
Amerika Serikat, malam harinya...
"Hmm? Kakek Bintang menunjukkan dirinya lagi?" Seorang pria dengan tubuh besar berotot berkata sambil melepas dua kancingan bajunya paling atas, "Kapan itu tepatnya?"
"Aku tidak tahu, sebuah video menunjukkan kakek tua yang mirip dengan kakek Bintang sedang menarik pedangnya dan bergerak cepat menebas lima semut besar rank A sekaligus dan membunuh kelimanya dalam satu tebasan..."
Pria itu melepas semua kancing bajunya dan memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang besar, "Berarti, ada kemungkinan dia akan kembali ke dunia Hunter..."
"Hah? Apakah kau bercanda? Kabarnya ia terlihat lagi di kota Surabaya tadi siang, tepatnya malam kemarin di jam Indonesia. Beritanya benar-benar menyebar dengan cepat!"
"Hah, aku menunggunya, kakek Bintang..." Pria itu mengepalkan tangannya sambil melirik sepasang sarung tangan besi yang terpajang di dekatnya, "Tom Cage dan StarSam akan menunggu aksimu..."
***
"Frans, kami berhasil menemukan Christo!" Seorang pria dengan pedang tersarung di pinggangnya berlari mendekati stasiun.
Hari sudah benar-benar gelap saat kakekku, aku, dan Senja keluar dari kereta lapis baja RedWhite.
Seluruh pasukan sudah berkumpul lagi dan kini sedang beristirahat, sambil pemimpin setiap pasukan sebelumnya berbicara dengan Frans.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Frans.
"Sangat buruk, ia terluka berat di beberapa bagian tubuhnya, tangan kirinya putus, sebelah matanya hilang, serta kaki kirinya robek. Kondisinya benar-benar parah..." Jawab pria itu.
"Maksudnya? Apakah dia masih hidup?" Tanya Frans lagi.
Aku memperhatikannya dengan alis terangkat, dengan kondisi yang benar-benar mengerikan itu, hanya ada satu kemungkinan yang kupikirkan...
"Dia... Telah tewas..." Jawab pria itu sambil menunduk.
"Bagaimana dengan tubuhnya? Apakah kalian membawanya kemari?" Tanya Frans dan dijawab dengan anggukan.
"Begitu ya..."
Kakekku mendekati Frans dan berkata, "Frans, aku dan Langit akan meninggalkan Surabaya. Setelah kutinggal, kalian harus kembali ke Jakarta secepatnya, aku tidak tahu ancaman apa lagi yang ada di Surabaya, sebab itulah aku menyarankan itu."
"Bagaimana dengan Senja? Apakah kakek akan membawanya?" Tanyaku.
Yah, aku menebak kalau Senja tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini, itulah sebabnya aku berharap sedikit kakekku akan membawanya juga.
__ADS_1
"Yah, sekarang kita hanya menunggu jawaban Senja saja..." Kakekku menatap Senja, "Apakah kau ingin ikut dengan kami?"
Sebelum ia menjawab, suara seorang wanita terdengar dan suaranya membuat Senja terkejut.
"Tidak usah membawanya, kakek Bintang! Biar Vita saja yang membawanya!" Suaranya menggelegar dan langsung saja, semua orang menoleh ke dalam kereta.
Seorang wanita tua dengan rambut putih, wajah yang mulai keriputan, tubuh kurus, dan memakai jas panjang berwarna putih, keluar dari kereta.
"Serahkan Senja padaku, maka aku akan menjadikannya Hunter terkuat di seluruh Indonesia!" Ujar wanita itu dan ia menampakkan dirinya di depan Senja, "Bagaimana? Apakah kau mau bersama nenekmu?"
Aku sedikit bingung, kenapa Hunter rank S ada lagi di kota ini? Ada berapa sebenarnya Hunter rank S yang dibawa oleh Frans ke kota Surabaya?
Aku tahu Vita yang terlihat tua ini, karena dia adalah salah satu dari belasan Hunter rank S yang dimiliki Indonesia. Aku hanya tahu identitasnya sebagai Hunter rank S, tetapi aku tidak tahu dia dijuluki apa oleh dunia.
"Haih, penyihir tua sepertimu berniat menjadikan anak kecil sebagai Hunter? Aku takut dia akan menjadi bahan percobaanmu..." Kakekku tertawa kecil.
Eh?
Wanita tua yang menyebut dirinya Vita itu mengepalkan tangannya dan mengarahkan telapak tangannya ke arah kami berdua sambil berseru, "Apa maksudmu, pendekar tua?!"
Mataku melebar saat melihat apa yang terpasang di kedua tangan nenek tua itu, sarung tangan besi!
Aku membuka mataku sedikit dan aku melihat semuanya baik-baik saja.
"Eh?"
"Jangan remehkan aku, penyihir tua. Aku ini pernah lolos dari Raid ke pulau Hawaii, loh..." kakekku mengangkat tangannya, "Jangan remehkan aku, loh..."
Vita berdecak dan menatap Senja, "Jadi, apakah kau mau ikut bersamaku?"
Senja mengangguk, "Tentu saja, aku ingin melihat kakek lagi!"
Vita tertawa lepas dan mengangkat Senja, "Jadi, ayo kemari, kakekmu ada di dalam kereta bersamaku tadi!"
Mataku melebar lagi, apa maksudnya itu?! Kakek dan nenek Senja adalah Hunter?!
Sementara aku berusaha mencerna situasi, kakekku sudah berpamitan dengan orang-orang dan setelahnya, tanganku ditarik oleh kakekku.
"Langit! Paman Frans menunggumu di RedWhite! Saat itu tiba, kau harus lebih kuat dari yang sekarang!" Frans melambaikan tangannya, memberikan salam terakhir padaku.
__ADS_1
Aku mendengarnya, dan kami berdua pun berjalan menjauhi kota Surabaya.
Yah, aku yakin kalau kami akan bertemu lagi, tetapi tidak dalam waktu dekat ini.
***
Kami berdua berjalan menyusuri rimbunnya pepohonan hutan, yang mana kami berdua berjalan di sebelah rel kereta.
Dari kejauhan, aku bisa mendengar suara kereta api yang mendekat, dan saat kami menoleh ke samping, kereta dengan lambang garuda berwarna merah putih di depannya melintas, dengan Senja yang menengokkan kepalanya dari dalam kereta.
"Langit, kau harus hidup saat kita bertemu lagi!"
Aku menaikkan jempolku dan berteriak, "Tenang saja!"
"Haih, perpisahan yang mengharukan..." Sebuah suara terdengar lagi dan aku benar-benar tidak tahu siapa di pikiranku, yang membuatku berpikir yang aneh-aneh.
Kakekku tersenyum tipis saat melihat itu semua, ia menatap ke atas, sambil bergumam pelan, "Seandainya kalian semua mengucapkan salam perpisahan padaku seperti itu..."
Biarpun ia bergumam, aku bisa mendengarnya dengan jelas, entah apa alasannya.
"Kakek, kemana tujuan kita sekarang?" Tanyaku.
" Tentunya ke rumah kakek, sebelum itu kita mampir ke sebuah kota dulu..." kakekku mengarahkanku ke sebuah arah dan mulai menembus hutan.
Menurut cerita kakekku, dulunya Indonesia dipenuhi oleh kota-kota yang ramai penduduk, dengan berbagai pekerjaan serta berbagai sifatnya.
Tetapi semenjak Monster dari portal dunia lain keluar, membuat beberapa kota itu dihancurkan oleh para Monster kuat.
Dalam lima puluh tahun pertama, dikatakan bahwa Indonesia hampir mendekati kehancurannya, tetapi semenjak para tentara militer Indonesia memilih berlatih menjadi Hunter di negara lain, seperti Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Inggris, dan China, mereka mengalahkan satu demi satu para Monster itu dan menjadi Hunter kebanggaan Indonesia.
Perlahan, puluhan tahun terus berlalu, para Hunter Indonesia diakui oleh dunia dan beberapa direkrut oleh negara lain dan yang setuju pindah ke negara lain, sementara beberapa yang tidak setuju melindungi negara mereka.
Dan kini, setelah tiga ratus tahun berlalu sejak Monster pertama kali muncul di seluruh dunia, hanya tersisa beberapa negara kuat di seluruh dunia, yang terus bertempur melawan para Monster, termasuk Indonesia.
Malam terus bergerak menuju larut malam, hingga pada akhirnya kami pun sampai di sebuah desa kecil yang terlihat ditinggalkan, tetapi cahaya lampu masih menyinari desa itu.
"Disini dulu kita beristirahat..." Ujar kakekku dan kami bergerak ke rumah terdekat.
"Permisi..." Kakekku mengetuk pintu rumah terdekat, dan butuh waktu lama bagi pemilik rumah itu untuk membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk.
__ADS_1
Untuk sementara, aku akan mengikuti kakekku ke rumahnya. Selanjutnya sudah dipikirkan oleh kakekku tentunya.