Mencintai Sang Mafia

Mencintai Sang Mafia
Penjelasan


__ADS_3

"Chesy tidak akan menggugat cerai aku saat ini!" sambung Cazim datar, menatap Yakub yang langsung mengusap peluh di pelipis.


"Kau di sini?" Yakub menatap penampilan Cazim yang tampak rapi mengenakan kemeja putih dan kopiah hitam. Tidak seperti biasanya Cazim memakai baju koko, kali ini tampak lebih formal.


"Aku diundang kepala sekolah untuk memberikan sedikit pengetahuan kepada wali murid yang bisa jadi anaknya tidak naik kelas, dan bimbingan untuk wali murid yang anaknya naik kelas.  Tapi kedatanganku bukanlah untuk mengisi acara tersebut, aku datang untuk memberi tahu bahwa tugas itu aku alihkan kepada orang lain. "


Yakub menatap Chesy. "Baiklah, Chesy. Aku pergi, sepertinya waktuku tidak banyak dan aku harus segera ke aula untuk meeting antara guru dan wali murid." Yakub bangkit dan berlalu pergi.


Netra Chesy mengikuti punggung Yakub hingga menghilang dari pandangan, pria itu sempat menoleh sebentar sebelum benar-benar menghilang.


Chesy kini bingung harus menatap ke arah mana ketika punggung Yakub sudah tidak kelihatan. Betapa malas menatap pembunuh ini.


"Aku tau kau sedang sangat marah padaku. Aku tidak selayaknya ada bersamamu. Aku tidak masalah kalau kau menghadap pada polisi dan mengatakan keberadaanku di sini," ucap Cazim dengan suara lembut. "Aku menyesal sudah menembak. Aku berpikir bahwa ibumu yang masuk ke lokasi waktu itu akan membahayakan aku, karena dia memergoki aku sebagai polisi di lokasi itu. Dan aku menjadi pelindung bisnis haram itu. Kejadian itu sangat cepat dan di luar kesadaranku sepenuhnya. Tapi kalau kau mau mengatakan bahwa aku ini kejam dan jahat, aku tidak punya perikemanusiaan, tidak masalah, aku terima itu. Karena alasan apa oun yang aku sampaikan, itu tidak akan mengubah keadaan, ibumu tetap tidak akan kembali."


Chesy masih diam.


Cazim menundukkan kepala, menatap wajah Chesy dalam jarak dekat.  "Sekarang aku hanya ingin kau tahu bahwa aku tidak bermaksud membunuh dengan sengaja, atau bahkan membuat ibumu meninggal.  Itu spontan dan tanpa niat.  Iya, aku jahat.  Aku memang bukan lelaki baik.  Aku menyalahi kewenanganku sebagai penegak keadilan.  Iya, dulu aku begitu berambisi dengan urusan dunia, uang, harta dan kebanggaan dunia."

__ADS_1


"Nyatanya tiga nyawa melayang sekaligus dalam kasus itu. Abangku, umi dan nenek. Beruntun mereka meninggalkan kami."


Cazim memahami letak kesedihan Chesy.  Dia pun tidak bisa berbuat banyak mengingat kesalahan ada padanya.


“Chesy, aku memang sudah melakukan kesalahan.  Aku mengakui kekeliruanku.  Jika boleh bilang kalau aku menyesal, maka aku akan katakan itu.  aku ingin menebus kesalahanku tapi tidak tahu mesti mulai dari mana, sebab aku tahu tidak ada sesuatu hal pun yang dapat menebus kehilangan nyawa dengan cara apa pun.  Ibumu sudah tidak ada.  Tapi, minimal kau tahu satu hal, bahwa kedatanganku di sini untuk berusaha menebus kesalahanku, entah dengan cara apa.”


“Dengan menikahiku?” sahut Chesy.  “Dengan menuruti permintaan abi untuk menikahiku, apakah kamu pikir kamu bisa menebus kesalahan itu?”  Air mata Chesy menetes-netes tanpa sadar.


“Jawabannya tidak.”


“Bahkan kamu menikah denganku juga enggak tulus.  Kamu memang memperistri aku, tapi pikiranmu ke Senja.  Pun kamu menikah hanya karena ingin mengambil simpati abi supaya kamu kelihatan baik, kamu ingin mengambil hati abi yang sudah memperkarakanmu ke meja hijau, supaya kamu dianggap tidak pantas masuk bui, begitu kan?  Jangan bilang tebakanku ini keliru.”  Chesy mengusap lelehan air di pipi dengan kasar.


“Jadi benar tuduhanku itu, hm?”


“Awalnya begitu.”


“Bagus!”  Chesy menekan kata bagus dengan gigi menggemeletuk.  “Menuruti kemauan abi untuk menikah denganku supaya abi mencabut tuntutan dan kamu aman.  Setelah itu kamu pergi dan menikahi Senja.  Kamu menikah denganku hanya untuk memperalat aku.  Betapa buruk nasibmu, Chesy.”

__ADS_1


“Iya.  Itu kesalahan fatal kedua setelah pembunuhan ibumu yang pernah aku lakukan.  Tapi percayalah Chesy, sebelum pengakuan Senja yang membongkar kejahatanku kepadamu, rencana awal yang ada di otakku sudah berubah haluan.  Aku sudah memutuskan untuk meninggalkan Senja, aku mengadakan pertemuan dengannya di tepi sungai untuk mengatakan bahwa hubunganku dengannya sudah selesai.  Aku memutuskan untuk memulai kehidupan baru denganmu.  Aku akan memperbaiki semuanya.  Aku mencintaimu, Chesy.”


Jantung Chesy berlarian mendengar kalimat itu.  plis, jangan sebut lagi.  Jujur saja Chesy merasa bergetar mendengar kata-kata itu. bolehkah dia mengakui bahwa dia juga mencintai Cazim?  Tapi kenapa hatinya perih?  Sakit sekali.  Dia sudah dikhianati oleh suaminya sendiri.


“Aku berniat ingin menjalani hidup bersama dengan wanita yang aku cintai, dan itu kamu.”


Lagi-lagi hati Chesy berdesir.  Perasaan semacam apa ini?  Kenapa desirannya hebat sekali?  Separuh hatinya merasa sangat benci pada Cazim.


“Senja sudah mengubah keadaan secepat membalikkan telapak tangan sebelum aku memulai rencana ini.  Aku tidak tahu sejak kapan aku mencintaimu, tapi aku merasakannya,” kata Cazim lagi.


“Haruskah aku mempercayaimu?  Semua orang mudah saja mempercayaimu, bahkan abi pun terperdaya oleh penampilanmu.  Tapi aku enggak,” ucap Chesy dengan suara meninggi.


“Itu hakmu.”  Cazim tampak tenang sekali menghadapi Chesy yang emosi.


Dada Chesy terasa nyeri sekali.  Perjuangannya untuk mendapatkan cinta Cazim sangat berat, bahkan kini Cazim sudah mengakui cintanya kepada Chesy, namun pada akhirnya ia malah menemukan fakta pahit begini setelah melalui perjuangan yang berat.  


“Aku benci sama kamu.  Pembohong!”  Chesy menjerit dan bangkit berdiri.  “Aku nggak akan percaya bahwa kamu sekarang udah cinta sama aku, kamu mau ninggalin Senja demi aku, kamu menyesal atas perbuatanmu yang telah melenyapkan umi.  Kenapa baru sekarang kamu mengakui penyesalanmu itu?  Kenapa setelah rahasiamu terbongkar barulah kamu bicara?  Kamu mengakui ini karena kamu takut terancam kan?  Kamu hanya ingin mengambil hatiku kan?” 

__ADS_1


Pandangan Cazim mengedar ke sekeliling.  Beberapa orang di kejauhan tampak menatap heran ke arah mereka.  Suara Chesy keras sekali, hingga menarik perhatian semua orang yang lewat.


Bersambung


__ADS_2