
Suasana di ruang kerja ketua RedWhite di kereta lapis baja terus membuatku teringat pada ketua Frans, karena aku bertemu pertama kali dengannya saat di kereta ini, di ruangan ini.
Aku juga ingat, aku dahulu pernah memimpikan satu hal, yaitu aku yang akan menjadi ketua organisasi RedWhite selanjutnya, dan hal itu terjadi.
Mungkin itu hanya sekedar firasat semata, tetapi Zon dulu menjelaskan bahwa mimpi itu mungkin saja benar-benar akan terjadi, bukan sekedar khayalan belaka. Sederhananya, aku tak sengaja menatap ke depan...
Zon mengatakan bahwa kemampuan membaca masa depan itu adalah hal yang amat sulit, yang bahkan jumlah praktisi yang bisa melakukannya di dunianya yang dulu saja tak banyak, dan semuanya yang memiliki kemampuan itu rata-rata adalah orang-orang hebat.
Cara untuk melatihnya tak mudah, Zon tak mengetahuinya karena ia tak memiliki kemampuan itu dan tak berniat melakukannya.
"Hei Langit, bukankah kau merasakan ada kejanggalan?" tanya Senja, dan aku kembali merasakannya.
"Ya..." aku mengangguk, "Bagaimana mungkin kau mengajakku pergi ke Surabaya padahal aku sudah menjelaskan pada kalian kalau aku akan pergi ke Amerika dalam waktu dua hari lagi?"
"Itu dia, aku terus berpikir, apa yang membuatku mengajakmu pergi kesana?" Senja mengangkat telunjuknya, "Bukan hanya sekedar ingin berkunjung saja, bukan?"
Aku mengangguk, aku melirik laptop di dekatku yang menunjukkan peta pulau Jawa, dan menurut peta kami sedikit lagi sampai di Surabaya.
"Jika hanya berkunjung, seharusnya sudah sejak lama..." aku mengelus daguku, "Ada yang aneh..."
Ya, hawa yang kurasakan semakin terasa aneh, berbeda dengan hawa Gate yang biasa kurasakan saat bertempur dalam Raid. Terasa menyesakkan, tapi aku bisa menahannya...
Ada yang tidak beres lagi...
Jika penyebabnya adalah Monster ataupun Wadah, ada kemungkinan juga kalau ada pengkhianat di antara para Hunter.
Kenapa aku berpikir begitu? Bayangkan saja, kemunculan Monster di Kanada bukan hanya sekedar kebetulan saja, ada penyebabnya di baliknya.
Tidak mungkin para Emperor memilih Kanada sebagai tempat bertempur mereka, sementara ada wilayah lain yang lebih luas seperti gurun Sahara dan sebagainya yang bisa dijadikan tempat bertempur.
Sial, nampaknya Dragon Emperor, Tyrant Emperor, dan Ice Emperor memiliki seorang mata-mata di antara para manusia...
Kereta berhenti, dan masinis kudengar berkata, "Kereta telah sampai di Surabaya! Dan ada cahaya ungu di kejauhan!"
Aku meraih jasku kemudian memakainya dan meraih kedua pedangku lalu berlari keluar, "Senja, cepat! Ada sesuatu di luar!"
Aku mendengar derap kaki di belakangku, kemungkinan itu adalah Senja yang ikut keluar.
Cahaya ungu, mungkin saja itu adalah Gate ungu! Indonesia dalam bahaya lagi!
__ADS_1
***
Stasiun amat sepi, dan aku berlari cepat menuju cahaya ungu yang ada di kejauhan, aku yakin kalau itu adalah Gate ungu!
"Langit! Aku sudah menghubungi masinis dan aku mengatakan padanya untuk bersiaga di kereta sementara kita bergerak menuju Gate!" seru Senja dan aku mengangguk.
"Bagus, sekarang siapkan dirimu! Kita mungkin akan melakukan Raid dadakan!" aku menarik kedua pedangku dan aku melesat lebih cepat.
Cahaya ungu itu perlahan menghilang, dan aku melewati markas cabang RedWhite yaitu SuraBaya, kemudian melesat lagi, hingga akhirnya aku melihat sebuah Gate berwarna ungu di sebuah taman di dekat markas.
Aku menajamkan penglihatanku, dan kulihat seseorang keluar dari Gate itu, kemudian bertarung melawan seseorang setelah melewati sedikit pembicaraan, nampaknya...
Aku bergerak lebih cepat, dan kulihat lagi... Vein sedang mencekik leher Jerry.
Vein mungkin menyadari kedatanganku, ia melempar Jerry ke arahku kemudian ia mengambil jarak dariku.
Aku berhenti di dekat Jerry kemudian menatap Vein tajam, "Sudah kuduga, kau memanglah seorang Hunter yang menyimpan sesuatu..."
"Dan prediksiku sekali lagi benar..." aku mengangkat pedangku, mengacungkannya ke arah Vein.
Vein terlihat kesal, ia mengepalkan tangannya erat dan kedua cakarnya membara lagi, "Langit, bagaimana mungkin kau bisa sampai secepat ini?"
Aku tak bisa menjawab kalau aku sudah mencurigainya dari awal dan menyembunyikannya adalah hal terbaik yang bisa kulakukan saat ini.
"Sayangnya aku tak mau mati di tanganmu! Hidupku masih panjang!" Vein mematikan pemanas di kedua cakarnya kemudian berbalik dan berlari kabur.
Aku menyarungkan kedua pedangku dan melesat mengejar Vein, aku terpaksa meninggalkan Jerry yang kurasa sudah sekarat disana. Aku hanya bisa berharap Senja bisa menolongnya tepat waktu, sekali lagi maafkan aku Jerry...
Vein berlari dengan cepat, aku menarik pistolku kemudian melepaskan beberapa tembakan ke kakinya dan telak mengenai kedua kakinya. Ia pun jatuh tersungkur.
Aku berhenti mengejarnya kemudian menarik pedangku, "Mau lari kemana kau?"
Vein berdiri lagi dan ia berniat kabur lagi, tapi aku bergerak lebih cepat dan menebas lengan Vein, hingga luka lebar tercipta di lengannya.
Aku berhenti di depannya dan menghunuskan pedangku ke leher Vein, "Aku yakin kalau kau punya rahasia, mungkin saja kau adalah seorang pengkhianat."
"Apa yang membuatmu berpikir begitu?!" Vein berdiri dengan cepat kemudian melompat mundur, kedua cakarnya menyala tanpa ia menekan tombol apapun, "Dan juga, sejak kapan kau berpikir aku adalah pengkhianat?!"
"Kau berkelit seperti apapun, aku punya bukti kalau kau keluar dari Gate ungu dan aku bisa menyerahkannya pada Mr. Tom saat rapat nanti." aku menguatkan genggamanku pada gagang pedangku, "Ups, maaf..."
__ADS_1
Vein menyeringai, "Sebuah informasi yang bagus!"
Ia berlari lagi dan aku melesat lebih cepat kemudian menebas punggungnya, hingga armornya hancur dan luka lebar tercipta di punggungnya.
Vein jatuh lagi dan ia berguling kemudian berdiri dengan cepat, "Cih, kau terlalu menyulitkanku!"
Ia mengangkat tangannya dan semburan api keluar dari telapak tangannya, aku melompat ke samping kemudian melesat cepat menuju Vein yang masih mengangkat tangannya yang melepaskan semburan api yang amat besar.
Aku menusukkan pedangku ke perut Vein, dan Vein melompat mundur kemudian melesat sambil mencakar ke arahku.
Gerakannya cepat, tapi kalau kubandingkan dengan kecepatanku, itu masih belum ada apa-apanya.
Aku menahan cakarannya kemudian menendang perutnya, hingga ia menjerit keras dan terlempar ke belakang.
"Sialan!" Vein mendarat dengan mulus kemudian berteriak lagi, "Aku adalah mata-mata Tuan Dragon Emperor dan ia telah membiarkanku hidup lagi! Aku harus memenuhi hutangku padanya!"
"Destruction Army, bantu aku membunuh Langit Satria!"
Tak lama setelah itu, dari sekitar Vein, muncul puluhan Monster berbentuk manusia raksasa dengan kulit berwarna hitam, di atas kepala mereka tertulis level dan nama mereka.
[Titan (Lv. 120)]
[Titan (Lv. 115)]
...
Yah, jika ia benar-benar mata-mata Dragon Emperor, ia mungkin saja dilindungi oleh pasukan Dragon Emperor agar ia bisa leluasa dan keamanannya terjamin selama menjalankan misinya.
Vein menyeringai lebar dan ia tertawa lepas, "Gyahahaha, apa kau lihat ini?! Bahkan jika kau adalah Hunter rank SS dan ketua dari organisasi Hunter RedWhite, kau takkan bisa bertahan dari keroyokan para Titan!"
Aku tersenyum lebar, "Oh, apa kau yakin? Aku adalah Hunter rank SS loh yang dunia menjulukiku sebagai Cold Blooded Hunter, kau tak boleh meremehkanku begitu saja..."
[Quest Obtained!
Habisi para Destruction Army dan pengkhianat umat manusia!
Pengkhianat: 0/1
Titan: 0/50
__ADS_1
Reward: EXP menuju level 210]