
"Leonard!"
Leonard menancapkan pedangnya dan menahan diri agar tidak jatuh, "Aku baik-baik saja..."
Tapi jelas ia berbohong pada dunia, ia sedang kesakitan, armornya pecah hingga tebasan Ice Emperor mengenai punggungnya langsung dan melukainya dengan amat lebar.
Darah mengucur deras dari punggungnya, Ice Emperor mengangkat kakinya dan menginjak punggung Leonard, tombaknya menempel di punggung Leonard, "Whiuu, mudah sekali..."
Tom menarik tangannya kemudian memakai tubuh Dragon Emperor sebagai pijakan kemudian melompat ke arah Ice Emperor sambil menyiapkan pukulannya.
Terlambat, Ice Emperor lebih cepat menusukkan tombaknya ke punggung Leonard hingga tembus ke perutnya, dan Leonard memuntahkan darah dari mulutnya, sebelum pegangannya pada pedangnya melemah.
"Hmph, manusia memang makhluk yang sulit untuk mati!" Ice Emperor menusukkan tombaknya lagi ke punggung Leonard, bahkan ia melakukannya dua kali lagi! Leonard terjatuh ke atas tanah setelah ia melepaskan pegangannya pada pedangnya.
Tanah dilumuri darah merah milik Leonard, dan Tom melesat lebih cepat kemudian melancarkan semburan api yang mendorong Ice Emperor menjauh. Ia mendekati Leonard kemudian menyentuh dadanya.
Jantung Tom berdetak lebih kencang setelah ia menyadari kalau detak jantung sang Truth Shield Leonard Clocker telah menghilang.
Kedua tangannya bergetar, hanya dalam beberapa menit, ia kehilangan dua rekan seperjuangannya di tangan musuh yang sama, yaitu Ice Emperor.
"Kau belum sempat menyebutkan kata penutup hidupmu..." ujar Tom sambil mengangkat tangannya dari dada Leonard, "Kuharap kau tenang disana..."
Ia berdiri kemudian berbalik menghadap tiga musuh yang mengepungnya, tatapannya terlihat penuh amarah.
Aura berwarna merah pekat keluar dari tubuhnya perlahan, dan levelnya naik tanpa disadarinya.
[You reached level 200!]
[You have the right to be a Lord!]
[Accept?]
Tangan Tom terkepal kuat, "Yes..."
Hawa yang dilepaskan Tom bertambah kuat, membuat tiga Emperor itu sedikit terkejut.
__ADS_1
"Kalian tahu? Aku belum sempat menunjukkan kekuatan penuhku..." Tom membentangkan kedua tangannya, "Ya, kalian belum mengetahuinya..."
"Apa pentingnya?" tanya Black Emperor, "Intinya kau akan kalah..." ia kemudian melesat maju.
[You have become the Wrath Lord!]
Tom ikut melesat maju, bersamaan dengan Ice Emperor dan Dragon Emperor, keduanya melepaskan serangan mereka yang berupa semburan api dan hembusan napas es.
Black Emperor menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya kemudian tubuhnya membesar, hingga ia lebih tinggi dari Tom kemudian ia melancarkan pukulannya.
Tom melompat ke atas tangan Black Emperor yang tak mengenai sasarannya kemudian menyiapkan serangannya, sembari menghindari tembakan duri-duri es dari Ice Emperor.
Ia melesat cepat dan sampai di depan wajah Black Emperor, ia kemudian mengepalkan tangannya dan menghajarnya, hingga pipinya berbekas pukulan serta tulang pipinya yang hancur oleh pukulannya.
Dragon Emperor berubah menjadi naga raksasa kemudian melayang tinggi di atas markas besar StarSam. Ia membuka mulutnya kemudian berniat menyemburkan api dari mulutnya, tetapi Tom bisa menyerangnya dengan semburan api yang memakai Energi Gaibnya yang tentunya kekuatannya berbeda dari semburan api yang memakai gas panas sebagai bahan bakarnya. Mulut Dragon Emperor meleleh oleh semburan api yang dilancarkan Tom.
Tom melompat turun dari kepala Black Emperor kemudian melesat menuju Ice Emperor, tapi raja es itu bisa bergerak menjauhi Tom kemudian menembakkan puluhan peluru es yang melesat cepat menuju Tom.
Akibat Energi Gaibnya yang terkuras untuk memulihkan dirinya, Dragon Emperor berubah menjadi wujudnya yang lebih kecil, dan setelah ia mendarat di atas tanah, sebilah pisau langsung menancap di punggungnya hingga tembus ke dadanya.
"Cih! Sukanya menyerang dari belakang saja!" Dragon Emperor berjalan menjauh menuju Tyrant Emperor yang masih bertarung sengit melawan Flame Emperor yang berhasil menghancurkan separuh markas besar StarSam.
Ia kembali merasakan sensasi dingin menjalari lehernya, sebelum sesuatu menempel di leher belakangnya kemudian meledak di leher belakangnya. Ia berbalik dengan cepat dan mencakar, tetapi tak ada apapun di belakangnya.
"Apa itu?" Dragon Emperor merasa ia didekati seseorang, tetapi ia tak melihat siapa orang itu.
"Sudahlah..." ia membungkuk sedikit kemudian melesat maju.
Tak jauh dari sana, di balik...
"Huuf, huuff, hufff..." Joko mengatur napasnya, "Hampir saja aku tewas!"
Ia memegangi belatinya dengan kedua tangannya, jantungnya berdegup lebih kencang dibandingkan saat dia sprint di lapangan akademi.
"Auranya terlalu kuat! Aku tak bisa mendekatinya lebih lama lagi!"
__ADS_1
Ia jatuh terduduk dan belatinya jatuh ke atas tanah, terlepas dari pegangannya, "Sial, aku masih lemah..."
***
Tom terus menghajar Ice Emperor dengan seluruh kekuatan yang masih ia miliki saat ini, tanpa ampun hingga wajah Ice Emperor hancur hanya dengan pukulan saja.
Ia mencekik Ice Emperor, mematahkan lehernya kemudian membantingnya ke tanah berkali-kali hingga suara sesuatu yang retak terdengar berkali-kali pula.
Black Emperor dengan wujud manusianya masih berusaha memulihkan sekujur tubuhnya yang hancur oleh pukulan Tom, sementara Tyrant Emperor dan Dragon Emperor sedang mengeroyok Flame Emperor yang terlihat mulai kesulitan bertahan.
Di saat yang bersamaan dengan pukulan Tom yang mendarat telak di perut Ice Emperor, sesuatu dari langit terdengar, sebelum kekuatan yang dahsyat mengalir di tubuh empat Emperor yang menyerang markas besar StarSam.
Flame Emperor langsung terpojokkan hanya dengan secuil serangan dari Tyrant Emperor dan memaksa raja api itu melompat ke dalam Gate dan sesosok makhluk raksasa melompat keluar dari Gate itu dan memotong tangan Tyrant Emperor.
Void Emperor muncul dan ia meraih tubuh kurus Tyrant Emperor kemudian membantingnya ke tanah dengan kuat hingga suara sesuatu yang hancur terdengar.
Dengan tangannya yang besar, ia mencengkeram erat kepala Tyrant Emperor lalu mendorongnya ke tanah dengan kuat, tetapi kepala Tyrant Emperor tidak hancur, Emperor baru itu menciptakan Gate di belakangnya kemudian memindahkan dirinya bersama dengan Void Emperor ke tempat lain.
Sementara itu, Black Emperor selesai memulihkan dirinya, sebelum sesuatu mendarat di atas lehernya kemudian menusuknya berkali-kali, menciptakan bekas tusukan kecil yang amat banyak di lehernya.
Sesuatu itu adalah Esterosa de Esquede, Hunter rank SS yang sebelumnya bertugas di California, dan ia menerima laporan dari Leonard bahwa markas besar StarSam diserang oleh para Emperor.
Bukan hanya Esterosa saja yang diberitahu, tetapi juga semua ketua organisasi Hunter di seluruh dunia mendapat informasi itu.
Esterosa menyalakan pemanas pedangnya kemudian menusuk leher Black Emperor sekali lagi, hingga raja para Titan itu menjerit keras.
Sedikit yang tahu, bahwa Blue Star Sword andalan Esterosa adalah senjata api yang dibuat memakai logam Flaming dengan teknik khusus yang berbeda dari teknik pembuatan senjata api pada umumnya, menjadikannya senjata api yang lebih kuat dibandingkan senjata api pada umumnya.
Bagian yang bisa memberikan serangan fatal pada Monster adalah pada bagian ujung pedang itu, karena khusus pada ujung pedang itu dibuat dengan tulang dari kepala Spider Lord yang dihabisi oleh Bintang Langit saat Raid Hawaii puluhan tahun lalu.
Satu fakta lainnya, Blue Star Sword adalah pedang andalan Hunter rank SS dari IronBlast yang bernama Antonius de Esquede, yang sebelumnya patah saat bertarung di Raid Hawaii, dan diperbaiki lagi menggunakan material yang didapatkan di pulau itu.
Esterosa menoleh ke belakang sebelum ia melompat ke arah Dragon Emperor yang melesat ke arahnya. Ia langsung menusukkan pedangnya dan menembus perut Dragon Emperor sekali lagi.
Joko melirik ke belakang dan melihat istrinya yang sedang bertarung, ia menarik napas panjang kemudian menghembusnya perlahan sebelum ia melesat maju menuju istrinya, membantunya bertarung.
__ADS_1