Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
133. November yang ditunggu


__ADS_3

Aku menatap layar ponsel dengan senyuman lebar, hari ini adalah tanggal satu bulan November, dan sesuai dengan yang dikatakan Andhika sebulan lalu, praktek akan dilakukan.


Andhika sudah bersiap dengan perlengkapannya, termasuk Keris Raja Singa, Rei telah bersiap dengan kedua tangannya yang memakai Penghancur Bumi, dan aku memakai pakaianku yang biasanya, dengan kedua pedangku yang sudah tersarung di pinggangku dan kedua tanganku yang memakai Cakar Ayam Api.


"Langit, Andhika, Rei, apa kalian sudah selesai?!" seseorang memanggil kami, dan tebakanku, teman kami sudah datang menjemput kami.


Selama dua bulan ini, aku dan empat temanku sudah mendapat teman, yah, tidak banyak juga, tapi yang penting kami punya teman yang bisa diajak melakukan berbagai hal, seperti jalan-jalan ke kota, berbincang hal-hal seru, dan sebagainya.


Kami keluar, dan teman kami yang bernama Carl Zenkins berdiri di depan kamar kami, dengan senjata apinya yang berupa... Pisau? Bukankah itu agak berbahaya?


Tapi, aku tak memikirkannya lebih jauh dan kami pergi ke kelas dengan cepat, agar tidak terlambat.


***


Di kelas, murid-murid lainnya membawa senjata api mereka, dan terlihat, hanya aku saja yang memiliki senjata api lebih dari satu, sementara yang lainnya membawa satu saja.


"Langit, senjatamu banyak juga, ya?" laki-laki dengan pakaian serba hijau mendekat dan menepuk pundakku, "Ada sarung tangan besi dan dua pedang, memangnya kau bisa bertarung leluasa dengan beban sebanyak itu?"


"Hei Don, jangan menilai orang dari penampilannya..." aku menarik Pedang Api Hitam, "Coba kau angkat benda ini..."


Don menerimanya dan wajahnya terkejut ketika kedua tangannya sudah memegang Pedang Api Hitam, "Ini... Ringan!"


"Beratnya tak sampai satu kilogram, separuhnya malahan, dan pedangku yang lainnya memiliki berat setara dengan pedang ini..." aku mengangkat tanganku dan menunjukkan Cakar Ayam Api, "Kalau ini, hanya seberat seratus gram saja, jadi aku mudah bergerak, bahkan aku bisa mengimbangi kalian semua kalau aku serius..."

__ADS_1


Oke, pernyataanku itu sepertinya memancing yang lainnya, tapi sayangnya tak ada satupun yang berani melawanku, bahkan Carroline saja tidak berani melawanku lagi sejak aku menyuruhnya mengantarku ke ruang latihan.


"Hei sialan, tarik ucapanmu..." seseorang dengan pakaian serba ungu dengan muncul di depanku dan menepuk pundakku, "Meskipun kau adalah orang yang bisa membuat Carroline terdiam dan patuh padamu, aku tidak akan segan padamu..."


Orang itu adalah Wei Zhifu, Hunter rank B dari BraveWarrior. Kecerdasannya cukup baik, tapi aku masih belum melihat kekuatannya yang sesungguhnya.


"Aku tidak tahu trik apa yang kau pakai untuk membuat Carroline mematuhimu, tapi intinya kau adalah orang yang sombong." satu orang lagi dengan mata sipit dan berkulit putih datang dan ia mengangkat senjata apinya yang berupa tombak, "Kau adalah orang yang pantas kukalahkan selanjutnya."


Namanya adalah Lee Shin, seorang Hunter rank A dari BraveWarrior cabang Korea Selatan. Senjata apinya adalah tombak, dan selama aku perhatikan dua bulan ini, dia tak memiliki kelebihan dalam hal teori.


Aku tersenyum dan mengambil pedangku dari Don dan mengangkatnya ke depan, mengarahkan ujung pedangku ke arah keduanya, "Oke, kutunggu kekuatan kalian..."


***


Peringkat satu dipegang olehku, kedua dipegang oleh Lee Shin, ketiga dipegang Carroline, keempat dipegang oleh Wei Zhifu, dan kelima dipegang oleh Vina.


Aku yang mendengarnya tak percaya, aku memegang peringkat satu? Selama ini, aku selalu menerima ranking sepuluh di kelas, atau bahkan aku pernah menerima ranking dua belas.


Mungkinkah... Stat INT mempengaruhi kecerdasanku juga?


"INT atau kepanjangannya adalah Intelligence berasal dari bahasa Inggris yang berarti Kecerdasan dalam bahasa Indonesia." Zon menjelaskan, "Itu dijelaskan dalam guide book..."


Aku dan murid kelas 1-A yang berjumlah dua puluh murid termasuk aku sampai di ruang latihan, dimana disana sudah berdiri satu orang dengan kemeja putih, dasi ungu, celana panjang hitam, dan jas formal berwarna hitam. Di pinggangnya tersarung Katana yang sarungnya berwarna merah gelap.

__ADS_1


"Jadi kawan-kawan, orang yang berdiri di sana adalah orang yang cukup terkenal di dunia, kalian seharusnya tahu orang itu karena dia terhitung cukup terkenal di dunia." ayahku berkata, mengenalkan orang yang berdiri di ruangan itu.


Yaaa, dia cukup terkenal, aku bahkan pernah bertemu dengannya dua kali, pertama lewat panggilan video dan kedua lewat tatap muka langsung.


Orang itu adalah salah satu dari sebelas Hunter rank SS yang ada di dunia, berasal dari EasternDragon, dijuluki Knight from Heaven atau di negeri asalnya dijuluki Murasaki no Ken, seorang Hunter rank S yang menjadi Hunter rank SS di usia dua puluh dua tahun, dia bernama Yuuki Ken, ketua organisasi EasternDragon yang bermarkas di Jepang.


Pertanyaanku, bagaimana ceritanya dia bisa ada disini? Bagaimana dengan Jepang dan wilayah sekitarnya?


"Yo, Yuuki, aku tak mengira kalau kau benar-benar akan memenuhi undanganku..." ayahku maju dan menyapa Yuuki Ken.


"Aku kebetulan datang kemari berkunjung, dan kebetulan aku berminat datang kemari, jadi aku sekaligus memenuhi undanganmu." Yuuki menjawab kemudian menatapku, "Dan apa kau ingin meminta tolong padaku?"


"Emm, aku hanya ingin kau memotivasi mereka, tidak lebih..." ayahku menepuk pundak Yuuki, "Kau adalah Hunter muda paling berbakat yang pernah muncul di dunia, bahkan kau sudah mematahkan rekor Esterosa ketika menjadi Hunter rank SS!"


Ayahku berbalik menghadap kami kemudian berseru, "Kalian semua! Datang kemari! Akan kukenalkan kalian pada Hunter muda terbaik di generasi sekarang!"


Semua murid berlari maju menuju Yuuki dan ayahku, sementara aku masih berdiri di tempatku semula, "Apakah Jenny Anderless pergi ke Jepang menggantikan Yuuki?" Yah, lebih baik bertanya langsung padanya...


Aku mendekat dan mendengarkan sedikit hal, dan satu kalimat terakhir yang diucapkan Yuuki cukup membuatku tersenyum tipis.


"Seperti yang dijelaskan guru kalian, aku akan melawan kalian..." Yuuki berkata santai, sambil menarik pedangnya keluar sedikit dari sarungnya.


Aku melirik yang lainnya, semuanya terlihat tegang setelah mendengar itu, tapi kurasa, hanya aku saja yang tersenyum lebar.

__ADS_1


"Ini... Melawan Hunter rank SS selain kakekku? Menarik..."


__ADS_2