
Rei menghentikan motornya dan menatap istana negara di depannya. Aku melihatnya, dan nampaknya matanya sedikit berkaca-kaca, mungkin...
"Sudah lama aku tidak kemari..." Rei berkata secara samar-samar, dan ia melajukan motornya lagi, menembus ramainya ibukota di pagi hari.
Sudah berlalu sekitar dua hari sejak aku, Vina, Rei, dan Dian pergi dari kota 6. Kami pergi diam-diam, saat matahari belum terbit sepenuhnya, agar orang-orang tidak akan menyadari kepergian tukang angkut terbaik di kota 6 itu.
Dan yah, berkat jalan yang sudah pemerintah buat, perjalanan dari kota 6 ke ibukota hanya memerlukan waktu kurang dari seminggu, malahan hanya dua hari saja.
Aku bisa merasakan laju motor Rei yang melambat, yah aku bisa memahaminya kalau Rei sedang bernostalgia dengan suasana yang dulu sering mengelilinginya saat masih menjadi Hunter rank SS...
***
Markas besar TNI seketika gempar oleh kedatangan sang Scarlet Fist yang dirumorkan sudah tewas dua tahun lalu, namun kegemparan itu berlangsung singkat sebelum latihan baris berbaris diadakan dan dipimpin langsung oleh salah satu perwira bernama Antonio Werdio.
Jika kalian berpikir Antonio ini adalah Antonio yang sama dengan salah satu dari sekian banyak Hunter rank S yang dimiliki RedWhite yang bernama Antonio, maka kalian benar seratus persen.
Antonio berhasil lolos dari serangan ke ibukota dua tahun lalu, dan ia mendapat posisi yang lumayan bagus setelah ia memutuskan menetap di militer.
Kami berjalan ke ruang kerjaku di lantai atas, dan suasana terasa sama seperti sebelum aku pergi ke kota 6, penuh kesibukan, dan tentara-tentara yang datang ke markas untuk sekedar minum kopi sambil bergosip santai...
Setelah berjalan beberapa lama, kami akhirnya sampai di depan pintu yang terdapat papan bertuliskan Langit Satria. Yap, itu namaku...
Aku membuka pintu, dan kulihat dua orang sedang duduk di sofa. Satu laki-laki bertubuh besar dengan pakaian militernya yang kekecilan serta lengan yang dilipat sampai siku, dan satu perempuan yang duduk sambil membaca buku.
"Rei Artawan, bahkan setelah kau lari sampai ke kota kelahiranmu, kau tetap ditemukan oleh panglima kita ini..." ujar laki-laki bertubuh besar yang bernama Andhika.
__ADS_1
"Andhika sialan..." Rei mendekati Andhika dan duduk di sebelahnya kemudian meletakkan tas besarnya, "Kau masih belum berubah sejak dua tahun lalu."
"Mau berubah bagaimana? Hari-hari kuhabiskan dengan pekerjaan kantor dan investigasi di lapangan, jadi aku jarang berolahraga seperti dulu..." jawab Andhika.
Rasanya aku bernostalgia dengan situasi yang ada di depanku saat ini...
Lima anak bangsa paling berprestasi di masanya, berkumpul kembali...
"Sudah lama sejak lima petinggi RedWhite berkumpul lagi..." Senja memejamkan matanya sambil tersenyum tipis, "Terasa mengharukan, bukan?"
"Mana ada, acara reuni aku tutup sekarang." aku duduk di sebelah Vina kemudian menunjuk satu tempat kosong di sebelah Senja, "Dian, kau bisa duduk disana..."
Dian mengangguk pelan dan duduk di tempat yang tadi aku tunjukkan. Ia tak banyak bicara sejak berangkat dari kota 6.
Tebakanku, ia merasa canggung duduk di antara pejabat-pejabat seperti kami berlima, namun aku yakin ia akan terbiasa nantinya, apalagi suaminya adalah salah satu orang penting di militer, mungkin ia akan sering-sering berkunjung ke beberapa daerah.
"Tidak, aku terlepas dari dunia sejak dua tahun lalu, namun aku masih sering menonton berita bersama penjual sayur di pasar, jadi aku tahu sedikit perkembangan dunia." jawab Rei, "Tentang konferensi militer internasional, aku mendengarnya, namun alasan dibaliknya aku tidak tahu."
"Alasannya adalah ******* dan rumor tentang militer yang berencana menghancurkan Indonesia." jawabku, "Ini adalah sedikit rahasia..."
Aku menghentakkan kakiku ke lantai kemudian menciptakan medan pelindung, lalu aku melanjutkan, "Alasan aku mencarimu ke kota 6 berhubungan dengan rahasia ini..."
"Indonesia sempat diserang oleh dunia, saat itu sedang tengah malam dan kejadiannya minggu lalu, sebab itulah kabarnya tidak sampai di telinga media."
"Selain itu dunia juga seketika senyap setelah serangan diam-diam itu..."
__ADS_1
"Pertanyaanku, kenapa kau bisa menyadari kedatangan militer negara lain ke Indonesia?" tanya Rei, sebelum sesuatu keluar dari tubuhnya...
"Nampaknya kau belum memahami maksud dari perkataan singkatku beberapa hari lalu..." kulihat Dragon Emperor keluar dari tubuh Rei, "Alasan kenapa aku memilihmu sebagai Wadah adalah untuk membantu Langit, apa kau tidak mendengar bagian itu?"
Oh, karena Dragon Emperor berdiam di tubuh Rei, sebab itulah ia tidak kembali setelah serangan selesai...
"Sayangnya tidak..." Rei meraih botol di depan Andhika kemudian meminumnya, "Lalu, ada lagi?"
"Kekuatan lima ratus lebih Emperor bersemayam di dalam pedangku, dan berkat bantuan insting petarung dalam diriku, aku bisa menyadarinya bahkan sebelum mereka sampai di wilayah udara Indonesia." jawabku, "Sederhananya, aku bukan tentara biasa yang kalian pikirkan."
"Yang namanya Langit kan memang tidak normal-..." Senja berbisik pelan, namun Andhika mendengarnya dan ia langsung menarik telinga Senja.
"Sopan sedikit heh!"
Ruangan terasa ramai oleh adu mulut antara Andhika dan Senja. Dari sini, aku melihat kalau keduanya makin dekat, yah pasti ada yang terjadi selama aku menginap di kota 6...
"Konferensi akan diadakan di Bali, dengan melibatkan banyak tentara untuk menjaganya. Juga, aku mendapat kabar kalau William Vunion kembali ke militer." Andhika berkata setelah ia duduk diam lagi, "Menurut pernyataannya, ia kembali karena Langit Satria kembali ke militer setelah dua tahun menjalani kehidupan normalnya."
"Berarti komando militer Inggris dipegang William lagi ya, menarik juga..." aku mengelus daguku...
"Oh ya, kau belum melanjutkan soal rahasia yang membuatmu memanggilku kembali ke militer." Rei menyipitkan matanya sambil menatapku.
Aku menggaruk kepalaku, "Apa kau tidak memahaminya? Indonesia berada dalam ancaman setelah beberapa negara menganggapku sebagai ancaman dunia. Apalagi setelah aku menghabisi banyak tentara dan dua jenderal bintang lima di dunia, aku sudah dicap sebagai ancaman dunia sepenuhnya."
"Kau tadi hanya menjelaskan kalau Indonesia hanya dalam bahaya, namun tidak menjelaskan lebih rinci..." Rei terdengar menghela napasnya, "Apa karena efek kelamaan tidur, jadi kau tidak biasa rapat lagi?"
__ADS_1
"Diam kau sialan..."