Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
191. Perlawanan awal


__ADS_3

Alteron de Esquede, atau yang orang-orang Eropa kenal dengan nama Little Hunter, adalah seorang Hunter rank A termuda, dimana ia menjadi Hunter di usia lima tahun dan mencapai rank A di usia tujuh tahun, menjadikannya manusia termuda yang memakai senjata api untuk membunuh Monster.


Sejak usia muda, ia mendapat didikan keras dari kedua orang tuanya, yaitu Esterosa de Esquede dan Joko Taru, dan berbagai pelajaran keras dari William Vunion.


Karena itulah, Alteron bisa tumbuh menjadi Hunter muda paling menakutkan di Eropa, dan beritanya yang mengatakan bahwa ia pernah menghabisi seekor Monster harimau raksasa seorang diri muncul bersamaan dengan kabar Langit Satria yang menjadi wakil ketua organisasi Hunter RedWhite.


***


"Alteron, ibu akan pergi bertempur. Selagi ibu pergi, kau harus membantu Hunter lain untuk melindungi Eropa." ujar Esterosa sambil mengusap-usap kepala Alteron.


Alteron yang semakin terlihat dewasa oleh keadaan, hanya mengangguk dan membiarkan ibunya pergi bertempur.


Anak kecil sepertinya menjadi Hunter sudah tidak langka lagi, malahan banyak Hunter berusia muda ditemukan di barisan para Hunter.


Dalam pertempuran kali ini, Alteron diminta ikut serta, juga sebagai pertimbangan apakah Alteron cocok atau tidak dipromosikan menjadi Hunter rank S.


Sebenarnya, ada banyak sekali Hunter rank A yang menjadi beberapa pertimbangan selain Alteron, tetapi sayangnya mereka semua sudah tewas selama dua tahun ini, hingga tersisa Alteron saja dan ia yang diharapkan bisa menjadi Hunter rank S.


"Satu persatu keluargaku pergi..." gumam Alteron, "Kakakku, ayahku, ibuku, tersisa aku saja yang sendirian disini..."


Ia banyak mendengar berita tentang kakaknya yang bernama Langit Satria yang terus menghabisi banyak Monster sendirian, atau berita ayahnya yang yang bernama Joko Taru yang ternyata adalah mantan Kolonel negara Indonesia.


Dalam hatinya yang terdalam, ia ingin menjadi seperti mereka berdua, tetapi sayangnya, ia juga ingin menjalani hidup seperti anak kecil pada umumnya, ia merasa bingung harus mengambil jalan yang mana.


Ia menatap Lancer yang menjadi senjata api andalannya, ia meraihnya dan berjalan pergi dari rumah besar itu.

__ADS_1


Alteron de Esquede memilih jalan bertarung, ia mempertaruhkan masa mudanya dalam pertempuran kali ini...


***


"Langit, kau seriusan menyelesaikannya sendirian?" Andhika menatapku kebingungan, dan aku menatapnya balik kebingungan juga.


Apakah pemandangan seorang Hunter rank SS menghabisi ratusan Monster seorang diri adalah hal yang aneh? Sampai kau menatapku begitu...


"Seperti yang kau lihat, aku menyelesaikannya sendirian." jawabku dan aku menunjuk ke belakangku, "Tuh, sudah kubunuh juga..."


Andhika dan lainnya menatap ke belakangku, dan mata mereka melebar, yah, aku memahaminya...


Barusan aku menghabisi Thunder Wolf Lord berlevel 150 sendirian, dan yah, menghabisinya cukup sulit karena pasukannya mengganggu pertarunganku, tetapi akhirnya aku bisa menghabisinya dengan sedikit paksaan.


Paksaan apa? Tentu saja memaksakan kedua senjata apiku dan memakai Staminaku untuk menciptakan Summon kemudian menyuruh mereka mengurus serigala beban lainnya.


Aku berdiri kemudian menyarungkan kedua pedangku dan mengangkat tangan kananku, "Oke semuanya, masalah di Bandung sudah selesai, kita harus melapor dulu pada pak Frans kemudian melanjutkan pertarungan!"


***


Tom menatap tiga orang di depannya, ia menatap ketiganya dengan mata tajam, "Apa mau kalian?"


"Sederhana, kami hanya ingin menghancurkan para manusia..." salah satunya yang memakai pakaian serba merah gelap menyeringai lebar.


Cahaya bulan masuk ke ruangan ketua organisasi Hunter terkuat di seluruh dunia yang berada di New Washington, menyinari empat makhluk yang ada di ruangan itu, satunya manusia dan tiga lagi bukan manusia.

__ADS_1


"Invasi kami sudah berlangsung cukup lama, kami para Emperor hanya menunggu dengan manis, menunggu setiap manusia tewas di tangan pasukan kami, tapi siapa yang mengira bahwa invasi yang kami kira bisa selesai dalam waktu singkat bisa berlangsung selama ini..." ujar orang yang berpakaian serba hitam.


"Perlawanan para manusia nyatanya terlalu kuat, bahkan seorang Hunter rank SSS yang dianggap manusia terkuat pun sampai muncul, menunjukkan sesuatu pada manusia..." ujar orang yang berpakaian putih.


"Sebuah potensi tanpa batas yang dimiliki para manusia lah yang membuat kami bisa bertahan selama ini..." ujar Tom menambahkan, dan aura berwarna hitam keluar dari tubuhnya, "Kami terlalu naif, kami terlalu menganggap bahwa para Monster hanyalah ancaman yang akan berlalu begitu saja seperti pandemi, tapi nyatanya ancaman itu berlangsung cukup lama, hingga beberapa senjata api kuno telah bertarung sampai bergenerasi-generasi selanjutnya..."


Secara tidak langsung, Tom menyinggung tentang Pedang Api Hitam yang merupakan satu-satunya senjata api terkuat yang dianggap mampu memenggal kepala Emperor jika yang memakainya adalah seorang Wadah kekuatan Emperor.


Ia mengetahuinya setelah ia memegang Pedang Api Hitam ketika pedang tua itu dipakai oleh Bintang Langit, saat ia datang ke markas StarSam untuk menyerahkan kepala Spider Lord yang ia habisi di Hawaii.


Awalnya Tom meremehkan Bintang Langit, tetapi setelah ia memegang Pedang Api Hitam, sesuatu memberitahunya agar ia waspada dengan pedang tua itu, dan ia memeriksanya dengan sistem yang ia miliki.


Hasilnya? Tentu saja status dasar yang dimiliki Pedang Api Hitam lebih besar dari status dasar Burning Arms yang ia miliki dan yang lebih mengerikan lagi, Pedang Api Hitam dibuat dari susunan tulang, pembuluh darah, serta darah Thunder Emperor.


Karena itulah, Tom menganggap kalau Bintang Langit lebih kuat darinya, bahkan ia mengira kalau Bintang Langit adalah Hunter terkuat di dunia yang sebenarnya.


"Asal kalian tahu saja, senjata api yang dipakai bocah yang kalian remehkan dua tahun lalu itu dibuat dari bagian tubuh rekan kalian..." ujar Tom, ia mengangkat kepalan tangannya dan ia menyeringai lebar, "Kami para manusia tidak sebodoh itu hingga terpaksa menyerah hanya karena ditekan sedikit seperti itu."


"Manusia adalah makhluk paling bodoh, akhirnya aku memahami maksudnya..." orang berpakaian merah itu melirik orang berpakaian putih, "Benar begitu, Ice Emperor?"


Ya, tiga orang yang ada di hadapan Tom adalah tiga pemimpin pasukan musuh, yaitu Ice Emperor, Black Emperor, dan Dragon Emperor.


Entah bagaimana caranya, mereka bertiga berhasil menyusup ke markas besar StarSam dan masuk ke ruangan ketua organisasi StarSam, menemui Tom yang sedang membaca dokumen.


"Ya, manusia terlalu naif, menganggap diri mereka lebih kuat dari apapun yang ada di dunia, padahal jika dibandingkan dengan dunia, manusia hanyalah setitik debu di hadapan alam semesta yang besar..." Ice Emperor menghela napasnya.

__ADS_1


"Kau jelas ancaman kami yang lebih besar daripada Wadah Flame Emperor, levelmu terlalu besar untuk kami abaikan..." aliran Energi Gaib dalam tubuh Black Emperor mengalir lebih cepat, aura berwarna merah menyala keluar dari tubuhnya, "Kalau begitu, kami akan membunuhmu lebih dulu..."


__ADS_2