Mencintai Sang Mafia

Mencintai Sang Mafia
Rencana Cazim


__ADS_3

"Aku tidak tahu harus bilang apa, Bang? Yang jelas kau sudah memberikan aku kehidupan baru."


Cazim meneguk es teh nya. "Aku minta kepada Pak Yunus supaya Chesy yang datang ke rumah untuk menuntut ilmu padaku. Aku minta kau jangan buat gara- gara saat dia ada di rumah. Tunjukkan hal yang baik- baik padanya, jangan bikin masalah, apa lagi sampai bersikap tidak sopan terhadapnya. Kasusmu yang mengintip dia di kamar mandi bahkan sampai masuk ke kamarnya waktu itu tidak boleh terulang lagi."


"Baik, Bang. Aku nurut padamu." Alando patuh. Setiap perkataan Cazim seperti senjata yang menaklukkan dirinya. Tak terhitung bagaimana Cazim menyelamatkan kehidupannya hingga ia merasa kalau Cazim dama seperti kakak kandungnya.


"Kemarin Chesy sempat menyelundup masuk ke rumah kita," sebut Cazim.


"Kemarin?"


"Iya. Dia memata- matai kita."


"Tujuannya apa? Apa karena kasusku yang pernah menyusup masuk ke rumahnya itu?"


"Bukan hanya sekedar itu. Dia kan sudah tahu sedikit hal tentang kita. Dia tahu kalau aku bukan lelaki yang pantas disebut ustad. Dia juga tahu kuta melakukan transaksi gelap meski dia tidak tahu transaksi apa yang kita lakukan. pun dia tahu kalau aku punya senjata api. Dia ingin membongkar kedok kita ke semua orang."


"Wah, berarti dia berbahaya, Bang. Nggak hisa dibiarin."


Cazim tersenyum. "Tampilan kita yang dianggap sebagai orang alim membuat semua orang bahkan Pak Yunus tidak mempercayai Chesy, mereka justru lebih mempercayaiku. Jadi semuanya masih aman. Selagi Chesy tidak punya bukti apa- apa, sampai mulutnya berbuih pun, dia tidak akan dipercayai orang. Orang lain tentu akan lebih mempercayaiku. Itulah yang membuatnya bersikeras ingin memberikan bukti kejahatanku."

__ADS_1


"Jadi kemarin waktu dia menyusup ke rumah kita, dia dapat apa?" tanya Alando.


"Tidak ada."


"Baguslah." Alando lega.


"Awalnya dia menyusup rumah dan berbasil masuk kamar untuk merekam kegiatanku. Dia berhasil menyimpan rekaman itu ke hape nya. Dia terjebak di dalam lemari dan tidak bisa keluar karena aku tidak meninggalkan kamar waktu itu."


"Lalu?"


"Saat aku keluar kamar sebentar dan memergoki Sarah mengendap di belakang rumah sambil memanggil- manggil Chesy, saat itulah aku curiga ada yang tidak beres. Sarah lalu pergi karena tidak ada sahutan dari Chesy. Aku segera mengecek cctv. Ternyata Chesy menyusup masuk kamar dan terjebak dalam lemari."


"Tidak. Aku biarkan saja dia mendekam di lemari. Bahkan aku mendengar suara deringan telepon yang bersumber dari lemari, tapi tidak dijawab hingga nada sambung putus, saat itulah aku menduga kalau Chesy ketiduran karena terlalu lama berada di dalam lemari. Benar dugaanku, saat aku membuka lemari, aku melihat Chesy tertidur pulas. Aku langsung ambil hape nya dan mendelete rekaman itu, lalu mengganti dengan video upin ipin."


"Memangnya hape nya Chesy tidak pakai password?"


"Tentu saja pakai."


"Bagaimana caranya abang membukanya?"

__ADS_1


"Aku melihat di cctv, aku zoom dan membaca huruf yang diketik oleh Chesy. Mudah sekali."


"Ha haa...." Alando tergelak. "Itu lucu sekali." Tawa Alando tiba- tiba terhenti. Mukanya mendadak serius. "Eh Bang, tapi Chesy itu pasti berbahaya juga. Dia bisa saja melakukan apa pun kepada kita."


"Gadis kecil itu memang membahayakan, sebab dia tidak mau tinggal diam dan pantang menyerah. Tapi aku suka bermain dengannya. Kita coba untuk bermain- main dulu dengannya. Supaya dia tahu siapa lawannya sekarang. Aku benar- benar suka mengajaknya bermain. Dia pasti akan lucu." Cazim membayangkan wajah Chesy yang gatang setiap kali bertemu dengannya.


***


Bersambung..


Oh ya, Baca juga novel Emma Shu di


s h o r t no vel


judulnya Senja Di Mekah.


baca gratis kok, bantu kasih vote ya, soalnya novel itu ikutan lomba, doain menang. bantu baca dan kasih vote.


Tentang gadis bernama Delisha, seorang pelacur yang dilamar lelaki salih.

__ADS_1


__ADS_2