Mencintai Sang Mafia

Mencintai Sang Mafia
Ngibul


__ADS_3

"Aku Senja. Mau cari Cazim. Tadi tanya sama warga sekitar sini, Cazim tinggal di sini," jawab gadis itu dengan senyum.


Senja? Chesy ingat nama itu adalah nama yang pernah disebut oleh Cazim tempo hari. Yaitu pemilik kartu ATM yang dipegang Cazim dan digunakan oleh Cazim untuk transaksi. Kalau Cazim bukan orang jahat, kenapa dia tidak menggunakan kartu ATM miliknya saja? Kenapa harus menggunakan kartu ATM atas nama orang lain untuk kebutuhannya? Jelas ini ada yang tidak beres.


"Oh... Cari Cazim? Iya, Cazim memang tinggal di sini. Kamu siapanya dia? Pacar?" tebak Chesy.


"St!" Sarah langsung menyenggol lengan Chesy. Ia lalu berbisik, "Kan kamu istrinya, masak nanyain begitu ke cewek lain?"


Chesy tidak peduli dengan perkataan Sarah.


"Aku temannya," jawab Senja.


"Kenapa nggak ditelepon aja Cazim- nya? Trus kan kamu bisa langsung kasih kabar ke dia kalau kamu mau mendatangi rumahnya," ucap Chesy.


"Kebetulan hp ku hilang, tadi jatuh di jalan dan nggak ketemu."


Chesy mengangguk senang. Ia seperti mendapat kemenangan dari jawaban Senja tersebut. Ada peluang bagus.

__ADS_1


Chesy menatap tas berukuran agak besar yang ditenteng oleh Senja.


"Ini bawa tas mau pindahan?" tanya Chesy.


"Enggak. Aku mau nginap beberapa hari di sini karena ada perlu sama Cazim."


Chesy mengernyit. Nggak salah? Gadis ini mau nginap di rumah laki- laki? Dahsyat sekali pergaulan manusia jaman sekarang. Seorang gadis datang jauh- jauh untuk menemui laki laki dan berniat akan menginap.


"Nginap di rumah Cazim?" Chesy ingin memastikan.


"Oh, ada sesuatu yang penting banget kayaknya ya?"


"Iya. Penting."


"Kebetulan Cazim lagi ke luar kota. Kamu kalau mau aku cariin tempat tinggal sembari menunggu Cazim balik dari luar kota, aku adalah Chesy, tetangganya Cazim. Tuh, rumahku nggak jauh dari sini," celetuk Chesy mengabaikan Sarah yang sejak tadi mencuil- cuil siku tangannya dari arah belakang. Sarah pasti mau protes atas perkataan Chesy dengan kode, namun Chesy tidak peduli. Ia sedang cari trik saat ini.


"Oh, begitu. Boleh juga. Aku mau," jawab Senja.

__ADS_1


"Tunggu bentar ya!" Chesy menarik Sarah agak menjauh dari Senja, kemudian ia berbisik, "Aku mau mengorek informasi banyak hal tentang Cazim dari gadis ini. Kamu mesti bantuin aku. Mumpung Senja nggak punya hape dan komunikasinya putus sama Cazim jadi aku bisa bawa dia sementara waktu. Aku butuh rumah punya bulek kamu. Bulek kamu kan tinggal sendirian di sana. Jadi biarkan Senja numpang sebentar di rumah bulek kamu. Kita akan cari tahu banyak hal tentang Cazim dari gadis ini."


"Tapi gimana kalau bulek ku nggak boleh?" Sarah bingung.


"Pasti malah senenglah, bulekmu kan selalu cari orang untuk menemaninya, aku aja sering disuruh nemenin dia kok, pasti dia seneng kalau ada yang nemenin."


"Ya udah deh."


Chesy mentowel dagu Sarah, ia kemudian kembali pada Senja dan berkata, "Kamu bisa ikut aku sekarang. Akan aku tunjukkan rumah untuk kamu tinggal sementara waktu."


Senja mengangguk sambil mengangkat koper dengan senang hati.


***


Bersambung... Koin dari pada nganggur, lempar buat Chesy ya, jangan biarkan memenuhi aplikasi kalian. wk wk wk... Chesy seneng banget kalau dapet koin. He heee..


Makasih buat yg udah lempar koin. Semoga rejekinya lancar. Aamiin...

__ADS_1


__ADS_2