
Aku berdiri menghadap Hunter yang terkapar di depanku sambil meregangkan pergelangan tanganku, aku ragu harus membunuh Hunter ini atau tidak.
"Kalau kau bunuh, bukan hanya namamu yang rusak, tapi besar kemungkinan kau tak bisa diterima di RedWhite. Ingatlah dari organisasi Hunter mana Hunter ini berasal..." Zon mengingatkan, "Jangan gegabah dalam membunuh manusia saat ini."
Kemungkinan itu benar, dan aku langsung berbalik pergi, dibanding harus terkena masalah karena membunuh Hunter itu.
Masalah luka, tak banyak luka yang dialami Hunter itu, meskipun ia memakai pedang, tetap aku yang memakai pukulan yang menang.
Aku pergi dan kembali ke rumah paman Antha, sebelum masuk aku melihat sekeliling dan melompat masuk, pergi ke kamarku dan mengambil Cakar Ayam Api kemudian pergi lagi.
Malam ini, aku berencana menyelesaikan semuanya, menghancurkan para Hunter yang sewenang-wenang dan langsung menghadapi Lein.
***
Aku melirik jam di tangan kiriku, sudah jam setengah tiga pagi, dan para Hunter sudah menghilang dari jalanan, membuatku berpikir apakah tindakanku mengalahkan lima Hunter membuat mereka kabur dan melapor pada atasan mereka.
"Sialan, kukira aku bisa mendapatkan pengalaman lagi..." aku menggaruk kepalaku, "Apakah caraku salah?"
"Kau melawan musuh yang lebih lemah, jadi kau tak punya kesempatan mendapat ilmu lebih saat melawan manusia." Zon terdengar menghela napasnya.
Perkiraanku, aku yang sekarang sudah sekuat Hunter rank B atau bahkan rank A, tetapi tentunya secara pengalaman aku masih kalah dengan rank B dan rank A.
Lima Hunter sudah kukalahkan, dan aku harus pergi mengikuti satu Hunter yang sudah kabur duluan ketika melihatku datang.
Aku mengalirkan Staminaku ke kakiku dan berlari maju, mengikuti Hunter yang kabur itu.
[Skill aktif Sprint aktif! Meningkatkan kecepatan gerak sebesar 10%! 1 Stamina akan dikonsumsi tiap detik!]
***
Markas para Hunter yang disebut juga kantor walikota adalah bangunan yang berbentuk seperti rumah dengan tiga lantai, yaaa, tak ada bedanya dengan hunian biasa.
Tetapi bendera merah putih serta bendera bergambar burung garuda berwarna merah putih yang terpasang di pintu masuknya membuat bangunan itu berbeda dari rumah lainnya.
"Merah putih..." gumamku, dan aku melompat turun kemudian berjalan perlahan mendekati bangunan.
Saat ada di depan bendera itu, aku diam sebentar dan sekilas, aku mengingat kakekku yang tersenyum dalam tidurnya ketika memakai bendera merah putih yang menyelimuti tubuh kakunya. Ya, itu adalah saat ketika kakekku akan dimakamkan.
Aku menggelengkan kepalaku dan berjalan maju, sambil mempersiapkan diri pada serangan para Hunter yang sudah bersiap pada kedatanganku.
__ADS_1
Kata kakekku, para Hunter dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu Defender, Striker, Assassin, Marksman, Sniper, dan Witch. Aku termasuk tipe Striker menurut kakekku jika melihat semua skill yang kumiliki.
Defender terfokus pada pertahanan diri yang besar, Striker memiliki serangan dan pertahanan yang sama besarnya, Assassin memiliki kecepatan dan serangan yang besar, Marksman memiliki kecepatan dan serangan yang besar dari jarak jauh, Sniper memiliki serangan jarak jauh yang besar tapi memiliki pertahanan yang rendah, dan Witch memiliki kemampuan menyemburkan api dari jarak dengan dan jauh, sederhananya begini.
Aku harus mewaspadai tipe Hunter Assassin karena tipe ini yang paling sulit untuk dihadapi oleh Striker sepertiku, dan harus mengincar Marksman serta Sniper terlebih dahulu dalam pertarungan melawan kelompok.
Aku juga harus menghindari Defender dan Witch, karena Defender sulit untuk dilawan karena pertahanan dirinya yang amat besar, dan Witch adalah tipe yang mampu menyemburkan api, tentunya aku akan kesulitan memperpendek jarak jika bertarung melawan tipe Witch.
Intinya, dalam dunia Hunter semua tipe memiliki kelemahan dan kelebihannya tersendiri yang disebut Advantage and Disadvantage.
Pengetahuan ini harus dikuasai semua Hunter karena memiliki pemahaman tentang bagaimana cara memperkirakan tipe seorang Hunter hanya dengan melihatnya sekilas dan cara-cara untuk melawannya berdasarkan tipe itu.
Aku kurang memahaminya, hanya dasar saja kupahami dan nantinya di Jakarta, aku akan memperdalamnya lebih baik lagi.
Aku mengepalkan tangan kiriku dan membuka pintu dengan tangan kanan, dan situasi di dalam benar-benar penuh celah.
"Sepi, pintu tak dikunci, apakah para Hunter di pinggiran memang seperti ini?" gumamku, dan aku melirik ke sisi kiriku, menemukan beberapa senjata yang dipasang di sana.
Aku mendekatinya dan mengambil dua pistol di sana kemudian menyimpannya di kantongku.
"Seriusan, ini sepi sekali, aku sampai khawatir kalau salah alamat." aku maju lagi dan melihat sebuah ruangan yang pintunya terbuka sedikit, "Aku masuk kesini saja..."
Pintu itu terbuka sedikit dan cahaya lampu keluar sedikit, menunjukkan kalau ada orang di sana.
"Kalian itu Hunter! Kenapa bisa kalah dari anak kecil?!"
"Maaf pak, anak itu lincah dan cepat, kami tak bisa menangkapnya."
"Aku tak mau mendengarnya! Intinya bagaimana bisa kalian kalah dari anak itu?!"
"Kami tidak tahu, yang kami tahu kecepatan anak itu menyetarai pak Kusuma!"
Kusuma? Siapa itu?
Aku tak pernah mendengar nama itu, kakekku amat jarang menyinggung tentang para Hunter kuat milik RedWhite, jadi aku kurang tahu orang itu.
Apa mungkin Kusuma adalah seorang Assassin? Mengingat kecepatanku disetarakan dengan orang itu, menunjukkan mereka tak menganggapku remeh lagi meskipun aku masih anak kecil.
"Yang pasti, ia mungkin adalah Hunter tua yang telah pensiun, kembali lagi ke dunia Hunter untuk melengkapi pasukan di RedWhite!"
__ADS_1
"Tapi Hunter mana yang memiliki kecepatan secepat yang kalian ceritakan?! Hunter rank S? Rata-rata mereka pensiun di usia tua dan tak mungkin mereka kembali!"
Aku menghela napasku dan mendorong pintu hingga terbuka lebar, aku kemudian berpindah ke pintu yang terbuka dan berkata lantang, "Akulah anak kecil yang kalian bicarakan!"
Mata semua orang yang ada di ruangan itu melebar dan aku melihat Hunter yang kukejar ada disana.
"Dia! Dia anak kecil yang kumaksud!" seru Hunter itu, "Hawa keberadaannya tak lebih dari Hunter rank S!"
Jangan bercanda deh paman, aku ini masih berumur dua belas tahun, mana mungkin di usia semuda ini aku menjadi Hunter rank S.
Tapi itu mungkin juga, ada kemungkinan aku dinilai sebagai seorang Hunter rank S jika dilihat oleh Hunter lemah sepertinya.
"Hunter rank S? Jangan bercanda, aku masih berumur dua belas tahun, memangnya RedWhite mau menjadikan anak kecil sepertiku Hunter rank S?" tanyaku sambil mengangkat satu pistol yang kurampas di dekat pintu itu, "Angkat tangan, aku akan mengurus kalian..."
Ada satu orang yang kulupakan, dan ia berdiri kemudian mengangkat sesuatu di sebelah mejanya, "Hohoho, punya urusan apa kau dengan kami?"
"Hei, paman tak usah berbohong begitu, paman yang membuat penduduk kota ini menderita di malam hari, kan?" tanyaku dengan mata yang menatapnya tajam.
[Skill pasif Raja Api aktif! Semua kawan akan menurut padamu dan semua lawan akan gentar menatapmu!]
[Efek dibatalkan karena harga diri lawan terlalu tinggi!]
Hee, aku baru tahu ada stat yang namanya harga diri...
Orang itu menarik sesuatu dan pedang panjang keluar dari samping meja, ia mengangkatnya dan mengarahkannya padaku, "Para Hunter memiliki posisi lebih tinggi dari penduduk biasa..."
"Lalu?" aku menatapnya tajam, "Apa itu membuatmu bisa menindas mereka?"
"Aku tak menindas, aku hanya meminta makanan pada mereka..." orang itu berjalan keluar dari mejanya, "Tapi mereka tidak mau memberikan, jadi aku terpaksa memerintahkan para anak buahku melakukan cara yang tidak halus lagi."
Cara kasar, maksudnya?! Apa itu adalah tindakan yang pantas seorang Hunter peringkat tinggi lakukan?!
Aku melihat medali yang tersemat di dadanya adalah burung garuda berwarna merah putih dengan lima bintang melingkar, membuatku yakin kalau dia adalah walikota kota 6.
"Sebelum aku mengalahkanmu, aku harus tahu namamu dulu..." orang itu menyeringai, "Siapa namamu?"
"Langit Satria." jawabku singkat, aku tak perlu banyak berbicara dengan orang yang baru gagal sekali menggunakan cara halus langsung menggunakan cara kasar, "Namamu?"
"Namaku? Lein Artha, kapten pasukan penjaga kota 6 sekaligus seorang Hunter rank A."
__ADS_1
Hmph, rank A dibanggakan, aku akan mencapai itu dalam waktu singkat...
Aku mengepalkan kedua tanganku dan bergerak maju sambil melancarkan pukulanku, "Pukulan Iblis!"