Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
68. Istirahat


__ADS_3

"Bantu aku membawa Oga segera ke ruang perawatan!" Seru Yao sambil mendarat dengan Oga yang ia gendong di punggungnya di ruang belakang pesawat, "Segera!"


Beberapa Hunter mendekat dan mempersiapkan tandu lipat, setelah selesai, Yao menurunkan Oga dan meletakkannya di atas tandu.


"Perkiraanku, ia mengalami beberapa patah tulang di tubuhnya akibat bertarung terlalu keras." ujar Yao, "Hanya perkiraan, kalian segera periksakan dia! Jika hasilnya sudah keluar, beritahukan aku!"


Dua Hunter memberi hormatnya dan bergerak membawa tubuh Oga menjauh dari sana.


Setelah yakin Oga dibawa ke ruang perawatan, Yao berbalik dan menatap kota kecil yang tadi menjadi tempat pertarungan Oga dan ia melawan dua Monster rank SS.


"Tak kuduga kalau rank SS akan hadir di gelombang kedua, padahal aku tak mengiranya sebelumnya..." Yao mengelus dagunya.


[Kau mengalami Starving! Staminamu akan menurun!]


"Hmm? Aku baru tahu kalau ada efek debuff yang namanya Starving..." Yao menghela napasnya, "Apa-apaan itu?"


"Pak, saya yakin kalau anda pasti lapar, makan ini dulu..." satu Hunter pria datang sambil membawa satu bungkus makanan dan memberikannya pada Yao, "Sambil mengganjal lapar selagi makanan dimasak, silahkan dimakan dulu..."


Yao mengangguk dan menerima bungkusan itu, yang di dalamnya berisi biskuit gandum dicampur buah-buahan kering, yang berfungsi untuk mengganjal lapar di dalam peperangan.


"Bagaimana? Apa Yen ada berkata sesuatu?" Tanya Yao setelah ia menelan satu gigitannya.


"Tidak ada, beliau tak keluar dari ruang kendali sejak anda melompat dari Niao Ziyao tanpa perlengkapan terjun payung..." Hunter itu tersenyum tipis saat mengingat ketika Yao melompat dari Niao Ziyao begitu mereka telah mendekati posisi Oga dan pasukannya.


"Begitu ya? Baiklah..." Yao menelan habis biskuitnya tanpa basa-basi dan berjalan menjauh, "Panggil semua Hunter yang ada di kota dan suruh mereka beristirahat, aku yakin Tom pasti memerintahkan agar kita semua beristirahat."


"Baik pak!"


***


Yao membuka pintu dan melihat Oga yang diperban di beberapa bagian tubuhnya.


"Yo..." Yao mengangkat tangannya sambil mendekat, "Bagaimana?" Tanyanya pada Hunter yang berdiri di sebelah Oga.


"Saya memeriksa tubuh ketua Oga dengan X-Ray, hasilnya cukup menyedihkan..." Ia mengangkat telunjuknya.


"Empat tulang rusuk patah, tulang pipi kiri retak, tulang belikat kiri retak, tulang lengan kanan geser sedikit, tulang hasta dan tulang pengumpil kanan retak, beberapa tulang jari tangan kanan retak, dan tulang paha kedua kakinya geser."

__ADS_1


Yao diam mendengarnya, ia mendekat lagi dan menepuk pundak Oga, "Apa yang kau lakukan pada tubuhmu?!"


Oga meringis dan menjawab, "Tak ada, aku hanya membela umat manusia..."


"Cih, jangan jadikan kebebasan umat manusia sebagai alasan kau menyiksa dirimu sendiri!" Yao mengangkat rahang Oga, karena ia tahu kalau ia menampar Oga maka tulang rahang kakek tua itu akan hancur seketika, "Apa kau dengar?!"


Oga meringis, "Maaf..."


Yao menarik tangannya dari rahang Oga dan berkata, "Kau harus beristirahat dahulu, hingga Raid selesai, kau harus diam disini."


"Pak Yao, saya menyarankan agar ketua Oga dibawa ke New Washington untuk dirawat lebih lanjut, mengingat sekarang adalah situasi perang, dan kita berada di dalam Niao Ziyao yang rentan terhadap kehancuran, jadi saya kira membawa beliau ke New Washington adalah keputusan yang benar." Hunter yang merawat Oga berkata, "Bagaimana?"


"Itu benar sih..." Yao mengangguk, "Disana setidaknya ada puluhan Hunter rank S dari berbagai organisasi Hunter, dan mereka kurasa bisa menjaga Oga."


"Tapi dengan apa kita membawanya ke New Washington?" Yao teringat sesuatu, "Niao Ziyao tidak menyimpan satu pesawat kecil..."


Hunter itu terdiam dan ia menggaruk kepalanya, "Iya juga sih..."


"Kalau memang begitu, biarkan saja aku diam disini..." ujar Oga dan ia tersenyum tipis, "Maaf jika jadi beban..."


Hunter yang merawat Oga pamit dan ia keluar dari ruangan, meninggalkan Yao bersama Oga di ruangan itu.


Yao diam dan ia mengangguk, "Ya..."


***


C-140 Hercules...


"Fyuh..." Tom menyeka keringat yang mengucur dari dahinya, "Untung saja Oga selamat..."


Yuuki memasang wajah kesal sejak ia menerima kabar gurunya menghadapi dua Monster rank SS seorang diri, dan setelah lima belas menit sejak kabar itu datang, ia menerima kabar terbaru tentang kondisi Oga.


"Sungguh memprihatinkan kondisi ketua..." ujar Yuuki, "Apakah tidak ada yang membantunya?"


"Untuk saat ini, luka seperti yang dialami oleh Oga adalah hal biasa, jadi kau tak perlu memikirkannya lagi..." Vigo melirik Yuuki, "Dalam perang, luka dan kematian adalah hal biasa-..."


"Biarpun begitu, apakah kalian tidak memberikan simpati pada ketua yang sudah mempertaruhkan nyawanya di belahan bumi lain?! Sampai beliau mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya?!" Yuuki berteriak keras.

__ADS_1


"Artinya kau masih belum memahami dunia Hunter itu seperti apa..." Bintang maju dan menggenggam pundak Yuuki keras, "Jika kau tak bersedia melihat ini lebih jauh, maka mundur saja dari posisi wakil ketua organisasi Hunter EasternDragon dan pergi dari sini."


Ucapan Bintang yang cukup dingin itu membuat Yuuki tertegun, dan ia menunduk dan berkata pelan, "Maafkan aku..."


Joko yang berdiri di dekat pintu hanya menghela napasnya dan memilih keluar dari ruangan itu.


"Aku rasa, telah terjadi sesuatu di ruang pertemuan, begitu?" Alex muncul dan melipat tangannya, "Apakah aku salah?"


Joko mengangguk, "Ya, Yuuki si Hunter rank S muda itu marah karena sikap Tom dan Vigo yang terdengar seperti luka yang dialami oleh ketua Oga adalah hal biasa dalam sehari-hari mereka."


"Tapi, jika apa yang dikatakan oleh Vigo adalah hal yang benar, seharusnya ia mengatakannya dengan lebih normal lagi..." Alex berbalik dan berjalan menjauh, "Yuuki pasti tak memahami maksud dari kata-kata Vigo karena ia masih mengutamakan perasaannya dibandingkan kenyataan."


Joko berjalan mengikuti Alex dan bertanya, "Apa kau sudah makan?"


"Ah, Hunter perempuan di pesawat ini memasak sesuatu, seperti daging berisi bumbu berwarna merah kental, aku tidak tahu itu apa, tetapi rasa rempahnya amat kuat hingga aku tak bisa melupakan cita rasa dari bumbu itu..." mata Alex terlihat berbinar-binar saat mengatakan itu, "Mau mencobanya?"


Joko mengangguk, "Ya, aku mulai merasa perutku berteriak minta diisi makanan." keduanya kemudian berjalan menjauhi ruang pertemuan


***


Mesir, Piramida Giza...


"Pasukan, mundur!"


Meskipun perintah itu bergema di saluran radio yang menghubungkan lima wilayah dalam satu saluran dan semua pasukan mulai mundur, hanya ada satu pasukan yang belum mundur.


"Cih, meskipun ketua Tom berkata begitu, kita tak bisa mundur!" John Person berseru, "Pasukan, tahan sedikit lagi!"


Di wilayah dekat Piramida Giza, ratusan Monster mendesak pasukan PeaceMaker yang dipimpin oleh John Person mundur ke kota terdekat yang menjadi markas sementara mereka.


"Tahan lagi!"


Ribuan tembakan mengudara dan semuanya tepat mengenai sasaran, tetapi tak ada yang mempan.


"Arrggghh! Semua peluru kita tak mempan!"


John mengepalkan tangannya, "Seandainya High Mount masih bisa digunakan, maka kita bisa melancarkan Strategic Missile ke ratusan Monster rank S itu!"

__ADS_1


Kekacauan masih berlangsung di wilayah lain tanpa diketahui oleh Tom dan yang lainnya...


__ADS_2