Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
Extra : Storm Bringer


__ADS_3

LANJUTAN CHAPTER 279 : Kelopak bunga yang jatuh


BTW SPOILER ALERT!


***


"Sebelum itu, aku ingin membicarakan sesuatu..."


"Apa itu?" tanyaku sambil menaikkan alisku.


"Tentang hubunganmu dengan Watcher codename Storm Bringer..."


"Apa maksudmu?" tanyaku sambil menaikkan alisku.


Storm Bringer? Siapa itu? Apakah sosok yang membantu perang disaat aku tidak ada?


"Sebaiknya kita pindah ke tempat yang tidak akan didengar oleh orang lain..." ujar Yuuki kemudian keluar ruangan, "Mari..."


***


Kilatan biru terlihat di udara, dan seekor Monster besar bergerak cepat di darat, mengejar kilat biru itu, yang nampaknya amat cepat... Ya, amat cepat...


"Hei, apa-apaan itu?" Yuuki menarik pedangnya, meskipun ia ragu maju melawan Monster dan kilat biru itu, ia masih memiliki keberanian untuk maju bertanya pada siapapun yang melihat aksi kilat biru itu.


"Langit saja tidak bisa bergerak secepat itu..." Yuuki bergumam.


Yuuki mengetahui Langit adalah Wadah yang bisa melakukan hal yang tak bisa dilakukan manusia biasa, contohnya bergerak cepat. Ia pernah melihat gerakan paling cepat Langit saat ia bertarung melawan Dragon Emperor, tetapi kecepatan kilat biru itu berbeda dari Langit, beda jauh...


Tapi ada kemungkinan Langit sudah berkembang jauh sejak pertarungannya melawan Dragon Emperor, dan ia tahu juga dari Vina kalau Langit sudah memiliki kekuatan dari dua Emperor lain, jadi bisa dipastikan Langit bisa saja bergerak lebih cepat dari yang Yuuki ketahui.


Kilat biru itu bergerak cepat di udara, sebelum ia mendarat di atas tanah dan menghancurkan tanah yang ia injak, dan ia melesat cepat menuju Monster di depannya kemudian melancarkan pukulan.


DUARR!


Yuuki terdiam, sekali pukulan kilat biru itu bisa menciptakan ledakan dahsyat?


Monster itu jatuh, dan kilat biru itu melompat dengan tangannya yang terangkat ke atas, yang perlahan memunculkan pedang berwarna biru. Ia menebaskan pedangnya ke bawah, memotong Monster itu menjadi dua.


Ia mendarat di atas tubuh Monster yang terbelah itu dan ia menatap Yuuki, "Kau melihatnya, kan?"


Yuuki seketika merasa kakinya gemetar melihat orang yang baru saja menghabisi Monster besar di depannya dengan mudah seorang diri. Apalagi ia baru saja menunjukkan kemampuan yang tidak masuk akal...


Sesuatu seperti kilat menyelimuti tubuhnya? Pedang biru yang terlihat seperti kilat petir? Gerakan cepat seperti kilat biru? Memukul Monster besar dengan tangan kosong hingga jatuh? Manusia macam apa yang bisa melakukan semua itu?


"Mungkin kau bingung, jadi aku jelaskan..." ia melompat dan mendarat di depan Yuuki, "Namaku Zione, codename Storm Bringer."

__ADS_1


Ia mengangkat tangan kirinya, jam berwarna biru tua terlihat melingkar di tangan kirinya, dan tak lama, listrik biru keluar dari tangan kirinya dan bersuara keras layaknya petir.


Yuuki menaikkan alisnya, "Apa-apaan itu?"


"Kau intinya harus tahu kalau aku bukan orang dunia ini, aku adalah orang dari dunia lain yang berusaha mengejar penjahat yang kabur dari duniaku." ia menurunkan tangannya dan lambang padi membentuk lingkaran terlihat di dada kirinya, serta nama di dada kanannya. Zione Gutawan, itulah nama orang yang ada di hadapan Yuuki.


Zione bertubuh tinggi setara dengan Yuuki, berjas hitam dengan kedua lengan jasnya yang dilipat sampai siku, kerah jasnya yang lumayan tinggi, panjang jasnya sampai lutut, nama yang tersemat di dada kanannya, lambang padi membentuk lingkaran di dada kirinya, jam tangan berwarna biru di tangan kirinya, setelan orang kantoran di dalam jas hitamnya, dan kacamata hitam, ia terlihat keren dengan angin yang berhembus pelan.


"Aku melihat pasukanmu kesulitan mengatasi serangan para Corrupt, jadi aku akan membantu sebentar sebelum pergi melanjutkan perjalananku." ujar Zione kemudian berbalik.


Ia berjalan perlahan, Gate ungu muncul di depannya dan langsung mengeluarkan banyak sekali Monster dengan beragam bentuk.


"Yah, ini mudah saja..." ia melompat dan listrik biru menyelimuti tubuhnya lagi, terlihat sesuatu terbentuk di kedua tangannya, dan ia mendarat yang seketika menghancurkan tanah di sekitarnya beserta semua Monster yang baru saja datang.


Yuuki diam, "Kekuatan Langit mungkin sudah menyetarai Zione..."


Hanya dalam satu lompatan, Zione menghancurkan semua Monster yang datang dan ia kembali mendekati Yuuki, dengan sesuatu di kedua tangannya.


"Nampaknya teknologi duniaku dan duniamu berbeda jauh..." Zione melirik pedang yang dipegang Yuuki, "Bukan begitu, Yuki Ken?"


Yuuki terdiam, bagaimana orang asing yang tiba-tiba saja mengaku sebagai orang dari dunia lain ini bisa mengetahui namanya?


"Mungkin kau kebingungan, jadi aku akan menjelaskan dari awal..." Zione berdeham, "Kau tidak perlu tahu tentang darimana asalku, kau hanya harus tahu tentang asal kekuatanku, yang mungkin saja sama seperti asal kekuatan manusia terkuat disini."


Yuuki makin terdiam, apakah mungkin asal usul kekuatan Langit?


Yuuki terdiam lagi, Zione sejak tadi menyebutkan banyak istilah aneh yang kepalanya sulit pahami. Watch? Codename? Storm Bringer? Bagaimana dia tahu namanya? Corrupt? Sesuatu di kedua tangannya yang terus mengeluarkan listrik berwarna biru? Dunia lain? Pertempuran abadi?


"Dalam beberapa kali mimpiku, atau mungkin bisa kusebut ingatan, Watch yang kupakai ini tidak berasal dari dunia ini, tidak juga berasal dari duniaku, tetapi dari alam kematian."


"Benda ini mampu membuat pemiliknya melintasi dimensi, berpindah tempat, bahkan pergi ke dunia lain. Yang lebih ajaib lagi, benda ini juga mampu membuat pemiliknya awet muda..."


"Watch ini bernama Thunder Rule, dan Watch ini dikatakan menyimpan kekuatan dari seorang praktisi yang juga berteman baik dengan roh yang menghidupi manusia terkuat di dunia ini, yaitu Langit Satria. Nama praktisi itu adalah Tianyun."


"Ini adalah Gear Tech, ada setidaknya 5 level dibedakan dari attack outputnya. Yang kupakai adalah Gear Tech level 5 dengan nama yang sama dengan codename-ku, yaitu Storm Bringer." ia mengangkat tangan kanannya, menunjukkan sesuatu yang mirip mesin menempel di tangannya.


"Kenapa aku tahu kau bernama Yuuki Ken? Karena wajahmu mirip seperti temanku yang juga memiliki nama yang sama denganmu, ia gugur dalam perang penghabisan melawan PeaceMaker. Apa yang ia pakai juga mirip sepertimu, jadi aku merasa kalau kau mungkin saja adalah reinkarnasi dari temanku sendiri."


"Ada banyak yang ingin kusampaikan padamu, tetapi rasanya situasi tak mengijinkannya..." Zione berdiri, "Ijinkan aku bertarung bersamamu, kawan..."


Yuuki tersenyum dan ia berdiri kemudian menarik pedangnya, "Oke, jangan sampai mati!"


Untuk saat ini, Yuuki belum sepenuhnya paham apa yang dikatakan Zione...


Pertarungan terasa mudah dengan keberadaan Zione yang mampu menghabisi banyak Monster hanya dengan satu pukulan saja, dan tak butuh waktu lama, gate ungu yang ada di atas kota Tokyo hilang sepenuhnya.

__ADS_1


"Haah, kita berhasil..." Yuuki menyarungkan pedangnya, dan ia menoleh ke segala arah, namun ia tak menemukan sosok yang bertarung bersamanya.


"Kemana Zione?"


Zione hilang tiba-tiba, sama seperti kemunculannya yang benar-benar sulit dipercaya...


***


"Begitulah pertemuanku dengan Watcher codename Storm Bringer..." Yuuki menyelesaikan ceritanya.


Angin di pelabuhan Yokohama terasa sejuk menerpaku, menemani kisah Yuuki yang terasa nyata...


Jika itu benar, artinya apa yang dikatakan God of Space Time itu benar...


Ada banyak Monarch di seluruh alam semesta, yang mampu menyeberangi dunia dengan mudah...


Yang mampu meratakan satu pasukan besar hanya dalam satu kali serangan...


"Kurasa, itu ada hubungannya dengan para raja..." ujarku, dan Yuuki yang duduk di depanku melebarkan matanya.


"Raja? Apa maksudmu?"


"Benar, raja..." aku menjelaskan semua yang kuingat dalam pembicaraanku dengan God of Space Time, tak lupa juga aku menjelaskan semua yang kudengar saat menguping pembicaraan Siegfried dengan Benario.


Yuuki yang mendengarnya terlihat terkejut...


"Artinya, Zione adalah seorang raja, sama sepertimu?" tanya Yuuki dan aku mengangguk.


"Terdengar sulit dipercaya bukan? Namun begitulah adanya." aku menatap lautan luas di hadapan kami berdua.


Dunia terlalu sempit, aku harus secepatnya mencari tahu semuanya yang ada di seluruh dunia dengan kekuatan Monarch yang kumiliki ini.


Catatan penulis :


Yo, kembali bersama aku, Rio Andriana.


Jadi, extra chapter ga akan terurut secara garis waktu, tapi aku buat extra chapter setelah aku ketemu plot hole dan sesuatu yang emang harusnya aku jelasin tapi ga aku jelasin :D


Dan baru aja aku baca ulang, aku udah ketemu satu kejanggalan.


Apa itu? Yap benar, tahun yang salah di chapter 13 yang jelasin tentang masa lalu Joko Taru versi dokumennya.


Next extra chapter aku bakal jelasin, atau belakangan dah... Intinya aku akan jelasin timelinenya secara singkat di extr chapter terpisah.


Kenapa aku baru jelasin timelinenya sekarang, bukannya di awal? Karena aku baru liat plot holenya dan dulu itu aku belum revisi :(

__ADS_1


Ampuni saya wahai pembaca budiman...


Adiosss!!!


__ADS_2