
"Semuanya, menjauh!" seru Tom sambil bergerak menjauh, dan sesaat setelah ia berseru begitu, semburan racun yang sama muncul lagi dan menutupi sekitar manusia mata ular itu.
Para Hunter bergerak menjauh, sementara manusia mata ular itu memasang posisinya dan bergerak cepat, mencari satu Hunter yang memiliki penjagaan lemah, yaitu Jessica.
Ia bisa merasakan kalau Jessica memiliki kekuatan serang yang amat kuat, tetapi perhatiannya jelas lebih banyak pada serangan, sehingga Jessica tak memikirkan sekitarnya.
Manusia itu bergerak cepat menuju Jessica, tetapi saat ia sudah ada di dekatnya, ia melambatkan gerakannya dan sedikit lagi ia berhasil mematahkan senapan laras panjang milik Jessica, Mark terlebih dahulu menembak kedua kaki manusia mata ular itu.
"Takkan kubiarkan kau menyentuhnya!" Seru Mark dan ia mengeluarkan satu granat kemudian melemparnya ke arah manusia itu.
Manusia ular itu melompat mundur, tetapi Vita dengan cepat mengangkat tongkatnya dan menyemburkan api yang telak mengenai tubuh manusia itu.
Ia melompat lagi, dan ia mendarat sempurna lalu berkata, "Serpent Lord tak semudah itu tewas..."
Bintang dari kejauhan bisa melihatnya, hawa yang dipancarkan Serpent Lord bertambah kuat, membuatnya merasa merinding meskipun jaraknya terpisah jauh.
Serpent Lord memejamkan matanya dan kembali berubah menjadi ular besar, dan Mark memerintahkan para Marksman dan Sniper menjauh.
"Menjauh! Jaga jarak darinya!" seru Mark.
Tom bergerak cepat menuju Serpent Lord kemudian mengaktifkan sarung tangan besinya dan mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu melepaskan semburan api lagi.
Senjata api yang mampu menyemburkan api biasanya menghabiskan banyak gas panas untuk bisa menciptakan semburan api yang bisa membakar tubuh Monster yang kuat. Bisa dikatakan, senjata api yang bisa menyemburkan api adalah tipe senjata api yang boros gas panas.
Tetapi, Burning Arm milik Tom adalah senjata api yang dibuat dari bagian tubuh Naga Kehancuran, lebih tepatnya bagian tulang, dan sisi luarnya dilapisi oleh sisik Naga Kehancuran, bagian yang mengalirkan panas dibuat dari pembuluh darah Naga Kehancuran, tabung gasnya dibuat dari logam Flaming, dan penyembur apinya dibuat dengan meniru lubang kecil yang ada di dekat lidah Naga Kehancuran.
Kalau dikatakan oleh pembuatnya, Burning Arm milik Tom adalah senjata api terkuat karena hampir seluruh komponennya dibuat dari bagian tubuh Naga Kehancuran, tanpa tahu kalau ada senjata lain yang setara dengan sarung tangan besi itu.
Tom melancarkan pukulan demi pukulan ke tubuh Serpent Lord, dan dampaknya tak terasa sedikitpun pada ular itu.
"Apa memang tak ada cara selain menyerangnya berkali-kali?" Joko menggertakkan giginya, "Semua serangan kita tak berdampak apapun pada tubuh ular itu."
Bintang memejamkan matanya, mencoba mengingat-ingat lagi apa yang bisa membuatnya menggores Ant Lord di Hawaii di Raid terakhirnya.
"Tak ada celah..." Bintang membuka matanya, "Kurasa wujud manusia saja yang kulitnya tak sekeras wujud ularnya..."
Alex yang mendengarnya menyeringai, "Itu sudah cukup..."
Ia bergerak cepat dan melesat menuju Serpent Lord dengan kecepatan penuhnya, kedua belatinya sudah menyala terang.
Serpent Lord menggeliatkan tubuhnya lagi dan bergerak cepat, melahap beberapa Hunter lain sebelum ia berubah menjadi manusia lagi.
"Kuberi kemudahan..." Serpent Lord menarik napasnya dan berteriak kencang, "Pasukan! Datang!"
Dari gate yang jauh dari tempat itu, ratusan Monster berbentuk besar keluar dan tak ada yang menyadarinya, kecuali empat pesawat raksasa yang mendekat.
Great King...
__ADS_1
"Tingkatkan kecepatan, kita harus bergerak menuju Islandia dengan kecepatan penuh!" William berseru kencang, "Cepat!"
"Baik!"
Dari layar ruang kendali, terlihat angka 500 Km/jam dan dikatakan, angka itu adalah kecepatan tertinggi yang pernah dicapai pesawat lapis baja.
Di Great King, pasukan IronBlast yang dipimpin oleh William bergerak dengan cepat menuju Islandia, dan saat mereka mendekati Islandia, gerombolan Monster berukuran besar terlihat.
"Apa-apaan itu?!" pilot Great King terkejut melihatnya, dan kepalanya langsung dipukul oleh William.
"Jangan pikirkan itu! Tambah kecepatan!" seru William, "Tom dan yang lainnya sedang kesulitan!"
New Starprize...
Jenny menatap layar yang menampilkan video pertarungan dahsyat dan menurut pembuka berita, dikatakan kalau video itu diambil langsung dari kamera kecil yang dipakai oleh Tom.
"Pak Tom, tahan sedikit lagi, kami akan datang..." Ia melirik pilot New Starprize, "Tambah lagi! Aku memegang komando disini!"
John yang melihatnya hanya menghela napasnya, "Posisi komando yang diserahkan Tom padaku direbut oleh nenek tua itu..." dan ia memalingkan wajahnya.
Niao Ziyao...
"Gila! Apa-apaan ukuran ular itu?!" Yun Xing melebarkan matanya melihat berita yang menunjukkan pertarungan di Islandia, "Aku yakin Tom pasti kesulitan!"
Yao menggelengkan kepalanya, "Entahlah, kita tak tahu apakah Tom memiliki trik lain menghadapinya. Ingatlah, ia membawa setidaknya tiga Hunter rank SS di sisinya, jadi Monster itu bukanlah masalah baginya, tapi..."
Yao mengangguk, "Ya, mungkin kombinasiku dan Yun Xing belum tentu bisa menghancurkannya..."
"Yah, dan itulah tujuan kita ke Islandia, kan? Jadi lebih cepat!" Yun Xing menyentil belakang kepala pilot Niao Ziyao dan berseru lagi, "Lebih cepat!"
Lake Down...
"Frans, tidak apa kita meninggalkan New Washington? Kota ini bisa dalam bahaya jika kita meninggalkannya..." Esterosa melirik Frans, "Aku ragu melakukannya..."
"Kalau begitu, kau diam saja disana..." jawab Frans, "Dan juga, apa-apaan sikap polosmu itu?! Apa kau tersambar petir?!"
"Tidak!" Esterosa mendengus, "Aku hanya bimbang saja!"
"Ini pasti mimpi!" Frans berdecak dan menatap layar, "Pasti ada setan yang merasuki wanita itu!"
"Apa katamu?!" Esterosa menarik kerah jaket Frans, "Ulang!"
Sementara dua orang itu berdebat, satu laki-laki dengan armor tebal hanya menghela napasnya dan bergumam, "Hah, kapan mereka diam?"
Laki-laki itu adalah Leonard Clocker, Hunter rank SS dari StarSam dan ia dijuluki Truth Shield. Pertahanannya disebut-sebut setara dengan Tom, tapi sayangnya kecepatannya ada jauh di bawah Tom, bahkan jauh di bawah Vigo sekalipun.
"Yah, mungkin ini pertama kalinya aku bertarung dalam Raid ini..." Leonard menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
***
Setengah jam berlalu sejak Serpent Lord memanggil pasukannya...
"Tak ada... Luka..." Tom mengatur napasnya, bahkan dengan gabungan lebih dari sepuluh Hunter rank S dan empat Hunter rank SS sekalipun tak bisa menghabisi Serpent Lord, "Cara apa lagi yang bisa dilakukan?"
Sudah banyak Hunter yang tewas menjadi makanan Serpent Lord, dan kekuatan ular itu semakin meningkat dengan ditunjukkannya semakin cepat ia memotong kepala Hunter.
Bahkan, Mark sudah terluka karena berusaha melindungi Jessica dan Sniper lainnya, tetapi sayangnya dari tim yang ia pimpin, tersisa dia, Jessica, dan dua Marksman rank S saja yang masih hidup.
Chervanov dan Yudhi sudah tewas, Joko kehilangan satu belatinya, dan pedang Vigo akhirnya patah menjadi dua, membuat pertarungan semakin sulit seiring waktu berjalan.
C-140 Hercules lecet di beberapa bagiannya, tetapi bagian bagasi, kabin, dan ruang belakang pesawat baik-baik saja.
"Bagaimana? Mengatasiku saja tak bisa, apalagi melawan Tuan Dragon Lord..." Serpent Lord menyeringai dalam wujud manusianya, "Terima kekalahan kalian dan biarkan kami mengambil alih dunia."
Tom tersenyum, armornya sudah tergores lebar di bagian dadanya dan jasnya sudah rusak, jadi sekarang pertahanannya terbuka lebar, "Oh, benarkah? Tapi kami bukanlah spesies yang mudah menyerah..."
Tanpa Serpent Lord sadari, Bintang berhasil mengambil napasnya bersama dengan Yuuki, dan keduanya bergerak cepat menyerang Serpent Lord dari belakang.
Tebasan keduanya berhasil melukai punggung Serpent Lord, dan itulah luka yang pertama kali berhasil mereka berikan.
"Cih!" Serpent Lord melirik ke belakang, tapi Jessica berhasil melancarkan tembakannya dan tepat mendarat di tangan kiri Serpent Lord, "Ugh!"
"Dalam pertarungan, membuat musuh merasa di atas angin adalah kunci membalikkan situasi..." Tom memasang posisinya, "Dan kami berhasil melakukannya, meskipun mengorbankan rekan-rekan kami..."
Serpent Lord menyeringai, dan tak lama, hembusan angin kencang datang, membuat Serpent Lord bersiaga, "Pasti bantuan mereka..."
Dan...
Esterosa, Leonard, dan Frans melompat dari pesawat dan mendarat di sebelah Vigo, William melompat dan mendarat di dekat Yuuki, serta Yao Zhong, Yun Xing, dan Yen Jiu mendarat di depan Tom.
"Yo!" para Hunter yang baru mendarat mengangkat tangan kanan mereka bersamaan.
Mata Serpent Lord melebar, "Apa?"
Ia merasakan hawa kekuatan dahsyat yang dipancarkan Esterosa, Leonard, Frans, William, Yao, Yun, dan Yen.
Tom menyeringai, "Yang tadi kau hadapi bukanlah kekuatan penuh bumi, tetapi yang ada sekarang adalah kekuatan penuh bumi!"
Oga yang duduk di dekat pintu belakang Niao Ziyao berseru, "Ya! Kami sudah datang, Tom!"
John mengangkat tangannya dan berseru, "Semuanya, tembak!"
Ya, di Islandia, untuk pertama kalinya, dua belas Hunter rank SS berkumpul bersama, melawan satu musuh yang amat kuat, yaitu Serpent Lord.
Kampret, hampir aja kelupaan sama si John, ehehehe...
__ADS_1