
Sudah dua hari sejak kakekku pulang, dan selama itu ia terus menyuruhku memegang Pedang Api Hitam, dimanapun aku berada, dengan alasan aku harus menyesuaikan diri dengan pedang hitam itu.
Meskipun aku sudah mengatakan kalau aku sudah terbiasa memegang pedang yang terasa ringan kupegang, tetap saja kakekku menyuruhku membawanya, bahkan saat aku sedang tidur sekalipun. Aneh-aneh saja kakekku ini...
"Kakek, bisakah aku meletakkan Pedang Api Hitam di tempatnya? Aku tak bisa tidur jika membawa pedang di tempat tidurku?" Butuh waktu dua hari mempersiapkan diri untuk mengatakan ini, jangan diremehkan...
"Tidak."
Sudah kuduga, meminta kakekku menyetujuinya tidaklah mudah!
"Buat kalau pedang andalanmu sekarang adalah Pedang Api Hitam, buang jauh-jauh pikiran kalau Pedang Naga Iblis adalah pedangmu." kakekku menjawab sambil meminum segelas susu.
Aku menggaruk kepalaku, "Bagaimana caranya? Kan kalau aku begitu, kakek jadinya tak punya pedang?"
"Pedang Api Hitam sudah tidak akan berguna lagi di tangan kakek..." kakekku memejamkan matanya, "Kurasa kau sudah dewasa dan harus mulai menerima kenyataan..."
Jadi menurut kakek aku selama ini tak pernah menerima kenyataan, begitu?
"Kenyataan apa?" tanyaku, tidak sopan berpikir begitu tentang orang tua...
"Semuanya tentang hal yang terjadi pada pertarungan terakhir..."
"Apa itu?" tanyaku, "Apakah semburan asap ungu yang dilancarkan Serpent Lord memiliki sebuah efek tertentu?"
"Hmm? Kau mengetahuinya?" kakekku menatapku lesu, bukan tajam seperti biasanya, "Darimana?"
"Setidaknya lebih dari seminggu lalu semua siaran di televisi menayangkan pertarungan terakhir antara para Hunter rank SS melawan seekor ular yang menurut ingatan Flame Emperor adalah Serpent Lord, bawahan paling dipercayai oleh Dragon Lord." jawabku dengan sejujurnya.
Kakekku memejamkan matanya, "Ya, kau benar, the last boss Raid Islandia adalah Serpent Lord yang amat sulit dihabisi, hingga mengerahkan seluruh Hunter rank SS yang ikut dalam Raid dan sekiranya lima pesawat lapis baja untuk melakukannya."
Aku bergidik mendengarnya, Monster bernama Serpent Lord benar-benar sekuat itu? Hingga mengerahkan kekuatan yang melebihi Hunter rank SS untuk menghabisinya?
__ADS_1
Menurut kakekku berbulan-bulan lalu, pesawat lapis baja memiliki kekuatan tempur terbesar dalam pasukan garis depan, dan disebut-sebut setara dengan lima Hunter rank SS karena dahsyatnya kekuatan yang dimilikinya.
Kalau sampai mengerahkan lima pesawat lapis baja yang satunya setara dengan lima Hunter rank SS, maka setidaknya kekuatan Serpent Lord adalah rank SSS, mungkin saja...
"Teorimu boleh juga nak, setelah kau membaca sedikit buku saja..." Zon tertawa lepas.
"Begitu, ya?" kakekku tersenyum tipis, "Mungkin kakek akan bercerita dari pengobatan saja..."
***
New Washington, Amerika Serikat, seminggu lebih dua hari lalu...
"Kondisi para Defender dan Striker adalah yang paling parah, kulit mereka paling banyak terkontaminasi dengan racun mematikan dibandingkan dengan yang lainnya, meskipun Leonard ada di posisi paling depan, ia masih bisa bertahan dan racunnya tak terlalu menyebar karena memakai armor tebal, tetapi masalahnya adalah kakek Bintang, kakek Oga, kakek Yao, nenek Yun, kakek Vigo, dan Mark Wei..."
"Bagaimana kondisi mereka?" tanya Frans, "Apakah baik-baik saja?"
"Tidak baik-baik saja..." jawab dokter, "Aku akan menjelaskan satu-persatu..."
"Kakek Oga mengalami patah tulang yang tak bisa disembuhkan dengan cara alami maupun dengan kedokteran karena sebuah sel aneh mengunci pertumbuhan tulangnya, jadi beliau tidak akan bisa bertarung lagi dalam waktu lama."
"Kakek Yao terlalu lama menahan mulut ular itu dengan tongkatnya, begitu juga dengan kakek Vigo, kasus keduanya saat ini sama, yaitu terkontaminasi racun cair yang mengalir ke kulit mereka dan meresap. Ditambah dengan asap racun yang tak sengaja mereka hirup sebelumnya, kondisi mereka amat parah, melebihi kondisi kakek Bintang."
"Nenek Yun berkali-kali menghirup gas racun yang tercipta dari pembakaran asap racun dengan api yang beliau ciptakan. Gas racun itu terhirup masuk ke paru-paru dan membuat kanker paru-paru yang sudah mencapai stadium akhir, yang mana itu tak bisa kami sembuhkan..."
"Mark Wei mengalami luka racun yang amat parah, racunnya sudah menyebar luas di tubuhnya dalam waktu singkat, dan diperkirakan sisa hidupnya hanya satu tahun lagi jika melihat pergerakan racunnya yang amat cepat itu.
Tom, Frans, William, Esterosa, Jenny, John, Yen Jiu, dan Yuuki yang mendengarnya hanya bisa menunduk lemas, padahal mereka sudah berjuang sejauh ini, tetapi bayarannya terlalu mahal, kekuatan para Hunter akan menurun jauh...
"Mungkin, ini terjadi karena fisik tua mereka yang sebenarnya tak bisa menerima luka parah, dan sekalinya terkena luka parah, maka efeknya amatlah mengerikan..." dokter berkata lagi, "Maafkan aku yang terlalu bodoh..."
"Apakah benar-benar tidak ada cara lain untuk memulihkan mereka?" tanya Yuuki, "Aku tak ingin ketua berbaring terus di atas tempat tidur..."
__ADS_1
Air matanya menetes, dan semua orang paham kalau Yuuki tak punya siapa-siapa lagi selain Oga di sisinya, yang sudah menganggapnya seperti cucunya sendiri.
Esterosa meraih pundak Yuuki dan merangkulnya sambil menepuk-nepuk pundaknya, "Tenang, jangan menangis, lelaki tak boleh menangis..."
Yah, Yuuki aslinya ingin menangis, tetapi karena di hadapannya ada orang-orang banyak dan ia sendiri adalah Hunter rank S yang selalu terkenal oleh keperkasaannya, ia tak boleh menangis, tetapi sayangnya ia tak bisa menahannya lebih lama lagi, ia akhirnya menangis.
Seisi koridor rumah sakit diisi oleh isakan tangis Yuuki si wakil ketua EasternDragon, dan akhirnya, orang-orang tahu kalau Yuuki pada akhirnya hanyalah remaja delapan belas tahun yang memiliki sedikit pengalaman tentang dunia.
Dokter berjalan pergi setelah menyampaikan hasil pemeriksaannya, dan setelah dokter itu masuk ke sebuah ruangan, William mengepalkan tangannya lalu memukul tembok.
"Sial! Andai kita lebih kuat!" wajah William menunjukkan suasana hatinya yang buruk dan dipenuhi amarah, bahkan mungkin Esterosa baru pertama kalinya melihat wajah marah William setelah bertahun-tahun berada di sebelahnya.
"Kalau saja aku lebih kuat..." Tom mengepalkan tangannya, hingga urat-urat tangannya terlihat, "Aku tak perlu membuat kalian membantuku dan menambah jumlah korban."
Dua ketua organisasi Hunter terkuat sedang berada dalam situasi terpuruk, dan mau tak mau, bawahan mereka harus menenangkan mereka dengan berbagai cara.
***
"Ap-?" aku dan paman Zon terdiam mendengar kisah kakekku yang mengatakan kalau beliau disebut mengalami keracunan tingkat tinggi yang sulit disembuhkan dengan pengetahuan saat ini.
"Kau percaya, kalau usia kakek saat ini tersisa lima tahun lagi?" kakekku tersenyum lega, "Dalam lima tahun terakhir hidup kakek, kakek akan mengajarkan banyak hal pada Langit, kakek juga tidak akan pergi lagi..."
"Langit, kakekmu amat pintar membuat orang sedih..." Zon terdengar sedang menangis, "Katakan padanya untuk serius dan jangan berbohong..."
"Apa itu bohong, kek?" tanyaku perlahan, "Jawab kalau semua itu adalah candaan..." Dan jawaban yang tak kuinginkan malah kudapatkan.
"Kakek tidak bohong, ada lima tahun lagi bagi kakek untuk mengajarimu banyak hal, dan saat lima tahun itu telah tiba, mungkin kau akan pergi untuk menjadi Hunter, maju melawan banyak Monster, sementara kakek akan terbaring di dalam tanah untuk selamanya..."
Mataku serasa ingin mengeluarkan air mata, apakah aku harus melalui ini semua? Aku rasanya belum bisa menerimanya...
"Jika saat itu tiba, berusahalah untuk selalu menatap ke depan, hadapi segala rintangan yang ada, jangan pernah menoleh ke belakang dan meratapi masa lalumu. Jadikan tujuan hidupmu sebagai alasanmu dalam menjalani hidup..."
__ADS_1
"Hiduplah dengan rasa bangga, Langit Satria sang Ksatria Langit..."