Posesif Husband

Posesif Husband
Berperang Pikiran


__ADS_3

Niko membantu membukan pintu mobil untuk istrinya. Ketika ia sudah memarkirkan mobilnya di depan halaman depan rumah kedua orang tuanya. Jam masih menunjukkan pukul lima sore.


"Pelan pelan sayang!!! ".Niko nampak ngilu sendiri ketika melihat cara jalan istrinya yang sedikit bar bar. Terlihat tidak sabaran untuk masuk kedalam rumah kedua orang tuanya.


Dari balkon kamarnya Shasa terus menatap perlakuan abangnya pada kakak iparnya. Yang terlihat sangat penuh perhatian dan sangat peduli sekali pada istrinya.


" Apa kalau aku hamil nanti, bang Candra akan bersikap seperti itu juga? ".Guman Shasa sendiri sambil mengulum senyumnya.


Ia jadi membayangkan bagaimana kehidupan nya nanti. Setelah menikah dan hidup bersama pria mesum dan cabul itu. Tapi tiba tiba senyum yang tadinya mengembang kini berubah menjadi kesal.


" Ah, pasti dia selalu meminta jatahnya. Lihat saja belum resmi menikah saja. Dia sudah sangat mesum begitu".Shasa mencebikkan bibirnya.


"Tapi...".Shasa malah menggigit bibir bawahnya. Membayangkan hal yang sedikit absur tentang malam pertama nya dengan Candra. Entah kenapa otak Shasa semakin lama semakin tidak beres saja.


Mungkin ia sudah ikut terkena virus cabulnya Candra. Dimana sang maniak seksual seperti Candra selalu saja membayangi nya dengan adegan adegan gila.


" Ah, kenapa juga aku malah membayangkan hal itu? . Gara gara bang Candra aku bisa gila seperti ini.Kenapa juga Mommy dan Daddy datang diwaktu yang tidak tepat, pasti pernikahan ini belum terjadi ".


Shasa jadi mengingat kembali apa yang terjadi sebelum Mommy dan Daddy nya melihat kesalah pahaman yang terjadi siang tadi.

__ADS_1


Flasback on...


" Ayo bang buruan keluar!!! ".Shasa terus saja mendorong tubuh Candra agar segera keluar dari dalam kamarnya.


Tapi pria itu masih saja terlihat santai. Tanpa ada niatan untuk beranjak pergi. Membuat Shasa geram dan kesal sendiri. Tenaga nya saja sudah ia kerahkan untuk mendorong tubuh maskulin Candra. Tapi apalah daya tenaga nya tidak sebanding dengan Pria cabul nan mesum itu.


Dan bukannya keluar Candra malah menarik tangan Shasa begitu saja. Mendorong tubuh garis cantik itu hingga terbentur di dinding di dekat meja rias Shasa. Dengan gerakan cepat juga Candra sudah melahab bibirnya dengan sangat dalam.


Membuat Shasa susah untuk bernafas. Sekuat tenaga Shasa untuk menjauhkan wajah Candra dari hadapannya. Tapi lagi lagi respon tubuhnya berbeda. Shasa malah menikmati ciuman panas Candra begitu saja. Bahkan ia malah membalas nya. Membuat Candra semakin aktif untuk mulai menjelajahi setiap inci tubuhnya.


Bahkan saat itu juga Candra menurun kan ciumannya pada leher jenjang Shasa. Dan menghisapnya dalam. Menggigit kecil agar terbentuk stempel kepemilikan nya. Tanpa memikirkan akibatnya nanti.


Tak membuang waktu lagi Candra kembali menyerang bibir ranum merah delima itu dengan sangat rakus. Tapi Shasa langsung sadar ketika Candra sudah mulai menurunkan resleting celana panjang nya.


Membuat Shasa pun langsung bergerak cepat untuk bangkit dari tidurnya. Tapi Candra malah kembali menarik pinggang Shasa. Membuat Shasa jatuh di atas tubuh Candra. Dengan posisi yang sangat intim. Handuk Shasa juga sudah melorot menampilkan bukit sintal yang terpampang nyata dimata pria mesum itu.


Shasa masih terkejut karena handuknya melorot dan ia juga tiba tiba ngebleng. Menatap wajah Candra yang terlihat menahan sesuatu. Bahkan jakun pria itu sudah naik turun sejak tadi.


Hal yang paling buruk lagi adalah ketika Candra mencoba melahab benda kembar itu. Tiba tiba teriakan Mommy Cinta membuat Shasa langsung panik dan terkejut setengah mati.

__ADS_1


Tapi bukannya langsung bangkit dari atas tubuh Candra. Shasa malah terlihat semakin bingung mau ngapain lagi. Karena ke gif oleh Mommy nya.


Flasback Off....


"Haisss... Aku bisa gila kalau begini caranya".Shasa menjambak rambutnya sendiri. Sambil menghentak hentakkan kakinya di lantai balkon kamarnya.


Rambutnya saja susah berantakan. Ia pusing sendiri memikirkan pernikahan nya yang akan dilaksanakan lusa. Sejujurnya bukannya Shasa belum siap akan hal itu. Tapi ia hanya takut tidak bisa menjadi istri yang baik untuk Candra. Karena Shasa sadar ia masih sangat ke kanak kanakan. Dan masih jauh dari kata dewasa.


Tapi di lain sisi, Shasa juga merasa lega jika ia menikah sekarang. Sebelum ia melangkah lebih jauh lagi. Karena pesona Candra sangat sayang untuk di lewatkan begitu saja.


Shasa memang pernah memimpikan sosok pria dewasa. Dan pekerja keras seperti Candra. Maskulin, hot dan juga kharismatik seperti Daddy dan juga abangnya Niko.


Itulah sebabnya Shasa tidak menolak saat dijodohkan begitu saja oleh kedua orang tuanya. Namun, disisi lain juga Shasa tidak mau mengecewakan Candra. Jika ia nantinya tidak bisa menjadi istri yang diharapkan pria dewasa tersebut.


Shasa galau sendiri dibuatnya. Saat gadis labil itu masih sibuk berperang dengan pikiran dan asumsinya sendiri. Tiba tiba suara bariton Niko membuat Shasa lebih panik lagi.


"Neysha Erlangga Putri... ".


Deg....

__ADS_1


TBC


__ADS_2