Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
47. Sekali lagi


__ADS_3

"Astaga, bagaimana ini? Cucu kakek Bintang kesulitan menghadapi belalang itu!"


"Apa gunanya kau berkata begitu? Kita tetap tak bisa membantu bocah itu saat ia kesulitan!"


"Maju?!"


"Silahkan saja, tetapi kita hanya akan menambah kesulitannya saja!"


"Sialan!"


Para pria dewasa sedikit tak terima saat Langit mengatakan akan menghadapi belalang itu seorang diri, mereka juga ingin membantu, tetapi ada gejolak diantara mereka.


Ada beberapa yang ingin maju membantu tanpa berpikir panjang, dan ada yang ragu untuk maju karena berpikir mereka hanya akan menjadi beban Langit jika melihat perbedaan kemampuan pria dewasa biasa dengan Hunter.


Sesuatu yang umum diketahui oleh semua orang di muka bumi, adalah perbedaan kemampuan antara manusia biasa dengan Hunter. Meskipun umur manusia biasa itu lebih tua dari Hunter, tetap saja yang akan dihormati adalah Hunter, karena mereka memiliki kemampuan lebih untuk menghadapi Monster.


Intinya, orang hanya dihormati dilihat dari kekuatannya, bukan dari usianya. Seperti kasus Langit sekarang ini.


Beberapa penduduk desa mulai menghormati Langit karena keberhasilannya mengalahkan serigala yang sebelumnya mengacak-acak pasar, beberapa masih belum menghormatinya.


Sementara para penduduk desa sedang mengalami gejolak apakah ingin membantu Langit atau tidak, seorang pria muda mengangkat ponselnya dan merekam aksi heroik Langit, dan mengunggahnya di sosial media.


"Demi konten, dan juga demi mendapatkan bantuan dari organisasi Hunter terdekat, aku terpaksa melakukannya...." gumam pria itu dengan tangan sedikit bergetar.


"Mau ditolong dengan apa? Sorakan? Tidak akan banyak gunanya!"


"Membantu melempari batu? Akan menambah bebannya saja!"


Sedikit demi sedikit, video yang diunggah ke sosial media oleh pria muda itu mendapat banyak sekali respon, bahkan dilirik oleh Hunter terkenal dari RedWhite, tetapi mereka mengatakan tidak bisa mengirimkan bantuan karena Raid yang sedang dilaksanakan oleh RedWhite dan organisasi Hunter besar lainnya.


***


Sebuah video beredar luas di RedWhite, termasuk di pesawat lapis baja yang ditumpangi oleh ratusan Hunter kuat menuju Amerika Serikat.


Bintang melihat video itu dengan ponselnya dan ia melebarkan matanya saat melihat sosok yang ada di video itu.


"Langit!"


Bintang menguatkan genggamannya pada ponselnya, ia benar-benar marah melihat videonya, "Bisa-bisanya yang merekam videonya hanya menonton saja, tidak membantu cucuku!"


Rasanya, hawa udara di kabin pesawat bertambah pengap, padahal di luar cuacanya agak dingin.


"Tenang dulu, kakek Bintang..." Frans muncul, berjongkok di sebelah Bintang yang sedang duduk di atas lantai, "Pasti cucumu bisa menghadapinya..."


Sesaat, Bintang mungkin marah, tetapi setelah mendengar kata-kata Frans, ia pun tersadar bahwa Langit telah menjadi Hunter sejak ia terbangkitkan dengan kekuatan Flame Emperor, dan kemampuannya di usia yang begitu muda itu sulit ia remehkan, jadi ia tertawa lepas menertawai kebodohannya sendiri.


"Hahahaha, kau benar, Frans! Langit pasti bisa menghadapinya!"


Di saat Bintang dan beberapa Hunter di dekatnya berbincang santai tentang Langit, di sisi yang lain, di pojokan yang sepi, seseorang dengan jas panjang dan tudung yang menutupi kepalanya sedang mendengus kesal melihat video itu.

__ADS_1


"Sial, kenapa di usianya yang terlalu muda, ia telah dihadapkan dengan situasi yang sulit itu?!" umpat orang itu dan ia mematikan ponselnya kemudian berjalan menjauh.


"Langit, maafkan aku yang tak bisa membantumu di situasi itu..." Gumam orang itu dan ia pergi menuju ruang bagasi luas pesawat lapis baja itu.


***


[Kau mengaktifkan skill pasif Pria Api Kejam! Aura panas yang kau keluarkan bertambah dan bisa menekan musuh!]


Ya ya ya, aku tahu itu, sistem sialan, aku tahu kalau aku sedang menekan belalang itu dengan auraku yang kurasa masih tak seberapa ini.


[Memberikan efek Intimidation! Musuh akan menciut nyalinya saat berhadapan denganmu!]


Aku menarik napas dan memasang posisi, Pedang Naga Iblis telah bertambah panas sejak tadi dan aku harus memanfaatkan suhunya yang amat panas itu.


Dengan tiga skill yang kupakai saat ini, yaitu Raja Api, Pria Api Kejam, dan Pedang Api, suhu pedangku bisa meningkat drastis meskipun aku tak meningkatkannya.


[Pedang Naga Iblis telah mencapai suhu 1200°c!]


[Pedang Naga Iblis mengalami Overheat!]


Menurut kakekku, panas sebuah senjata api juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, apabila suhu di lingkungan sekitar amat tinggi, maka bisa juga mempengaruhi suhu senjata api itu.


"Inilah saatnya!"


Aku melesat maju dengan skill Sprint dan yah, rasanya kecepatanku meningkat terlalu cepat.


Mungkin, saking cepatnya, belalang itu terlihat kebingungan menghadapiku. Ia menoleh ke segala arah, dan saat aku berada di luar pandangannya, aku bergerak menuju kepala belalang itu dan menebaskan pedangku dari atas ke bawah.


"Kurang panas?" Aku sedikit kebingungan, bagaimana caranya aku menebas kepala belalang itu?


Ataukah, belalang memiliki kelemahan lain yang berbeda dari Monster kebanyakan? Kelemahan yang tidak kuketahui?


"Itu bisa jadi, pengalamanmu menghadapi Monster masihlah tumpul, jadi hal itu mungkin saja. Kelemahan yang kau ketahui hanyalah menebas kepalanya maka Monster akan mati, bukan begitu?" Tanya Zon lewat pikiranku.


Masuk akal sih, kalau begitu akan kuterapkan!


"Panaskan pedangmu lebih lama lagi, mungkin dengan panas yang lebih bisa membuat kepala belalang itu terpisah?" usul Zon, "Masalahnya aku tak pernah membunuh beragam serangga, yang kubunuh kebanyakan semut sih, kalau belalang tak pernah dalam delapan ratus tahun kehidupanku."


Satu masalahnya, aku dan Zon tak banyak tahu tentang senjata api maupun tentang kelemahan Monster, padahal dua hal itu penting untuk masa depanku nanti.


[Pedang Naga Iblis mengalami Overheat!]


[Pedang Naga Iblis mengalami Overheat!]


Peringatan yang sama muncul terus dan mau tak mau, aku harus terus menebas, tetapi jika itu dilakukan, Pedang Naga Iblis bisa hancur duluan.


"Tak ada pilihan, kau harus maju! Kalau kau terus diam, pedangmu kurasa akan meleleh lebih dulu!"


"Baiklah!"

__ADS_1


Aku menguatkan diriku, menguatkan genggamanku pada pedangku dan memasang posisi.


Aku melesat maju dengan Sprint dan kecepatanku bertambah lagi, sambil berseru, "Menusuk Langit!"


Aku mengarahkan ujung pedangku ke depan dan dengan kecepatan tinggi, aku menusuk kepala belalang itu yang tak sempat melawan balik dua seranganku.


[Critical 24999!]


Tak berhenti sampai sana, aku yakin dengan kecepatan tanganku yang sudah berbeda dari sebelumnya dan aku menebas dari samping kiri, dan memotong kepala belalang itu dari samping dan mengeluarkan seisi kepalanya.


[Critical 10237!]


Aku melompat mundur dan melesat ke sampingnya, memotong kepala belalang itu dengan pedangku yang telah menyala terang, bahkan api muncul di pedangku saking panasnya Pedang Naga Iblis.


[Critical 30726!]


Dengan tebasan penyelesaian di leher belalang itu, aku berhasil membunuh belalang itu dengan serangan kritis sebanyak empat kali! Terlalu hebat bukan, kemampuanku? Gyahahahaha!


[Naik level!]


[Naik level!]


[Naik level!]


[Naik level!]


[Naik level!]


[Mendapat title 'Amarah'! Setiap tusukan akan memberikan serangan critical!]


[Kau mempelajari skill baru! Semburan Api berhasil dipelajari!]


Rasanya, ingin duduk sejenak karena berhasil menghabisi belalang besar yang levelnya lebih besar dariku, tetapi aku sadar kalau di sekitarku masih ada musuh.


Aku melirik sekitar dan menyeringai, "Maju kalian!"


Bukan mereka yang maju sih, tapi aku yang maju duluan dan kecepatanku tak bisa kutahan lagi.


Dengan kecepatan tinggi, aku menebas satu persatu belalang yang tak mampu melawan balik.


[Naik level!]


[Naik level!]


[Naik level!]


Yah, menjadi kuat adalah sesuatu yang menyenangkan saat ini, kurasa...


Dari sini, ane mo berenti nulis nih novel, ane mo fokus dulu di Moving World in Strange Ways, ceritanya udh seru cuy, fokus ngetik disana dulu...

__ADS_1


Yang kangen, boleh dibaca gan Arc 19 novel kedua ane, dijamin kalean puas!


__ADS_2