
LANJUTAN CH.288, MALAM SETELAH LANGIT SAMPAI DI RUMAH VINA.
***
Aku meletakkan kotak kecil yang diberikan Al padaku, dan aku mengeluarkan laptop yang dipinjamkan Vina untukku.
Entah kenapa hatiku belum siap untuk mendengarkan ini...
Yap, apa yang kuminta pada para Hunter adalah merekam apa yang ingin mereka sampaikan ke Hardisk yang disediakan, dan setelah perang berakhir, Hardisk itu akan dikirim ke keluarganya jika Hunter itu gugur selama perang.
Dan jika Al memberikan itu padaku, hanya ada satu kemungkinan...
Ayahku gugur di medan tempur.
Meskipun aku tidak terlalu dekat dengannya akhir-akhir ini, ia tetaplah ayahku dan kepergiannya akan terasa berbeda dari biasanya, terlebih kali ini ia benar-benar pergi dari hidupku untuk selamanya.
Yah, mungkin aku harus dewasa dengan menerima semua itu, terlebih inilah jalan hidup yang kupilih, akan selalu ada kepergian di setiap langkah yang kuambil di jalan ini...
Aku menyambungkan Hardisk ke laptop kemudian memutar isi Hardisk itu...
***
Saat kau mendengarkan ini, mungkin ayah sudah tidak ada, sudah tidak akan bisa berada di sampingmu dan berdebat soal sesuatu yang remeh lagi...
Apapun itu, saat kau mendengarkan ini, ayah harap kau tidak menangis atau bersedih, karena kau adalah orang yang sudah hebat sekarang...
Cukup basa-basinya, mungkin ayah akan masuk ke topik utamanya...
Ayah mau bercerita, tentang kenapa ayah, ibumu, kakek, dan nenek memberimu nama Langit Satria dan kakakmu dengan nama Bintang Satria...
Saat itu, ayah mengetahui kebenaran tentang leluhur kita, yang namanya adalah Vian Satria. Menurut apa yang ayah ketahui, Vian Satria adalah satu dari tiga pendiri organisasi Hunter RedWhite dan orang terkuat di Indonesia saat itu.
Makna nama Satria adalah Ksatria, dan kakekmu menambah nama Satria pada nama Bintang dan Langit dengan harapan kalian berdua bisa mewarisi tekad dan keberanian layaknya seorang Ksatria.
Bintang Satria berarti ksatria dari bintang, dan Langit Satria berarti ksatria dari langit, arti nama yang keren, bukan?
Kemudian ayah hidup layaknya orang biasa dan melepas semua kesuksesan yang telah ayah raih dulu di sebuah tempat yang bernama Surabaya.
__ADS_1
Kalian tumbuh dengan baik seperti anak pada umumnya, dan ayah ingin mengajari kalian dasar-dasar menjadi Hunter, impian yang sudah lama kalian beritahu pada ayah.
Namun tampaknya tuhan lebih menyayangi Langit. Bintang gugur saat berusaha kabur. Ayah menebaknya karena saat itu ayah sudah tertimpa reruntuhan rumah.
Sekuat apapun ayah, setinggi apapun peringkat yang ayah miliki, ayah tetap tidak berkutik jika seluruh tubuh ayah tertimpa reruntuhan.
Jika bukan karena latihan keras yang ayah lewati di masa muda ayah, mungkin ayah akan mati hanya dengan reruntuhan itu. Dan semua latihan keras itu akhirnya membantu ayah bertahan selama enam jam.
Ya, enam jam. Bukan waktu yang singkat untuk orang bertahan di bawah reruntuhan tanpa makan dan minum, terlebih tubuh tidak akan bisa menahan tekanan reruntuhan itu.
Namun ayah bisa bertahan dan akhirnya bisa keluar, dan dari sini adalah perjuangan ayah agar bisa mencapai ibukota kemudian memberitahu semuanya pada Frans.
Apa kau kenal Christo? Ia adalah orang yang membantu ayah untuk keluar dari Surabaya. Meski ayah tidak terlalu kenal dengannya, namun ia tetap membantuku, mungkin karena ia segan denganku yang merupakan murid dari Hunter rank S terkuat Indonesia, kau pasti bisa menebak siapa guruku, ahahaha...
Dan ayah kembali bergabung dengan RedWhite serta mengikuti Raid Islandia kemudian bertarung bersama Hunter rank SS.
Ya! Hunter rank SS! Seumur hidup, ayah hanya pernah latih tanding melawan Vigo Andreas dan hanya dia satu-satunya Hunter rank SS yang pernah ayah lawan. Tapi bertarung bersama semua Hunter rank SS? Itu adalah hal paling mengagumkan yang pernah ayah alami!
Yah, meski ayah tahu kalau hal semacam itu sudah tidak mengagumkan lagi sejak anak ayah yang kecil itu, meraih rank SS di usia tiga belas tahun.
Lalu, apa kau tahu? Apa makanan yang ayah berikan pada Esterosa saat mendekatinya dulu di Inggris? Ayah memberinya coklat! Kau percaya itu?!
Dan ia mengatakan tidak suka coklat, jadi ayah berikan roti yang diberi keju parut, dan kau tahu bagaimana ekspresinya? Ia mengatakan itu enak dan ingin terus memakannya...
Bodoh bukan? Hal kecil seperti itu membuat ayah dan Esterosa itu menjadi dekat? Dan bahkan sampai menikah...
Kau harus menikmati masa mudamu. Meski kau adalah Hunter rank SSS dan ketua organisasi Hunter RedWhite, kau tetaplah remaja yang harus menikmati masa mudanya, ingat itu...
Ayah dengar dari Andhika kalau kau dekat dengan si Vina itu, mungkin kau harus menjaganya baik-baik agar tidak seperti ayah yang gagal melindungimu, Ayu, dan Bintang.
Apa yang paling ayah sesali sejak lama adalah soal kemampuan ayah yang masih kurang untuk melawan dunia.
Sekuat apapun ayah, seperti yang kukatakan sebelumnya, ayah masih belum bisa melindungi banyak orang sepertimu, Tom, kakek Oga, kakekmu, Tang Liao, dan masih banyak Hunter rank SS lain.
Meski ayah adalah Hunter rank SS, rasanya ayah tak bisa bersanding dengan mereka, ini adalah sesuatu yang ayah tak pernah sebutkan pada semuanya.
Setelah perang selesai, ayah ingin kau meletakkan senjatamu dan menikmati hidup layaknya remaja pada umumnya.
__ADS_1
Ayah tak ingin kau terus berjalan di jalan yang sepi dan penuh darah ini, cukup orang lain melanjutkan perjuanganmu, kau bisa beristirahat dan melanjutkan hidupmu.
Semua masalah tidak harus kau tanggung sendiri, masih ada banyak orang yang akan membantumu menyelesaikan masalah di dunia ini.
Satu lagi, teruslah tersenyum menghadapi dunia ini dan jangan mati terlalu cepat. Ayah tak ingin melihatmu di surga dalam waktu dekat ini...
Ingat itu, Langit bodoh! Hiduplah sesuai keinginanmu dan jangan hiraukan orang lain! Hidupmu adalah hidupmu dan tidak ada yang boleh mengatur hidup sang Cold Blooded Hunter Langit Satria! Tak ada satupun yang bisa!
Langit Satria adalah orang yang bebas dan tidak akan bisa diatur sampai kapanpun itu!
***
"Sialan..." aku mengepalkan tanganku, "Ayah sialan! Sialan!!"
Rasanya aku ingin melempar Hardisk itu dan menyusulnya ke surga, tapi aku tahu dia tidak akan suka dan menendangku kesini lagi!
Sialan!
"Kenapa kau harus mati, sialan?!" rasanya tubuhku tidak bertenaga lagi, bahkan setelah aku makan banyak saat makan malam tadi, "Aku belum menunjukkan padamu siapa yang akan kunikahi nanti! Aku belum menunjukkan padamu cucumu yang kuat sepertimu! Aku juga belum menunjukkan kedamaian yang kau perjuangkan! Sialan!"
Berat rasanya, ayah adalah satu-satunya dari keluargaku yang masih hidup, dan setelah ayah tiada, kini aku benar-benar sendirian tanpa satupun keluargaku yang menyambutku saat aku pulang...
Angin malam terasa dingin, menerpa wajahku yang masih panas... Dan menerbangkan air mata yang menetes dari mataku...
Aku menghapus air mataku dan melepas Hardisk kemudian menyimpannya. Benda ini akan menjadi kenangan terakhir dari ayahku yang ditinggalkannya untukku...
"Langit?" suara Vina terdengar diiringi suara pintu yang terbuka, dan kulihat Vina masuk sambil membawa sebuah kotak, "Apa kau tadi berteriak?"
"Ah, tidak ada..." aku menghapus air mataku cepat dan tanpa kusadari kapan ia bergerak, Vina berada di depanku dan mendekap kepalaku.
"Kau kira aku tidak mendengarnya? Pesan terakhir paman Joko padamu dan kau menanggapinya dengan marah? Aku sempat mengira responmu adalah tangisan..." ujar Vina, "Dan tebakanku benar, kau menangis..."
"Apa kau kira setelah kematian ayahmu, kau akan sendirian? Ada aku, Andhika, dan Senja yang akan menemanimu..." tangan mengelus kepalaku lembut, "Dan masih banyak orang yang menyayangimu, jadi kau tidak akan sendirian..."
"Baiklah..." Vina melepas dekapannya dan berjongkok di depanku, "Saatnya tidur, besok kita akan ke markas. Cepat."
Aku ga tau harus sedih atau gimana, karena aku ngetiknya pas suasana hati lagi ga bagus...
__ADS_1