
"Mr. Yuuki! Lihat ini!"
Yuuki kembali menatap layar dan matanya melebar, tangannya bergetar, ponsel yang ia pegang jatuh ke atas lantai.
"Gate... Ungu?"
"Mr. Yuuki! Apa itu?" orang lain yang ada di ruangan itu bertanya, dan tak mendapat jawabannya.
"Tidak, ini masalah besar, yang bahkan Mr. Tom sekalipun tak bisa mengatasinya!" Yuuki meraih lagi ponselnya kemudian menghubungi Tom, "Mr. Tom!"
"Ada apa, Hunter muda?"
"Begini Mr. Tom, di Kanada sedang terjadi sesuatu yang amat gawat..." Yuuki menjelaskannya, mulai dari badai salju yang melanda Kanada, kemunculan beberapa Monster kuat di dekat pesawat, Langit yang hilang, dan terakhir adalah kemunculan Gate ungu di langit Kanada.
"Hanya itu yang bisa kulaporkan, Mr. Tom..." ujar Yuuki, sebelum panggilan terputus, "Mr. Tom?"
Yuuki menurunkan ponselnya dan memasukkannya ke dalam kantong celananya, "Kacau sudah..."
"Bagaimana sekarang, Yuuki? Apakah ayah bisa membantu?" tanya Carroline, dan Yuuki menggelengkan kepalanya.
"Tak ada jawaban..." Yuuki mengepalkan tangannya, "Aku yakin Mr. Tom pasti marah besar padaku..."
Meskipun ia mengepalkan tangannya, matanya mulai meneteskan air mata, menunjukkan rasa bersalah yang amat besar.
"Karena aku adalah Hunter, orang yang berburu, bukan yang diburu, aku akan pergi!" Yuuki meraih jasnya dan memakainya kemudian mengambil Katananya yang ia letakkan di atas meja, "Jaga pesawat dengan baik!"
Yuuki berlari keluar dari ruangan dengan cepat, bahkan tak ada yang mampu menghentikan gerakannya.
Tak butuh waktu lama bagi Yuuki untuk mencapai bagian belakang pesawat, dan ia langsung membuka pintu pesawat kemudian melompat keluar.
"Mr. Yuuki, kembali!"
"Di luar berbahaya! Kita tunggu bantuan saja!"
Yuuki tak mendengarkannya, sekarang ia hanya fokus untuk bergerak cepat mencari Langit, itulah prioritasnya untuk saat ini.
__ADS_1
"Kanada amat luas, aku takkan bisa menjelajahi semuanya seorang diri..." Yuuki bergumam, "Aku harus mempersempit wilayah pencarian."
Menurut laporan, sinyal gelang yang dipakai Langit terakhir muncul di Zona 9, dimana Zona itu ada di Kanada bagian utara dan paling dekat dengan Kutub Utara.
"Aku tidak akan bisa mencapai posisi itu dalam waktu singkat..." Yuuki mengangkat tangan kirinya yang memakai jam tangan dan membawa Hinokami no Ken, "Sekarang jam dua belas, sudah beberapa jam berlalu sejak ujian dimulai..."
Langkahnya melambat ketika melihat barisan Monster di hadapannya, dan Yuuki mengangkat tangannya kemudian menarik pedangnya dengan cepat kemudian menyalakan pemanasnya.
"Cih, menghalangi..."
Yuuki bergerak lebih cepat sementara satu persatu Monster berbagai bentuk maju dengan hawa membunuh mereka yang bisa Yuuki rasakan dengan mudah.
Pedangnya sudah memiliki tingkat panas yang lebih baik, dan ia menebaskan pedangnya, memenggal satu persatu Monster dengan mudah.
Nyatanya, kerumunan Monster tak mampu menghentikan gerakan Yuuki, dan salju yang putih mulai dihiasi dengan darah hitam dari para Monster aneh.
"Hohoho, ada manusia lagi rupanya..." satu Monster muncul dan ia mengangkat kakinya untuk menendang Yuuki, "Akan kuhabisi kau..."
Yuuki melompat mundur menghindari tendangan itu kemudian bergerak maju lagi, lalu menebas kaki Monster itu.
"Kau takkan bisa mengalahkanku hanya dengan tebasan lemah itu!" beruang itu bersuara lagi, "Aku adalah Bear Lord, tak ada yang bisa melukaiku!"
"Oh, benarkah?" Yuuki melompat ke samping dan memasang posisinya, "Tapi aku bisa memenggalmu dengan mudah."
Pedangnya semakin membara diantara badai salju, dan Yuuki menatap lawannya tajam, "Dia lemah..."
Satu hal yang selalu ditanamkan oleh Oga padanya...
"Hunter muncul untuk berburu, tak ada Monster yang memburu Hunter, kitalah yang memburu Monster!"
"Tak ada pemangsa yang lebih lemah dari mangsanya, kita adalah pemangsa dan Monster adalah mangsa kita!"
Karena itulah, Yuuki selalu percaya diri dalam bertarung melawan Monster, tak ada satupun Monster yang bisa lolos dari kematian jika pedangnya, atau pedang pertamanya yang diberi nama Izuma menyentuh lawannya.
Apalagi pusaka turun temurun yang dimiliki EasternDragon ada di tangannya, semakin banyak Monster yang nyawa melayang ketika bilah Hinokami no Ken yang berwarna merah itu menyentuh tubuh Monster.
__ADS_1
"Meskipun kau adalah Hunter rank SS, kau tidak akan bisa membunuhku semudah itu!" beruang itu meraung dan ia berlari maju kemudian mengayunkan cakarnya.
Yuuki menghindarinya dan menusuk ke depan, tapi sayangnya tusukannya hanya mengenai sisi kiri perut beruang itu. Ia melompat mundur kemudian menarik pistolnya lalu melepaskan beberapa tembakan.
Tentunya perhatian beruang itu teralihkan, dan Yuuki menyimpan pistolnya lagi kemudian melesat lalu menebas perut beruang itu hingga isi perutnya terburai keluar, dan serangan terakhirnya ia lancarkan dengan menusuk dada beruang itu, tepat di dada bagian kiri yang ia ketahui adalah posisi inti kehidupan Monster berada.
Setelah beruang itu jatuh dan darah berwarna hitam meresap ke dalam salju dan mengubahnya menjadi hitam, Yuuki menyarungkan kembali Katananya dan berlari menjauh.
Di tempat yang jauh...
"Bear Lord gugur, bahkan ia tak mampu bertahan dalam dua serangan itu." seorang dengan pakaian serba hijau menghela napasnya, "Lemah..."
***
Yuuki berlari lebih kencang sambil menatap layar ponselnya, ia kini sudah sampai di Zona 4.
Ia berhenti berlari dan menarik pedangnya lagi, "Siapa disana?!"
Tak ada yang menjawab, dan Yuuki tetap memasang posisi waspada sebagai antisipasi terhadap serangan mendadak.
"Apakah aku berhalusinasi? Efek dari terlalu lama ada di badai salju?" Yuuki menggelengkan kepalanya, "Sial, aku tak boleh lengah disini!"
Ia menyarungkan pedangnya lagi dan berlari menjauh, menuju tempat yang ditujunya.
Gerakannya makin cepat, begitu juga dengan badai salju yang bergerak makin cepat, yang seolah berusaha menahan Yuuki agar tak bergerak lebih cepat dari yang saat ini.
Dan karena banyaknya Monster yang menghalanginya, Yuuki bergerak menjauh dari rute awal, dan akhirnya ia terjebak di hutan yang tak ia ketahui posisinya dimana.
Yuuki berhenti bergerak dan duduk, sambil mengatur napasnya, ia mengeluarkan ponselnya dan menatap peta, sebelum ia menghela napasnya dan memeluk pedangnya lebih erat lagi.
"Aku sudah kehilangan arah..." Yuuki menyandarkan punggungnya ke pohon, kepalanya menghadap ke atas, "Apakah masih sempat? Atau aku malah hanya menghalangi saja?"
Yuuki memasukkan ponselnya, "Sial, aku terlalu panik..."
Ia benar-benar ada dalam kondisi panik, meskipun ia sudah berusaha tenang, kepanikan akibat kunci keberhasilan ras manusia melawan Monster hilang di tengah badai salju tak bisa hilang begitu saja. Ia merasa harus bertanggung jawab sebagai Hunter rank SS yang ditugaskan untuk mengawasi para murid dalam menjalani ujiannya.
__ADS_1
"Yah, nampaknya aku masih belum mampu menjadi laki-laki yang diinginkan oleh kakek..." Yuuki berdiri lagi, "Oke, saatnya melanjutkan perjalanan!" ia kemudian berlari lagi.