Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
87. Lima tahun berlalu


__ADS_3

[Level up!]


"Status."


[Nama: Langit Satria


Level: 35


Usia: 12 tahun


Jenis kelamin: Laki-laki


Pekerjaan: Flame Emperor


Title: Pejuang Sejati, 4+


HP: 1025/1025


STR: 200 (+5)


INT: 60


VIT: 52


DEX: 51


DEF: 55


LUCK: 20


Stamina: 195/195


Bonus poin: 1


Skill pasif: (Raja Api: Lv. 5) (Pria Api Kejam: Lv. 2)


Skill aktif: (Sprint: Lv. max) (Pedang Api: Lv. max) (Pukulan Kehancuran: Lv. 2) (Darah Burung Api: Lv. 3) (Semburan Api: Lv. 1) (Seruan amarah: Lv. 1) (Tarian Kaisar Api: Lv. 5) (Lv. 50)


Equip: White Shirt (B) Black Scale Coat (S) Black Long Pants (B) Pedang Naga Iblis (S) Pedang Api Hitam (SSSR+) Cakar Ayam Api (SS)]


Aku menghela napasku sambil menatap tumpukan mayat Monster di hadapanku, "Huf, akhirnya selesai..."


Aku menyarungkan Pedang Api Hitam ke pinggangku dan berbalik, "Setidaknya desa sudah aman..."

__ADS_1


Aku bisa mengatakan, penduduk desa merasakan kedamaian sejak lima tahun lalu, sejak Raid Islandia yang menelan satu korban Hunter rank SS, serta membuat lima Hunter rank SS yang mengikuti Raid itu mengundurkan diri dari dunia Hunter.


Ya, sudah lima tahun berlalu sejak Raid Islandia, dan aku merasakan tubuhku semakin bertambah kuat seiring tahun dan usiaku bertambah.


Tetapi, seperti yang dikatakan oleh kakekku, ketika aku bertarung melawan Monster, beliau akan terbaring di atas tempat tidur, tak berdaya melawan racun dalam tubuhnya.


"Langit, kau pasti kelelahan, bagaimana kalau kau mampir ke rumahku?" wanita paruh baya mendekatiku dan berkata.


Aku mengenalinya, ia adalah bibi Sri, wanita paruh baya yang selalu mengurusku ketika kakekku pergi ke Amerika Serikat.


Dalam lima tahun ini, aku sering berkunjung ke rumahnya, kadang mampir untuk berbincang atau bermain dengan anaknya yang berusia sama denganku.


Tetapi, meskipun seusia denganku, ia tak mau menganggapku seusia dengannya, ia lebih sering memanggilku kak dibandingkan Langit. Aneh saja aku mendengarnya...


Bibi Sri mengatakan, tubuhku sudah berbeda dari anak-anak pada usia yang sama denganku, jadi mereka mungkin agak sedikit ketakutan melihatku.


Sebagai catatan, tinggiku diperkirakan adalah seratus lima puluh sentimeter dengan berat sekitar empat puluh lima kilogram. Lebih dari umumnya, kan? Overpower deh kata kakekku dulu...


Selain itu, lenganku juga berotot, tak terlalu besar seperti milik Tom, Vigo, ataupun Frans, tetapi hanya sekedar kekar berisi saja.


"Baik bi, aku akan berkunjung..." jawabku, "Tentunya setelah aku menarik napas sedikit..."


***


Seperti biasa, rumah ini selalu sepi ketika aku kembali dari kegiatan berburuku.


Yah, seperti yang kukatakan sebelumnya, ketika aku maju bertarung melawan Monster, hal sebaliknya terjadi pada kakekku, beliau terbaring di atas tempat tidur tak berdaya melawan racun dalam tubuhnya.


"Kondisi kakekmu terasa makin lemah dari hari ke hari sejak ia jatuh di dapur setahun lalu." Zon berkata ketika aku berjalan ke kamar kakekku, "Masa hidupnya akan semakin berkurang jika ia terus memaksakan dirinya untuk berjalan."


Zon pernah memperkirakan, racun dalam tubuh kakekku itu menggerogoti tubuh kakekku, melemahkan semua komponen penyusun tubuh kakekku, mulai dari melunakkan tulangnya, mempersempit pembuluh darahnya, melemahkan penglihatannya, melambatkan kinerja jantungnya, mengerutkan semua otot dalam tubuhnya, melemahkan aktivitas paru-parunya, bahkan mulai menurunkan kemampuan berpikirnya, membuatku khawatir kalau-kalau kakekku akan melupakan cucunya.


Dan semua perkiraan itu benar ketika dokter dari RedWhite yang dibawa ke rumah mengatakan hal yang sama dengan yang diperkirakan oleh Zon.


"Tak ada yang berhasil lolos dari racun itu, yang bahkan turut menghabisi nyawa mantan Hunter rank SS terkuat di masanya, yaitu Yao Zhong." ujar dokter itu.


Omong-omong, semua Hunter yang disebutkan pensiun lima tahun lalu, kini sudah mulai pergi meninggalkan dunia, alias meninggal dunia.


Yao Zhong meninggal tiga tahun lalu, disusul enam bulan kemudian Yun Xing, lalu setahun kemudian Vigo Andreas meninggal, dan kini Oga Haruno masih berjuang melawan racunnya di atas tempat tidurnya. Bintang Langit? Seperti yang kalian ketahui, beliau masih berjuang melawan racunnya.


Dengan meninggalnya mereka bertiga membuat jajaran Hunter rank SS yang sebelumnya berjumlah dua belas orang, tersisa sembilan orang, dikurang lagi dua menjadi tujuh orang.


Jelas pengurangan itu membuat kekuatan garis depan berkurang jauh, tetapi kabar setahun lalu membuat dunia kembali bernapas lega.

__ADS_1


Yuuki Ken dari EasternDragon dan Yen Jiu dari BraveWarrior dipromosikan bersamaan menjadi Hunter rank SS karena prestasi baru mereka.


Yuuki Ken berhasil memimpin pasukan EasternDragon melawan ratusan Monster yang menyerang pulau Honshu dari laut dan udara dengan baik, serta berhasil menghabisi pemimpin pasukan Monster itu bersama seorang Hunter rank S lainnya dari EasternDragon.


Yen Jiu berhasil menghalangi para Monster yang berniat masuk lewat pelabuhan Shanghai dan membuat pendapata tentangnya dianggap sebagai sosok terkuat di China, menggantikan Yao Zhong


Dengan dipromosikannya dua Hunter itu membuat dunia kembali bernapas lega.


Meskipun dunia bernapas lega, tetapi entah kenapa aku merasakan hal buruk akan terjadi dalam waktu dekat, tidak tahu itu apa...


Aku berhenti di depan kamar kakekku yang tertutup sedikit, dan aku masuk sambil berkata pelan, "Permisi..."


Aku membuka pintu dan melihat kakekku yang sedang duduk sambil menatap ke arah dinding kamarnya yang tertempel satu foto besar, yang sepertinya adalah foto dirinya bersama teman-temannya.


"Kapan aku bisa seperti itu lagi?" gumam kakekku pelan, dan aku bisa mendengarnya.


"Kakek pasti diminta berhenti jika sampai menerima masalah sebesar ini." ujarku sambil berjalan mendekat dan melepaskan jas hitam yang kupakai.


Omong-omong, jas hitam yang kupakai ini adalah jas hitam yang biasa kakekku pakai, dan karena beliau sudah tak bisa bertarung lagi, jadi beliau mewariskan jas itu padaku, bersama Pedang Api Hitam. Bisa dikatakan, aku adalah pewaris selanjutnya Pedang Api Hitam setelah kakekku.


"Tidak..." kakekku menggelengkan kepalanya, "Kakek hanya mengalami sakit, bukan tak bisa bertarung."


Aku tahu itu, tetapi kondisinya tak memungkinkan lagi untuk bertarung, bahkan kakekku tidak akan bisa mengayunkan pedangnya lagi sekali saja.


"Langit, kakek sudah merasa hidup kakek sudah tak lama lagi, jadi kakek akan mengatakan sesuatu padamu..."


Catatan kecil:


Ehem, ane mau koreksi dikit tentang statusnya si Langit...


Jadii, setelah poin VIT mencapai 50 poin, akan menerima peningkatan 50 poin HP serta tambahan 10 poin Stamina tiap naik level.


DEF tidak mempengaruhi status manapun.


DEX tidak mempengaruhi status manapun meskipun telah mencapai 50 poin, tetapi mengurangi konsumsi Stamina pada skill Sprint, dari yang awalnya 5 Stamina menjadi 1 Stamina per detik. Biar lincah maksudnya...


STR akan meningkatkan Crit rate sebesar 5% tiap naik level, dan meningkatkan damage dari efek Burn.


Masih belum ada perubahan selain yang disebutkan di atas yheea...


Kayanya yhaa, update bakal terlambat lagi, tugas numpuk ey, masa seminggu ada 3 kali tugas presentasi, asem asem, jadi dikit waktu ane buat ngetik yoo.


Maklumi aja deh, tapi jadwal tetep setiap hari kok, cuman jam aja yang berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2