Mencintai Sang Mafia

Mencintai Sang Mafia
Pasrah


__ADS_3

“Berikan kuncinya padaku!” Cazim menjulurkan telapak tangan.  “Aku pinjam kendaraan itu untuk kubawa pulang.  Kau naik taksi saja pulangnya.”


“Tapi kan tujuan kita adalah luar kota.  Bagaimana kamu bisa naik motor untuk menempuh perjalanan ke luar kota?”


“Aku lebih suka naik motor.  Akan lebih aman.”


“Terus, kamu ke sini naik apa?”


“Motor.  Tapi motornya akan aku balikin ke Alando.  Yang sekarang aku pakai itu adalah motornya Alando.”


“Oh.” Senja mengambil botol minuman, membukanya dnegan alat dan menuangkan ke dua gelas.  Dia geser satu gelas ke arah Cazim.  


“Minum dulu!”  Senja mengangkat gelasnya.


Cazim tidak menanggapi.  “Aku minta kunciku.”


“Kamu takut?  Takut minuman ini menjadi haram di tubuhmu?  Bukankah ini minuman yang biasa kita minum sebelumnya?”  Senja seakan meledek, menganggap Cazim pecundang karena takut dosa hanya dengan meneguk minuman beralkohol.

__ADS_1


“Aku muak di tempat ini.”


“Bersulang!”  Senja mengangkat gelasnya.


Cazim memalingkan pandangan.  Sialnya, ia malah melihat wanita meliuk- liukkan badan di bawah lampu yang berputar kelap- kelip bersama dengan banyak orang lainnya.  


Kembali Cazim memusatkan pandangan ke gelasnya.  Pemandangan di sini tidak baik untuk kesehatannya.  Cepat ia menyambar gelas dan meneguknya sedikit.  Air yang menggigit itu mengaliri tenggorokannya.


“Kalau kau tidak mau serahkan kuncinya, aku tidak akan memaksa.  Aku tahu itu motormu.  Uang yang kupakai juga uangmu.  Kau berjasa banyak padaku.  Dan aku tidak mau menambah jasa- jasa itu karena tidak mau berhutang budi.”  Cazim melangkah pergi.  Ia tidak berani memakai uang dari rekeningnya karena tidak mau ada transaksi yang membuat penyidik menemukan keberadaannya.       


Senja menghela napas kesal.  Meletakkan selembar uang ke meja kemudian mengejar Cazim.


Pria itu tidak mempedulikan. 


“Cazim, kamu tidak bisa bersikap begini padaku. Aku bertahan di sini karena ungkapan cintamu ke aku.  Apa kamu lupa selama ini kita sudah melewati banyak hal?” bujuk Senja.


Cazim akhirnya menyerah.  Ia berhanti dan menghadap Senja. Tatapannya teduh pada gadis di hadapannya dan berkata, “Senja, aku sayang padamu, tapi entah kenapa perasaan itu terkikis oleh keadaan.  Bahkan hanya sekejap waktu.”

__ADS_1


“Jadi kamu benar-benar mau meninggalkan aku?  Bukankah Chesy sudah tahu semuanya tentangmu?  Bukankah dia membencimu sekarang?  Bahkan dia juga mau menggugat cerai kamu.  Lalu apa yang kamu harapkan dari dia lagi?”


“Aku tidak menyalahkanmu yang sudah membongkar rahasia ini.  Kuanggap ini sudah waktunya Chesy mengetahuinya.  Jika kau mau, kau boleh katakan itu sekalian pada polisi, supaya aku ditangkap dan dipenjarakan.  Ada dua kasus yang menjeratku sekarang, yaitu kematian uminya Chesy.  Kemudian tentang keterlibatanku pada gembong narkoba. Aku akan selamanya mendekam di penjara.”


“Ada satu kesempatan untukmu lepas dari kasus ini.  Kau adalah mantan polisi.  Kau punya citra baik, kau juga punya prestasi.  Kau tahu banyak dalam dunia kepolisian, juga dalam kasus gembong narkoba besar-besaran ini.  Kau bisa bernegosiasi pada mereka untuk menjadikanmu sebagai tahanan bebas dan wajib lapor tanpa harus memenjarakanmu dengan syarat kau bisa menguak pelaku alias dalang di balik kasus besar ini. Kau masih memiliki kekuatan di tubuh kepolisian.  Manfaatkanlah itu.  Jika kau bekerja sama dan menyelesaikan persoalan rumit dalam permasalahan ini, negosiasimu pasti akan dipertimbangkan.”


“Aku sudah pikirkan itu.  Aku berminat untuk melakukan seperti apa yang kau pikirkan.  Tidak perlu aku bisa kembali bekerja dan menjabat seperti yang dulu, cukup aku tidak ditahan saja, aku sudah lega.  Tapi ini masalahnya tidak hanya itu saja.  justru tuntutan dari keluarga Pak Yunus.  Jika mereka tidak mencabut laporan, kasusku tidak akan berhenti sampai disitu.”


“Kalau begitu dekatilah Chesy dan bujuk dia supaya dia bisa membujuk ayahnya untuk mencabut laporan.” 


Seringaian pun terbit di wajah Cazim.  “Bukankah kau yang berharap supaya Chesy membenciku dengan membongkar rahasia ini?  Lantas kenapasekarang berubah lagi?”


Senja berubah murung.  “Maaf.  aku sudah membuatmu menjadi kacau.  Aku hanya ingin kamu kembali seperti dulu, yaitu menatapku sebagai gadis nomer satu.  Jika Chesy marah dan membencimu, maka kamu pasti juga akan jauh darinya.”


“Juga bisa dipenjara.  Kau pikirkan itu atau tidak?”


Senja menunduk.  “Aku emosi.  Aku keceplosan.  Aku sampai tidak memikirkan efeknya.  Seharusnya aku tidak mengatakan itu pada Chesy. Aku sungguh menyesal.”

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2