Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace

Cold Blooded Hunter: Seeker Of Peace
72. Vigo Vs Komandan pasukan Dragon Lord


__ADS_3

Vigo menatap ke depannya dengan tatapan datar, semua pertarungan yang ia lihat terasa membosankan, bahkan Yuuki saja sampai menguap melihatnya.


"Vigo-san, apakah kau melihat sesuatu?" Tanya Yuuki tiba-tiba, "Para Monster gelombang ketiga terasa lebih lemah dari gelombang kedua..."


"Kau berpikir kalau semakin lama, para Monster yang muncul akan semakin kuat, begitu?" Tanya Vigo balik dan Yuuki mengangguk.


"Itu adalah pemikiran dasar, kau pasti melihatnya dari game tentang Dungeon, kan? Kalau kau berpikir begitu, itu benar sedikit." Vigo mengangkat tangannya, dengan telunjuknya dan jempolnya yang hampir bersentuhan, "Sebenarnya, setiap gelombang dipimpin oleh satu atau lebih Monster kuat, entah itu di gate disini atau di gate lain."


"Sebagai contoh, gelombang kedua kemungkinan dipimpin oleh dua Monster rank SS yang dilawan kakek Oga di Brazil, kau tahu itu, kan? Nah, gelombang ketiga kemungkinan dipimpin oleh Monster berlevel sama, tetapi di lokasi yang berbeda."


Yuuki mengangguk, ia memejamkan matanya dan bertanya, "Bagaimana ceritanya Vigo-san menjadi Hunter rank SS? Perlu aksi khusus?"


"Tidak perlu menanyakan itu, sekarang kita maju." Vigo berdiri dan tangan kirinya meraih gagang pedangnya, "Monster kuatnya sudah muncul."


Empat kata yang terakhir diucapkan Vigo membuat Yuuki terkejut dan ia membuka matanya dengan cepat, ia menatap ke depan dan matanya terbuka lebar.


"Apa-apaan penampilannya-?"


"Jangan lihat dari penampilannya..." Vigo meraih gagang pedangnya dengan tangan kanan dan tangan kirinya ikut memegang gagang pedangnya, "Bagaimana perasaanmu saat melihat Monster itu?"


Bukankah dia adalah Monster lemah? Yuuki berniat berkata begitu, tetapi pandangannya pada Monster itu berubah saat mata Monster itu berubah menjadi merah menyala dan ia bergerak cepat sambil merobek tubuh satu Hunter yang ada di dekat sana.


"Aarrgghhh!"


Tak berhenti sampai sana, Monster itu bergerak cepat dan mulai mencabik satu persatu Hunter yang ada di dekat sana, hingga Vigo berhasil mengambil napas tenang dan ia berseru,


"Pasukan, mundur!"


Tak perlu Vigo berteriak begitu, para Hunter sudah memilih kabur dibanding melawan Monster kuat itu meskipun dengan jumlah besar.


Vigo berjalan maju sambil menyeret pedang besarnya dan Yuuki berdiri sambil menarik pedang lengkungnya.

__ADS_1


Keduanya berjalan maju perlahan, sementara para Hunter lain sudah kabur mendekati pesawat, sambil memperhatikan dua Hunter kelas atas mereka.


"Anak muda, apakah kau berniat melawan Monster itu?" Tanya Vigo sambil mengangkat pedang besarnya ke atas, membuat Yuuki terdiam melihat kekuatan fisik Vigo yang terlalu dahsyat baginya, "Kalau tidak, sarungkan pedangmu dan kembali ke ruang kendali."


Yuuki menggelengkan kepalanya dan ia menghunuskan pedangnya, "Ya, anggap sebagai latihanku menuju ketua organisasi EasternDragon..."


Vigo bisa menebaknya, jika Oga memutuskan pensiun, maka posisinya akan turun ke muridnya atau wakil ketuanya, yaitu Yuuki itu sendiri.


Mungkin, Yuuki menyadari kalau usia Oga tidak akan lama lagi, dan sebagai persiapan untuknya menjadi pengganti Oga, maka ia mengikuti banyak sekali Raid ke berbagai negara, termasuk Raid Islandia ini.


Keduanya berdiri dengan posisi masing-masing, berhadapan dengan satu Monster bertubuh seperti manusia dengan tanduk hijau di dahinya yang memancarkan aura mengerikan.


"Kalian... Manusia... Bukan... Wadah..."


"Kau mau Wadah?" tanya Vigo sambil mengeluarkan botol air yang isinya sudah ia habiskan, "Nih..."


Ia melemparnya ke hadapan Monster itu dan ia tersenyum lebar, "Itu Wadah... Wadah air."


Vigo tersenyum tipis, selain melihat perubahan pada mulutnya, ia juga melihat perubahan hawa yang ia rasakan dari Monster aneh itu.


"Yah, ada-ada saja Monster sekarang, meniru penampilan manusia..." Vigo menurunkan pedangnya ke tanah dan melompat sambil mengangkat pedangnya, "Terima ini!"


Ia melompat tinggi sambil mengangkat pedangnya dan menebaskannya ke bawah dengan kekuatan yang besar, tetapi Monster itu menghindar, membuat pedang besar itu mendarat di tanah dan menghancurkannya.


Yuuki yang hanya melihatnya bergetar, ia tak bisa membayangkan seandainya ia ada di posisi Monster itu dan ia gagal menghindari tebasan mengerikan itu, sudah pasti tubuhnya akan terpisah menjadi dua.


"Kupuji kau, bisa membuatku berpindah dari tempatku." Monster itu bertepuk tangan, membuat Vigo menyipitkan matanya dan menahan kesal.


"Kau juga..." Vigo memasang wajah tenangnya yang dipaksakannya, "Tak ada Monster yang bisa menghindari tebasan mautku, tetapi kau bisa, yang artinya kau bukan Monster biasa."


Monster itu menyeringai lebar dan tertawa lepas, membuat Vigo menaikkan alisnya, tak paham di bagian mana perkataannya yang terdengar lucu di telinga Monster sialan itu?

__ADS_1


"Kata-katamu, mengingatkanku pada manusia yang pernah mencoba menghabisiku dan ia gagal..." Monster itu berkata, "Dia memakai pedang besar yang sama sepertimu, dan kata-katamu benar-benar mirip, bukan lagi sekedar mengingatkanku padanya."


Vigo diam dan ia tersenyum lebar, "Kau sedang menghadapi orang yang sama dengannya..."


Ia mengangkat pedangnya dengan mudah menggunakan satu tangan dan membuat Yuuki bersama Hunter lain yang melihatnya terkejut.


"Apa-apaan fisik gila itu?!"


"Pak Vigo mengangkat pedang besarnya dengan satu tangan saja di usianya yang senja!"


"Apakah semua Hunter rank SS benar-benar Monster bahkan di usia tuanya?!"


Semua Hunter tak percaya, tubuh Vigo yang meskipun berotot, tetapi usianya tak bisa membohongi, Vigo tetaplah manusia yang sudah tua.


"Tapi sayang, aku bukanlah orang seperti yang pernah kau hadapi dulu!" Vigo memasang posisinya dan berlari maju sambil mengayunkan pedangnya dengan kasar, dari kanan ke kiri dengan kekuatan penuhnya.


Angin kencang tercipta dari tebasan itu dan memaksa Monster itu untuk bergerak menjauhi jarak serang Vigo yang cukup luas itu terlepas dari tipenya yang hanyalah Defender semata.


Vigo melancarkan dua tebasan dari kanan ke kiri kemudian dari kiri ke kanan dengan cepat kemudian menjatuhkan pedangnya ke tanah.


"Sulit dihindari..." Yuuki diam melihatnya, kekuatan Vigo terasa terlalu hebat untuk ia hadapi sendirian, "Apa aku bisa mengimbanginya?"


Tetapi pelajaran pertama yang selalu ia ingat dari gurunya adalah...


"Jangan ragu, jika kau merasa ragu maka saat itulah kehancuran akan mendekat. Terus maju apapun rintangannya, jangan anggap rintangan itu sebagai penghalang, jadikan mereka sebagai tantanganmu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya."


Sejauh ini, Yuuki selalu menganggapnya omong kosong, karena semua Monster yang ia hadapi selalu tewas dalam satu hingga tiga tebas, membuat Yuuki merasa kekuatannya masih begitu-begitu saja.


Dan kini, Yuuki sudah melihat tembok yang memisahkan dirinya dengan tahap selanjutnya, tembok itu adalah Vigo dan Monster bertanduk yang dihadapi Vigo.


"Kurasa, inilah rintangannya, aku harus menghancurkannya..." Yuuki menggenggam erat gagang pedangnya sambil menyalakan panas pedangnya, hingga pedang ungunya berubah menjadi merah menyala, "Akan kuhadapi..."

__ADS_1


Sepulang sekolah... Ngetik dulu lanjutannya...


__ADS_2