Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
91. Lima puluh serigala


__ADS_3

"Baru kubilang..." Zon terkekeh kecil, "Keberuntungan kalian memang tidak bagus..."


"Apa maksudmu?" tanyaku dengan nada serius.


Andhika yang ada di sebelahku melirik sedikit dan bertanya, "Hah?"


Aku merasakan kalau Andhika merespon perkataanku, tetapi aku tak memiliki waktu untuk menanggapi respon Andhika, karena skill pasifku menangkap sesuatu dan menampilkan hasilnya.


[Perhatian! Lima puluh serigala mendekat!]


Aku berdiri dan menarik pedangku, sementara Andhika ikut berdiri dan mengambil pedangnya.


"Ada apa?" tanya Andhika.


"Ada musuh..." jawabku singkat, dan aku melompati sungai dan berlari kencang, meninggalkan Andhika yang masih terpaku di tepi sungai.


***


[Perhatian! Lima puluh serigala mendekat!]


Peringatan itu terus muncul di hadapanku, dan membuatku mempertanyakan tentang seberapa kuat serigala itu hingga terus diperingati seperti itu.


Dan jawabannya telah kudapatkan...


[Silver Wolf Lv. 30]


[Silver Wolf Lv. 32]


[Silver Wolf Lv. 31]


"Levelnya tak sama tiap Monster, ya?" aku memasang posisiku yang sudah menarik kedua pedangku.


Kalau levelku lebih tinggi dari mereka, seharusnya tidak masalah untukku mengatasi mereka, tetapi masalahnya adalah jumlah gilanya itu. LIMA PULUH SERIGALA LOO, tidak main-main jumlahnya itu...

__ADS_1


Faktor lain mungkin karena adanya Andhika yang kini sudah ada di belakangku sambil memegang Keris Raja Singa dan aku melirik sekilas, "Kakinya bergetar..."


Yah, sederhananya Andhika ketakutan melihat serigala-serigala itu...


"Penampilan serta jumlahnya mungkin membuat temanmu ketakutan, dan terlihat hanya kau yang bisa diandalkan untuk bertarung saat ini..." Zon berkata.


[Skill aktif Pedang Api aktif! Meningkatkan semua serangan fisik sebesar 70% dan meningkatkan peluang efek Burn sebesar 60%! 2 Stamina dikonsumsi tiap detik!]]


[Skill aktif Sprint aktif! Meningkatkan kecepatan gerak sebesar 10%! 1 Stamina akan dikonsumsi tiap detik!]


Aku melesat maju dan terlihat serigala-serigala itu tak bisa melihat gerakanku.


Dengan kecepatan lebih dari kecepatan gerakku, aku mengayunkan kedua pedangku dan memotong leher satu serigala hingga putus.


Aku tak berhenti sampai sana, aku menggerakkan kakiku lagi dan bergerak ke tengah-tengah serigala itu kemudian mengangkat kedua pedangku, "Tarian Kaisar Api!"


[Skill aktif Tarian Kaisar Api aktif! 10 Stamina dikonsumsi!]]


Sebenarnya, Tarian Kaisar Api bukanlah skill yang meningkatkan status ataupun memberikan efek tertentu pada musuh, tetapi hanya sekedar jurus pedang biasa yang tiba-tiba saja hadir di deretan skillku.


Jurus pedang yang satu ini bisa membuat tebasanku tak bisa ditahan oleh siapapun, sekalipun itu oleh Monster yang punya kekuatan lebih dariku, karena sifat tebasan dari skill Tarian Kaisar Api adalah bersifat mutlak, tak bisa dibatalkan.


Dengan kecepatan tinggi, aku mengayunkan pedangku dari kiri ke kanan, kanan ke kiri, berputar karena satu serigala berniat mencakarku dari belakang, berputar lagi ke belakang, mengangkat kedua pedangku ke atas dan mengayunkannya ke bawah dengan cepat, dari bawah aku mengayunkan kedua pedangku ke sisi samping, dan berputar sekali lagi.


Semuanya kulakukan dengan cepat, dan sekitar sepuluh kepala serigala terlepas dari tempatnya.


Aku melompat tinggi dan menjauh dari gerombolan serigala itu kemudian menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan.


Kakekku mengajarkanku untuk selalu menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan setelah melakukan jurus, agar tubuhku bisa santai perlahan. Kakekku menyebutnya teknik pernapasan.


Selain itu, sebelum melakukan jurus juga harus melakukan teknik pernapasan terlebih dahulu agar tubuh siap untuk melakukan serangan.


Jika aku tak melakukan teknik pernapasan sebelum ataupun setelah melakukan jurus, tubuhku bisa saja terkejut dan semua otot-ototku tak bisa rileks dalam waktu lama, sehingga membuat kemungkinan tubuh kaku meningkat.

__ADS_1


Yaaa, karena tak ingin merasakan itu akupun mengikuti saran kakekku dan terus melakukan teknik pernapasan apapun kegiatanku, sekalipun itu menuang air ke gelas, karena menurut kakekku, melatih teknik pernapasan bisa membuat napas kita lebih panjang dan itu pastinya akan banyak membantu dalam pertarungan.


Skill Pedang Api masih aktif dan Staminaku mulai berkurang sedikit demi sedikit, dan sebelum Staminaku habis aku harus menghabisi semua serigala ini!


Aku menguatkan genggamanku pada kedua pedangku dan bergerak maju kemudian mengayunkan kedua pedangku dari kiri ke kanan, "Menebas Gunung!"


Serigala-serigala itu melompat mundur, membuat tebasanku hanya memotong angin saja, tetapi sayangnya semua itu hanyalah pembuka!


"Tarian Raja Bumi!"


Aku meningkatkan kecepatan gerakku dan menghampiri satu serigala kemudian memotong kepalanya menjadi dua, kemudian mengayunkan pedangku dengan cepat sambil terus maju.


Perlahan, aku kembali masuk ke kerumunan musuh dan tak sengaja, kakiku tersandung batu dan aku pun jatuh tersungkur.


Aku merasakan serigala-serigala itu bergerak maju, tetapi aku tak merasakan mereka melukaiku, yang ada aku mendengar suara jeritan mereka.


Dengan cepat, aku berbalik dan melihat satu orang sedang bertarung melawan serigala-serigala itu, dengan pedang meliuk-liuknya yang ia ayunkan dengan ganas.


"Andhika..."


Andhika mengamuk dengan Keris Raja Singa miliknya yang sudah menyala terang dan mengeluarkan asap tipis, membuatku yakin kalau ia sedang menunggu keris besarnya panas, barulah maju membantu.


"Sejak tadi dia tidak takut, ia hanya mempersiapkan pedangnya. Ketahuilah, tadi kalian kan mencuci senjata masing-masing, nah pedangnya tadi bersuhu rendah jadi ia menunggu hingga pedangnya bersuhu normal, kemudian menyalakan pemanasnya hingga batasannya dan menunggu sampai panasnya dirasa cukup untuk membunuh Monster dalam satu tebasan." Zon mengutarakan pendapatnya, dan aku mengangguk saja.


Kunci kemenangan kami saat ini terlihat seperti tergantung pada Keris Raja Singa yang panas, tetapi nyatanya Andhika hanya menunggu momentum yang tepat untuk memakainya, jadi jelas peranku paling banyak saat ini.


Aku berdiri perlahan dan menarik napasku, sebelum aku menyadari kalau kerumunan serigala sudah menghilang dari tempat ini.


"Eh?"


"Kau terkejut?" Andhika mendekat, dan Keris Raja Singa telah diselimuti darah hitam, "Aku membereskannya setelah menunggu momentum yang tepat..."


Yah, Andhika tak menggunakan jurus apapun untuk menghabisi gerombolan serigala itu, sementara aku memakai banyak sekali skill yang nyatanya hanya mampu menghabisi hampir tiga puluh ekor serigala sekitar lima belas menit...

__ADS_1


"Baiklah, karena semua sudah selesai, ayo kita pergi ke tempat selanjutnya..." Andhika membuka peta yang ia simpan di balik jaket tebalnya dan matanya melebar.


"Sedikit lagi kita mencapai kota!"


__ADS_2