
Ya, Alex kembali memulai aksinya menegakkan keadilan bagi seluruh penduduk Amerika yang menderita akibat butanya para pejabat akan keamanan yang diberikan oleh Hunter dan militer...
Tapi Tom menyadari kalau bukan itu maksud asli Alex, ia hanya menginginkan belatinya kembali menyayat leher manusia, jadi Tom menahan Alex dan memerintahkannya untuk pergi ke daerah pedalaman.
Alex tentunya tak terima niat baiknya dihalangi, tapi Tom mengancam akan memasukkan Alex ke penjara kalau tak menurut, dan Alex terpaksa menuruti perintah Tom.
Tom mengira kalau Alex akan kabur dari tugas, tapi ia mendengar dari bawahannya, kalau di Amazon, Alex berhasil menemukan satu gate putih dan menyelesaikannya seorang diri.
Tom tak berhenti hanya sampai sana, ia mengijinkan Alex melakukan apa yang ia inginkan, selama tak ketahuan oleh pemerintah Amerika.
Yah, Alex senang tak terkira dan ia langsung berburu informasi, diselingi oleh berbagai tugas mengintai super berbahaya di berbagai wilayah di Amerika, bahkan ia pernah ditugaskan ke Hawaii, pulau tempat Raid mengerikan yang menewaskan satu Hunter rank SS dari IronBlast.
Pada usia dua puluh lima tahun, Alex menyelesaikan misinya di Australia saat ia dipanggil kembali ke New Washington dan diminta langsung menghadap Tom.
Kabar yang pertama diterima Alex adalah promosinya menjadi Hunter rank SS, dan Alex mengetahui, kalau akses informasi akan semakin mudah didapatkan dengan posisi Hunter rank SS, jadi ia menerimanya.
Dengan Alex menjadi Hunter rank SS, maka StarSam menjadi organisasi Hunter terkuat di dunia, memiliki lima Hunter rank SS sekaligus.
Tapi, beban Hunter rank SS terlalu berat, ia semakin sering ditugaskan ke berbagai wilayah berbahaya, dan insting bertahan hidupnya terus diasah, hingga ia mampu menyadari adanya bahaya beberapa detik sebelum bahaya itu terjadi.
Berbagai kemampuan bertahan hidup ia pelajari, tetapi entah kenapa, ia mulai muak dengan perintah-perintah Tom yang dirasanya membebankan dirinya.
Kesal, Alex menghadap Tom ketika berusia dua puluh sembilan tahun dan meminta pindah ke IronBlast, organisasi Hunter paling dekat yang diketahui olehnya.
Yah, Tom sih mengiyakan saja karena memang IronBlast masih mengalami krisis karena kehilangan Hunter rank SS mereka, dan Alex dikirim ke Inggris.
Di Inggris, ia bertemu dengan William, dan ia melihat kekuatan dahsyat yang dimiliki William, dan Alex berjanji pada pria itu akan melindungi Eropa sebagaimana ia melindungi Amerika di balik layar.
Hari-hari ia jalani di IronBlast, hingga akhirnya, di usia tiga puluh tahun, ia melihat seorang wanita cantik, yang tak terlihat seperti Hunter, berdiri di hadapan William dengan senyumannya yang dipaksakannya.
__ADS_1
Baru pertama melihatnya, Alex merasa senang, entah apa sebabnya, ia senang melihat wanita itu tersenyum, meskipun dipaksakan.
Belakangan, ia mengetahui nama wanita itu. Ia bernama Esterosa de Esquede, keponakan Hunter rank SS yang gugur di kepulauan Hawaii yang bernama Antonius de Esquede.
Esquede adalah keluarga militer, itu diakui langsung oleh William saat ditanyai oleh Alex, dan kekuatan para Hunter yang berasal dari keluarga Esquede amat hebat, dan setidaknya seperempat dari anggota IronBlast adalah anggota keluarga Esquede, entah itu keluarga cabang ataupun keluarga utama.
Bertahun-tahun Alex lalui dengan berkeliling Eropa, dan ia terus mendengar kabar kemenangan Esterosa melawan para Monster, membuat Alex semakin kagum padanya.
Dan makin lama, Alex bingung, apakah ia hanya sekedar kagum pada Esterosa atau menyukainya dari sisi yang lain?
***
"Joko, apa arti cinta bagimu?" tanya Alex ketika keduanya berdiri di atas atap sebuah bangunan, "Apakah sekedar menyukai seseorang dan berjanji melindunginya segenap jiwa dan raga?"
"Bagiku, cinta tak serumit itu..." Joko menatap ke langit, "Tapi, ada baiknya kita tak membicarakan itu, sudah berlalu dua jam sejak perintah Tom diturunkan, dan tak ada satupun manusia yang menemukan kita! Pikirkan tentang keselamatan kita dulu!"
Joko berdiri dan ia menunjuk ke sebuah arah, "Tadi kita datang dari sana, artinya itu adalah barat..."
"Jangan berlagak seolah kau tahu aku melebihi ayah dan teman-temanku." Joko melipat tangannya, "Ingat itu..."
Dan keduanya kembali senyap...
Sudah dua jam sejak gelombang pertama muncul, dan gelombang kedua seharusnya muncul dua jam setelah gelombang pertama, tapi keduanya tak melihat satu Monster pun yang lewat di depan mereka.
Menyadari kalau berjalan-jalan di atas tanah tidak akan membuat mereka dilihat oleh Hunter lainnya yang bergerak di udara, keduanya memilih berdiri di atas atap sambil mengedarkan pandangan mereka, melihat ke langit berharap ada bantuan datang.
"Dua jam kurasa, atau mungkin lebih..." Alex mengangkat jam tangannya, "Apakah pasukan Tom benar-benar sudah sampai disini?"
"Seharusnya iya..." Joko kembali duduk, "Amunisi peluru kita sudah habis, sulit bertahan jika hanya mengandalkan belati yang mulai kekurangan gasnya."
__ADS_1
"Apa kita kembali ke barat saja? Ke tempat kita meninggalkan New Starprize?" Alex berdiri, "Bagaimana?"
"Boleh saja, tapi kita harus mencari persenjataan lainnya sebagai cadangan jika seandainya belati kita kehabisan gasnya..." Joko mengangguk.
"Apa kau lupa logam Flaming itu apa? Penghantar panas terbaik, jadi kita cukup membawanya di luar sarungnya, dan mungkin panas matahari akan mengalir di bilahnya, sambil memberikan panas kecil, itu kurasa cukup untuk bertahan." ujar Alex sambil menarik belatinya, dan ia teringat sesuatu.
"Apakah Dragon Fang Dagger bisa melakukannya?" tanya Joko, "Ini belati terbuat dari taring naga, memang taring bisa menerima panas?"
Iya juga njir, kok ane lupa?
Alex menggaruk kepalanya dan ia menghela napasnya, "Ya sudah, ikuti saja aku-..."
"Itu mereka! Semua, cepat bergerak!"
Suara teriakan terdengar dan langsung saja keduanya menoleh, dan melihat pasukan kecil bergerak mendekati mereka.
***
"Tak kukira kalau kau akan melawan perintahku." Tom melipat tangannya di hadapan layar besar yang menampilkan wajah Alex dan Joko, "Apa itu sikap yang pantas ditunjukkan oleh Hunter rank SS Black Shadow?"
"Bertahun-tahun aku bertarung di bawah perintahmu, tak pernah sedikitpun aku berniat patuh, kalau niat baru patuh, kalau tidak niat ya aku kabur." Alex menaikkan bahunya, "Jadi, aku ingin melaporkan, aku dan Joko berhasil menyapu separuh gelombang pertama, dan kami meminta istirahat."
Tom menaikkan telunjuknya, "Boleh, tapi secepatnya, kita tak bisa menunggu lama."
"Baiklah, baiklah..." Alex mengangguk, "Aku tutup." setelah itu panggilan ditutup.
Bintang yang berdiri di sebelah Tom tersenyum tipis, "Tak kusangka Joko akan seberani itu maju untuk menyapu separuh gelombang pertama bersama Alex."
"Kalau Hunter dibawah rank S dan rank SS, aku meragukan kebenarannya, kalau keduanya, kurasa itu benar..." ujar Vigo, "Keduanya terlihat lebih kuat dari saat di ruang pertemuan..."
__ADS_1
Frans tersenyum lebar, "Ya, akhirnya Joko mulai berjuang melupakan kejadian yang merenggut nyawa keluarganya..."