Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
56. Kemampuan Alex Curran


__ADS_3

"Itu belati..." Jawab Alex dan ia menjalankan motornya lagi, "Namanya Dragon Fang Dagger..."


Joko terdiam mendengarnya, "D-Dragon?!"


"Ya, Dragon..." Alex menatap ke depan, "Kau tidak tahu Dragon atau naga?"


"Yaaa, aku tahu..." Joko melipat tangannya, "Dragon atau naga adalah salah satu dari berbagai jenis Monster yang menyerang bumi dan jenis ini adalah yang terkuat, kan?"


"Ya..." Alex mengangguk, "Dan belati yang kau pegang itu, Dragon Fang Dagger itu adalah senjata yang dibuat dari salah satu bagian tubuhnya."


"Apa kau ingat dengan kisah Liao-Yeye yang berhasil mengalahkan seekor naga di Kanada puluhan tahun lalu?" Tanya Alex, "Belati ini dibuat dari taring naga itu, yang berhasil diambil alih oleh Amerika dan ditempa menjadi sebilah belati." (Liao-Yeye, China: Kakek Liao, Source: Google Translate Offline)


Joko mengangkat belatinya dan ia diam sejenak, sebelum ia menemukan hal janggal.


"Hah? Memangnya bagian tubuh Monster bisa dipakai menjadi material senjata api? Kenapa aku baru tahu?" Joko menggaruk kepalanya.


"Katanya si Tom, Dragon Fang Dagger ini adalah satu dari tiga senjata api yang dibuat dari bagian tubuh Monster..." Alex mengangkat tiga jarinya, "Dan tiga senjata itu adalah yang pertama di dunia yang berhasil dibuat dari tubuh Monster."


"Jadi, teknologinya baru-baru ini ditemukan, begitu?" Joko memperjelas apa yang ia dengar, "Apakah kabar ini disembunyikan?"


"Ya, penelitian bagian tubuh Monster yang dijadikan material senjata api itu baru-baru ini dilakukan, dan penelitiannya disembunyikan dari publik, aku tidak tahu alasannya apa..." Alex menyeringai lebar, "Dan aku menebak kalau Burning Arms yang dimiliki oleh Tom adalah salah satu dari tiga senjata itu."


"Darimana kau tahu?"


"Aku tidak akan menjawabnya..." Alex menunjuk ke depan, "Gerombolan Monster mendekati kita."


Joko menyipitkan matanya, mencoba melihat lebih jauh dalam kegelapan malam, dan jujur saja, ia tak banyak melihat situasi dalam kegelapan.


"Monster... Dia ini Monster..." Joko tak bisa tenang, bagaimana bisa Alex melihat gerombolan Monster itu padahal jaraknya cukup jauh, apalagi suasana sedang malam, mustahil melakukannya kecuali memiliki pengalaman.


"Jadi, bagaimana selanjutnya? Terobos?" tanya Joko, "Kuharap kau tidak menjawab maju saja..."


"Tidak, kita lawan mereka disini..." Alex melepas kedua tangannya dari stang motor kemudian melirik Joko, "Apa kau bisa memakai senapan? Pistol? Senapan laras panjang?"

__ADS_1


Weh, dipertanyakan dong kemampuan Joko memakai tiga senjata jarak jauh itu...


"Hanya bisa pistol saja..." Jawab Joko sambil menggaruk kepalanya.


"Lebih baik daripada tidak bisa..." Alex membuka tas di atas kursi penumpang di belakangnya dan mengambil dua pistol dan satu senapan, "Kau pakai satu pistol, aku satu juga, satu senapan ini akan jadi cadangan."


Joko menerimanya dan mengisi pelurunya, "Apa kau yakin kalau hanya ini saja bisa membuat kita mampu melewati gerombolan itu?"


"Ketahuilah, senjata pertama yang umat manusia pakai untuk melawan Monster adalah senapan dan semua senjata api jarak jauh, jadi hanya dengan memperkuat sedikit dengan beberapa bagian senjata api yang umum kita ketahui, maka senapan biasa pun bisa digunakan untuk menghabisi Monster, malahan lebih baik daripada memakai belati pendek yang bisa membuat nyawa kita dalam bahaya." Alex menjelaskan.


"Oh..." Joko angguk-angguk saja, meskipun ia hanya menangkap sedikit saja."


Alex selesai mengisi peluru pistolnya dan menyimpannya di pinggangnya kemudian kembali memegang stang motornya dan melaju lebih cepat.


Makin dekat, Joko bisa melihat gerombolan yang dimaksud Alex tadi. Ia pun menyiapkan pistolnya, sambil berpegangan pada pinggiran kursinya.


Saat sudah dekat, gerombolan Monster berbentuk seperti harimau mendekat dan Alex melepas pegangan tangan kirinya pada stangnya dan mengangkat pistolnya kemudian melepaskan beberapa tembakan ke depan.


Suara auman kesakitan terdengar dan Alex berdecak, "Masih kurang..."


"Hah? Apa maksudmu?"


"Pelurunya tak sepenuhnya mengenai dahinya." Ujar Alex, "Perlu usaha lebih untuk melakukannya..."


Alex melepas pegangannya pada stang dan kembali menatap Joko, "Apa kau bisa naik motor ini?"


Motor yang keduanya naiki adalah motor kopling, jadi Joko bisa mengendarainya dengan mudah, mengebut pun tak jadi masalah baginya..


"Tentu bisa..." Joko menaikkan alisnya, "Tapi apa rencananya?"


"Aku akan memakai senapan dengan tembakan beruntun untuk menghabisi Monster." Jawab Alex, "Kita akan bertukar posisi. Kau mengendarai motor dan aku memegang senapan."


"Baiklah..." Joko menyimpan pistolnya, "Switch!"

__ADS_1


Joko berpindah ke belakang stang sementara Alex berpindah ke kursi penumpang tempat Joko sebelumnya duduk dan menyiapkan senapannya.


Keduanya memasang posisi masing-masing dan Joko melajukan motornya lebih cepat, sementara Alex mengangkat senapannya dan mulai membidik ke depannya.


"Apa kau mau tahu alasan kenapa Monster di depan sana menjerit? Itu karena beberapa peluru kita mengenai bagian tubuh mereka, tetapi tidak di kepala, jadi itulah kesalahan kita memakai pistol yang memiliki jarak serang menengah." Alex menjelaskan dan ia menembak beberapa kali.


Joko mengangguk, ia melajukan motornya lebih cepat lagi hingga kecepatannya melewati 90 km/jam.


Sementara Alex, dia masih melepaskan tembakan beruntunnya hingga akhirnya ia menurunkan senapannya.


"Setidaknya kita berhasil menghabisi lebih dari dua puluh harimau, itu saja sudah cukup mengingat aku menembak sambil terus bergerak." Ujar Alex dan ia menurunkan resleting jasnya dan menampilkan isi di baliknya, "Mereka tidak akan mengejar lagi kurasa."


Mata Joko melebar saat ia melirik ke sampingnya, ke arah Alex yang duduk di sebelahnya sambil memutar-mutar pergelangan tangannya.


Ia menelan ludahnya dan kembali fokus ke depan, "Monster... Para Hunter rank SS memanglah Monster diantara manusia..."


Yah, Joko terkejut karena isi di balik jasnya si Alex adalah dua pistol dan dua pisau.


Bagaimana caranya dia bisa menyembunyikannya tanpa diketahui olehnya, itu amatlah hebat.


Biasanya, senjata yang disembunyikan dibalik jas seperti yang dilakukan oleh Alex akan mengeluarkan bunyi sedikit, dan Joko benar-benar yakin dengan pendengarannya, ia tak mendengarnya dari jas Alex.


"Joko, pakai ini..." Alex memberikan satu kacamata yang lensanya berwarna hitam, "Agar kau lebih mudah melihat situasi di depan."


Joko mengambilnya dan memakainya, ia melihat pandangannya berubah menjadi hijau dan ia bisa melihat jalan di depan tanpa lampu sekalipun.


"Inframerah, kan?" tanya Joko lalu melajukan motornya lebih cepat, "Lebih baik dari sebelumnya..."


"Alasanku memberikan itu karena aku melihat Monster serigala sedang mendekat..."


Dan suasana seketika senyap saat Alex berkata begitu...


"Arrggghhh! Bahaya sekali mainnya ini Hunter!!!"

__ADS_1


__ADS_2