Posesif Husband

Posesif Husband
Panas Dingin


__ADS_3

Keesokan harinya Anton dan cinta masih enak mendengkur, jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.Niko juga sama dengan kedua orang tuanya. Orang tua dan anak sama saja, sama sama kebo nya.


Sedangkan di kamar yang lain, Lana baru saja terjaga saat ia mendengar suara gemericik air shower didalam kamar mandi. Lana mengedarkan pandangan nya. Dan ia melirik ke samping tempat tidurnya tak menemukan Raya ada disana.


Saat Lana akan bangkit dari ranjangnya. Bersamaan dengan pintu kamar mandi yang terbuka. Di sana Raya keluar dari dalam kamar mandi hanya memakai handuk yang sebatas dada saja. Lana langsung melotot tak percaya. Melihat pemandangan indah itu.


Apalagi Raya dengan belum sadarnya jika Lana sudah bangun. Ia malah terlihat santai menuju meja rias.Bahkan Raya setengah membungkukkan tubuhnya hingga handuknya terlihat terbuka dari arah bawah. Menampilkan pemandangan yang sangat membuat Lana kesulitan meneguk salivanya sendiri.


Dengan degup jantung yang turun naik. Bahkan Lana sampai berkeringat dingin langsung memalingkan wajahnya ke arah samping. Tapi jiwa kelelakian nya memintanya untuk tidak menyia nyiakan kesempatan menikmati pemandangan indah itu.


"Sial".Upat Lana dalam hati. Karena tiba tiba saja pusaka andalan nya langsung merespon cepat. Bahkan kini sudah mulai berontak.


Sedangkan Raya yang tadi mencari deodorant nya yang ternyata terjatuh di bawah meja rias. Kini sudah berdiri kembali dengan benar. Raya pun sempat menoleh kearah ranjang tapi Lana pura pura tidur. Membuat Raya menjadi lega, kini Raya langsung melangkah masuk kedalam walk in closet untuk mengganti pakaian nya.


"Hais...kenapa dia ceroboh sekali".Lana mengusap wajahnya kasar saat melihat punggung Raya hilang dibalik pintu walk in closet.


Dengan cepat Lana langsung masuk turun dari ranjang dan melangkah tergesa-gesa menuju kamar mandi. Bahkan Lana menutup pintu kamar mandi dengan sangat kasar.

__ADS_1


" Astaghfirullah ".Raya menepuk dada nya karena terkejut. Dan langsung memakai bajunya dengan cepat.


Tanpa Raya tahu apa yang dilakukan oleh Lana di dalam kamar mandi itu. Sampai ia tergesa gesa begitu. Raya memang sempat berkecil hati semalam akan sikap Lana. Tapi ia sekarang akan mencoba juga sama hal nya yang dikatakan Lana semalam.


Karena Raya semalam mendengar semua ucapan Lana setelah Lana kembali masuk kedalam kamar. Bahkan Raya mendengar harapan Lana. Apalagi Raya bisa melihat jika Lana saja mau satu ranjang dengannya. Jika Lana membencinya pasti Lana tidak akan mau kontak fisik dengannya.


Semalam juga tanpa sadar Lana ikut memeluk Raya. Entah itu sadar atau tidak, tapi bagi Raya itu sudah lebih dari cukup.


"Aku juga akan berusaha tuan".Lirih Raya sambil menatap pintu kamar mandi.


🌿🌿🌿🌿🌿


Tapi pagi ini Raya terlihat lebih santai. Bahkan tadi Raya ikut membantu menyiapkan pakaian ganti untuk Lana.


"Kita langsung pulang ke Apartemen saja. Setelah sarapan!!! ".Ucap Lana dengan suara datarnya. Sambil menekan tombol lift.


" Iya tuan".Sahut Raya bernada santai.

__ADS_1


Keduanya kembali diam saat sudah berada didalam lift. Hal itu berlangsung bahkan sampai mereka berdua sampai di lantai dasar untuk sarapan pagi.


Ting....


Pintu lift terbuka Lana langsung melangkah keluar lift di ikuti oleh Cinta. Tapi saat sudah keluar dari pintu lift, Lana langsung menghentikan langkah nya. Membuat Raya ikut berhenti mendadak. Untung saja Raya bisa ngerem tepat waktu jika tidak ia pasti sudah terbentur punggung kekar Lana.


"Mulai hari ini gantilah panggilan mu itu!!!.Jangan panggil aku tuan lagi!!! ".Seru Lana tanpa menoleh sedikitpun.


Raya sempat terkejut tapi dia langsung bertanya".Lalu aku harus panggil tuan apa??? ".Tanyanya yang ikut bingung.


" Aku ini suamimu bukan tuanmu. Jadi cari nama panggilan yang enak di dengar!!! ".Jawabnya datar.


" Pikirkan itu nanti!!!. Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu kamu berpikir dengan otak sempit mu itu".Sambung Lana ketus.


Raya kembali menghela nafasnya mendengar ucapan Lana. Ia berusaha sesabar mungkin menghadapi sikap suaminya yang tidak bisa di baca itu. Lana terlalu dingin dan Arogant, ia juga tidak bisa ditebak.


"Nyonya Cinta benar, jika ingin berhasil maka jangan mudah menyerah".Guman Raya dalam hati sambil tersenyum.

__ADS_1


" Sampai kapan kau akan tetap berdiri disitu??? ".Sentak Lana saat melihat Raya masih saja tak bergeming di tempat nya.


" Ah, iya ".Raya langsung cepat cepat bergegas melangkah pergi , menyusul suaminya yang sudah berjalan jauh di depan nya.


__ADS_2