
Skei menyeringai lebar dan ia melesat maju dengan pedangnya yang mengilap berwarna biru muda.
Aku bergerak maju dan pedangku terarah ke depan, di saat Skei berada tepat di depanku, aku melancarkan tusukan cepat dan mungkin telak mengenai...
Sialan, ia memakai kotak senjatanya tadi sebagai perisai untuk melindungi tubuhnya dari tusukanku, kemudian ia mengangkat pedangnya dan menebaskannya dengan cepat serta kuat, terlihat tak ingin membiarkanku hidup.
Ia benar-benar manusia yang berbeda dari sekian banyak manusia yang kulawan...
Kekuatannya setara dengan Hunter rank SS, bahkan mungkin lebih dan setara dengan kekuatanku!
"Kau kira bisa membunuhku hanya dengan serangan lemah itu?" Skei mengangkat pedangnya, "Biar kutunjukkan apa itu serangan!"
Gerakannya amat cepat, dalam sepersekian detik kemudian, aku bisa merasakan tusukan dengan kecepatan tinggi melesat ke arahku, dan aku mengangkat pedangku serta tanganku untuk menahannya...
WHUUSHHH!!
Aku terdorong mundur, namun aku masih bisa berdiri... Ya...
Apakah aku memang harus memakai semua kekuatan Emperor yang kumiliki? Kekuatan fisik saja rasanya sulit mengalahkan otot beton sepertinya itu...
"Ya, aku paham kalau kekuatan sekecil itu memang tidak akan bisa membunuhmu..." aku mengangkat pedangku, menghunuskannya kemudian memasang posisi, "Tapi, apa kau bisa mengatasi serangan selanjutnya?"
Skei menyeringai, "Oh, seperti apa?"
Aku mengangkat pedangku kemudian mengalirkan Energi Gaib berjumlah besar, "Tarian Raja Api..."
Pedangku langsung diselimuti api dengan cepat, dan aku langsung maju dengan cepat hingga aku bisa berada di depan Skei dalam waktu kurang dari satu detik...
Skei terlihat terkejut, dan aku langsung menebaskan pedangku dengan cepat serta kuat, diikuti oleh tebasan-tebasan kuat selanjutnya.
Aku yakin dengan kecepatanku...
Apa-apaan itu...
__ADS_1
Skei mengangkat pedangnya dan menangkis semua seranganku dengan tempo yang sama cepatnya dengan gerakanku...
Aku mengubah gerakanku dan mulai bergerak acak sambil menebas. Skei mulai bergerak mundur dan gerakanku makin cepat.
Dalam satu kesempatan, aku menguatkan genggamanku pada pedangku dan menebaskannya dengan kuat, hingga Skei tidak mampu menahannya dan ia terhempas ke belakang, namun ia tidak jatuh.
Aku bergerak lagi dan melancarkan tebasan-tebasan cepat sambil bergerak maju, mendorong Skei untuk terus mundur dan sekali lagi menghempaskan manusia itu ke belakang hingga keluar dari bangunan tempat pertemuan itu dilakukan.
Jarak tercipta diantara aku dan Skei. Aku melompat turun, mengalirkan Energi Gaib berjumlah besar dan menciptakan petir-petir berwarna biru di tangan kiriku kemudian tanganku menghantam tanah.
Petir-petir menjalar di tanah dan langsung bergerak cepat ke arah Skei yang berdiri sambil mengatur napasnya.
Skei nampaknya bisa melihat petir-petir itu, dan ia melompat tinggi menghindari petir-petir itu kemudian menapak tanah lagi lalu bergerak cepat ke arahku
Aku mengibaskan tanganku kemudian mengalirkan Energi Gaib lagi dan menciptakan api di tangan kiriku.
Api yang kumiliki dan kupakai sekarang adalah api milik Purgatory Emperor yang digabung dengan api milik Flame Emperor dan semua Emperor berkekuatan api.
Skei berada tepat di depanku saat aku berkonsentrasi pada apiku, dan ia langsung menebaskan pedangnya dengan cepat. Aku mengangkat tanganku dan langsung mengarahkan tanganku ke dada Skei.
Api berjumlah besar tercipta dari tanganku dan langsung menyembur ke depan dengan cepat, menutupi pandanganku dan mungkin membakar Skei yang berada amat dekat denganku.
Meski Skei memiliki kecepatan tinggi, ia tidak akan bisa menghindari semburan api yang mampu bergerak amat cepat seperti semburan api yang biasa aku lihat di selang air.
Aku melompat mundur dan kulihat sosok manusia yang masih berdiri setelah asap-asap putih menghilang perlahan...
Oke, itu Skei...
Dia benar-benar kuat seperti dugaanku, berbeda dengan Death Emperor yang tewas hanya dalam beberapa kali pertukaran serangan, Skei bahkan tidak mati saat aku membakarnya dengan api...
"Sihir yang kuat, kuakui itu..." suara yang mirip seperti Skei terdengar, dan Skei muncul di antara asap-asap putih yang akhirnya hilang setelah beberapa lama, "Pertarungan yang menyenangkan..."
"Begitu ya?" aku menguatkan genggamanku pada pedangku, "Kau juga sama kuatnya..."
__ADS_1
"Kekuatanmu amat tidak manusiawi, dan aku benar-benar sulit percaya kalau kau adalah manusia..." aku berkata Dan Energi Gaib mengalir cepat di tubuhku, "Apa kau berencana melanjutkan pertarungan sia-sia ini?"
"Sayangnya iya, aku hanya ingin menghabisi orang-orang yang sudah menganggapku Monster..." Skei mengangkat pedangnya dan samar-samar aku melihat cahaya merah di kristalnya, "Tadi kau sudah membabi buta, sekarang adalah giliranku!"
Skei menghilang dan secara tiba-tiba, ia muncul di depanku dan langsung menebaskan pedangnya dengan kekuatan besar, dan aku menahannya dengan seluruh kekuatan yang aku miliki.
Pijakanku hancur, namun aku masih bisa menahannya. Tak butuh waktu lama, pedang Skei ditarik lagi kemudian tebasan cepat datang lagi.
Aku menahannya, dan serangan-serangan selanjutnya muncul dengan cepat, aku bisa menahannya!
Skei berhenti menyerang dan ia melompat mundur. Aku tidak mengejarnya dan menjauh.
Sesuatu lagi...
Mata Surgaku terus mengawasi sekitar, dan dari hasil penglihatanku sejauh ini, konferensi dihentikan karena satu peserta tidak ada dan nampaknya benar-benar dihentikan karena satu alasan lagi...
Aku dan Skei berada jauh dari bangunan pertemuan, kami kini berada di lapangan luas yang nampaknya adalah lapangan bola.
"Oke, apakah ada musuh baru lagi?" aku mengalirkan lebih banyak Energi Gaib ke seluruh tubuhku, ada kemungkinan aku harus bertarung melawan banyak musuh selain Skei untuk saat ini, jadi aku harus mempersiapkan diri.
"Hei, siapa namamu?" Skei mendekat, dan ia mengangkat kotaknya lalu memasukkan pedangnya.
Aku menatapnya, ia tak lagi memancarkan hawa berbahaya, jadi untuk sekarang aku bisa bernapas tenang.
"Namaku Langit." aku menyarungkan pedangku, "Aku hanya ingin bertanya, kenapa kau berada disini?"
"Lupakan itu, aku hanya ingin sesuatu untuk dimakan." Skei menggaruk kepalanya, "Dimana aku bisa mendapatkan sesuatu yang bisa dimakan dalam waktu cepat?"
"Kau sudah membuat kekacauan disini, kurasa mendapatkan makanan tidak akan semudah kau berbicara denganku." aku berdiri di hadapannya.
Tingginya di bawahku, sepertinya sekitaran 165 sentimeter, dan ia menatapku balik, "Benarkah?"
"Satu-satunya cara yang kupikirkan adalah menunjukkan bahwa kau bukanlah orang yang berbahaya." aku berbalik, angin berhembus kencang secara tiba-tiba, "Untuk sekarang kau harus memilih..."
__ADS_1