Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
254. Dua pihak


__ADS_3

31 Desember 2329...


Aku mengangkat wajahku, menatap luasnya gurun Sahara, tangan kiriku memegang Pedang Api Hitam yang masih tersarung.


Sebulan lebih kulalui dengan melatih seluruh Hunter yang tersisa, dan caranya? Tentu saja bertarung dengan mereka langsung untuk membuat mereka sadar letak kekurangan mereka.


Hari-hari terus berlalu cepat, tidak terasa sebulan lagi perang mematikan akan meletus di bumi sekali lagi...


Perang yang memiliki skala lebih besar daripada World War 2 dan perang di masa lalu lainnya...


"Apakah perang akhir sebaiknya aku sebut World War 3 saja yak?" aku mengelus daguku.


Angin berhembus kencang, aku melirik ke belakang dimana beberapa Hunter, yaitu William, Yuuki, Andhika, Rei, Carroline, dan Alteron berjalan di belakangku.


"Langit, kerjasama kami kali ini pasti mampu menjatuhkanmu." Yuuki berkata lantang.


Kami sampai di tengah-tengah gurun Sahara setelah turun dari pesawat, dan aku berbalik menghadap mereka.


"Oh, yah, semangat..." aku menarik kedua pedangku, "Serius ya..."


Tak banyak yang bisa kukomentari dari Hunter rank SS. Mereka berlatih keras, menghadapiku seolah menghadapi musuh sebenarnya, dan mereka juga banyak menganalisa kemampuanku, jadi rasanya seperti aku yang dikuliti hidup-hidup...


Yuuki menarik pedangnya dan melesat maju kemudian melancarkan tebasan yang melebihi jangkauan tebasan pedang pada umumnya, kemudian ia melesat maju lagi dan melancarkan tusukan.


Aku melompat mundur dan menebas ke bawah, hembusan angin tercipta dan menerbangkan pasir-pasir yang menutupi pandangan orang-orang termasuk aku.


WUUSSSHH!


Kapak besar milik William terayun cepat, dan kulihat ayunan kapak itu menghempaskan pasir-pasir yang beterbangan dan membuat pandangan orang-orang kembali normal.


Alteron dan Carroline melesat ke arahku dan melepaskan tusukan demi tusukan cepat, aku menahannya dengan kecepatan tanganku, menahan tusukan cepat dari dua orang adalah salah satu yang kulatih.


Ice Emperor kuhitung mampu bergerak cepat seperti Alteron dan Carroline, bahkan mampu lebih baik dari keduanya.


Rei muncul diantara Alteron dan Carroline kemudian ia melancarkan pukulan yang menciptakan angin kecil yang mendorongku mundur. Setelah ia melakukan itu, kepalanya dipukul oleh Carroline.


"Kenapa kau mendorong Langit?!"


Aku melompat mundur dan tersenyum lebar, "Terima kasih, Rei!"


"Lihat ke belakangmu!" seru Rei, dan aku berbalik.

__ADS_1


Keris Raja Singa terayunkan ke arahku, aku mengangkat pedangku menahan tebasan cepat itu dan entah bagaimana, aku terlempar jauh.


Aku berguling cepat, sulit menghentikannya, dan akhirnya aku berhenti berguling.


Kapak William terlihat melayang di atasku, dan aku berguling lagi kemudian bangkit dengan cepat, menyiapkan kuda-kudaku.


Andhika kulirik muncul lagi dan menebas berkali-kali dengan cepat, aku menahannya dengan mudah.


Aku menarik napas panjang kemudian melepaskan seluruh aura yang kumiliki dan menarik Black Flame Soul Katana dari jari manisku.


"Maju!" aku menarik seluruh auraku lagi dan Andhika bangkit dengan cepat kemudian melesat ke arahku.


Pedang sebesar itu nyatanya tidak mampu membuat pergerakan Andhika menurun jauh, malahan Andhika menjadikan pedang besar itu sebagai sesuatu yang melatihnya agar lebih kuat lagi.


Jika ia mengangkat pedangku, ia bisa bergerak lebih cepat dibanding saat ia memegang pedangnya sendiri.


Tebasan demi tebasan dilancarkan olehnya, dan semua tebasannya semakin cepat, tapi sekali lagi aku tak bisa melihat celah dimana ia bisa melebihiku.


Aku menghindarinya dengan mudah, dan aku merasakan sesuatu lagi, aku melompat mundur dan kulihat Rei memukul angin.


"Sedikit lagi!" Rei menyeringai ke arahku, "Harusnya kau diam saja disana!"


Aku menyalakan pemanas kedua pedangku, aku menarik napasku panjang, kemudian aku melesat cepat menuju Andhika yang ada paling dekat denganku.


Ia terlihat terkejut, aku mengayunkan kedua pedangku dan melancarkan rentetan tebasan pedang yang... Membuat Andhika terus melangkah mundur.


Aku melesat cepat dan menggores armornya dari pundak kanan ke pundak kirinya, kemudian melesat ke Hunter lainnya dengan kecepatan tinggi.


...


...


...


"Latihan selesai." aku menyarungkan Pedang Api Hitam dan melirik yang lainnya, "Bagus..."


Keris Raja Singa tertancap di atas pasir sementara pemiliknya terlempar jauh, Kapak Pemotong Kepala tergeletak di atas pasir sementara orang yang memilikinya tergeletak dengan mulut terbuka lebar, Hinokami no Ken yang tak diketahui keberadaannya begitu juga dengan pemiliknya, Tombak Penembus Langit yang masih dipeluk oleh pemiliknya, dan Lancer yang masih dipegang erat oleh pemiliknya.


"Hah?" Rei berdiri dengan napas yang terengah-engah, "Kau..."


"Aku tampan." aku tersenyum lebar. (Uwooo!!!)

__ADS_1


Aku duduk di atas pasir kemudian melipat kedua tanganku, "Latihan cukup sampai sini, sekarang rawat perlengkapan kalian."


Yuuki datang dengan pedangnya yang masih ia pegang erat dan tubuh yang kotor, ia mengangkat pedangnya dan bertanya keras, "Maksudmu?!"


"Kalian kuanggap mampu bertahan nanti." Aku mengangkat tangan kananku kemudian menciptakan api, "Kalian benar-benar tidak mampu mengalahkanku, aku tidak menyalahkan kalian juga."


Carroline datang dan ia menancapkan tombaknya, "Maksudmu?"


"Kalian tidak lemah, kalian hanya tidak mampu mengalahkanku." aku memejamkan mataku, sekilas aku teringat dengan perjuangan mereka mencari tahu kelemahanku selama ini, "Ini adalah sesuatu yang tidak seimbang..." Aku berdiri dan membantu semua orang berdiri.


***


"Ice Legion sudah siap tempur." Ice Emperor menghadap Death Emperor.


"Raged Titan dan Destruction Army sudah siap tempur." Dragon Emperor menyeringai lebar.


"Bagus..." Death Emperor melipat kedua tangannya, "Pertempuran semakin dekat..."


Tyrant Emperor mengangkat tangannya dan menciptakan Gate di belakangnya, "Hanya masalah waktu saja sebelum kita bisa menguasai dua dunia..."


"Ya..." Death Emperor berjalan menjauh, "Aku ingin pergi menyendiri..." ia pun menghilang dalam kegelapan.


Setelah Death Emperor menghilang dalam kegelapan, Tyrant Emperor duduk di depan Ice Emperor dan Dragon Emperor kemudian bertanya, "Bagaimana rencana kita menggulingkan Siegfried?"


"Siap dengan sempurna, tinggal menjalankannya." jawab Ice Emperor, "Tentang bagaimana kita menjatuhkannya hanya dengan kita saja, itulah yang harus dipikirkan."


"Masalah itu bisa belakangan, yang harus kita pikirkan sekarang hanyalah membereskan Langit dan kawan-kawannya." Tyrant Emperor tersenyum horor.


"Bagaimana kalau kita meminta bantuan pada Langit?" tanya Dragon Emperor, sebelum lehernya disentuh dengan pedang oleh Tyrant Emperor.


"Jangan bodoh kau, manusia hadir untuk dihabisi, bukan untuk diajak kerjasama." Tyrant Emperor menatap Dragon Emperor tajam.


"Oke..." Dragon Emperor memejamkan matanya.


Di kejauhan...


"Kalian pikir bisa mengelabuiku dengan kesetiaan pura-pura itu? Jangan bodoh..." Death Emperor mengangkat pedangnya yang datang entah darimana, "Kalian hanya kumanfaatkan saja..."


***


Tebak hubungan Death Emperor dengan God of Darkness Benario, dan apa hubungan God of System dengan Langit, Flame Emperor, dan Scarlet Cloak Warrior Zon...

__ADS_1


__ADS_2