Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
141. Genderang perang para raja


__ADS_3

Dunia sedang dilanda kekacauan, empat Emperor sedang bertarung, tanpa ada satu Monster pun yang tahu apa sebabnya.


Dua Emperor yang baru, yaitu Dragon Emperor dan Sword Emperor hadir dan membuat kekacauan di dunia itu.


Dua Emperor yang sudah ada sebelumnya, saling berselisih juga, hingga membuat situasi semakin kacau.


Diakibatkan dari kekacauan itu, sebuah Gate tercipta tanpa sengaja dan melemparkan para Emperor ke bumi, dan membuat kekacauan di bumi itu.


***


Aku bergerak cepat melewati dahsyatnya badai salju yang semakin menjadi, sambil berusaha memastikan teman-temanku masih ada di belakangku.


Rencananya, kami akan kembali ke pesawat untuk melapor pada Yuuki, kalau sedang ada badai salju besar yang membuat penglihatan dan seluruh indera kami semua menurun.


Bukan hanya itu, kami semakin kesulitan melawan Monster, karena pijakan kami yang tidak baik membuat kami bisa saja tewas dibunuh Monster, kalau kami tak memakai armor di balik pakaian kami.


"Langit, tunggu sebentar!" aku mendengar suara yang memanggilku, dan aku berhenti kemudian berbalik, melihat Rei yang berdiri sambil menunjuk ke sebuah arah.


"Langit, apa itu?" tanyanya, dan aku mengikuti arah telunjuk Rei.


Beberapa orang berlari dikejar oleh sesosok makhluk tinggi besar, lebih tinggi dari serigala yang tadi kami lawan, dan saat melihatnya, aku merasa sedikit merinding.


"Aku akan melindungi Vina, kalian maju saja menghadapi Monster itu!" Carroline berseru sambil mengangkat kedua tangannya dan memasang posisinya, "Sekarang Vina tak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya karena badai salju ini!"


Sejujurnya aku ragu bertarung lagi, badai salju salah satu alasannya, tapi alasan lainnya adalah melihat level yang dimiliki makhluk itu yang terlihat samar-samar di mataku.


"Level 100, aku tidak yakin bisa melawannya..." aku menelan ludahku, aku benar-benar tak percaya kalau kegiatan saat ini yang seharusnya menjadi ujian semester bisa berubah menjadi seberbahaya ini.


Firasatku semakin buruk sejak aku selesai berevolusi, makin banyak Monster yang kuat bermunculan dan badai salju juga semakin dahsyat mengamuk. Benar-benar bukan pertanda baik bagiku.


"Jika aku maju, kalian kabur saja..." aku menarik kedua pedangku, aku harus menahan Monster besar itu untuk memberikan celah pada yang lainnya untuk kabur dan melapor pada Yuuki, "Kalian minta bantuan pada Yuuki, sekarang!"

__ADS_1


Aku tak perlu menunggu jawaban mereka, aku akan maju sekarang!


Aku bergerak dengan cepat, meninggalkan teman-temanku yang sepertinya masih memanggilku sambil menyalakan pemanas kedua pedangku.


Maafkan aku teman-teman, tapi aku harus menahan Monster itu, kalian tidak akan bisa melakukannya...


Kulihat Monster itu sepertinya setinggi dua setengah meter, pergerakannya tak terlalu cepat, dan ia hanya mengejar tanpa berusaha menyerang orang-orang di depannya.


Aku bergerak lagi dan tak butuh waktu lama aku sampai di dekat kaki Monster itu, dan kurasakan pedangku juga semakin panas, aku langsung mengayunkan kedua pedangku dan melukai pergelangan kaki Monster besar itu.


Pergerakannya berhenti, dan aku melompat menjauh dari Monster itu, sambil menarik napas.


"Nampaknya aku belum mengenalkan diri..." suara terdengar, dan ketika kulihat ke atas, satu tulisan muncul di atas kepala Monster raksasa itu.


[Black Emperor (Lv. 300)]


Apa-?!


Aku benar-benar tak bisa tenang, aku kini melawan Black Emperor, sosok Emperor yang menguasai para Monster besar, dijuluki juga Titan.


Bentuk terkuatnya adalah saat ia berbentuk manusia raksasa setinggi bangunan tiga lantai, atau kusingkat, sepuluh meter, dengan kulit hitam dan mata merah menyala, serta kedua tangannya yang diselimuti sesuatu berwarna hitam pekat, ia adalah satu-satunya makhluk yang bisa memerintah Dragon Lord langsung.


Monster itu berjongkok di hadapanku dan ia mengelus dagunya, "Hmm, Wadah amat menarik di mataku..."


Aku menyarungkan kedua pedangku dan memegang pergelangan tangan kananku kemudian mengarahkannya ke depan dengan cepat, "Jangan mendekat!"


Semburan api kulancarkan dan itu membuat Black Emperor bergerak mundur perlahan.


Biarpun bertubuh besar, sejauh ingatan Flame Emperor kuketahui, Black Emperor tak pernah mampu mengimbangi kecepatan Void Emperor ataupun Emperor lainnya. Dengan kata lain, Black Emperor hanya unggul di kekuatan saja, kecepatannya biasa-biasa saja di hadapan Flame Emperor.


Selain kekuatannya, Black Emperor memiliki satu hal lain yang bisa ia banggakan, yaitu regenerasinya yang amat hebat. Aku kurang mengetahui apa maksudnya, karena Black Emperor jarang menunjukkan kemampuannya yang satu ini.

__ADS_1


Karena itu, aku yakin semburan api lemah ini tak berarti apa-apa di hadapan Monster raksasa itu.


Aku menarik kembali tanganku sambil menarik napas kemudian berlari pergi, aku tak ingin terjebak lebih lama lagi di tempat itu.


"Hei, kau tak boleh pergi, Wadah sialan..." satu suara lainnya terdengar ketika aku sudah pergi jauh dari Black Emperor, dan ketika kulihat, seseorang dengan pakaian serba putih muncul dan melancarkan pukulannya.


Aku gagal menahannya, dan lengan kiri atasku terasa sakit, lalu aku terlempar.


Itu... Ice Emperor!


Aku tak habis pikir, kenapa dua Emperor bisa ada di bumi dalam waktu bersamaan? Kalau kuhitung dengan Flame Emperor yang sedang minum kopi di Indonesia, ada tiga Emperor yang ada di bumi! Masalah apa yang terjadi sebenarnya?!


Aku berdiri dengan cepat, dan aku melirik sekitar, aku kini berada di tempat yang luas, seperti lapangan yang tertutupi salju, dan tak lama, suara dentuman yang amat keras terdengar.


Setelah itu, aku melihat dua orang muncul, satunya membawa dua pedang, satunya datang dengan jas panjang yang berkibar karena badai salju yang masih terjadi, tapi tak seperti tadi.


Aku menoleh ke belakang dengan cepat, aku melihat dua orang, satunya orang berkulit serba hitam dengan otot yang besar, dan satunya berpakaian serba putih... Ice Emperor!


Sial, masalah apa sekarang ini?!


Aku berdiri dengan tegak dan melirik ke dua arah, ke arah empat orang berkekuatan besar yang baru datang itu. Aku bisa merasakannya, aku yang sekarang bukanlah tandingan mereka, aku akan mati jika ikut campur sekarang.


Aku memejamkan mataku, sebelum aku merasa diangkat oleh sesuatu dan aku membuka mataku dengan cepat, melirik ke samping, dan melihat orang yang amat kukenal ada di sampingku.


"Flame Emperor?"


"Hmm, kau kini ada di masalah yang amat berat..." Flame Emperor melepas pegangannya pada tubuhku, "Anggap mereka adalah para Emperor..." setelah itu ia menghilang.


Dentuman terdengar lagi, dan terus terdengar berkali-kali, sebelum akhirnya sebuah Gate ungu tercipta di langit, seseorang turun perlahan.


"Aku salah pencet..." suara yang keras terdengar, dan aku terdiam melihat orang itu.

__ADS_1


Siapa... Dia? Hawanya amat mengerikan...


__ADS_2