
Aku membuka mataku perlahan, aku merasa sedang tertidur di atas sesuatu yang empuk, seperti kasur...
Dingin sekali...
Mataku terbuka cepat, aku hanya ingin tahu kebenaran dimana aku saat ini!!
Aku melihat sekitar, ruangan yang berukuran yaah cukup besar, tampak seperti kamarku di rumah ayahku di Jakarta dulu, atau mungkin rumahku? Entahlah, selama ini aku tak pernah tinggal di rumah...
Rumah? Dimana rumahku sebenarnya? Apakah di Surabaya? Jakarta? Atau dimana?
Aku selalu tidur di kursi di ruang kerjaku, jadi aku tak pernah keluar dari markas kecuali aku diperlukan di medan tempur...
Kurasa setelah ini selesai, aku akan membeli rumah sebagai tempatku untuk pulang...
"Anda sudah sadar? Komandan Langit?" suara terdengar, dan aku melirik ke sebelahku, seorang laki-laki sedang membaca buku dan tatapannya mengarah ke arahku, "Selamat datang kembali, komandan Langit..."
Aku bangun dengan perlahan, dan aku merasakan tubuhku seperti tak memakai baju, hanya celana panjang saja. Pedangku tersandar di tembok dekat tempat tidurku.
"Sudah berapa lama aku tertidur begini?" tanyaku.
Laki-laki di sebelahku, yang bernama Yuuki tersenyum tipis dan ia menjawab, "Kau sudah tak sadarkan diri sejak dua hari lalu kami temukan di tepi pantai di Jepang, aku tidak akan menyebutkan detailnya karena kau baru sadar dan mungkin kau perlu mencerna situasinya terlebih dahulu."
Dua hari? Selama itukah aku tidak sadarkan diri setelah pertarungan?
"Aku baru saja mengabari teman-teman di Indonesia, dan beberapa Hunter berkata akan hadir ke Indonesia, sebagai upacara penyambutan sang pahlawan kembali ke bumi." ujar Yuuki kemudian kulihat ia menyerahkan sebuah jas yang sudah dilipat rapi kepadaku, "Kenakan pakaianmu, kita akan terbang ke Indonesia."
***
Dari cerita Yuuki di pesawat saat ini, aku tahu kalau pertempuran di bumi sudah selesai seminggu lalu, yang artinya lima hari setelah pertempuran selesai, aku ditemukan di tepi pantai Jepang, dan dua hari kemudian aku sadar.
Hmm, jika itu benar, apakah itu artinya waktu di tiap dunia berbeda-beda lamanya?
Sama seperti saat aku terlempar ke dunia Monster, disana berlangsung lima tahun, tetapi saat aku kembali ke dunia ini, baru berlalu tujuh hari sejak aku hilang.
Aku menyimpulkan, bahwa lama waktu di tiap dunia berbeda, tetapi bagaimana dengan perbedaan waktu di duniaku dan alam surga tempatku mengetahui kebenaran tentang Monarch?
__ADS_1
Apakah mungkin kalau alam surga tidak memiliki waktu? Itu mungkin saja, aku melihat bahwa wajah Xiefan masih terlalu muda untuk menjadi dewa, kuperkirakan ia masih berusia amat muda saat menjadi dewa, begitu juga dengan beberapa dewa lainnya...
Sialan, kepalaku malah pusing sendiri memikirkan itu semua...
"Pak Langit, ayo kita turun..." kudengar Yuuki berkata lagi, dan aku mengangguk.
Aku mengambil pedangku dan berjalan mengikuti Yuuki, keluar dari pesawat.
Di luar pesawat, hawa panas yang khas dari Indonesia, hawa yang pernah menemani latihan panjangku bersama kakekku dulu, serta hawa panas yang selalu kurasakan saat berada di ruang kerjaku, aku merindukannya meski baru beberapa bulan berlalu sejak aku meninggalkan Indonesia...
Cahaya jepretan kamera seketika menyambutkj tepat setelah aku baru turun satu tangga, dan Yuuki langsung berdiri di depanku, menghalangi cahaya kamera di depanku.
"Pak Langit, bagaimana ceritanya anda bisa hilang di Sahara?!"
"Apa anda sudah mengalahkan semua pemimpin musuh??!"
"Bagaimana rencana anda selanjutnya setelah perang dunia ketiga selesai?!"
Berbagai pertanyaan, yang aku sendiri belum pikirkan jawabannya, langsung dilontarkan wartawan...
Ah, aku merindukan medali tujuh bintang milik kakekku, sebelum pak Tom memberikan medali sembilan bintang padaku...
Kerumunan wartawan masih belum hilang, aku melihat beberapa Hunter dengan penampilan yang kukenal datang dan mengatur wartawan, hingga wartawan tertib dan tak ada keributan lagi.
"Pak Langit baru kembali dari pertarungan beratnya, ada baiknya kita tak membebaninya lagi dengan segala pertanyaan!" Hunter bertubuh besar berseru keras, dan wartawan diam.
Yuuki berjalan maju, dan aku mengikutinya dari belakang, saat turun, saat itulah aku bisa melihat jumlah Hunter dan tentara yang menjaga bandara berjumlah amat sedikit...
Ya, sedikit sekali, sehingga wartawan bisa lepas kendali dan para Hunter bersama para tentara tak bisa mengendalikan wartawan...
Masuk akal...
Yuuki bergeser ke sebelahku, dan kulihat William muncul dan ia membungkuk sedikit, "Selamat datang, pahlawan kami..."
"Mari kuantar ke markas RedWhite, banyak yang sudah menunggumu disana." ujarnya, dan ia berjalan duluan kemudian aku mengikutinya.
__ADS_1
***
Markas RedWhite ramai oleh banyak kendaraan, baik itu kendaraan yang biasa dipakai warga sipil, maupun kendaraan militer. Orang-orang juga banyak mengerumuni gerbang masuk.
"Mereka adalah wartawan dari seluruh dunia yang masih tidak menyerah menunggumu kembali dari dunia lain." ujar William.
Kami turun, dan karena keberadaan beberapa Hunter rank SS yang menemaniku, tak ada wartawan yang berniat maju dan nekat mewawancaraiku. Terlebih setelah Yuuki mengatakan bahwa nanti akan diadakan jumpa pers dengan semua Hunter rank SS dan Hunter rank SSS di istana negara, para wartawan secara tiba-tiba tertib dan mudah diatur.
Banyak Hunter yang menghormatiku saat aku menginjakkan kakiku di halaman markas RedWhite, halaman serta rumput yang sudah lama aku tinggalkan, rasanya berbeda dengan rumput di Inggris...
"Kami sudah melakukannya sesuai perintah anda, dan kini, kemenangan ada di tangan kita." Al datang dan ia memberikan sesuatu padaku, seperti kotak kecil, "Ini adalah permintaan anda sebelumnya..."
"Nanti akan kudengarkan..." aku memejamkan mataku, aku setidaknya sudah menebak beberapa hal yang terjadi selama aku melawan para Emperor.
"Kita berbincang di dalam saja." ujar Al dan kami masuk ke markas RedWhite.
***
Ruang pertemuan yang biasanya didatangi oleh petinggi organisasi RedWhite, kini didatangi oleh petinggi Hunter dari seluruh dunia, serta sebuah keistimewaan pak presiden juga hadir bersama kami semua di meja besar ini...
Ada William, Al, Marie, Yuuki, Senja, Vina, Andhika, dan beberapa Hunter rank S...
Wajah mereka terlihat bahagia, tetapi mata nereka terlihat sedikit sendu. Kurang lebih, aku bisa menebak apa saja yang terjadi...
"Nampaknya banyak kawan-kawan kita yang gugur, benar begitu?" tanyaku, dan kulihat Al sebagai pemegang komando tertinggi sementara mengangguk pelan.
"Aku tak bisa menyebut kemenangan kita sebagai kemenangan sempurna, banyak nyawa yang hilang dalam perang ini..." jawabnya, "Termasuk keluargamu dan banyak Hunter rank SS yang gugur..."
Sudah kuduga, ayahku, ibuku, Alteron, dan banyak lagi, wajah mereka tak terlihat disini.
Carroline yang biasanya menyambutku dengan rusuh dan candaannya tak terlihat, tukang pukul RedWhite yang bernama Rei juga tak terlihat, aku jadi yakin kalau mereka semua sudah gugur...
"Ya..."
Tak banyak yang bisa kukatakan saat ini...
__ADS_1