
"Kiri!"
"Aku yakin tadi dia pergi ke kanan!"
"Mata mudaku mengatakan bahwa dia tadi ke kiri!"
"Mata Inazuma no Ken tak pernah salah dalam melihat sesuatu! Dia jelas belok ke kanan!"
Tom dan Oga berhenti kemudian mereka saling tatap, kedua senjata mereka sudah siap untuk dipakai bertarung.
"Lima tahun kita berkeliling tidak jelas di sini, dan akhirnya setelah kita menemukan seekor Lord yang merupakan sekutu Void Emperor dan Flame Emperor, sekarang kita kehilangannya!" Oga mendengus, "Bagaimana mungkin ini terjadi?"
"Apa anda tidak merasakannya? Kekuatan Monster disini lebih kuat dari yang biasa kita lawan di dunia kita, jelas kalau dunia ini dan dunia kita memiliki kekuatan yang berbeda." ujar Tom, "Aku akan pergi lurus..."
Di luar opsi... Batin Oga melihat Tom yang berjalan lurus menerobos pepohonan. Ia menghela napasnya dan mengikutinya.
***
"Sudah kuduga, Langit bukan sekedar manusia yang akan menyerah hanya karena misi yang menakutkan." Flame Emperor berkata, dan Bintang mengangguk.
"Ya, dia sudah lama kulatih agar mampu bertahan di alam yang keras ini, juga sebagai persiapan untuknya melawan Emperor." Bintang tersenyum melihat Langit yang berdiri di atas arena dengan senyuman lebarnya, "Ia juga amat kuat, lebih kuat dariku di usianya yang muda."
"Pertempuran para Emperor akan tak lama lagi tiba, dia harus lebih kuat agar bisa menyelamatkan umatnya dari kehancuran." Flame Emperor menatap Langit sendu.
"Keberadaan Wadah di bumi itu membawa bencana, begitu? Terlebih Wadah dari Emperor, aku yakin kalau bencananya tidak akan lama lagi..." Firdra berkata.
"Ketidakseimbangan dari satu kekuatan yang amat dahsyat bisa mengundang bencana, dan bumi mungkin tidak senang dengan keberadaan kekuatan dahsyat itu, dia harus menghilangkan kekuatannya setelah ia berhasil menyelesaikan tujuannya, atau ia pindah ke dunia ini seperti Tang Liao..."
***
[Elysie : Lv 290]
Aku menatap makhluk yang kutantang selanjutnya, yang bernama Elysie.
Makhluk itu memakai pedang yang mirip seperti yang dimiliki ibuku, dan ia membungkuk sedikit, dan kudengar ia berkata, "Senang melihat anda baik-baik saja..."
Saat ia membungkuk, aku bisa melihat kekuatan maha dahsyat yang mengalir di tubuh Elysie, dan aku yakin kalau Elysie adalah lawan yang setara dengan para Emperor.
Kenapa aku menantang Elysie? Ya tentu saja karena kekuatannya yang hampir menyetarai Emperor. Jika aku ingin mengalahkan Ice Emperor dan kawan-kawannya, aku harus berlatih melawan Monster yang hampir setara dengannya atau bahkan menyetarainya.
"Saya bisa melihat kekuatan dahsyat dalam diri anda..." ujar Elysie dan ia menarik pedangnya, "Saya merasa terhormat bisa bertarung melawan calon Flame Emperor selanjutnya..."
Aku menarik pedangku, dan baru saja pedangku keluar separuh dari sarungnya, pedang Elysie sudah menempel di sisi kanan leherku.
Gerakan yang lebih cepat dari Izagami!
Aku menyarungkan pedangku dengan cepat kemudian membungkuk dan melompat mundur dengan cepat.
"Refleks anda masih lemah..." ujar Elysie dan pedangnya diselimuti api yang amat besar, "Anda masih terlalu cepat untuk menghadapi saya..."
Aku menarik pedangku dan mengalirkan banyak Stamina ke pedangku kemudian maju menuju Elysie.
Elysie tersenyum tipis dan ia mengangkat pedangnya, menahan tebasanku dengan mudah, dan aku melompat mundur.
__ADS_1
Harus kuakui, Elysie memiliki refleks yang lebih baik dariku, gerakannya juga cepat, dan ia juga memiliki kesopanan yang amat baik, aku kagum dengannya. Aku jadi tidak heran kenapa Elysie yang terlihat kurus kerempeng ini bisa menjadi bawahan terkuat dari Flame Emperor.
Aku menarik napas panjang kemudian mengalirkan lebih banyak Staminaku ke pedangku serta ke seluruh tubuhku, atau singkatnya aku memakai satu skill aktif.
[Skill aktif Darah Burung Api aktif! Semua debuff dihilangkan, All Stat+2000 selama lima menit, HP+6000, meningkatkan kecepatan regenerasi Stamina dan HP sebesar 500 per detik, dan tiap serangan Ignore Defense!]
Mungkin skill ini terlihat sebagai sebuah kecurangan, tapi skill ini sudah mencapai level max, dari yang awalnya hanya memulihkan HP dan Stamina, menjadi skill yang bisa membuatku membalikkan situasi pertempuran dengan mudah. Kalau dalam game, mungkin skill ini disebutkan Buff...
Tetapi sebagai ganti Buff yang mengerikan itu, Stamina Cost yang dibutuhkan untuk bisa mengaktifkannya adalah 1000 Stamina, jadi Stamina sebanyak itu sebanding dengan Buff yang kudapatkan.
Aku melesat maju, dan Elysie terlihat terkejut sesaat, sebelum ia melompat mundur dan mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah.
Aku menghindarinya dengan cepat, melesat ke sisi kirinya kemudian menebaskan pedangku dari kiri ke kanan, melukai perut sisi kirinya.
Elysie menurunkan pedangnya, dan aku melesat dengan cepat lagi menuju sisi buta Elysie kemudian melancarkan tusukan cepat.
General itu terlihat tak bisa berkutik, dan aku melompat ke atas dan aku meneriakkan satu jurus dari Aliran Pedang Bumi, "Membelah Samudra!"
Pedangku turun dengan cepat, dan tak lama, sebuah gumaman terdengar.
"Flash..."
Entah apa yang terjadi, aku terlempar jauh bahkan sebelum pedangku menyentuhnya sekali lagi.
Aku jatuh di tepi arena dan aku bangkit perlahan, kulihat Elysie memancarkan aura yang amat kuat.
"Memang hebat..." Elysie berbalik dan ia menatapku, "Anda ternyata memang layak untuk menerima pengakuan saya..."
Aku berdiri dan Buff dari skill Darah Burung Api masih aktif, jadi aku tidak banyak kehilangan Stamina dan HP akibat terlempar tadi.
Kami berhadapan lagi, dan Elysie mengangkat pedangnya, "Duel ini... Akan kuladeni dengan serius..."
Ia melesat maju dan aku bisa melihat gerakannya sekilas, ia menebaskan pedangnya dari kiri ke kanan dan aku hanya perlu mengangkat pedangku ke kanan untuk menahan tebasannya, dan berhasil!
Kedua pedang kami beradu, Elysie menarik pedangnya dan menebaskan pedangnya berkali-kali.
Aku bisa melihat semua tebasannya, dan aku menahannya, tentunya aku juga melancarkan sedikit Counterattack padanya.
Pergerakannya makin cepat, sementara waktu terus berlalu, durasi dari skill aktif Darah Burung Api terus menurun.
Aku bisa menahannya, dan aku mengalirkan lebih banyak Stamina ke pedangku dan aku menebaskannya dengan kuat, hingga pedang Elysie yang terayunkan ke kepalaku terlepas dari tangannya.
Elysie kehilangan keseimbangannya akibat besarnya Counterattack yang kulancarkan, dan ia jatuh terduduk.
Aku maju dengan cepat dan mengacungkan ujung pedangku ke lehernya, "Fuuh..."
Elysie tersenyum tipis dan ia menepis pedangku, "Anda memang kuat, saya tidak perlu melawan lebih banyak lagi..."
Aku diam, apakah semua General disini sudah mengetahui kekuatanku hanya dengan melihat kemampuanku tadi?
"Kenapa anda bisa semudah itu mengakui kekuatan saya?" tanyaku, dan Elysie tertawa kecil sambil berdiri.
"Api berkobar besar di dalam dirimu, saat bertarung kobaran api itu semakin membesar, dan Tuan Flame Emperor mengatakan bahwa api adalah lambang dari semangat tiada akhir." jawab Elysie, "Selain itu, apimu sulit dipadamkan bahkan setelah aku menunjukkan kekuatan penuhku padamu, dan itu menunjukkan bahwa api semangat perjuanganmu takkan pernah padam hingga kapanpun itu."
__ADS_1
Aku menyarungkan pedangku, dan disaat yang bersamaan, jendela informasi muncul di depanku.
[Quest berhasil!]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
[Level up!]
...
Aku tak menghitungnya, dan akhirnya aku tiba di jendela informasi lainnya.
[Kau telah mencapai level 200!]
[Black Flame Soul Katana kini menjadi milikmu!]
Pedang api di tanganku berubah menjadi api dan langsung bergerak melingkari jari manis tangan kiriku.
"Pedang itu adalah pinjaman..." Flame Emperor naik ke atas arena dan ia menepuk pundak Elysie, "Kau benar-benar hebat, aku akui itu..."
Elysie membungkuk, "Saya masih lemah di hadapan anda..."
Flame Emperor maju dan ia berhadapan denganku, "Dan juga, jas yang kau pakai biasanya itu, kini kuperkuat."
[Black Scale Cloak diupgrade menjadi SS!]
Carroline naik ke arena dan ia memberikan jasku, kemudian Flame Emperor menatap Carroline.
"Dan juga, atas hasil dari perjuanganmu selama lima tahun di dunia ini, aku memberikanmu hadiah..." Flame Emperor mengangkat tangannya, dan sebuah jas tercipta di tubuh Carroline, "Jas itu akan melindungimu dari segala bahaya, bahkan Emperor tidak akan bisa merobeknya."
Carroline tersenyum lebar, dan aku melirik para General lainnya.
Mereka tersenyum lebar sambil menaikkan jempol mereka, dan aku membungkuk memberi hormat pada mereka.
"Aku menciptakan Gate di belakangmu, kalian bisa pulang ke Indonesia..." ujar Flame Emperor, tanpa basa-basi lagi, aku langsung menarik tangan Carroline dan masuk ke Gate itu, kembali ke negeriku.
Catatan penulis:
Yo, Rio Andriana disini
Ga penting deh kayanya nih...
Yah, kalian pasti mikir, masa Katana seramping begitu bisa nampung banyak gas? Oke, aku punya penyelesaiannya...
Anggap tuh pipa adalah Pedang Api Hitam, Pedang Naga Iblis, Hinokami no Ken, Black Flame Soul Katana, dan Izuma punya Yuuki yang udah patah.
Nah, anggap bagian yang kupegang itu adalah gagang pedangnya, sementara lingkaran yang di atasnya itu adalah pemanasnya yang mengalirkan gas panas ke bilah pedang berbahan logam Flaming yang kugambarkan dengan pipa panjang seterusnya
__ADS_1
Bisa dimengerti? Kalau sulit dimengerti, semoga hari kalian menyenangkan...