Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
192. Kekacauan di markas StarSam


__ADS_3

"Kau jelas ancaman kami yang lebih besar daripada Wadah Flame Emperor, levelmu terlalu besar untuk kami abaikan..." aliran Energi Gaib dalam tubuh Black Emperor mengalir lebih cepat, aura berwarna merah menyala keluar dari tubuhnya, "Kalau begitu, kami akan membunuhmu lebih dulu..."


Black Emperor melompat ke depan, dan Tom memasang posisi kemudian menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya, menahan pukulan yang dilancarkan Black Emperor.


Perbedaan postur tubuh serta kekuatan jelas membuat ketidakseimbangan dalam satu pertukaran serangan ini, Tom kesulitan menahan satu pukulan itu.


Ruangan bergetar oleh pertukaran serangan Tom dan Black Emperor, sementara Ice Emperor menciptakan tombak es kemudian bergerak maju, tetapi suara tembakan terdengar dan membuat Ice Emperor melompat mundur lagi, membatalkan niatnya.


"Ada yang tidak beres disini..." Leonard datang dan ia menodongkan pistolnya, "Tom, apa kau baik-baik saja?!"


Tom melirik Leonard singkat dan ia menjawab dengan nada keras, "Ya! Aku baik-baik saja!"


Leonard berdecak dan ia mengangkat perisainya, "Kau kira aku tidak tahu?! Aku tahu!"


Ia menyimpan pistolnya kemudian menarik pedangnya dan berlari maju menuju Tom yang sedang menahan pukulan Black Emperor.


Setelah ia bergerak maju, suara tembakan terdengar samar-samar, dan kaca jendela pecah.


Selanjutnya terdengar tembakan lagi, dan Dragon Emperor yang ada paling dekat dengan jendela menggeser kepalanya sebelum sebuah peluru mendarat di punggung Black Emperor.


Keseimbangan Black Emperor goyah, dan Tom menghempaskan Monster itu kemudian melompat mundur, bergabung dengan Leonard kemudian memasang posisi masing-masing.


"Diluar perkiraan..." ujar Leonard, "Bagaimana ini?"


"Aku sulit mengatakannya, tapi kita sekarang terjebak dalam situasi yang menyulitkan kita sendiri..." jawabnya.


Samar-samar, suara baling-baling helikopter terdengar, dan suara tembakan kembali terdengar, membuat tiga Emperor itu bergerak bersamaan menuju jendela untuk melihat apa yang terjadi di luar.

__ADS_1


Celah mereka terbuka lebar, Tom dan Leonard saling lirik kemudian mengangguk bersamaan. Keduanya memasang ancang-ancang kemudian berlari cepat menuju tiga Emperor itu.


Gerakan mereka amat cepat, setelah sampai di belakang tiga Emperor itu, Tom mendorong Black Emperor sementara Leonard mendorong Ice Emperor dan Dragon Emperor hingga mereka berlima menembus tembok dan terlempar keluar dari ruangan itu dari ketinggian lima lantai.


Tom mendarat di atas tubuh Black Emperor kemudian menghajar wajahnya dengan kekuatan penuhnya, sementara Leonard melompat ke samping menghindari cakaran dari Dragon Emperor.


"Kau tanpa senjata apimu, hanyalah petinju biasa, kan?" Black Emperor berdiri perlahan sementara Tom bergerak mundur.


Kalau dikatakan, Tom sekarang akan kesulitan bertahan melawan Black Emperor tanpa Burning Arms, tetapi itulah yang diketahui oleh orang-orang, hanya beberapa orang yang tahu kekuatan penuh pukulan Tom tanpa Burning Arms.


"Oh, kau berpikir begitu?" tanya Tom dan ia mengangkat pukulannya yang mulai diselimuti oleh aura berwarna hitam, "Kau boleh merasakannya lewat pukulanku ini..."


Black Emperor membuang ludahnya ke samping kemudian melesat maju, sementara Tom menyiapkan pukulannya.


Saat Black Emperor ada di hadapannya, Tom mengangkat pukulannya dan melancarkan ke perut Monster kulit hitam itu, hingga tangannya terasa menembus tebalnya kulit Monster yang dijuluki Titan itu.


Seisi perut Black Emperor terasa campur aduk, ia melompat mundur dan ia memegangi perutnya dengan wajah kesakitan.


"Big... Bang... Combination!"


Sesuatu berwarna hitam menyelimuti tangan kanannya, ia melesat lebih cepat dan saat ada di depan Black Emperor, ia melancarkan pukulannya, hingga Titan itu terlempar jauh.


Tom menyiapkan satu pukulan lagi dengan tangan kirinya, sesuatu berwarna hitam itu menyelimuti seluruh tangan kirinya lebih banyak dibanding sebelumnya, dan Tom melesat maju menghampiri Black Emperor, setelah itu ia melancarkan pukulannya lebih kuat lagi, hingga Black Emperor memuntahkan darah berwarna hitam dari mulutnya.


Bukan hanya itu, tangan kiri Tom yang mendarat di perut Black Emperor melepaskan ledakan besar, dan setelah itu Tom melompat mundur, membiarkan Black Emperor berguling di atas tanah kemudian tergeletak lemah.


Tom merasakan bahaya dari sisi kanannya, ia melompat menjauh sebelum mata tombak es yang tajam menyerang tempatnya tadi berdiri, dan terlihat Ice Emperor melepaskan aura berwarna putih yang terasa amat dingin, hingga suasana markas besar StarSam terasa seperti di Antartika.

__ADS_1


Ia melompat mundur hingga ia mendarat tak jauh dari Leonard yang berusaha keras menahan semua serangan Dragon Emperor yang tak ada hentinya.


Tom melihat Leonard dalam kesulitan, ia mengalirkan Staminanya ke kedua tangannya kemudian melancarkan dua pukulan ke tubuh Dragon Emperor hingga raja para naga itu terlempar jauh.


Leonard menancapkan pedangnya sambil mengatur napasnya, ia melirik Tom yang kedua tangannya terkepal kuat kemudian bertanya, "Apa kau yakin akan bertarung hanya dengan tangan kosong tanpa memakai sarung tangan besimu?"


"Mengambil Burning Arms kembali ke gedung hanya akan membuat Hunter lain dalam bahaya, aku akan menahan mereka di luar sementara kau mengambil Burning Arms di ruanganku." ujar Tom, "Untuk sementara, aku meminjam perisaimu."


Leonard mengangguk, ia memberikan perisainya pada Tom kemudian ia memegang pedangnya dengan lebih kuat, "Aku harap kau bisa bertahan..."


Tom tersenyum lebar, "Tenang saja, Hunter rank SSS tidak akan semudah itu kalah..."


Ia memegang perisainya dengan erat kemudian berlari maju, sementara Leonard mencari celah dalam pertarungan untuk masuk ke gedung dan mengambil benda yang diinginkan Tom.


Dua Emperor yang dipukul oleh Tom tergeletak dengan perut masing-masing yang terasa kacau, sementara Ice Emperor masih berdiri tegak dengan tombaknya yang ia pegang dengan tangan kanannya.


Leonard sudah pergi duluan, meninggalkan Tom yang dikelilingi tiga Emperor sekaligus, sementara markas StarSam ramai oleh kendaraan militer yang ada di bawah komando Jenny untuk sementara.


Suasana terasa tegang, apalagi setelah Black Emperor dan Dragon Emperor berdiri perlahan dengan wajah yang masih kesakitan, suasana bertambah tegang.


Suara dengung mesin kendaraan militer mengisi suasana tegang, selain dari hembusan napas Dragon Emperor yang terdengar mengimbangi dengungan kendaraan militer di markas besar StarSam.


"Satu lawan tiga, sebodoh-bodohnya manusia melawan Emperor, kau jelas manusia terbodoh yang pernah lahir ke dunia..." Ice Emperor mengangkat tombaknya, mengarahkan ujungnya ke Tom yang berdiri dengan perisai di tangan kirinya, "Ya, kaulah manusia terbodoh di dunia..."


"Meskipun aku adalah satu, tetapi tidak sendirian..." Tom berkata sambil mengangkat perisainya, "Ada banyak orang yang mendukungku dari belakang..."


Disaat yang bersamaan, kilatan hitam terlihat dan menyayat punggung Ice Emperor hingga terluka lebar kemudian mengeluarkan darah berwarna hitam.

__ADS_1


Kilatan itu bergerak ke dekat Tom dan ia mengangkat belatinya, "Maaf aku terlambat, ketua..."


"Tidak, kau datang tepat waktu, Joko Taru..." Tom menyeringai, "Amat tepat waktu..."


__ADS_2