Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
42. Raid ke Islandia


__ADS_3

Kakekku berdiri di depan lemari pakaiannya dan membukanya kemudian mengeluarkan jas panjang hitamnya yang biasa ia pakai saat ada serangan Monster.


Rasanya, aku sedikit bergetar saat melihat kakekku memakai jas panjang itu dan mengikat pedangnya yang tersarung di ikat pinggangnya.


"Raid untuk yang kesekian kalinya..." Kakekku berkata dan ia berbalik, "Langit, kakek akan pergi."


Aku diam, rasanya baru kemarin malam aku memijat lengan kakekku dan pagi ini, kakekku sudah bersiap menuju pertarungan lagi.


Menurut apa yang kudengar kemarin malam, RedWhite bersama beberapa organisasi Hunter lainnya mengatur rencana untuk menyerang Islandia yang telah dikuasai oleh Monster berbentuk laba-laba.


Dalam rencana itu, mereka melibatkan sekitar dua puluh Hunter rank S termasuk kakekku, tiga Hunter rank SS, dan puluhan Hunter rank A. Jumlah yang kurasa cukup untuk meratakan sebuah negara...


Kakekku berkata akan pergi ke Surabaya dan menemui utusan RedWhite yang menjemputnya dan pergi bersama utusan itu ke Jakarta.


Menurut perkiraan, Raid akan berlangsung selama beberapa jam saja, tergantung dari jumlah Monster yang dilawan, karena setelah beberapa hari kabar Islandia dikuasai oleh Monster, tak ada Hunter yang berani memasuki wilayah Islandia setelah Tom Cage katanya memperingatkan Hunter lainnya untuk tak mendekati pulau itu.


Kakekku mengelus rambutku dan berkata lagi, "Selama kakek pergi, jangan lupa untuk terus berlatih."


Aku mengangguk, berlatih adalah kesukaanku saat ini, kurasa...


"Selain melatih kekuatan tubuhmu, kau juga harus rajin-rajin berlatih jurus-jurus yang telah kakek ajarkan kemarin." kakekku mengambil jam kemudian memakainya dan memasukkan ponselnya ke kantong jasnya, "Itu saja pesan kakek, selebihnya biar kau yang menemukannya sendiri."


Setelah berkata begitu, kakekku berjalan keluar rumah dan setelah keluar dari halaman rumah, ia langsung berlari kencang ke arah kanan, menuju desa.


***


Bintang menatap kereta lapis baja yang ada di hadapannya dengan senyuman lebar, "Sudah berapa lama aku tak menatap kereta ini?"


"Sudah lama saya rasa..." seorang pria berkata, "Kami sebenarnya berniat menjemput anda dengan kendaraan roda dua lapis baja, tetapi karena ketua Frans yang menyuruh kami menjemput anda dengan kereta, jadinya inilah yang terjadi."


"Apa saja yang ada disini?" Tanya Bintang dan ia masuk, "Hmm, tak ada yang berubah..."


Dua hari telah berlalu ia meninggalkan rumahnya dan setelah dua hari berlari dengan sesekali berhenti di desa kecil, ia akhirnya sampai di Surabaya, dimana utusan RedWhite telah sampai lebih dulu.

__ADS_1


Bintang duduk di atas kursi dan bertanya, "Bagaimana dengan rencana Frans?"


"Ketua telah menyusun rencana bersama ketua Oga, ketua Tom, ketua Liu, dan ketua William, dan sebelum kami berangkat, ketua disebut sedang membujuk kakaknya, pelatih Vigo untuk ikut dalam Raid kali ini."


"Vigo, ya? Sampai-sampai membujuk mantan Hunter rank SS sepertinya untuk ikut ambil bagian dalam Raid ini, pastinya Frans tak ingin Raid ini gagal." Bintang mengelus dagunya, "Ada lagi?"


"Sejauh yang kami terima kabarnya, ketua William sedang mengumpulkan pasukannya yang terpisah-pisah karena bisa dibilang, organisasi IronBlast adalah organisasi yang mengurus langsung keamanan wilayah Eropa, dan-..."


"Aku sarankan William agar tidak mengumpulkan seluruh pasukannya, sebagai jaga-jaga jika seandainya gate itu hanyalah pengalihan." Bintang mengibaskan tangannya, "Bisa sampaikan pada anak itu?"


"Saya rasa bisa, karena sepertinya, setiap negara yang ambil bagian dalam Raid ini tak berencana mengirim seluruh kekuatan mereka karena pertimbangan itu."


"Baguslah kalau begitu..." Bintang menghela napasnya, "Senang rasanya..."


Sementara mereka sedang berbincang, kereta telah berjalan pelan menuju Jakarta lagi.


***


Tiga hari kemudian...


"Tak terasa waktu berlalu, namamu masih dikenang saja." Bintang menepuk pundak Vigo dan bertanya, "Apakah kau yakin akan mengikuti Raid ini?"


"Tentu yakin, sudah berapa tahun aku tak bertarung serius begini, jadi kesempatan ikut Raid lagi adalah kesempatan yang tak bisa kusia-siakan begitu saja." Ujar Vigo dan ia melirik ke belakang, "Kurasa, bibi Vita dan paman Vano akan ikut dalam Raid kali ini."


"Ksatria Kilat dan Penyihir Api, ya? Sudah lama aku tak mendengar kabar Ksatria Kilat Vano.... Bagaimana kabarnya?"


"Baik-baik saja, kakek Bintang..." Seorang pria dengan pedang yang tersarung di pinggangnya dan memakai pakaian tempur lengkap berkata, "Bagaimana denganmu?"


"Baik-baik saja." jawab Bintang dan ia menyikut pria itu, "Kulihat kau kelelahan..."


"Aku tidak kelelahan, aku hanya pusing saja." Jawab Vano sebelum kepalanya dipukul oleh Bintang.


"Akui saja itu..." Bintang tertawa lepas setelah berkata begitu, sebelum tawanya berhenti karena Frans muncul di hadapan banyak orang.

__ADS_1


"Halo, para Hunter kuat yang Indonesia banggakan..." Frans memulai kata-katanya, "Hari ini, Indonesia memilih untuk ikut serta dalam Raid besar yang dilakukan dengan tujuan merebut kembali Islandia dari tangan laba-laba besar yang muncul dari gate."


Bintang mengangguk, "Kapan tepatnya Raid akan dilaksanakan?"


"Untuk pertama, kita harus bergabung dulu dengan pasukan StarSam di New York, sambil menunggu keputusan terbaru ketua Tom." jawab Frans, "Ada lagi?"


"Setidaknya, Raid kali ini akan berlangsung lebih lama, bisa lebih cepat juga karena kembalinya mantan Hunter rank S terkuat di Indonesia dulu, yaitu kakek Bintang." Secara tidak langsung, Frans mengenalkan kembali nama Bintang Langit pada yang lainnya.


Tatapan semua orang ke segala arah, mencari sosok tua yang mungkin adalah kakek Bintang yang disebut oleh Frans.


"Hei, kakek Bintang ada disini." Vano menunjuk ke sampingnya, ke arah Bintang yang berdiri dengan tenang.


Semua orang melirik ke arah Bintang yang berdiri tenang, seperti biasanya dulu ketika Raid-Raid yang pernah ia ikuti.


"Wah, aku tak mengiranya!"


"Kakek Bintang benar-benar ikut serta dalam Raid ini!"


"Tapi yang lebih mengejutkan adalah kembalinya Pedang Naga ke dunia Hunter setelah bertahun-tahun melatih calon Hunter!"


Bintang menghela napasnya, pada akhirnya Hunter rank SS saja yang akan menarik perhatian.


Frans mengangkat ponselnya yang berdering dan menjawab apa yang dikatakan oleh suara dari ponselnya.


Bintang mendengarkan dengan tajam, yang mana suara itu menjelaskan kalau pesawat lapis baja menuju Amerika Serikat telah selesai bersiap.


"Tunggu disana, kami akan kesana." Ujar Frans dan ia menutup panggilannya kemudian menatap ke depan lagi, "Hari ini kita akan berangkat ke Amerika Serikat!"


Semua orang bersorak keras, hingga stasiun Jakarta ramai oleh pasukan RedWhite.


"Raid... Menyerang Spider Lord..." Gumam Bintang, "Aku harus yakin kalau gabungan kekuatanku, Oga, Tom, Vigo, Alex, dan Esterosa cukup untuk menghadapi laba-laba itu..."


Kayaknya ya, Raid ke Islandia bakal menjadi war pertama Cold Blooded Hunter deh, sebelum serangan di Indonesia...

__ADS_1


Maaf baru rilis, kelupaan gegara ketiduran, hehehe, keasyikan denger lagu old, mana nih chapter abis diketik waktu lagu Bohemian Rhapsody selesai diputer...


__ADS_2