
"Tak kusangka, kau benar-benar akan menemukan keduanya..." aku mendengar suara kakek Vian, dan aku menaikkan alisnya.
Apa maksudnya? Apa kakek Vian mengetahui sesuatu yang lain dari dua orang itu?
"Apa kakek tahu sesuatu?" tanyaku, dan kakek Vian terdengar menghela napasnya.
"Kau harus tahu, kita kini berhadapan dengan raja legendaris dan Patih penyatu Nusantara, yaitu Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada..." jawabnya, "Dan keduanya adalah... Wadah..."
Aku semakin terdiam, jadi apa yang dikatakan kakek Vian beberapa hari lalu itu benar adanya? Kalau Monster sudah hadir ke dunia sejak dahulu kala?
"Apa dua benda ini kalian yang memilikinya?" laki-laki bertubuh tinggi kekar berotot mengangkat dua benda, yang pertama benda panjang lengkung... Hei, itu pedangku!
"Mata Elangku dimana?" aku mendengar suara Vina yang mungkin mencari sesuatu, dan laki-laki bertubuh tinggi kekar berotot itu meletakkan satu kotak besar di atas tanah.
"Hei wanita, ini yang kau cari?" ia menunjuk ke bawah, "Kotak besar ini?"
Aku masih belum paham, kapan laki-laki bertubuh tinggi kekar berotot itu mengambil dua senjata kami?
"Wah, pedang yang bagus, mungkin lebih bagus dari kerisku..." laki-laki bertubuh tinggi kekar berotot itu mengangkat pedangku yang masih tersarung, "Sayangnya aku tidak tahu cara mengeluarkannya..."
"Apakah paman Patih tidak tahu benda ini?" tanya laki-laki bertubuh kurus itu, "Aku juga tidak tahu..."
"Oke, sebelumnya bisakah kalian mengenalkan diri kalian? Tidak baik memulai pembicaraan dengan mengambil barang pribadi orang lain..." aku berkata, dan laki-laki kurus itu tersenyum lebar.
"Benar itu, aku hampir saja melupakan etika seorang raja saat sedang bertemu orang baru..." laki-laki itu menggaruk kepalanya, "Maafkan aku..."
"Namaku adalah Hayam Wuruk, kalian mungkin tidak mengenaliku, tapi kurasa paman Patih Gajah Mada lebih terkenal dariku..." ia menunjuk laki-laki tinggi kekar berotot di sebelahnya, "Beliau adalah paman Patih Gajah Mada, beliau bersumpah akan menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit."
"Salam kenal..." Patih Gajah Mada membungkuk sedikit, "Saya memberikan hormat pada Tuan Flame Emperor..."
"Baik, cukup basa-basinya yang sudah basi sejak tadi setelah kita makan nasi, apa tujuan kalian kemari?" tanya Hayam Wuruk sambil memegang dagunya.
"Sebenarnya..." aku menarik napasku, aku bingung bagaimana menjelaskannya...
Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada adalah orang dari masa lampau, kalau aku menceritakan tentang dunia saat ini, mungkin keduanya tidak mengerti dan malahan menyerangku, aku harus berhati-hati dalam menjelaskannya-...
__ADS_1
"Dunia kedatangan Monster lagi?" Hayam Wuruk bertanya, dan aku diam.
"Dan saat ini kalian sedang dalam situasi genting karena kehancuran semakin dekat?" Patih Gajah Mada mengelus dagunya, "Benar?"
Aku diam, bagaimana mereka bisa tahu? Kenyataan kalau mereka Wadah tidak menjamin mereka bisa tahu situasi saat ini, apalagi mereka dari masa lalu, kecuali...
"Kurasa... Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada sudah hidup sejak ribuan tahun lalu, bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia keduanya sudah ada di dunia ini..." kudengar kakek Vian berkata, dan suaranya terdengar gemetar, "Mereka benar-benar abadi..."
"Apa maksudmu?" tanyaku, "Apakah mereka adalah manusia yang lebih kuat dari Tang Liao?"
"Ya, keduanya adalah manusia yang kuat..." jawab kakek Vian, "Dan gelar mereka adalah..."
"Wisdom Emperor Hayam Wuruk dan War Emperor Gajah Mada, mereka berdua pernah mengunjungi Tuan Flame Emperor..."
"Tuan Flame Emperor sampai duduk di atas tanah hanya untuk memberikan kursinya pada Wisdom Emperor..."
"Apa tujuanmu kemari adalah untuk mencari bantuan?" tanya Hayam Wuruk, "Benar?"
"Benar..." jawabku, "Dunia sedang diambang kehancuran, hanya ada satu harapan terakhir dalam pertempuran ini, yaitu aku sendiri..."
"Semua Hunter yang tersisa dibebani tugas yang berat untuk membantuku menghadapi Monster, dan aku menyadari kalau kami semua masih belum mampu bertahan dari gempuran Monster." aku berdiri dan menghadap Hayam Wuruk, "Jadi, saya meminta tolong pada Yang Mulia Wisdom Emperor Hayam Wuruk! Saya mohon, bantu dunia ini!"
"Baik, aku akan menjawabnya..." Hayam Wuruk menjawab pertanyaanku, "Setelah kau menghadapi paman Patih."
Aku mengangkat wajahku, "Apa?"
"Lawan paman Patih, dan buat War Emperor sang penyatu Nusantara di masa lalu ini mengakuimu." Hayam Wuruk mengelus dagunya, "Saat ini juga."
Ia berbalik dan berjalan menjauh, kemudian ia mengangkat motorku yang tergeletak dengan mudah, mendirikannya kemudian duduk di atas motorku.
"Jadi, bagaimana kita memulainya?" paman Patih yang dimaksud oleh Hayam Wuruk adalah laki-laki bertubuh tinggi kekar berotot dengan sesuatu yang kecil di pinggangnya, dan ia menjatuhkan pedangku, "Aku akan menuruti perintah rajaku..."
Aku mengambil pedangku dan menariknya, kulihat Patih Gajah Mada menarik sesuatu di pinggangnya, sesuatu seperti pisau yang meliuk-liuk... Seperti Keris Raja Singa andalan Andhika...
"Aku hanya perlu ini saja." ujarnya dan ia mengacungkan senjata kecilnya itu, "Silahkan..."
__ADS_1
Aku menajamkan penglihatanku, aku melihat beberapa peluang menusuknya, tapi entah kenapa aku merasa tidak akan bisa melakukannya...
Meskipun senjatanya hanyalah pisau kecil-...
"Namanya keris, bodoh!" suara kakekku terdengar keras.
Senjata Patih Gajah Mada hanyalah keris kecil itu saja, tapi aku merasa ia bisa mengalahkanku dengan mudah...
Aku menyarungkan pedangku dan mengepalkan tanganku, "Kalau begitu aku akan bertarung dengan pukulan saja..."
"Baik..." Patih Gajah Mada memejamkan matanya, "Silahkan..."
Aku melesat maju, dan Patih Gajah Mada mengangkat kerisnya kemudian menusukkannya ke arahku.
Gerakannya sederhana... Aku sampai ragu kalau orang di depanku ini adalah seorang Patih hebat di masa lalu, apalagi seorang Emperor...
Aku melompat ke samping, dan kulihat Patih Gajah Mada menurunkan kerisnya, sebelum aku merasakan sesuatu yang dingin di leherku...
"Awa-!"
"Dari belakang-!"
Ap-?!
"Kau tamat sekarang..." seseorang bergumam dj belakangku, dan sebilah keris muncul dari belakangku, "Kerisku bisa menyayat lehermu dalam waktu singkat..."
Sial, aku tak bisa melihatnya!
Apa-apaan itu?! Bukankah tadi Patih Gajah Mada hanya melompat mundur saja?!
"Baik, kurasa pertarungannya amat berat sebelah..." Hayam Wuruk berdiri di hadapanku, dan aku sama sekali tak menyadari kalau Hayam Wuruk sudah berada di depanku...
Apa-apaan kekuatan dua tokoh ini?! Terlalu over power! Tidak manusiawi!
"War Emperor siap membantu..." Patih Gajah Mada membungkuk di depanku, dan sekali lagi aku tidak menyadari kalau ia sudah pindah ke depanku...
__ADS_1
"War Emperor memiliki sekitar sepuluh ribu prajurit yang siap bertempur..." Patih Gajah Mada mengangkat tangan kanannya, barisan rapi pasukan muncul di hutan di tengahnya malam...
"Kurasa ini waktunya menjelaskan tentang hubunganku dengan Flame Emperor..." Hayam Wuruk berkata dan ia menyerahkan sesuatu, "Mari kita duduk bersama dan berbincang santai..."