Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
182. Pertempuran-pertempuran kemudian


__ADS_3

Cold Blooded Hunter? Siapa yang tidak tahu julukan yang satu ini?


Semua orang pasti tahu julukan Cold Blooded Hunter ini, karena di musim panas ini, berita yang terus muncul di televisi adalah aksi-aksi pemilik julukan ini saat melawan Monster di seluruh dunia.


Siapa pemilik julukan Cold Blooded Hunter? Tak ada manusia di dunia yang tidak tahu Hunter yang dijuluki Cold Blooded Hunter.


"Cold Blooded Hunter? Bukankah dia adalah Hunter rank SS termuda di dunia?"


"Langit Satria si Cold Blooded Hunter! Aku mengaguminya sampai titik terkecil tubuhku!"


"Cold Blooded Hunter adalah julukan Langit Satria si Hunter rank SS termuda..."


"Memburu Monster layaknya predator, membantai tanpa ampun dan tanpa pandang bulu, itulah Langit Satria sang Cold Blooded Hunter..."


Ya, Cold Blooded Hunter adalah julukan Langit Satria, ia membantu seluruh dunia yang dilanda kesulitan akibat serangan para Monster yang semakin agresif, dan perlahan, kekuatannya mulai diakui di seluruh dunia.


Mulai dari Jepang, China, Rusia, Afrika, India, Arab Saudi, Australia, tak ada Monster yang aman sejak Langit menginjakkan kaki di satu negara.


Penampilan khasnya, dengan jas hitam, kemeja putih, celana panjang hitam, dasi berwarna hitam, serta dua pedang lengkung yang tersarung di pinggangnya, serta penampilannya yang berdiri di tengah-tengah tumpukan mayat Monster setelah membantai Monster adalah pose yang paling disukai di tahun ini.


***


"Kabarnya, anda ditunjuk oleh pak Dito untuk menggantikannya menjadi wakil ketua RedWhite, begitu?" tanya perempuan itu, dan aku mengangguk, "Bagaimana ceritanya itu?"


"Ya, pak Dito merasa kecil di hadapanku, jadi dia melepas jabatan wakil ketua RedWhite dan menyerahkannya padaku." jawabku, "Itu terjadi ketika aku pulang ke Indonesia..."


Aku menatap ke langit-langit ruangan, sudah dua tahun aku memegang jabatan wakil ketua RedWhite, dan selama itu, aku benar-benar disibukkan oleh segala urusan organisasi, membuat kemampuan bertarungku semakin menumpul.


Bukan hanya itu, akibat aku memegang jabatan wakil ketua RedWhite, aku diminta untuk berhenti menuntut ilmu di Akademi Hunter StarSam. Bukankah itu terdengar mengerikan? Disuruh berhenti belajar oleh pihak akademi?


***


Jepang...


"Yuuki, kau serang di samping, serahkan bagian depannya padaku!" aku melompat ke belakang, sementara Yuuki mengangguk dan ia bergerak melewati pukulan beruang besar di depan kami kemudian menembakkan beberapa peluru dari samping beruang itu.


"Kemari kau!" aku menguatkan genggamanku pada gagang Pedang Api Hitam kemudian melompat ke depan, "Membelah Samudra!"


Beruang itu meraung keras, dan ia ikut melompat, sementara aku sudah menebaskan pedangku dan membelah kepalanya.

__ADS_1


Yuuki dari samping juga menebaskan pedangnya dan merobek perut beruang itu hingga isi perutnya keluar.


Aku menusukkan pedangku ke dada beruang itu dan memecah Inti Kehidupannya kemudian melompat mundur.


Beruang raksasa itu jatuh ke atas tanah, dan aku menyarungkan pedangku.


[Level up!]


[Level up!]


[Level up!]


Beruang itu adalah seekor Lord, tepatnya Black Bear Lord, dan ia berlevel 110, sekalinya aku membunuhnya, levelku naik tiga level, dan perubahan pada tubuhku mulai kurasakan sejak aku mencapai level 90.


"Langit, kerja yang bagus!" Yuuki datang dan ia mengacungkan kepalan tangannya, "Tak kusangka kau sudah berkembang sejauh ini setelah pertarungan terakhir kita..."


Aku mengangkat kepalan tanganku dan mengadunya dengan kepalan tangan Yuuki kemudian berkata, "Beruang ini terlalu lemah untuk kita lawan..."


"Hahahaha, bisa saja kau..." Yuuki menepuk pundakku, "Setelah ini, apa kau mau makan ramen?"


"Ya!" aku tahu ramen, yaitu mie khas Jepang, dan katanya Yuuki ia tahu satu warung ramen yang memiliki rasa paling enak yang pernah ia makan. Kami pun pergi dari tempat pertarungan.


***


"Langit! Lebih cepat lagi! Atau kau akan kalah!"


"Hmph, ini saja tidak akan membuatku kalah!"


Taruhanku dengan Yen Jiu adalah siapapun yang berhasil membunuh Monster lebih banyak akan ditraktir bakpao ayam oleh yang kalah. Aku tidak mau kalah, karena aku membawa sedikit uang dari pemberian Tom!


Aku menebaskan pedangku lebih cepat, sementara Yen juga bertarung dengan amat ganas, hingga aku bisa melihat Yen berpenampilan seperti Void Emperor yang mengamuk saat melawan Black Emperor. Aku tak boleh kalah darinya!


Tebasanku bisa membunuh tiga sampai empat Monster sekaligus, tapi Yen bisa membunuh lebih banyak dariku dengan gerakannya yang amat cepat itu.


Mungkin, aku bisa mengatakan kalau Yen lebih kuat dari Yuuki saat ini, tapi masih dalam jangkauan aku bisa melawannya.


Shanghai menjadi wilayah di China yang selalu kedatangan Gate, dan disinilah taruhanku dengan Yen dilakukan.


Gate hitam yang muncul sejak sejam lalu belum juga hilang, begitu juga dengan Monster-monster yang muncul tanpa ujungnya, dan Staminaku mulai menurun perlahan.

__ADS_1


Untuk mengatasi Gate hitam ini, selain mengandalkanku, Yen Jiu juga ikut turun tangan dalam pertarungan bersama pasukan elit BraveWarrior yang beranggotakan belasan Hunter rank S yang dimiliki BraveWarrior serta ratusan Hunter rank A.


Dan hasilnya...


"Aku mau bakpao ayam lima biji..." Yen Jiu berkata padaku, "Hasilnya jelas sudah ditentukan..."


Cih, aku hanya kalah cepat saja!


***


Markas StarSam cabang California...


"Lebih cepat lagi, Monster tidak akan membiarkanmu berpikir lama..." Jenny berbisik di sebelah telingaku, dan aku mengangguk.


Ruangan latihan menembak terasa senyap, dan hanya ada satu suara yang mendominasi di ruangan ini, yaitu suara tembakan senapan laras panjangku.


Aku bersiap menuju organisasi yang memiliki kekuatan militer angkatan laut terkuat, yaitu EarthGuard. Untuk itu, aku mempersiapkan diriku dengan beberapa ilmu menembak menggunakan senapan laras panjang, senapan biasa, pistol, meriam, dan senjata lain yang bisa menembakkan peluru.


Aku berlatih dengan bantuan Jenny Anderless, dan harus kuakui, pengetahuannya tentang senjata yang bisa melontarkan peluru benar-benar luas sekali, aku tidak yakin apakah pengetahuanku tentang ilmu pedang dan senjata api bisa menandingi pengetahuannya tentang senjata yang bisa melontarkan peluru.


Selain itu, ia juga mengajarkan dasar-dasar menjadi seorang Sniper, dan... Suaranya amat kecil dan halus saat melatihku menjadi Sniper.


"Usahakan agar kau terus berada dalam kondisi senyap ketika ada di wilayah musuh agar tetap tidak ketahuan oleh musuh..." ujarnya, dan aku tersenyum tipis.


Ilmu menjadi Sniper bisa kuterapkan juga kalau aku bertarung memakai pedang, hihihi...


***


Australia...


"Woah, apa laut memang semenakjubkan ini?!" aku menatap lautan luas yang ada di hadapanku.


Marie yang berdiri di sebelahku menjawab, "Ya, itulah sebabnya aku senang berada di laut meskipun aku memiliki jabatan yang cukup tinggi di militer!"


Angin laut yang kencang, serta matahari yang bersinar terang terasa amat menyejukkan, berbeda saat aku berada di New Washington sebelumnya.


"Kalau kau mau, kau bisa datang ke EarthGuard kapanpun untuk kubawa berkeliling di laut!" ujar Marie dengan keras, dan aku mengangguk.


"Ya! Kapanpun itu, aku pasti akan datang!" aku berseru girang.

__ADS_1


Ya! Menjadi Hunter dan pergi ke laut adalah hal paling menyenangkan yang pernah kualami selama ini!


__ADS_2