Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
293. Ancaman dunia III


__ADS_3

"Pasukan sebanyak seratus orang memang tidak bisa menghabisi Langit, namun bagaimana dengan lima ribu tentara lima ratus pesawat tempur, dan seratus kapal perang menyerangnya? Apakah ia masih bisa tersenyum saat melawannya?"


"Entahlah, kita hanya harus menembakkan semua peluru yang kita bawa saat melihat Langit di depan kita."


Bendera Inggris, Spanyol, Italia, India, Jepang, Rusia, Arab Saudi, dan Mesir terlihat di lautan selatan Indonesia, bergerak mendekati pulau Jawa yang menjadi sasaran militer dunia.


Kekuatan baris depan umat manusia sudah menurun drastis sejak Perang Dunia ketiga selesai, beberapa negara hancur dan dari keputusan PBB, beberapa negara akan dibangun ulang setelah negara-negara yang berhasil bertahan selesai diperbaiki.


Apa yang menyebabkan militer bisa memiliki senjata berat dan kendaraan militer di tengah krisis ekonomi ini membuat sebuah tanda tanya besar di kepala jenderal Andhika saat itu...


Andhika berpendapat dalam hati bahwa ada kemungkinan distribusi gelap terjadi di balik layar militer dunia, yang tak diketahui oleh Indonesia sekalipun.


PBB juga menyatakan bahwa butuh puluhan tahun agar dunia kembali normal seperti sebelumnya, hingga kembali seperti saat sebelum invasi Monster terjadi.


"Nampaknya PBB tidak mengetahui pergerakan kita, bukan?"


"Mereka tidak tahu darimana kita menyadari bahwa Langit bukanlah manusia..."


Dua orang dengan pakaian lengkap berdiri di kabin kapten kapal, di belakang mereka terlihat seseorang terikat dan mulutnya ditutup sesuatu seperti lakban.


Orang itu...


"Bagaimana caraku menghentikan serangan ini?!"


***


Flame Emperor berdiri di hadapanku sambil mengangkat kedua tangannya ke atas, terlihat ia sedang menciptakan api dalam ukuran besar.


Kulihat Dragon Emperor melakukan sesuatu sebelum ia berubah menjadi naga raksasa yang pernah menghancurkan New Washington di masa lalu, dan ia bergerak menjauh.


Aku masih bisa merasakan ratusan pesawat tempur masih berada di wilayah Indonesia, mereka berputar-putar seperti sedang mencari sesuatu.


Yah, apa yang mereka cari adalah aku, sementara aku berada di tengah-tengah hutan pulau Jawa, jadi untuk sementara aku tidak akan bisa ditemukan oleh siapapun.


Andhika dan Vina sudah kutugaskan berjaga di ibukota bersama pasukan elite yang dibentuk Andhika.


Pasukan elite itu dilatih langsung oleh Andhika, jadi tidak diragukan lagi kemampuan mereka dalam bertempur.

__ADS_1


Selain itu, pasukan elite itu juga sering latih tanding dengan Andhika langsung, jadi bisa dipastikan mereka juga bisa mengimbangi mantan Hunter rank SS.


Flame Emperor melompat kemudian berubah menjadi bola api, atau mungkin lebih mirip seperti kepala naga api...


Penampilannya benar-benar menyeramkan, dan menurutku, ia mirip seperti Banaspati yang pernah kulihat di buku-buku.


Banaspati adalah mitos hantu yang memiliki wujud seperti bola api dan mangsanya adalah manusia. Menurut mitos itu juga, Banaspati adalah wujud dari sihir orang-orang Jawa dulu, biasanya disebut santet.


Makhluk-makhluk dari mitos lokal menjadi caraku mengusir orang-orang yang berniat mengusik kedamaian di tanah airku tercinta ini...


Sayangnya itu hanyalah cara damai untuk memperingati mereka, namun jika mereka tetap memaksa dan berambisi membunuhku dengan cara apapun, maka aku akan mengambil jalan terakhir...


Menghancurkan militer beserta petinggi-petinggi bodohnya...


"Ah, sudah ada tentara yang mendarat di tepi pantai selatan ya..." aku berbalik sambil menarik Pedang Api Hitam, "Tunggu aku..."


***


"A-50 tes!"


"A-50 disini!"


"C-20 disini, ada mata besar di depan!"


"Sialan, untuk apa kita mengejar Langit Satria?! Dia sudah berjasa pada dunia!"


"Entahlah! Semuanya adalah perintah atasan! Kita hanya melaksanakan tugas!"


"Baiklah, ikuti arahanku untuk sementara dan selesaikan tugas secepatnya! Aku ingin kembali ke rumah dan tidur!"


Itulah bobroknya para pemimpin di dunia. Mengorbankan nyawa tidak bersalah demi tujuan mereka, sehingga banyak nyawa yang melayang sia-sia hanya untuk tujuan bodoh saja.


Jika bisa dikatakan, kehancuran adalah hasil dari keserakahan manusia itu sendiri. Selagi sifat-sifat buruk tetap menguasai, maka kedamaian tidak akan pernah terwujudkan...


Semua pesawat tempur yang ada langsung mengeluarkan senjata masing-masing dan melepaskan tembakan yang mengeluarkan peluru-peluru yang mengarah ke sebuah bola api berbentuk mata itu...


Semua peluru-peluru itu menembus bola mata itu, namun sayangnya bola mata itu tidak tewas, malah menatap semuanya dengan tatapan marah.

__ADS_1


"Sialan! Bola mata itu benar-benar tidak bisa dihabisi!"


"Keluarkan semua yang kalian punya! Jangan ragu!"


"Siap komandan!"


Hujan peluru langsung dikeluarkan meski mereka sudah mengetahui kalau bola mata itu tak bisa dilukai dengan peluru biasa, namun mereka terpaksa melakukannya karena mematuhi perintah atasan mereka...


"Manusia-manusia bodoh..." suara menggelegar terdengar di langit malam itu, "Untuk apa kalian bertempur melawan orang yang sudah menyelamatkan kalian?"


Tak ada jawaban, dan dari kejauhan, semburan api muncul dan memusnahkan semua pesawat tempur yang ada di langit saat ini, menandakan bahwa serangan dari udara benar-benar tidak bisa menyentuh Indonesia sedikitpun, bahkan sekedar menjatuhkan satu peluru saja tidak bisa.


Dari lautan, radar kapal perang menangkap ratusan sinyal pesawat tempur yang mulai menghilang satu persatu, dan satu jenderal terdiam saat melihatnya.


"Al, apa kau berkhianat? Kenapa kau membohongi kita dan membuat pasukan udara gugur semua?"


Orang yang dipanggil Al tidak menjawab, malahan ia hanya tertawa kecil, meski tawanya tertahan oleh mulutnya yang tertutup sesuatu.


"Itu artinya kita harus turun tangan langsung mengawasi jalannya serangan." satu orang berkata, "Katakan pada semuanya, kita akan menyerang lewat darat saja."


***


Aku memburu manusia. Ya, aku yang sekarang bukanlah pemburu Monster seperti dulu yang membuatku mendapat julukan Cold Blooded Hunter, namun aku adalah pemburu manusia sejak aku membunuh Yao Junzhi di kediamannya sendiri.


Namun sayangnya aku tak merasa bersalah sedikitpun, malahan aku senang kalau sampah dunia sudah berkurang satu dengan kematiannya.


Apakah itu saja sudah cukup? Tidak, sampai aku bisa menghancurkan orang-orang yang berencana menghabisiku, barulah aku akan berkata cukup.


Aku berdiri dengan pandanganku yang menatap pantai lepas. Aku merasakan kapal laut berjumlah besar mendekat dan akan bersandar di sini.


Oke, aku bisa melihatnya, puluhan kapal laut, tidak, lebih tepatnya puluhan kapal perang yang mendekat, dan satu tiba di tepi pantai lebih dulu kemudian menjatuhkan jangkarnya.


Tak lama, puluhan, kemudian ratusan tentara, turun dari kapal dan bergerak cepat, mendekatiku kemudian mengarahkan senjata masing-masing.


"Target, Langit Satria sudah ditemukan! Bersiap untuk eksekusi!"


DOR!

__ADS_1


DOR!


DOR!


__ADS_2