
Vigo adalah idola banyak Hunter, termasuk adiknya sendiri. Adiknya yang bernama Frans mengidolakan kakaknya sendiri, karena baginya, Vigo adalah sosok Hunter yang amat hebat, kuat, baik, dan bijaksana sebagai ketua organisasi Hunter yang melindungi seluruh Asia tenggara yaitu RedWhite.
Keduanya sering bertarung bersama, hingga dikenal sebagai Duo Naga karena senjata mereka yang bercorak naga. Keduanya dianggap seimbang satu sama lain, melengkapi satu sama lain, hingga mampu melawan Bintang yang merupakan Hunter rank S terkuat di masanya.
Semenjak Vigo menjadi Hunter rank SS dan dilantik sebagai ketua organisasi RedWhite, Frans semakin mengagumi kakaknya, apalagi setelah menjadi ketua organisasi RedWhite, Vigo semakin sering bertarung sendirian dan memperlihatkan kemampuan mengayunkan pedang besarnya yang mengerikan itu ke dunia.
Semakin lama pula, Vigo semakin kuat, dan jika keduanya bertarung bersama, maka Frans hanya menjadi beban bagi Vigo.
Satu nasehat dari kakaknya yang selalu Frans ingat adalah, "Tak selamanya kau lebih lemah dariku dan berdiri di belakangku, suatu hari nanti kau harus bisa berdiri di sebelahku, bahkan kau harus bisa berdiri di depanku dan menjadi Hunter yang lebih baik dariku."
Dan kini, setelah Vigo memutuskan pensiun dan melepas Pedang Naga Kehancuran andalannya, Frans yang sebelumnya memegang jabatan wakil ketua RedWhite mengambil jabatan yang ditinggalkan kakaknya dan berdiri di barisan depan.
Banyak yang awalnya meragukan kemampuan Frans, tetapi dalam berbagai pertempuran, Frans banyak menunjukkan kemampuan memimpin yang baik, bahkan kemampuan bertarungnya juga dianggap hebat.
Meskipun orang-orang menganggap bahwa Frans setara dengan Vigo, Frans tak menganggapnya begitu. Ia masih lebih lemah dari kakaknya.
Apa yang membuat Frans bisa menjadi Hunter rank SS hanya karena ia berhasil mengatasi Gate hitam seorang diri, itupun saat ia kembali ke Jakarta, tubuhnya dipenuhi luka.
Tetapi Frans memiliki satu hal yang tidak banyak orang memilikinya, yaitu rasa bertanggung jawab atas apa yang ia miliki dan terima.
Ia mempertanggung jawabkan peringkat Hunter rank SS yang ia miliki dan berlatih keras, hingga ia mampu melawan semua Hunter rank S yang bersiaga di markas dengan mudah.
Sejak itu, ia diakui banyak orang, dan tak lama, seorang Hunter muda bernama Langit datang ke markas dan mengatakan bahwa ia akan menjadi Hunter rank SSS terkuat di seluruh dunia.
__ADS_1
Frans tersenyum melihatnya dan menganggap Langit sebagai saingannya.
Insiden di Kanada yang membuat Langit hilang membuatnya terkejut dan bingung, bagaimana ia akan mempertanggung jawabkan sebagai ketua dari organisasi asal Langit.
Melihat Langit yang bertarung gagah berani di Kanada bersama Hunter rank SS lainnya membuat Frans semakin terpacu semangatnya untuk menjadi yang terbaik di RedWhite.
"Aku akan melindungi RedWhite dan Indonesia dengan seluruh jiwa serta ragaku, dan menunjukkan pada kakak, ayah, dan ibu bahwa aku juga mampu menjadi seperti mereka, seperti leluhur George..."
Frans meraih jasnya kemudian berjalan keluar dari ruangannya, pergi menghadapi pertarungannya.
***
"Seharusnya kalian mengingatnya!" Vina berteriak keras sambil mengangkat senapannya ke punggungnya, "Langit pernah berkata bahwa para Emperor akan muncul! Dan kali ini benar-benar terjadi! Langit benar-benar mampu melihat masa depan!"
"Aku ingat, tapi apa yang membuatnya berpikir begitu?" Andhika mendengus, "Dan juga kau harus mengendalikan dirimu! Kita kini berada di markas, bukan di tempat lain dimana orang-orang tidak tahu tentang rahasia Langit!"
"Abaikan itu, yang sekarang adalah bagaimana kita menghadapi musuh yang menurut kak Budi hanya berjumlah satu Monster saja itu..." Rei berkata, kedua tangannya sudah terkepal erat.
Mereka berempat keluar dari gedung dan melihat mayat-mayat bergelimpangan di halaman markas RedWhite, serta satu makhluk yang berdiri dengan seringai lebar sambil melirik mereka. Kedua tangannya dilumuri sesuatu berwarna merah yang menetes terus, seperti ia baru saja selesai membunuh dengan kedua tangannya...
Pedang Andhika menyala terang, sementara Rei mengangkat kedua tangannya yang sudah memakai sarung tangan besi yang telah menyala, sementara Vina dan Senja bergerak menjauh, mengambil jarak sejauh-jauhnya.
Vina bertugas sebagai Sniper yang menyerang dari jauh, sementara Senja menjaganya dari serangan musuh.
__ADS_1
Rei melirik Andhika dan Andhika mengangkat pedangnya, "Kita akan menahannya sampai ketua datang."
"Oke."
Keduanya bergerak maju dengan cepat, sementara suara tembakan terdengar tiga kali, dan makhluk itu bergerak cepat melompat-lompat, terlihat seperti menghindari tembakan.
Andhika menyiapkan tebasannya dan ia langsung mengayunkan pedang meliuk-liuknya dengan cepat, sementara Rei bergerak cepat memendekkan jarak dengan makhluk itu.
Makhluk itu mengangkat tangannya dan menahan tebasan Andhika, sementara Rei menyelinap di bawah pedang Andhika dan dengan kecepatan yang sulit dilihat mata manusia biasa, ia melancarkan pukulan dengan kekuatan penuhnya.
Andhika melompat mundur kemudian menusukkan pedangnya ke depan, sementara Rei menjauh sambil menarik napasnya.
Dari jauh, Senja bisa melihat bekas pukulan di perut makhluk itu dan harus Senja akui, seandainya ia berada di posisi makhluk itu, mungkin ia akan tewas hanya dalam satu kali pukulan saja.
Dalam latihannya, Rei akan memukul samsak berkali-kali, hingga Andhika mengatakan bahwa Rei pernah meninju samsak hingga terlepas dari tempatnya hanya dalam lima kali pukulan saja.
Kekuatan Rei setidaknya sudah meningkat jauh setelah kekalahannya melawan Langit beberapa bulan lalu, dan ia mungkin kini yakin bisa menahan makhluk yang Senja rasakan melebihi kekuatan Langit.
Ujung pedang Andhika mendarat di dada makhluk itu, ia menekannya terus hingga tembus ke punggungnya, kemudian suara tembakan terdengar dan kepala makhluk itu tertembak peluru. Makhluk itu jatuh dan tak bergerak.
Andhika menarik pedangnya dan melompat menjauh, begitu juga dengan Rei, keduanya kebingungan.
"Makhluk ini tak melawan..." ujar Andhika, "Apa ia melemah?"
__ADS_1
"Sesuai kata-katamu, anak muda, aku hanya melunak..." makhluk itu bangkit dan semua luka yang diciptakan Andhika, Rei, dan Vina langsung hilang dalam sekejap, "Tebasan serta pukulan bukanlah permulaan yang baik, anak muda..."
"Mungkin aku harus mengajarkan sopan santun pada kalian, terlebih cara berkenalan dengan orang baru..." makhluk itu merentangkan kedua tangannya, dan udara seketika terasa menipis, "Namaku adalah Tyrant Emperor, salam kenal, para Hunter hebat dari organisasi RedWhite..."