


"Dia... Kurasa sudah setara dengan Mr. Tom..."

__ADS_1


__ADS_2