Posesif Husband

Posesif Husband
Lebay


__ADS_3

Tomy pun tak akan menyia nyiakan kesempatan lagi. Saat istrinya mulai memancingnya melakukan tugas dan kewajiban nya. Sepersekian detik kemudian rasa nikmat pun tak terelakkan lagi. Yang ada hanyalah suara suara merdu dan eluhan nikmat.


Yang keluar dari keduanya memenuhi kamar mandi tersebut. Bahkan air di dalam bathub pun sudah melimpah akan goncangan tubuh keduanya.


"Pelan pelan honey!!! ". Tomy mulai mengingatkan istrinya saat Tiara hampir saja kalab demi mengejar puncaknya kenikmatan dirinya yang akan segera tercapai.


" Sedikit lagi mas... ".


Tomy pun hanya bisa memejamkan matanya sambil menikmati pacuan tubuh istrinya. Yang terasa begitu menggigit di dalam sana. Bahkan Tomy sedikit khawatir dengan sang baby yang di ajak berguncang hebat oleh Maminya itu.


Tomy memegangi pinggang istrinya yang saat ini hampir mencapai klimaksnya. Tomy sedikit ngeri karena perut istrinya sejak tadi ikut terguncang karena Tiara malah keasyikan bergoyang. Membuat suaminya jadi was was sendiri.


"Honey... Aakkhhh".


Tomy pun sudah tak mampu lagi menahan diri saat istrinya semakin menekan nya dalam. Dan terasa terjepit membuatnya langsung mencuar kedalam sana.


Keduanya sama sama terengah engah. Setelah berhasil mencapai puncaknya. Tiara pun ambruk di atas tubuh suaminya. Terlihat lemas karena ia yang bekerja keras sejak tadi.


"Ayo mandi honey!!!. Udah mulai gelap nih". Tomy mengguncang bahu istrinya pelan dan mengecup pucuk kepala sang istri berulang kali.


" Lemas bestie". Lirih Tiara sembari menduselkan kepalanya pada leher suaminya.

__ADS_1


"Kenapa???. Kok bisa lemes??? ". Goda Tomy sambil menahan senyumnya.


" Punyanya ayang gede". Bisik Tiara berbisik tepat di telinga suaminya dengan suara manjanya.


"Justru itu kamu ketagihan kan??? ".


" Hahhaha, menurut mas??? ". Tanya balik Tiara sambil tersenyum genit dan menatap wajah suaminya.


" Udah deh, jangan macing lagi!!!. Udah mau maghrib nih". Sela Tomy yang memegangi tangan istrinya karena Tiara sudah mulai jahil kembali. Padahal baru beberapa detik yang lalu ia bilang lemes. Sekarang malah kembali nackal.


Dasar ya gak istri bosnya ataupun asisten nya. Keduanya sama sama doyan terong dan tongkat berbulu. Hingga lupa waktu dan lupa diri kalau sudah kalab. Kalau baby nya bisa protes, mungkin sudah dari awal ingin memarahi para ibunya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Setelah selesai dengan kegiatan panasnya dan juga keduanya sudah menjalankan perintah tiga rokaatnya. Saat ini pasangan suami istri itu sudah duduk di meja makan. Untuk menikmati makan malamnya.


Tiara dengan cekatan mulai mengambilkan nasi dan mengisi lauk kedalam piring suaminya. Hal itu selalu saja Tiara lakukan setiap hari. Bahkan ia kadang tak segan untuk menyuapi sang suami.


Membuat keduanya terlihat sangat romantis disetiap waktu. "Honey... ".


" Iya mas". Tiara menatap wajah tampan pria yang berstatus suaminya itu dengan senyum manisnya. "Ada apa??? ". Tanyanya bingung.

__ADS_1


" Apa kau bahagia menikah denganku??? ". Pertanyaan Tomy semakin membuat Tiara bingung dan sedikit heran.


" Tentu saja aku bahagia mas. Malah sangat sangat bahagia". Jawab Tiara jujur sembari menyodorkan piring yang sudah terisi nasi dan lauk di hadapan suaminya.


"Mas kok aneh sih???. Tiba tiba tanya kek gitu?. " Sambung Tiara lagi.


Tomy malah tersenyum tipis sambil menatap dalam wajah istrinya". Makasih Honey". Ucap Tomy tulus.


"Untuk??? ".


" Untuk ini ". Tomy menunjuk piring makan nya sambil tersenyum kembali ". Dan untuk semuanya. Karena kamu telah menerimaku dan rela mendampingi suami yang punya banyak kekurangan ini". Lagi lagi Tomy terlihat tulus saat mengatakan nya.


" Justru akulah yang seharusnya berterima kasih Mas. Karena mas telah menjadi sandaran hati ini. Dan bersedia menerima semua kekuranganku selama ini". Jawab Tiara tak kalah tulusnya. "Tanpamu aku bagaikan ikan tanpa air mas". Sambung Tiara lagi.


" Lebay". Jawab Tomy yang langsung disambut gelak tawa oleh Tiara.


"Ayo makan dulu mas!!!. Nanti setelah makan baru lanjut lagi melankolis nya!. Bukan hanya aku yang lapar tapi baby juga nih". Seru Tiara yang langsung menyuapkan nasi kedalam mulutnya.


Habis kerja keras membajak sawah dan ladang tadi sore. Membuat perutnya sangat lapar. Karena ia baru saja mengeluarkan tenaga luar dan dalam. Menguras keringat untuk membuat nikmat juga butuh tenaga.


Nyatanya mencapai kenikmatan itu tak hanya menikmati nya saja. Tapi butuh dorongan emosional jiwa kemesuman yang hakiki. Butuh keseimbangan agar sama sama terpuaskan.

__ADS_1


__ADS_2