Mencintai Sang Mafia

Mencintai Sang Mafia
Istana


__ADS_3

Perjalanan menuju ke rumah Diatma tidak jauh, Chesy dan Cazim kini sudah berdiri di depan pagar menjulang tinggi.


Chesy menatap rumah dengan corak putih bak istana, dikelilingi pagar besi. Megah sekali. 


"Pak!" Panggil Cazim pada security yang menunggu di penjagaan tak jauh dari gerbang.


Pria berseragam putih itu menghampiri Cazim tanpa membuka gerbang. Antara wajahnya yang sangar dan wajah Cazim berbatasan dengan jeruji besi.


"Ada apa?" tanya pria berbadan tegap dan mata sangar itu.


"Pak Diatma ada?" 


Pria itu menatap wajah Cazim sampai ke kaki, lalu kembali lagi ke wajah Cazim. "Siapa kau?"


"Aku Cazim."


"Aku tidak tanya namamu. Tapi siapa kau menanyakan Tuan besar kepadaku?" 


Pertanyaan si security dengan nada garang plus wajah sangar itu membuat Cazim naik darah. Ingin sekali ia mengepang kumis tebal di atas bibir security itu.  Baru jadi security aja belagu. Dasar songong.

__ADS_1


"Bukakan pintunya! Aku mau bertemu Pak Diatma!" tegas Cazim mendominasi.


"Sudah membuat janji?" ucap security itu dengan angkuh.


Melihat keangkuhan security, Cazim tidak bisa menahan emosi. "Bisakah kau tidak banyak tanya?" Cazim memukul besi pagar.


Chesy terkejut mendengar pagar yang sedang dia pegang itu digebrak kuat.


"E eeh, tunggu!" Chesy menahan Cazim. Ia tidak heran jika Cazim bisa bar- bar begini. Meski selama ini suaminya itu dikenal sebagai pria alim, namun Chesy sudah tahu belangnya cazim sejak lama, bahkan mereka sempat bermusuhan awalnya. "Kok malah ngamuk- ngamuk sih? Yang ada kalian malah berantem. Trus kita nggak jadi ketemu sama Pak Diatma."


"Mulut security itu seperti ingin dibalsem. Gayanya pun songong sekali." Cazim menatap sebal.


"Anda bilang apa? Menggibahin saya ya?" gertak security. "Silakan kalian pulang. Kalian tidak akan bisa bertemu dengan tuan besar. Tidak ada orang asing yang bisa menemui tian besar. Selain kuman dan virus yang dibawa, juga ditakutkan akan membahayakan beliau."


Sejak dulu, Cazim memiliki power dan kekuatan atas seragamnya, yang dia manfaatkan di luar kewenangannya pula. Setiap perkataannya didengar oleh orang lain, bahkan atasannya pun tidak berkutik jika sudah berurusan dengannya. 


Sekarang ia seolah dikuliti oleh tatapan si security, ia benar- benar merasa direndahkan.


"Mas, udah! Jangan malah ngamuk-ngamuk. Ini kita mau bertamu loh, kok malah begini?" Chesy menengahi.

__ADS_1


"Kau lihat dia kurang ajar bukan?"


"Iya, dia emang songong, tapi kamu jangan terpancing. Dia kan hanya menjalankan tugas."


"Sudah! Silakan pulang! Mengganggu saja orang sedang asik ngupil." Security berlalu pergi dan kembali duduk di tempat penjagaan yang disediakan sambil ngopi.


"Lihatlah alien itu! Dia benar-benar ingin mati digantung." Cazim kesal sekali.


"Kamu dihadapkan dengan sikap satpam galak gitu aja udah ngamuk-ngamuk, di luaran sana ada banyak orang yang dibentak dan dihardik oleh satpam lebih kasar dan sadis dari itu, tapi mereka bisa legowo loh. Ini kamu langsung naik pitam begitu," ucap Chesy. Ia baru menyadari sifat Cazim yang angkuh dan langsung spaning saat direndahkan. Maunya hanya dia saja bisa membuat orang lain kena skak, tapi dia akan langsung marah saat diskak orang. Chesy ingat di awal permasalahannya dengan Cazim, pria itu malah nyolot saat tingkah laku anehnya dipergoki.


"Mana mungkin aku bisa diam diperlakukan seperti itu oleh tikus jelek itu," kesal Cazim.


"Kemarin aku yang dikatain kecoa kecil sekarang security itu yang dikatain tikus jelek. Besok siapa yang bakalan dikatain buaya, singa dan neneknya musang?" sahut chesy.


Kekesalan Cazim malah buyar entah kemana melihat sikap Chesy. Kalau istrinya ngambek lagi, bakalan panjang urusannya.


"Kita bisa kasih pesan ke security itu, kalau kamu ini Cazim, putranya Pak Diatma. Pasti security itu bakalan bukain gerbangnya."


"Terserah kau saja. Aku serahkan urusan ini padamu. Kita lihat saja nanti, apakah kau bisa atasi atau tidak." Cazim melangkah menjauhi Chesy, menyenderkan tubuhnya di badan mobil. Ia mengawasi dari kejauhan dengan kedua tangan menyilang di dada. Ia akan lihat bagaimana hasil akhir dari usaha perempuan.

__ADS_1


Bersambung


Makasih yang udah kasih tips koin dan Poin 🥰🥰🥰 Love sekebon buat kalian. Salam sayang seallu dari Emma Shu. Kalian luar biasa. 😭😭


__ADS_2