
Dragon Lord mengangkat tangannya dan memukulku, tetapi aku berhasil menjauh, dan Dragon Lord bergerak cepat mengejarku kemudian mencakar lenganku yang tak bisa kulindungi.
[Skill pasif equip Black Scale Coat aktif! Menetralkan semua jenis serangan sebesar 50%!]
[688/1375]
"Apa?!"
Aku tak percaya itu, berapa jumlah HPku yang turun karena serangan itu?!
"Untung saja kau memakai Black Scale Coat yang mampu menahan segala jenis serangan, termasuk Energy Attack dan Physical Attack, jadi serangannya bisa dinetralisir olehnya." Zon terdengar ketakutan, "Seandainya kau tak memakai Black Scale Coat..."
Aku tak bisa membayangkannya, aku mungkin akan mati dalam satu serangan itu! Aku masih diberi kesempatan zhidup lagi!
"Kau sudah tiga kali lolos dari kematian, pertama saat kehancuran Surabaya, kedua ketika kau melawan Grasshooper Commander, dan sekarang melawan Dragon Lord, kau benar-benar hebat bisa lolos dari semua kejadian itu." Zon berdeham.
Aku melompat menjauh dan mengatur napasku, untung saja Dragon Lord tak menempelkan suatu efek padaku, jadi aku bisa bernapas dengan baik sekarang.
"Tak ada Burn, Electricy, Freeze, Stun, Silence, Crazy, Cramps, Starving, Fatigue, dan Thirsty yang dirasakan..." ujar Zon, "Kau aman, jadi fokus bertarung saja..."
Oke, aku paham... Aku bisa bertarung serius sekarang... Tapi ada masalah...
"Kuapakan Senja? Dia tak bisa berdiri sendiri sekarang dan kalau kubiarkan, dia akan menjadi beban sekarang..." gumamku.
Dragon Lord mendarat di depanku dan berkata, "Aku tak datang sendirian..."
Aku terdiam mendengar perkataan Dragon Lord, apa maksudnya ia tak datang seorang diri? Apa dia membawa pasukan?
"Apa maksudmu?" aku mengerutkan keningku, jika perkiraanku tadi benar, maka Dragon Lord sudah menyiapkan banyak hal sebelum datang kemari, dan kedatangannya kemari bukan hanya menyapa saja, tapi memiliki maksud lain.
__ADS_1
"Sebelum datang kemari, aku menyiapkan sesuatu..." Dragon Lord memasukkan tangannya ke kedua kantong celana panjangnya, "Yah, kau tahu kalau Lord dan Emperor tak mungkin datang ke bumi tanpa persiapan apapun, kecuali Tuan Black Emperor yang hampir membunuh Wadah terkuat di bumi yang sepertinya bernama Tom Cage, tetapi dihalangi oleh Death Emperor sialan..."
Aku tertegun mendengarnya, Tom Cage hampir dibunuh Black Emperor ketika Raid Islandia? Itu tak diberitakan di televisi, yang artinya berita itu menjadi rahasia diantara sembilan organisasi Hunter terkuat di dunia.
Dragon Lord melompat naik, dan entah kenapa, dia melayang! Dan di belakangnya, tercipta gate kecil, dan warnanya tidak main-main, warna ungu!
Kakekku pernah berkata, IHO mengklasifikasikan kekuatan sebuah gate berdasarkan warnanya, ada empat warna gate yang berhasil ditemukan, yaitu Gate putih, Gate hitam, Gate jingga, dan Gate merah. Putih skala kota, hitam skala negara, jingga skala benua, dan merah skala dunia, dan makin menyala warna merahnya, maka semakin berbahaya keberadaan Gate itu untuk dunia, dan diperlukan kekuatan seluruh Hunter untuk menghadapinya.
Selain itu, ditemukan juga warna Gate baru, yang mana Gate warna baru itu pernah muncul di Inggris dan Islandia secara bergantian, dan apa yang keluar tak diberitahukan pada dunia, hanya rahasia sembilan organisasi Hunter terkuat saja yang tahu, termasuk kakekku.
"Kau tahu makna warna ini?" tanya Dragon Lord sambil menunjuk ke belakangnya dengan jempolnya, "Ini warna ungu-..."
"Mengartikan kehancuran bumi, begitu? Yakinlah, suatu hari nanti warna ungu itu tidak akan ada apa-apanya dihadapanku." aku menarik Pedang Api Hitam kembali dari sarungnya, "Tunggu saja hari kehancuran ras Monster di tangan ras manusia..."
"Kau sudah tahu..." Dragon Lord melayang mundur, dan ia perlahan masuk ke Gate ungu itu, "Dan nikmati hiburan yang kuberikan..." sebelum ia menghilang dari hadapanku bersama dengan Gate ungu itu.
Untuk sejenak, aku bisa mengambil napas tenang, sebelum aku mulai berpikir bagaimana caranya mengatasi serangan yang akan dilancarkan oleh Dragon Lord.
Ya, aku tahu tentang serangan ke sebuah lelang, dimana para jagoan hebat dari tiga aliran datang, dan tempat itu diserang oleh pasukan Beast yang dipimpin langsung oleh rajanya, siapa namanya, ya? Yang bentuknya seperti gorila itu...
"Intinya, kau harus berhati-hati saja, ancaman yang dikatakan oleh Monster tak pernah tak terjadi, pasti akan terjadi..." tambah Zon, "Hati-hati saja..."
Aku menghela napasku dan berjongkok kemudian berlutut di depan Senja yang duduk sambil menekuk kedua lututnya dan memegangi kepalanya, "Senja, apa kau mau bertarung?"
"Tidak..." hanya suara lemah saja yang kudengar sebagai jawabannya, dan aku duduk sambil melipat kakiku di depannya.
Aku tahu sekarang bukan saatnya duduk santai, di tempat lain pastinya pasukan Dragon Lord sudah muncul dan merusuh, tapi aku harus membuat Senja mengangkat senjatanya dan bertarung, agar lisensi Hunternya tak sia-sia hanya karena ia ketakutan menatap Dragon Lord.
"Senja, apa kau mau situasi yang sama seperti Surabaya lima tahun lalu terulang lagi disini?" aku mencengkeram erat pundak Senja, "Apa kau mau hal itu terjadi lagi?!"
__ADS_1
Kulihat Senja mengangkat wajahnya sedikit, dan matanya sedikit berkaca-kaca. Wajahnya benar-benar berbeda dari sebelumnya, dan ia terlihat ingin menangis.
Cengkeramanku pada pundak Senja melonggar sedikit, dan aku menatap mata Senja dalam-dalam, "Kuulangi, apa kau mau kejadian di Surabaya lima tahun lalu terulang lagi?"
"Tiga kali..." Zon menghela napasnya, "Kau mengulangnya tiga kali..."
Berisik ah, berisik ah, berisik ah, diamlah dasar roh tua!
Zon diam, dan ia menghela napasnya lagi sebelum suaranya tak terdengar lagi.
"Tidak mau..." Senja mengepalkan tangannya, "Tapi aku masih lemah seperti lima tahun lalu, aku tak banyak berubah selama ini..."
"Ketika aku melihatmu, aku sadar kalau semua yang kumiliki sekarang tak ada bedanya seperti dulu, aku hanya memiliki lebih dari sebelumnya..."
"Kau lebih hebat, kau bisa tersenyum di hadapan pedang yang teracungkan padamu, kalau aku? Melihat Monster seperti orang tadi saja sudah gemetaran ketakutan..."
"Apa itu bisa kusebut berubah?"
Suaranya terdengar lemah, terasa seperti ia kesal dengan kondisinya sekarang.
Aku menunduk dan menghela napasku, "Kau berubah, biarpun tak banyak, tapi aku tetap bisa menyebutnya berubah..."
"Kau bisa mengelak dari serangan Rei, itu lumayan hebat, aku saja akan berkata kalau kau hebat." aku menatapnya lagi, "Yakinlah, suatu hari nanti kau akan kuat sepertiku, dan saat itu tiba, kita akan membebaskan dunia ini dari Monster."
Aku tahu kalau kata-kata itu tak seharusnya kukatakan, karena yah, aku tidak pintar menyemangati orang...
Senja berdiri perlahan dan ia menarik napasnya panjang, "Mana musuhnya?"
Aku tersenyum tipis, Senja benar-benar berubah, sedikit saja, tapi seperti yang kukatakan sebelumnya, ia telah berubah.
__ADS_1
Aku berdiri dan menarik kembali Pedang Api Hitam lalu berkata, "Aku tidak tahu posisi pastinya, kita harus pergi dari sini secepatnya, paman Frans seharusnya sudah sadar lagi karena ledakan tadi..."