
"Ahahaha, ternyata lumayan kuat..." suara tawa lantang terdengar, dan wajah Tom langsung memburuk.
"Dia... Masih bertahan?"
Dragon Emperor berjalan perlahan ke arahnya, aura yang dilepaskannya makin kuat dan membuat suasana di tempat itu semakin menegangkan.
Tom memasang posisinya, dan tak lama teriakan lantang terdengar dari kejauhan.
"Death Slash!"
Sesuatu jatuh dari langit, berupa kapak yang dipegang oleh seorang laki-laki, dan laki-laki itu melompat kemudian mencabut kapaknya yang menancap tak jauh dari Tom.
"William?" Tom menaikkan alisnya, "Bagaimana dia bisa ada disini?"
Laki-laki yang baru saja melompat dengan kapak di tangannya adalah
Dragon Emperor melirik William yang baru datang dengan seringai lebar, "Lalat kecil baru saja datang..."
William mengangkat kapaknya dan ia berkata dingin, "Tarik kata-katamu..."
Setelah ia berkata begitu, ia langsung bergerak dengan cepat ke arah Dragon Emperor, dan Dragon Emperor menyiapkan cakarannya kemudian menyerang William.
Cakarannya terlihat memanjang, dan cakarannya sedikit lagi mencapai William.
William mengangkat kapaknya dan berencana menahannya, tetapi kapaknya terhempas dan ia ikut terlempar.
Tom meliriknya sekilas dan ia melesat ke arah Dragon Emperor. Makhluk separuh naga itu hanya tersenyum tipis melihat Tom yang bergerak ke arahnya.
"Entah kenapa, aku merasa naga sialan ini lebih kuat dari sebelumnya..." gumamnya.
Aura yang dilepaskannya semakin besar sejak ia pertama kali memunculkan dirinya di New Washington hari ini, dan segalanya, seperti kecepatan dan kekuatannya semakin bertambah besar seiring ia semakin lama berdiri di atas bumi.
Hal ini membuat Tom sedikit bingung, ia jelas-jelas terus berada di dekat Dragon Emperor dan ia tak melihat naga sialan itu yang membunuh Monster lainnya.
__ADS_1
Pada umumnya, seekor Monster akan bertambah kuat jika ia membunuh Monster lainnya, dan penambahan kekuatannya akan semakin besar jika ia membunuh Monster sekelas Lord.
Para Emperor sulit berkembang lagi, hanya ada dua cara agar kekuatan Emperor bisa meningkat yaitu membunuh Emperor lainnya, atau membunuh petinggi Divine Legion seperti komandan tertingginya.
Tetapi kekuatan Emperor yang melakukan salah satu dari dua hal itu tidak akan meningkat drastis dalam satu waktu, peningkatannya secara perlahan dan butuh waktu cukup lama. Berapa lama waktu yang dibutuhkan tidak jelas...
Tom berpikir, kapan Dragon Emperor membunuh Emperor lainnya? Apakah saat perhatiannya terpecah di udara? Atau mungkin sebelum ia menyerang?
Opsi pertama itu tidak mungkin, karena aura di New Washington akan berubah saat kehadiran satu Emperor lainnya, dan Tom yakin ia hanya merasakan aura dahsyat milik Dragon Emperor saja, tidak ada lagi.
"Kalau begitu, siapa Emperor yang sudah tewas dan tidak aku ketahui?" gumam Tom, dan ia melancarkan dua pukulan andalannya, yaitu Big Bang Combination.
Dragon Emperor menghindari dua pukulan itu kemudian melancarkan satu pukulan ke arah Tom, dan Tom menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya, menahan pukulan Dragon Emperor.
Ia terdorong sedikit, dan Dragon Emperor menarik tangannya kemudian menarik napas panjang.
"Breath of Destruction!"
Ia tak sempat melihat kondisi orang-orang yang membantunya tadi, dan setelah ia berhasil menyelamatkan dirinya, barulah ia melihat sekitarnya.
Semburan api itu amat kuat, hingga menghancurkan gedung tinggi yang ada di hadapannya, serta menghancurkan semua yang ada di belakangnya, mungkin saja separuh New Washington hancur oleh semburan itu.
Marah? Itulah yang dirasakan Tom saat ini melihat kota kesayangannya hancur oleh Dragon Emperor...
"Dragon Emperor, kau harus membayarnya!" Energi Gaib mengalir cepat di seluruh tubuhnya, dan membuat tubuh Tom membesar, hingga setinggi tiga meter dengan kedua tangannya yang lebih besar dari tangan pada umumnya.
Setelah itu, ia melesat maju dengan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya dan meraih leher Dragon Emperor kemudian mencekiknya dengan kuat.
Dragon Emperor tak mampu menghindari cekikan Tom, dan ia merasakan panas dari tangan makhluk raksasa yang membakar lehernya saat ini.
Kedua tangannya terangkat ke atas dan ia memegang kedua tangan Tom dengan kuat, tapi bukannya melonggar, cekikan Tom malah semakin kuat.
Aliran Energi Gaibnya mulai terhambat, dan Dragon Emperor menarik napasnya dengan paksa, mengumpulkan amat banyak energi di mulutnya, menyiapkan semburan api lagi.
__ADS_1
DUGGGHH!
Tom menggerakkan kepalanya dan menghantamkan kepalanya ke kepala Dragon Emperor, hingga suara sesuatu yang menghantam benda keras terdengar lantang.
Kepala Dragon Emperor terlihat mengeluarkan sedikit darah berwarna hitam, dan Tom kembali menghantamkan kepalanya berkali-kali ke kepala Dragon Emperor.
Setelah beberapa kali hantaman, Tom mengangkat Dragon Emperor sambil berteriak keras, kemudian membanting Dragon Emperor ke atas aspal hingga aspal di bawahnya hancur berkeping-keping.
"Ugh!"
Dragon Emperor tak bisa menjerit keras, dan kedua tangannya terlepas dari tangan Tom, sebelum ia merasakan satu tangan Tom terlepas dari lehernya.
Tom mengangkat kepalan tangannya kemudian melancarkan pukulan ke wajah Dragon Emperor, setelah itu ia berdiri dan mengangkat kakinya kemudian menginjak dada Dragon Emperor.
Injakan yang terasa amat menyakitkan, Dragon Emperor sulit menahan rasa sakit itu.
"Inilah kekuatan tekad! Meski kau memiliki kekuatan dahsyat, kau takkan pernah bisa menghancurkan bumi!" seru Tom dengan keras.
Setelah ia berseru, ia meraih leher Dragon Emperor kemudian melemparnya menjauh dan mengikutinya dengan kecepatan tinggi.
Dari kejauhan, William keluar dari reruntuhan bangunan dan ia melempar gagang kapaknya menjauh kemudian membersihkan tubuhnya.
Untuk pertama kalinya, ia merasakan secara langsung berhadapan dengan naga, dan harus ia akui, kekuatan fisik naga itu amat kuat.
Ia memperhatikan sekitarnya, dan melihat seseorang yang sedang beradu pukulan dengan seekor Monster yang terlihat bertubuh lebih kecil dari orang itu.
"Tom? Apakah itu adalah Tom?" William meraih kapaknya kemudian berniat bergerak menuju Tom, tapi ia berhenti bergerak setelah melihat gerakan keduanya yang amat cepat dan sulit diikuti dengan matanya.
Kedua tangannya bergetar, dan ia berdecak kesal, menyadari kebodohannya sendiri...
"Jika aku maju, maka aku yang akan mati duluan..."
Langkah apa yang akan diambil oleh William?
__ADS_1