
"Lihat ini!" Chesy menekan simbol putar dan mengarahkan layar hape kepada Yunus, sekaligus Cazim pun dapat menyaksikannya karena lelaki itu kini berdiri bersisian dengan Yunus.
Dahi kedua manusia di hadapan Chesy terlipat kuat.
Nah, jangan pingsan kalau melihat kenyataan ini. Seharusnya Chesy merekam ekspresi abinya saat itu, supaya sejarah yang tercetak saat abinya syok itu terekam dalam memori hape nya dan bisa diceritakan ke anak cucu. Walaupun ia tidak tahu bagaimana nasibnya setelah menunjukkan bukti itu kepada abinya. Bisa jadi ia dicegat di jalan dan dihabisi oleh Cazim menggunakan senjata apinya. Apa saja bisa dilakukan oleh seseorang yang tidak suka atas perilakunya, namun Chesy sudah yakin dengan tindakannya itu. Dia berada di posisi yang benar.
"Apa itu? Kok upin ipin?" Yunus bingung.
"Hah?" Chesy sontak menghadapkan hape ke arahnya. Dan benar, yang terlihat di layar hape adalah film dua bocah botak yang sedang asik berkejaran.
__ADS_1
Ya ampun, kenapa malah film si kembar ini? Bukankah Chesy tidak pernah memiliki riwayat menyukai film animasi itu? Ini kenapa bisa ada di hape nya begini? Kapan rekaman ini menyusup masuk ke hape nya?
Chesy meneliti video yang tersimpan di hape nya. Semua video hasil rekamannya utuh dan tersimpan rapi di sana. Tak lain rekaman videonya yang sedang melakukan berbagai kegiatan yang asik di luar rumah. Tapi rekaman terakhir di galery nya kenapa malah berganti menjadi upin ipin? Kemana rekaman video tentang Cazim tadi?
Chesy mengecek seluruh video yang tersimpan di galery hape nya, rekaman itu benar- benar tidak ada. Sudah hilang. Kenapa bisa begini? Setan apa yang menelan video itu hingga bisa raib begini?
"Kamu ini kenapa selalu begini? Abi bilang juga apa? Jangan bersikap tidak sopan pada orang lain, mau sampai kapan kamu begini?" geram Yunus dengan suara direndahkan supaya kemarahannya tidak begitu terdengar oleh Cazim. Padahal Cazim juga cukup mendengar pembicaraan itu.
Cazim tersenyum simpul menatap wajah Chesy yang merah padam seperti udang rebus. Senyum bernilai ejekan yang dipenuhi dengan rasa kemenangan.
__ADS_1
Cih, sialan! Lelaki itu mengejekku! Dia pasti di atas angin sekarang. Geram Chesy dalam hati.
"Ayo, ikut abi!" Yunus menarik tangan Chesy ke kamar gadis itu. Yunus membuka pintu kamar dan mendorong tubuh Chesy masuk kamar.
"Abi, jangan marah dulu. Aku tadi beneran merekam Cazim bawa senjata api. Dia itu kriminal."
"Sudah! Cukup! Jangan teruskan!" gertak Yunus dengan suara rendah namun otot mengeras. "Ini sudah keterlaluan! Selalu begini sikapmu terhadap orang yang kau tidak sukai."
Bersambung...
__ADS_1
Makasih yang udah kasih hadiah nonton iklan, bunga, kopi dan lain sebagainya. Murah rejeki ya buat kalian yang udah kasih hadiah... 🥰🥰