
"Tom! Kyle menantang Langit!" Leonard masuk dan pegangan pintu seketika lepas dari tempatnya, "Kau harus melihatnya sekarang!"
Tom duduk santai sambil meminum kopi, dan ia menatap Leonard dengan tatapan malas, "Oh?"
Leonard mendekat dan ia memukul meja, "Hei, serius sedikit!"
"Aku yakin Langit tidak akan macam-macam dengan Kyle, ada nama Cage di belakangnya Kyle, dan itu pasti membuatnya ragu melukai Kyle." jawab Tom kemudian meminum kopinya lagi, "Sudahlah, lebih baik kau duduk dan-..."
"Kau tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang!" Leonard berseru lagi, "Pokoknya ikut aku sekarang!"
"Ada apa memangnya?" Tom menghabiskan kopinya kemudian berdiri, "Apa yang membuat pertarungan Langit dan Kyle terdengar berbahaya sekarang?"
"Pembantaian..." ujar Leonard, nadanya terdengar lemas, "Kau tidak tahu apa yang dilakukan Langit dalam pertarungan itu..."
Mata Tom melebar, dari luarnya ia terlihat terkejut, tetapi dalamnya, ia penasaran pembantaian seperti apa yang dilakukan Langit.
"Oke, aku ikut denganmu..." ujar Tom, "Ayo."
Mereka berdua berjalan bersama menuju ruang latihan, tempat dimana pertarungan Langit melawan Kyle dilakukan, dan apa yang terjadi disana membuat keduanya terdiam, bahkan bagi Leonard yang sudah melihatnya lebih dulu tetap saja yang terjadi saat ini amat mencengangkan baginya.
BUGH!
BUAGH!
JDUG!
BRUK!
"Maju kalau kalian bisa..." Langit berdiri dengan kedua tangannya yang terkepal kuat, dan ia dikelilingi oleh puluhan murid yang wajah mereka terlihat kesakitan.
"Puluhan...? Berapa tepatnya?" Tom bertanya, dan Leonard menghela napasnya.
"Dua puluh lima murid termasuk Kyle sedang mengeroyok Langit bersama-sama, menggunakan senjata api masing-masing, sementara Langit..." Leonard menunduk, "Kau bisa melihatnya, ia hanya memakai kepalan tangannya saja."
Tom tersenyum lebar, "Kalau sekarang aku melihat Langit terkapar setelah dikeroyok puluhan Hunter biasa, mungkin aku akan mencabut paksa rank SS yang ia miliki."
"Apakah kau akan melakukannya berdasarkan apa yang masyarakat ketahui?" tanya Leonard, dan Tom mengangguk.
Masyarakat mengetahui, kalau satu Hunter rank S mampu melawan puluhan Hunter biasa, sementara Hunter rank SS mampu melawan puluhan Hunter rank S, dengan catatan dua hal ini terjadi mengabaikan Advantage and Disadvantage yang berlaku diantara para Hunter.
__ADS_1
Advantage and Disadvantage dianggap sebagai sesuatu yang mutlak terjadi pada setiap Hunter, yang artinya semua Hunter memiliki kelemahannya tersendiri, sehingga mustahil Hunter tidak memiliki kelemahan.
Biarpun seorang Defender berjuang keras agar ia bisa bergerak lebih cepat dari Assassin, tetap saja ia akan terkena peluru telak seorang Sniper akibat beratnya armor yang dipakainya, dan terkena semburan api dari Witch.
"Kulihat, Langit bertipe Striker, sementara Kyle dan kawan-kawannya bertipe Striker dan Defender, sudah jelas Langit lebih unggul..." bagi Leonard yang pernah melihat aksi Langit di Kanada, ia bisa melihat peluang kemenangan Langit dalam pertarungan ini.
Langit memukul setiap musuhnya yang maju menyerangnya, hingga akhirnya wajah beberapa musuhnya mulai berdarah, begitu juga dengan kepalan tangan Langit yang diselimuti darah tipis.
"Mau sampai kapan kalian kupukul terus?" Langit masih menatap Kyle bersama teman-temannya yang kini terkapar tak berdaya di atas lantai.
Kyle berdiri dengan perlahan, dan Langit bergerak maju kemudian memukul Kyle hingga jatuh berlutut.
"Dia pantas menerimanya." Tom berbalik, "Biarkan saja..." ia kemudian keluar dari ruangan.
Leonard yang melihatnya hanya memilih menghela napasnya dan ikut keluar dari ruangan.
***
"Apa memang semudah yang anda katakan?"
"Ya, semudah itulah aku menghajar keroco-keroco sombong itu." aku mengangkat kepalan tanganku, "Dengan kekuatanku sekarang, aku bisa melakukannya lagi dengan mata tertutup, berbekal telingaku yang bisa mendengar suara gerakan dari musuhku."
"Saya dengar kalau anda pernah mencoba melawan Hunter rank SS tipe Assassin yang namanya Joko Taru, bagaimana hasilnya?"
Aku dipojokkan dengan mudahnya oleh ayahku, tanpa berkutik sedikitpun, tanpa sempat membaca gerakannya, ayahku sudah menempelkan sisi tidak tajam dari belatinya di leherku, dari belakang pula!
"Itu memalukan, jangan dibahas." ujarku dengan kedua tangan masih menutup wajah.
"Lalu, saya juga dengar kalau anda berencana melawan Leonard Clocker lagi, kemudian melawan William Vunion, dan Yen Jiu, apa anda serius akan melakukannya?"
"Yaa, begitulah. Aku ingin orang-orang melihat kekuatanku lebih jauh lagi, aku menang dari Yuuki bukan hanya karena dia melunak padaku, tapi aku menang karena kemampuanku sendiri..."
***
Sebulan kemudian...
"Ayah, lawan aku lagi!"
Aku benar-benar tidak bisa menerimanya! Ini penghinaan!
__ADS_1
"Heh, sudah jelas kau yang bodoh dan tidak bisa melihat sekitarmu..." ayahku menyimpan belatinya, "Sudahlah, lebih baik kau melawan orang lain saja..."
Aku mengepalkan tanganku, meskipun baru dimulai, aku langsung kalah telak hanya dengan satu ancaman kecil...
Ini penghinaan! Apa maksudnya?!
"Siapa dong yang kulawan?" aku menatap ayahku, dan ia berpikir sejenak.
"Hmm, mungkin kau bisa bertarung ulang dengan Yuuki, Yen, atau Leonard. Mereka adalah Hunter yang memakai pedang sebagai senjata, mungkin kau bisa menambah kombinasi gerakan pedang dari mereka." ayahku menjawab, "Yah, pokoknya semangat deh..." ia kemudian pergi.
Aku menatap pedangku yang masih kupegang dengan tangan kananku, aku benar-benar kesulitan melawan ayahku, dan kalau terus begini, aku akan merasa kalau aku tidak pantas memegang rank SS ini.
Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak! Tidak!!! Aku tak boleh berpikir begitu!
Aku menepuk kedua pipiku kuat dan aku menggelengkan kepalaku, mencoba menghilangkan semua pikiran buruk itu.
Apa yang dikatakan ayahku benar, aku mungkin bisa menambah kombinasi gerakan pedang dari Hunter rank SS yang memakai pedang, seperti Leonard, Yen, Yuuki, dan... Ibuku...
Aku tersenyum tipis memikirkannya, aku akan melawan ibuku? Hei, ibuku loh, orang yang disebut paling kuat di Eropa saat ini selain William, memangnya aku bisa melawannya?
***
"Hmm? Kau ingin melawanku?" Leonard menaikkan alisnya, dan aku mengangguk.
"Ya! Lawan aku, Truth Shield Leonard Clocker!" aku menarik Pedang Api Hitam dari sarungnya, dan aku menghunuskannya ke arah Leonard yang duduk di kursi kerjanya.
"Hei, hei, hei, tolong ingat sekarang ada dimana." Leonard berdiri, "Meski kau adalah Hunter rank SS, kau tak bisa mengabaikan kebenaran kalau kau masihlah murid Akademi Hunter StarSam. Kau tak boleh bersikap tidak sopan di hadapan guru-guru."
Leonard Clocker, selain Hunter rank SS yang dijuluki Truth Shield, ia juga wakil kepala akademi, dan ia membantu Tom dalam mengurus akademi jika Tom memiliki urusan lain yang membuatnya tidak bisa mengurus akademi. Dengan kata lain, Leonard adalah asisten dari Tom.
"Katanya Joko, kau ingin membuat orang-orang mengakuimu jika kau berhasil mengalahkan Hunter rank SS lainnya, begitu?" tanya Leonard, dan aku mengangguk.
Itulah tujuanku yang sebenarnya!
Pembantaian yang kulakukan saat melawan Kyle itu masih kurang untuk membuat orang-orang mau mengakuiku sebagai Hunter rank SS, aku perlu bukti lain.
Satu-satunya cara hanyalah melawan dan mengalahkan satu Hunter rank SS yang lebih kuat dari Yuuki, seperti ayahku dan Leonard.
Aku tak berani melawan William, karena katanya Carroline, William memiliki jarak serang yang amat luas dan ditambah kekuatan tiap serangannya yang mematikan membuatnya sulit diatasi jika tidak bisa membaca gerakannya.
__ADS_1
Carroline mengatakan kalau Leonard saja akan berpikir dua kali untuk melawan William karena kelebihannya itu, dan julukannya terdengar amat mematikan, yaitu the Death Demon.
"Kuterima tantanganmu..." Leonard mengambil pedangnya yang ada di tempat yang tidak kuketahui, "Kalau kau berhasil mengalahkanku, maka aku ingin meminta sesuatu padamu..."