
Benua Kegelapan...
"Yo, Flame Emperor..." Laki-laki dengan pakaian serba putih dan bertubuh kurus datang ke hadapan Flame Emperor, "Bagaimana kabarmu dan Langit?"
"Untuk apa aku menjawabnya?" Flame Emperor berdiri, api di tubuhnya menyala makin besar, "Aku tahu tujuanmu bukan untuk berbasa-basi..."
"Ah, buat apa aku datang kemari dengan damai?" hawa dingin langsung menekan ruangan di tempat keduanya berada, "Kedamaian hanyalah omong kosong sebagai alasan perang."
"Jika kau benar-benar menginginkan kedamaian, maka cobalah untuk menghabisi Divine Legion dengan pasukanmu." Flame Emperor mengepalkan tangannya, "Dan jika datang, usahakan agar tak pernah bersembunyi, itu adalah tindakan pengecut."
Bayangan Ice Emperor bergerak sedikit, dan tak lama, makhluk kurus tinggi berkulit hijau dan bercapit keluar dari bayangan kemudian berdiri di sebelah Ice Emperor, " Insting Emperor memang selalu tepat..."
Flame Emperor meningkatkan kewaspadaannya, ia merasakan kekuatan yang amat dahsyat mengalir di tubuh makhluk kurus itu.
"Flame Emperor memang terkenal akan insting petarungnya yang amat kuat, kau tidak akan bisa menipunya hanya dengan bersembunyi saja, Tyrant Emperor..." Ice Emperor menyeringai lebar.
Makhluk kurus itu adalah Tyrant Emperor, dan keduanya sedang menyerbu markas persembunyian Flame Emperor, kini Flame Soldier dan Ice Legion sedang berbenturan, saling bertarung dan membunuh musuh masing-masing.
"Apa kau ingin menyelesaikannya sekarang?" hawa yang dilepaskan Flame Emperor berubah, dari yang awalnya tenang menjadi hawa yang mencekam, "Atau kau akan bermain-main seperti sebelumnya?"
"Sayangnya tidak..." Ice Emperor mengangkat tangan kanannya dan menciptakan sebuah tombak panjang dari es, "Persiapanku sudah siap, semua yang terjadi sebelumnya hanyalah pemanasan..."
Flame Emperor maju, sementara Ice Emperor dan Tyrant Emperor ikut maju bersamaan, mengacungkan senjata masing-masing ke musuh mereka.
Pertempuran dunia lain telah mencapai puncaknya!
***
Dari yang kulihat, aku masih ada di New Washington, tapi aku sudah terpisah dengan Yuuki. Ya, itulah yang kuperhatikan saat ini...
Situasi di lokasi lain amat parah, bangunan hancur, kebakaran terjadi dimana-mana, dan aku yakin kalau kecil kemungkinannya New Washington akan bertahan untuk kedua kalinya.
Bayangkan saja, dalam waktu kurang dari setahun, bahkan kurang dari enam bulan, New Washington kembali diserang, menandakan bahwa invasi para Monster telah mencapai puncaknya, dan pihak manapun yang berhasil menghabisi pimpinan musuh, pihak itulah yang akan menang.
"Mau pergi kemana, Wadah?" suara dingin terdengar, dan saat aku berbalik, sebuah cakar panjang sudah mengarah ke wajahku, dan aku langsung dengan cepat menghindarinya.
__ADS_1
[Cerigo : Lv. 190]
"Hawa yang mirip seperti Ice Emperor..." Gumamku.
Hawa dingin yang dilepaskannya mirip seperti Ice Emperor dan aku yakin kalau dia adalah salah satu dari bawahan Ice Emperor, mungkin saja...
Setahuku, pasukan Ice Emperor atau yang disebut Ice Legion rata-rata memiliki kulit putih seperti salju, bertelinga runcing, selalu melepaskan hawa dingin yang amat menusuk, dan satu lagi, semuanya amat menyebalkan...
"Apakah Dragon Emperor dan Ice Emperor yang merancang serangan kali ini?" tanyaku dengan tanganku yang sudah menarik pedangku separuh dari sarungnya.
"Anggap saja begitu." Cerigo menaikkan bahunya, dan aku bergerak cepat, pemanas di Pedang Api Hitam sudah menyala.
Cerigo memasang posisinya dan ia mengangkat kedua tangannya, menahan tebasan yang kulancarkan.
Tapi sayangnya, karena ia memilih musuh yang salah, yaitu aku sendiri, kedua tangannya terpotong menjadi dua, dan kedua tangannya yang sudah terpotong menjadi dua jatuh ke atas aspal.
Cerigo tertegun sejenak, aku mengangkat pedangku dan menusukkan pedangku ke dada Cerigo kemudian menembusnya amat dalam.
"Kena..." Cerigo menyeringai lebar, "Sesuai rencana Tuan..." sebelum ia memejamkan matanya.
Oh ayolah, apakah aku ini memang ditakdirkan selalu diculik?
***
Tom berusaha menghindari semua serangan Dragon Emperor, sementara Dragon Emperor bergerak cepat menyerang Tom, hal itu terus terjadi, hingga akhirnya seperempat New Washington hancur oleh keduanya.
Butuh waktu yang lama sebelum Tom mulai dipojokkan dan ia kesulitan menahan semua serangan yang dilancarkan oleh Dragon Emperor.
"Hei, hei, hei! Apa kau melambat?!" Dragon Emperor berseru keras, dan ia mengepalkan tangannya kemudian melancarkan pukulan ke arah Tom.
Tom menyilangkan kedua tangannya dan ia terdorong mundur, menjauh dari Dragon Emperor.
Ia menurunkan kedua tangannya dan ia merasakan kram di kedua tangannya, tidak sampai retak ataupun patah.
"Lihat dirimu sekali lagi, kau sama sekali tak bisa mendaratkan satu serangan pun di tubuhku saat kita sudah sama-sama serius..." Dragon Emperor mengepalkan kedua tangannya dan berjalan maju, "Kalau kau terus begitu, kau yang akan tewas duluan..."
__ADS_1
Tom mengepalkan tangan kirinya lebih erat dan ia mengangkat tangan kanannya kemudian menaikkan jari tengahnya, "Berisik kau..."
Dragon Emperor menyeringai lebar, "Oh, kau sudah berani ya..." Ia membungkuk sedikit dan aura yang ia keluarkan makin dahsyat.
Tubuhnya membesar, ekor naga mulai muncul di belakangnya, rambutnya memanjang, dan kepalanya mulai berubah menjadi seperti kepala naga. Kini wujud Dragon Emperor adalah separuh naga, dan Tom bisa merasakan kekuatannya yang meningkat drastis.
"Kau pikir kau bisa menakutiku hanya dengan jari tengah begitu?" ia mengangkat jari tengahnya dan seketika, tekanan di tempat itu langsung bertambah berat, "Aku juga bisa!"
Tom jatuh berlutut dan ia mempertahankan dirinya agar tidak membungkuk di hadapan Dragon Emperor yang sedang menekannya, ia benar-benar kesulitan kali ini.
Bahkan pertarungannya satu lawan tiga Emperor sebelumnya hanya terasa biasa saja jika dibandingkan dengan situasi kali ini.
"Inikah... Kekuatan sejati raja para naga dan raksasa...?" Tom menggigit bibirnya, ia merasa kesulitan hanya untuk berdiri saja.
"Mr. Tom! Apa yang kau lakukan?! Kau harus bangkit!" suara seseorang terdengar dari kejauhan, "Bangkit!"
"William?"
"Mr. Tom! Kami akan membantumu!" satu suara lagi terdengar, sebelum suara tembakan terdengar secara beruntun.
Tom menatap ke Dragon Emperor, dan ia melihat Dragon Emperor yang baru saja terkena satu tembakan di kepalanya, dan ia terhuyung-huyung. Tekanan di tempat itu langsung kembali normal, dan Tom berdiri tegak dengan cepat.
Ia menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan sebelum ia maju dan melancarkan Big Bang Combination yang mendarat telak di tubuh Dragon Emperor.
Dragon Emperor terdorong mundur, ia masih belum mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah secara mendadak ini.
Tom memanfaatkan kesempatan ini, ia melancarkan hujan pukulan ke tubuh Dragon Emperor, amat banyak pukulannya yang mendarat di tubuh makhluk separuh naga itu.
"Fatal Blow!" Tom mengalirkan Energi Gaibnya dan melancarkan satu pukulan berkekuatan penuhnya, melempar Dragon Emperor hingga ia jatuh dan berguling di atas aspal.
Tom mengatur napasnya dan ia meregangkan jari-jarinya, ia merasakan jari-jarinya seperti mati rasa setelah melancarkan hujan pukulan dan mengerahkan Big Bang Combination secara beruntun.
Menurut sistem yang ia miliki, Big Bang Combination adalah skill yang mematikan, tetapi harga yang harus dibayarkan saat memakai skill ini adalah Energi Gaib yang terkuras amat banyak serta satu lagi, Energi Kehidupannya juga dikuras...
"Ahahaha, ternyata lumayan kuat..." suara tawa lantang terdengar, dan wajah Tom langsung memburuk.
__ADS_1
"Dia... Masih bertahan?"