Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
120. Suasana tegang - Arc 5 - End


__ADS_3

"Tom, aku tak bisa melindunginya." ujar Frans di depan layar yang menampilkan delapan video yang berbeda, "Aku akan menyerahkannya padamu."


"Kenapa kau berpikir begitu?" tanya Tom, "Apa ada hal yang mengganggumu?"


"Semalam, RedWhite diserang oleh pasukan Dragon Lord, dan Langit mengatakan langsung bahwa ia diserang oleh Dragon Lord..." jawab Frans, tangannya bergetar ketika mengatakan hal yang selanjutnya, "Dan Dragon Lord mengatakan bahwa beberapa Lord dan para Emperor, sudah ada di bumi, menyamar menjadi manusia..."


Seketika, suasana menjadi sunyi saat Frans berkata begitu, sebelum suara pukulan keras terdengar. Yuuki Ken baru saja memukul meja kerjanya.


"Mereka sudah selangkah lebih maju dari kita semua, aku yakin kalau mereka sudah mempersiapkan segala persiapan untuk menghancurkan ras manusia." Yen Jiu berusaha tenang, "Dan para Lord serta Emperor yang ada di bumi, mereka tak mungkin muncul di bumi tanpa adanya persiapan yang matang."


"Yang kutakutkan, sesuatu seperti Gate merah di Islandia akan terulang lagi, serangan besar-besaran, yang bisa saja menewaskan beberapa orang yang berbicara sekarang." ujar Marie, "Maaf kalau sebelumnya aku hanya bisa membantu BraveWarrior mengawasi Pasifik."


"Tak apa, EarthGuard memang lebih kuat tentang bertarung di perairan, jadi memang seharusnya kalian mengambil bagian disana." William berkata, "Selanjutnya, apa yang kau lakukan?"


"Aku berencana mengirim Langit bersama teman-temannya ke Akademi Hunter StarSam, aku rasa hanya disana saja dia selalu dalam kondisi aman, sekaligus juga sebagai tempat latihannya untuk mematangkan kemampuannya menjadi Hunter." jawab Frans, "Tempat itu juga akan menjadi tempatnya menemui sosok yang dulunya pernah hadir di hidupnya..."


"Abaikan itu, bagaimana ceritanya Dragon Lord bisa menyusup ke RedWhite? Ataukah, keamanan RedWhite sudah melonggar sejak kehilangan pak Vigo?" tanya Mir, membuat suasananya seketika tegang.


"Hei pak tua, jangan remehkan keamanan RedWhite. Di Asia tenggara, keamanan markas pusat RedWhite adalah yang paling tinggi, melampaui markas cabangnya yang tersebar di seluruh Asia tenggara. jangan remehkan kekuatan kami..." ujar Frans dingin, "Jangan kira hanya karena kekuatanmu yang paling besar di Asia sekarang membuatmu bisa meremehkan orang lain..."


"Diam kau, atau kuhajar kau pakai pukulanku?"


***


Pagi tak terasa menyenangkan bagiku, karena kamarku sedikit ramai oleh teriakan Andhika dan Rei.


"Kita ke Amerika!"


"Pergi ke luar negeri hei! Aku bahkan belum ada satu tahun bergabung dengan RedWhite!"


Berisik ah, biarkan aku tidur sialan! Ingin rasanya aku melempar bantalku ke arah mereka berdua sambil menyerukan teriakan "Diam sialan!"


"Langit!" tubuhku tiba-tiba saja diguncangkan, dan itu pastinya membuat tidurku terganggu, yah sebelumnya juga begitu...


"Apa?!" aku bangun dengan cepat, tentunya itu dipaksakan, aku langsung menarik kerah kaos Rei, "Apa maumu?! Biarkan aku tidur sejenak!"


Rei menyeringai lebar sebelum ia berteriak di depan wajahku, "Kita ke Amerika, Langit! Amerika! Negara dimana para Hunter kuat berada!"


Cuih, bau mulutnya itu loh, dia belum sikat gigi sepertinya sebelum berteriak ke depan wajahku.


"Ya terus?!" aku berteriak lebih keras lagi, "Apa aku harus berteriak heboh seperti itu?!"


"Eh? Bukankah kau seharusnya senang?" Andhika mendekatiku, "Kita akan pergi ke Amerika, berlatih di Akademi Hunter StarSam, dan mungkin saja, kita bisa mengejar rekor Yuuki Ken."


Ah iya, sepertinya mereka tidak tahu kalau aku sudah diberitahu hal itu lebih dulu oleh paman Frans...


"Sayangnya, aku sudah tahu lebih dulu..." aku melepas peganganku pada kerah kaos Rei, "Semalam, aku diberitahu itu oleh paman Frans."


"Eh? Kapan?" Andhika dan Rei bersamaan bertanya, "Dan bagaimana ceritanya?"


Aku menjelaskan semuanya, dari ketika aku dan Senja bercerita santai di taman di malam hari, larut malam aku bertemu Dragon Lord, kemudian diserang, bertarung melawan para Monster, dan terakhir ketika paman Frans mengatakan akan mengirimku dengan yang lainnya ke Akademi Hunter StarSam.


Wajah Andhika dan Rei berubah menjadi buruk ketika aku menceritakan bagian aku dan Senja bercerita santai di taman, dan Andhika menarik kerah kemejaku kemudian menatapku tajam, "Kenapa kau melakukan itu?"

__ADS_1


"Eh?" tentunya aku tak paham apa maksud manusia satu ini, "Apa maksudmu?"


"Tak jadi..." Andhika melepas tarikannya dari kerah kemejaku dan melipat tangannya, "Kami tahu itu dari Vina yang menelepon kami pagi-pagi buta."


Wah, temanku sudah berkembang nih, sudah punya teman saja padahal baru bergabung dengan RedWhite...


"Apa katanya?" tanyaku.


"Dia berkata, dia, Senja, aku, Rei, dan kau akan pergi ke Akademi Hunter StarSam untuk menjamin keamananmu sekaligus belajar disana." jawab Andhika, "Untuk itu, kita harus mengikuti sebuah pelatihan terlebih dahulu..."


***


Aku membalik halaman kemudian membaca lagi, sementara sekitarku masih saja ramai oleh teriakan Andhika dan Rei.


"Pindah kesana! Kita harus mengepung Monster itu!"


"Kelemahannya adalah bagian dahi, kalau kita serang dahinya akan menciptakan damage yang lebih besar dibanding kita menyerang bagian lainnya!"


Kami baru kembali dari pelatihan yang dimaksud Andhika, dan jujur saja, pelatihan yang dimaksudnya adalah kursus bahasa Inggris!


Bahasa Inggris termasuk dalam pengetahuan yang diajarkan kakekku, dan aku baru memahami dasar-dasarnya sedikit. Dan aku lebih memahaminya tadi pagi saat kursus.


"Status."


[Nama: Langit Satria


Level: 46


Usia: 12 tahun


Pekerjaan: Flame Emperor


Title: Pejuang Sejati, 3+


HP: 1575/1575 (+50)


STR: 255 (+1900)


INT: 80


VIT: 63


DEX: 62 (+250)


DEF: 66 (+100)


LUCK: 20


Stamina: 235/235


Bonus poin: 12


Skill pasif: (Raja Api: Lv. 5) (Pria Api Kejam: Lv. 2)

__ADS_1


Skill aktif: (Sprint: Lv. max) (Pedang Api: Lv. max) (Pukulan Kehancuran: Lv. 2) (Darah Burung Api: Lv. 3) (Semburan Api: Lv. 1) (Seruan amarah: Lv. 1) (Tarian Kaisar Api: Lv. 5) (Lv. 50)


Equip: White Shirt (B) Black Long Pants (B)]


"Setidaknya lima poin ditambahkan karena aku belajar tadi, jadi aku harus memperdalamnya lagi." gumamku, dan aku membalik halaman lagi.


Bahasa Inggris agak lebih sulit dibandingkan bahasa Indonesia, sulitnya ada pada bagian dimana kita harus membentuk kalimat dengan pola yang ditentukan berdasarkan arti dari kalimatnya, apa ya namanya? Tenses? Itu deh namanya...


Tentang ungkapan sehari-hari, aku memahaminya, seperti Good Morning, Good Evening, Good Afternoon... Eh kebalik, tapi begitu deh pokoknya, lalu Good Night, Nice to meet you, dan sebagainya.


Yang sulit adalah saat aku harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, memakai ungkapan ini dalam kalimat sehari-hari, perlu banyak latihan agar bisa memahaminya.


"Hei anak muda, mau mencobanya denganku?" seseorang menepuk pundakku, dan ketika kulirik sedikit, orang dengan wajah muda sepertiku berdiri di sebelahku.


"Vina sialan? Kenapa kau ada disini?"


"Yaaa, karena kalian masih disini padahal kursus sudah selesai, jadi kupikir kalian masih berusaha memahami materi tadi..." Vina mengepalkan tangannya dan tanpa sengaja ia meremas bukunya, "Dan apa maksudmu memanggilku sialan?!"


Vina menarik telingaku dengan cepat, dan tarikannya amat kuat, bahkan sampai dihitung sebagai serangan oleh sistem


[1574/1575]


"Vina sialan, tarik tanganmu dariku! Aku ini Hunter pemula, jangan tindas pemula dengan tindakanmu ini!" ini betulan, entah kenapa Vina terasa seperti menindasku, huhuhu...


"Kau bukan pemula sialan, kau sudah mencapai rank A padahal baru bergabung, kau adalah ancamanku kalau aku ingin menjadi Hunter rank S!"


"Intinya tarik saja tanganmu dari telingaku, atau kupatahkan tanganmu!"


"Minta maaf!"


"Mengalah saja deh pada perempuan, kau akan kalah mulut dengannya..." Zon menghela napasnya, dan mau tak mau, aku harus meminta maaf padanya.


"Maaf, Vina cantik, aku tidak akan berkata begitu lagi." ujarku, dan yah, aku malu mengatakannya.


Vina tersenyum manis dan ia menepuk kepalaku pelan, "Langit baik deh, memanggilku cantik..."


Aku sedikit canggung menerima pujian itu, tapi di sisi lain aku merasa terancam, aku tak tahu darimana asalnya.


Cold Blooded Hunter: Seeker of Peace - Arc 5 - Organisasi Hunter RedWhite - The End


Catatan Penulis:


Oke, aku disini bakal jelasin kenapa Arc 5 pendek, cuman 15 chapter doang.


Itu karena aku ga tau mesti nambahin ngetik apa di arc kali ini, karena di rancangannya, aku cuman buat kalo Arc 5 berisi apa aja yang dilakukan Langit sebelum bergabung dan setelah bergabung dengan RedWhite. Yaaa, pertama tes tulis dan tes fisik, pengungkapan identitas Langit, kabarnya tentang kakek Bintang yang keluar ke dunia, dan Dragon Lord dateng yang berujung Langit pergi ke Amerika.


Karena itu dasarnya udah kuketik semua, jadi habis deh mau nambahin apa, jadi pendek aja.


Arc selanjutnya bakal rilis besok, malam pokoknya, dan akan menceritakan perjalanan Langit ke Amerika Serikat dan apa aja yang dia lakukan pas baru nyampe disana, dan seterusnya.


Sampai jumpa besok yooo...


Salam,

__ADS_1


Rio Andriana.


__ADS_2