
Oga memasang posisinya dan berseru, "Nitoryu, Kyukyoku no Ugoki..." (Jepang: Kyukyoku no Ugoki: Jurus Pamungkas, Source: Google Translate Online)
"Senso no Kami no Okora Seru!" dengan kedua pedangnya yang mulai diselimuti api tipis dan asap tipis, ia bergerak dengan kecepatan tinggi menuju dua Monster High Orc itu. (Jepang: Senso no Kami no Okora Seru: Amukan Sang Dewa Perang, Source: Google Translate Online)
"Hmm, manusia ini memiliki hawa Purple Wolf Lord..." salah satunya berkata, membuat Oga tertegun sedikit.
"Mereka... Kuat..." gumamnya, tetapi kecepatannya tak menurun sedikitpun, sehingga tak butuh waktu lama, ia sudah sampai di hadapan dua High Orc itu dan menebas dua kaki satu High Orc di hadapannya.
Ia bergerak melewati High Orc itu kemudian melompat ke atas dan menancapkan kedua pedangnya di punggung High Orc yang kehilangan keseimbangannya.
"Kemampuannya boleh juga..." satu High Orc yang tak diserang Oga mengangguk, "Apakah kau Wadah?"
Oga tertegun lagi dan High Orc yang ia tusuk menggerakkan tubuhnya, mencoba menghempaskan Oga dari tubuhnya.
Kakek tua itu melompat dan mendarat diantara dua High Orc itu sambil mengangkat satu pedangnya, "Kalau iya, memangnya kenapa? Apakah kalian suruhan Black Emperor?"
Seingatnya, pasukan Black Emperor bukan lagi Monster berbentuk hewan ataupun tanaman, tetapi mutasi dari manusia dan hewan, serta High Orc dan Goblin. Sebab itulah ia bisa menyimpulkan kalau dua High Orc yang ia hadapi adalah bawahan Black Emperor.
Mata kedua High Orc itu melebar dan berubah warna menjadi merah menyala, membuat Oga bergetar lagi.
"Apa-apaan diriku ini?" gumam Oga, dan tak lama ia melihat pukulan diarahkan kepadanya, dan ia melompat ke pukulan itu kemudian berlari di atasnya.
Ia mendekati wajah High Orc yang memukulnya dan menebaskan pedangnya ke pipi High Orc itu kemudian bergerak ke lehernya dan menebasnya.
High Orc itu menjerit dan menggerakkan tangannya menuju lehernya, mencoba menjatuhkan Oga dari lehernya.
Oga melompat turun dan serangan kapak dilancarkan padanya dan ia melompat ke samping kemudian melompati kapak itu dan berlari menuju wajah High Orc itu.
Satu High Orc lainnya mengayunkan pukulannya dan menghajar bahu temannya, tempat Oga sedang berlari dan Oga tak sempat menghindarinya, jadi ia terpental ke tanah dan berguling sebentar. Kedua pedangnya tertancap di dekatnya.
"Ugh!"
[19.790/20.500]
[Kau mengalami Fatigue! Semua seranganmu akan berkurang 40% dan gerakanmu melambat 5%!]
Oga mengepalkan tangannya, "Harus sekali aku mengalami Fatigue di saat seperti ini?!"
Ia melompat dan tak lama, tubuhnya bergetar sedikit dan satu suara terdengar.
KRETAK!
__ADS_1
"Ap-?!"
Oga jatuh berlutut dan ia menatap ke depan, ke arah dua High Orc yang mendekatinya perlahan.
"Oh, hanya Wadah tua dan lemah..."
"Masa hidupnya akan habis tak lama lagi..."
Oga mengepalkan tangannya erat dan ia berdiri dengan tegak sambil menarik napasnya panjang.
[Skill pasif 'No Surrend' telah aktif! All stat meningkat +20 selama 10 detik!]
[Mendapatkan +100 Stamina dari skill pasif!]
[Efek Fatigue dibatalkan!]
Akibat level dan tekad Oga yang terlalu tinggi setiap saat, efek Fatigue bahkan tak bisa menjatuhkan semangatnya.
"Kalian mengira aku akan menyerah hanya karena Fatigue? Kalian salah besar..." Oga mengangkat kepalan tangannya dan ia menyeringai lebar, "Kalian melawan salah satu dari empat pendekar pedang terkuat di dunia, Inazuma no Ken, Oga Haruno! Aku tidak akan kalah semudah itu!"
Ia melesat cepat dan ia melancarkan satu pukulan ke kaki satu High Orc yang tak mampu mengimbangi kecepatan Oga, hingga suara retak terdengar.
Pukulannya mendarat di pipi High Orc lainnya, dan tak lama, tangannya bergetar setelah melancarkan pukulan ke pipi High Orc.
"Patah..." gumam Oga dan ia melompat turun dan bergerak meraih kedua pedangnya kemudian bergerak mundur.
Bersamaan dengan ia mundur, ratusan tembakan melesat melewati dirinya dan Oga mengetahui kalau Hunter lainnya melancarkan tembakan untuk mengulur waktu baginya untuk mundur.
Oga menancapkan satu pedang kemudian menyarungkan pedangnya yang lain kemudian mengangkat tangannya, "Berhenti!"
Setelah itu, tembakan berhenti sepenuhnya dan Oga menarik pedangnya lagi dan berniat melepaskan tebasan lagi, tetapi tubuhnya berhenti bergerak dan ia jatuh tersungkur.
[Kau mengalami Fatigue! Semua seranganmu akan berkurang 40% dan gerakanmu melambat 5%!]
"Lagi?!" seru Oga, dan ia berdiri dan menarik napasnya lagi, "Hanya Fatigue!"
Ia melesat cepat dan ia merasakan tubuhnya semakin sakit seiring ia terus bergerak cepat.
"Hiaaahh!" Ia berteriak keras dan dengan amarahnya karena terkena Fatigue dua kali, ia berhasil melesat dan merobek kaki kanan satu High Orc.
Ia berhenti dengan mulus dan ia menarik napasnya lagi, "Masih..." Ia berbalik, dan ia mendengar samar-samar suara perintah dari langit.
__ADS_1
"Ketua Oga Haruno! Mundur! Serahkan dua Monster rank SS itu pada BraveWarrior!"
Bersamaan dengan itu, sesuatu turun dari langit dan menghantam kepala satu High Orc kemudian mendorong wajah High Orc itu hingga terjatuh.
Ia melompat lagi dan mengayunkan senjatanya ke wajah High Orc lainnya dan serangan itu tidak mempan.
Sesuatu yang berupa manusia itu melompat mundur dan mendarat di sebelah Oga sambil menancapkan senjatanya dan melirik Oga, "Yo, Oga Haruno..."
"Kau..." Oga terkejut melihat orang yang menyapanya, "Yao Zhong..."
Ya, orang yang menyapa Oga adalah Yao Zhong, Hunter rank SS andalan BraveWarrior di masa lalu, dan ia kembali dalam Raid kali ini dengan alasan yang tidak diketahui.
Tak ada yang mengetahui kabar kembalinya Yao Zhong ke dunia Hunter, dan yang mengetahuinya hanya BraveWarrior saja, sudah pasti kembalinya Yao Zhong membuat Oga terkejut bukan main.
Di masanya, Yao Zhong dikenal sebagai Hunter terkuat dan kalau ia diadu dengan Oga, maka Oga akan kalah telak dengan kata lain, Yao Zhong lebih kuat dari Oga saat ini.
"Monster rank SS ini memerlukan trik khusus untuk menghabisinya, aku yang sudah mengayunkan Demon Crusher saja masih belum mampu menghabisi Monster itu." ujar Yao Zhong dan ia melemparkan satu pistol ke arah Oga, "Mau mencoba menyerang dada mereka?"
Oga tersenyum tipis dan ia menerima pistol itu kemudian berdiri dan menjawab, "Ya, mau berkombo?"
"Boleh..." Yao mengangkat tongkatnya dan mengacungkannya sambil mengangkat pistolnya, "Masih bisa?"
Oga menyarungkan pedangnya dan mengangkat pistolnya dan menjawab, "Masih dalam kondisi baik-baik saja..."
"Tapi sepertinya kau berbohong..." Yao terkekeh kecil, "Tapi ya sudah, kalau kau mampu, maka tunjukkan padaku..."
Keduanya melesat dan dengan kecepatan angin, Yao mengayunkan tongkatnya dan mematahkan kedua kaki satu High Orc hingga High Orc itu kehilangan keseimbangannya, dan ia bergerak melewati kaki High Orc itu.
Oga menyalakan pemanas di pistolnya dan mengarahkannya ke dada High Orc itu kemudian melepaskan lima tembakan yang tepat menembus dada High Orc itu.
"Hanya... Manusia saja..." High Orc yang terbunuh tak sempat berkata-kata karena kecepatan keduanya yang terlalu tinggi, "Kenapa bisa mengalahkan dua komandan Black Emperor..."
Oga tak menghiraukannya dan ia berlari lagi mengikuti Yao yang sudah menghancurkan pergelangan kaki High Orc lainnya dan sesuatu di ************ High Orc itu hingga ia menjerit.
Oga tak melewatkan kesempatan itu dan ia melepaskan sisa peluru di pistolnya dan langsung menembus dada High Orc yang tersisa.
"Kalian... Akan merasakan akibat jika melawan para Emperor..."
High Orc yang tersisa memejamkan matanya untuk selamanya dan Oga menyimpan pistolnya sebelum ia jatuh tersungkur di atas tanah.
Sementara itu, Yao mengangkat ponselnya dan berkata, "Gelombang kedua telah beres dengan kematian dua Monster rank SS! Kami akan membawa Oga Haruno ke Niao Ziyao!"
__ADS_1