
Al menatap layar besar di depannya, di sebelahnya ada Marie yang duduk tenang.
Keduanya sudah berkali-kali melihat sinyal jam tangan yang hilang, dan sudah berkali-kali pula mereka menghela napas masing-masing.
"Jika Hunter sekuat Hunter rank SS gugur, bukankah pertempuran ini akan dimenangkan oleh pihak Monster?" Marie bergumam.
Sinyal jam Mir, Alex, Joko, Esterosa, Alteron, John, Rei, dan Carroline sudah hilang, dan kemungkinan Hunter rank SS yang tersisa adalah Al, Marie, William, Vina, Senja, dan Andhika.
Terlebih, jumlah sinyal yang hilang bersamaan dengan hilangnya sinyal jam tangan Carroline amat banyak, hampir lima puluhan Hunter...
"Monster apa yang bisa membuat Hunter rank SS seperti mereka gugur? Apakah ada Emperor yang menyamar?"
Menurut perhitungan Langit, Monster yang mampu membunuh Hunter rank SS saat ini hanyalah Lord yang hampir menjadi Emperor, dan Emperor itu sendiri.
Tetapi sayangnya, para Emperor sudah disibukkan oleh Langit, dan tersisa Monster-monster lemah lainnya, jadi sulit dipercaya bahwa Hunter rank SS bisa tewas tanpa keberadaan satu Emperor pun.
"Sinyal Langit juga hilang entah kemana, aku jadi khawatir Hunter itu tewas di tangan musuh." Marie memejamkan matanya dan suaranya sedikit bergetar.
Al menggelengkan kepalanya, "Tidak, Langit tidak akan semudah itu dihabisi, ia sudah berlatih keras selama ini..."
Langit mempercayai komando pasukan seluruh dunia padanya, jadi Al harus percaya pada remaja terkuat itu, dan seharusnya semua orang juga mempercayai Langit.
"Kita harus percaya pada Langit dan kemampuan mistis yang ia miliki..." ujar Al dan ia mengangkat tangan kirinya yang memakai jam tangan, "Sudah jam enam sore..."
Suara berdering terdengar, Marie mengangkatnya dan menempelkan telepon ke telinganya.
Ia tersenyum tipis, dan ia menatap Al, "Laut Pasifik berhasil dipertahankan oleh pasukanku..."
"Hah? Jangan bodoh, pemimpinnya saja disini menonton siaran perang, bagaimana caranya pasukan EarthGuard bertahan tanpa pemimpin?" Al menaikkan alisnya.
"EarthGuard tak kekurangan orang-orang militer yang hebat. Selain aku, ada banyak Hunter dan petinggi militer yang mampu memimpin pasukan sepertiku. Mungkin saja para jendral tua terdahulu turun tangan lagi menggantikanku di barisan depan Laut Pasifik." Marie menutup teleponnya, "Jangan lupa-..."
"EarthGuard adalah organisasi Hunter yang isinya kebanyakan orang-orang militer, aku tahu itu..." Al menghela napasnya. Suara dering terdengar lagi, dan ia mengangkatnya.
"Komandan! Jepang telah bersih dari Monster! Ketua Yuuki telah kembali dengan kepala lima Lord!"
Al tersenyum lebar, ia sudah menebaknya, kalau Yuuki akan bersinar lagi kali ini...
Dengan keberhasilannya mempertahankan Jepang, mungkin kesalahannya di Kanada dua tahun lalu bisa tertutupi dengan prestasinya kali ini.
"Mungkin kakek Oga sedang tersenyum melihat muridnya berkembang pesat..."
Ia menutup teleponnya dan memejamkan matanya, ia merasa matanya sedikit sembab tanpa ia ketahui sebabnya.
"Apakah ini artinya kemenangan?" gumamnya. Yah, mungkin bukan ia saja yang merasa begitu...
Semua Hunter yang berhasil bertahan akan berpikir bahwa semuanya sudah berakhir, namun semuanya tak bisa disimpulkan semudah itu, mungkin saja ada Monster lain yang tersisa di Amerika atau di Afrika, mengingat organisasi Hunter yang menjaga dua benua itu sudah hancur.
Suara berdering terdengar kembali dan Marie meraihnya, sebelum ia mendengar suara teriakan, suara yang amat familiar di telinganya.
"Komandan Al! Indonesia berhasil bertahan! Dan Monster sudah habis terbantai!"
Suara berdering lagi, Al mengangkatnya dan ia tersenyum tipis, "William berhasil..."
__ADS_1
Marie menutup teleponnya dan ia tertawa, tetapi Al bisa melihat sedikit air mata di pinggir matanya.
Al tak perlu kabar dari Amerika, Prancis, Italia, dan benua Afrika, ia sudah tahu kabar mereka...
"Mungkin, kami menang..." gumam Al dan ia memejamkan matanya lagi, matanya terasa mengeluarkan air mata.
Entah bagaimana ceritanya, ia mendengar suara sorakan dari segala arah, terdengar ramai dan harus Al yakini, suara sorakan itu adalah suara sorakan dari semua Hunter di seluruh dunia, baik itu yang masih hidup maupun yang sudah gugur.
Ia mengepalkan tangan kanannya dan menempelnya di dada kirinya, "Tom, kami berhasil menyelesaikan misi yang kau tinggalkan..."
Di sore yang terasa dingin itu, suara sorakan kemenangan dari umat manusia bergema di tiap sela-sela bumi, menandakan akhir dari perjuangan tiga ratus tahun umat manusia melawan Monster...
Ya, itulah akhirnya...
Atau mungkin awal...
Entahlah, hanya waktu yang bisa menjelaskannya...
Karena...
Roda kehidupan akan terus berputar, ada masanya manusia berada di atas dan berhasil menyelesaikan masalah, ada juga masanya manusia menghadapi masalah dan kesulitan mengatasinya...
Apakah...
Kedamaian akan tiba sesuai harapan seluruh umat manusia setelah Monster berhasil dimusnahkan?
Entahlah...
***
Bulan terlihat bersinar terang, berbentuk bulat sempurna, dengan hawa dingin yang menusuk, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa merinding.
Aku berjalan menyusuri hutan yang sedikit gelap, dan aku berjalan hanya diterangi cahaya dari Pedang Api Hitam yang kualiri Energi Gaibku.
Tak ada satupun Monster yang lewat, dan aku yakin kalau semua Monster sudah pergi ke dunia sebelah. Ya, aku yakin sekali...
Hei! Siapa yang bisa kumintai tolong mengantarku ke Siegfried??! Aku mengalami hal yang disebut dengan tersesat!
Apa tidak ada peta kek, biar aku bisa berjalan tenang...
Sebentar...
Hawa ini, amat kuat, mirip seperti aura yang pernah ditunjukkan oleh Death Emperor atau Siegfried!
Tidak, ini terasa lebih kuat lagi! Lebih pekat lagi!
Aku mengalirkan banyak Energi Gaibku ke kedua kakiku dan melesat cepat, mengikuti arah yang kurasakan adalah pemilik dari aura dahsyat itu.
***
Benua Kegelapan terpisah dengan benua lain, dan nampaknya aku harus melompat ke benua seberang, mencari Siegfried...
Aku mengangkat tanganku dan menciptakan gate di depanku, aku melompat ke dalam dan seketika aku mendarat di atas lantai yang mengilap...
__ADS_1
Harusnya...
"Hiih..." aku terkejut melihat kepala manusia di dekat pintu, manusia kah? Aku sulit memperkirakannya...
Dan pintu sedikit terbuka, aku bisa mendengar sesuatu dari dalam...
"Saranku, kau sebaiknya jangan mengganggunya."
"Ray bukanlah manusia biasa seperti Langit, ia adalah monster..."
Ray? Apakah Ray itu adalah murid dari Zon?
"Oh..."
"Berarti aku bisa mengganggu Reil di dunianya..."
Reil? Siapa pula itu?
Suara orang itu berat, terdengar mirip seperti suara Siegfried... Ataukah itu benar-benar Siegfried?
"Apa yang kau pikirkan?"
"Apa yang sebenarnya kau inginkan?"
"Sederhana, kekuasaan..."
"King of Kings mencari satu raja terkuat, bukan?"
King of Kings? Satu raja terkuat? Kekuasaan? Apa-apaan semua itu?
"Ah, dosamu di dunia Hunter sudah masuk..."
"Mengganggu Raid melawan Naga Kehancuran, menculik Tang Liao, mengganggu Raid Tokyo, mengganggu Raid Hawaii, mengganggu Raid Islandia, memulai Raid Kanada, mengganggu penyerangan ke New Washington yang menyebabkan Black Emperor terbunuh, mengganggu pertempuran di RedWhite hingga Frans Andreas tewas, membuat Dragon Emperor terlampau kuat di New Washington hingga Tom terbunuh, mengganggu pertarungan antara Flame Emperor melawan Ice Emperor, dan terakhir, mengganggu pertarungan Langit melawan tiga Emperor."
"Gangguan dilakukan dengan Seal Field yang melemahkan Para Hunter, Tang Liao, Black Emperor, Ant Lord, Serpent Lord, para Hunter rank SS, empat Emperor, Frans Andreas, Tom Cage, Flame Emperor, dan terakhir kau malah memperkuat Langit Satria."
Apa? Pertarunganku... Dikacaukan oleh Siegfried? Tak bisa diampuni...
Harus kubunuh, dia menodai pertarungan yang seharusnya berakhir tanpa campur tangan orang luar...
Aku menarik pedangku dan memotong pintu menjadi dua, dan aku berjalan mendekati meja tempat Siegfried dan satu makhluk hitam duduk dengan cangkir di atas mejanya.
Aku maju perlahan lagi dan melepaskan seluruh aura yang kumiliki, "Oh, pantas saja aku merasa terlalu kuat, jadi semua ini hanyalah rekayasa?"
"Kemenanganku jadi tak ada artinya kalau begini..." Rasanya aku makin kesal mendengarnya...
"Dan juga, kau yang ikut andil dalam pertarungan di bumi dan kau mengaturnya? Memangnya kau dewa?!" tekanan semakin kuat, dan dua cangkir di atas meja seketika pecah, "Jawab!"
"Hanya karena kau Monster terkuat, kau bisa meremehkan makhluk yang lebih lemah darimu?!" Aku mengangkat pedangku dan meletakkannya di atas meja, "Kalau begitu, lawan aku, Siegfried!"
Siegfried bergetar, "Aura yang dahsyat, setara dengan tujuh Emperor..."
Dan kau baru takut dengan kesalahanmu sekarang??! Menyesallah nanti saat kau kulempar ke neraka, Siegfried sialan!
__ADS_1
Cold Blooded Hunter : Seeker of Peace - Arc 10 - Jalan menuju kemenangan - The End